NovelToon NovelToon
Perfect Wedding

Perfect Wedding

Status: tamat
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Teen Angst / Tamat
Popularitas:70.6k
Nilai: 5
Nama Author: windanor

Ini tentang Elza, wanita lumpuh yang dinikahi Alvian sebagai pertanggung jawaban pria tersebut yang menjadi penyebab Elza harus mengalami kelumpuhan seumur hidupnya.

Alvian Pramana hanya bisa pasrah meski sebelumnya menolak mentah-mentah atas permintaan orang tua Elza yang menginginkan pertanggung jawaban dengan menikahi Elza. Karna orang tua Elza yakin tidak ada pria manapun mau menikahi putrinya yang cacat.

Alvian yang sempurna bersanding dengan Elza, wanita cacat.

Jangan lupa mampir ke:
Instagram: Khazana_va
Tik tok: Khazana_va

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia pria kasar!

Brak!

Alvian membuka pintu kamar dengan kasar membuat Riana yang tengah duduk bersandar di bahu ranjang dan tengah mengutak-atik ponselnya terperanjat kaget. Pria dengan kemeja yang sedikit basah itu melangkah mendekat pada sang mama yang kini sudah bangkit dari tempat tidurnya.

"Ma, aku mohon Mama jujur. Apa Mama mengusir Elza dari mansion?"

Pertanyaan yang Alvian lontarkan membuat Riana langsung menampilkan raut wajah tak terima. Seolah menutupi kecemasan dan kegugupan yang melanda. Entah tahu dari mana Alvian bila ia telah mengusir Elza.

"Kau ini kenapa Alvian, tiba-tiba datang dan langsung menuduh Mama? Mama sudah mengatakan kalau Elza sendiri yang pergi dari mansion ini!" ucap Riana menggebu-gebu.

Alvian memejamkan matanya sejenak."Ma, tolong jujur. Aku tahu Mama sangat membenci Elza dan aku yakin kepergian Elza ada sangkut pautnya dengan Mama!" ucap Alvian yang semakin yakin.

"MAMA TIDAK MENGUSIR, ELZA!! TAPI WANITA ITU SENDIRI YANG MEMILIH PERGI!" pekik Riana yang semakin kesal dan tetap menutupi kebohongannya.

Suasananya yang awalnya hening mendadak menjadi tegang. Alvian menyorot tajam ke arah Riana yang langsung membuang muka setelah berucap seperti itu. Wanita paruh baya itu tidak sebodoh itu untuk mengakui semuanya. Bisa saja ini hanya pancingan saja agar ia mengakui semuanya.

"Sekarang keluar dari kamar Mama!" usir Riana dengan nada suara rendah.

Sementara Alvian masih berdiri di tempatnya tanpa bergeser sedikitpun. Ia yakin Elza tak mungkin meninggalkannya begitu saja, walaupun sudah beberapa kali wanita itu ingin meminta pisah. Padahal hubungan mereka beberapa hari kemarin baik-baik saja.

Riana memilih membaringkan badannya di kasur dan tak menghiraukan sosok Alvian yang masih setia berdiri di dekat ranjang dan terlihat putranya itu tengah melamun seolah memikirkan sesuatu. Dan tak lama Alvian akhirnya keluar dari kamar Riana dengan segala kerisauan yang melanda dalam benaknya saat ini.

"Semoga saja Alvian tidak bertemu dengan Elza. Kalau bisa selamanya mereka tidak bertemu," gumam Riana dengan senyuman merekah sempurna.

Alvian melangkahkan kakinya menuju kamar Elza. Mendadak raut wajahnya menjadi mendung saat masuk ke dalam kamar yang menyisakan aroma wangi dari tubuh sang istri. Ia melangkah mendekat ke arah meja rias, tangannya terulur membuka laci dan ya, terlihat perhiasan yang pernah ia berikan pada Elza masih ada di dalam. Jikapun benar wanita itu kabur membawa beberapa barang berharga kenapa ia tidak membawa perhiasan ini? Dan ia semakin yakin jika mama yang menjadi pelaku utama Elza pergi dari sini.

"Maafkan aku, Elza..." Ucapan penuh penyesalan keluar dari mulut Alvian. Ia sangat mencintai wanita itu. Ia terlalu pengecut menyatakan perasaan yang sudah lama tumbuh. Ia kira Elza akan tetap berada di sampingnya sampai ia menyatakan perasannya.

Pagi-pagi buta saat matahari belum muncul, Elza sudah menyiapkan barang-barangnya. Ia sudah bertekad pergi dari kota ini dan pergi kota Bandung yang ia sendiri tak tahu apakah bisa bertahan di sana tapi yang paling terpenting ia harus menjauh dari Alvian sampai pria melupakan dirinya, karna seiring berjalannya waktu hubungan pernikahan ini akan terlupakan.

"Ini untukmu Elza. Kurasa uang dua juta tak cukup untuk memenuhi biaya hidupmu di sana."

Aluna menyodorkan uang kurang lebih satu juta rupiah pada Elza. Mengingat sahabatnya itu hanya mempunyai uang simpanan dua juta rupiah dan menurutnya itu tidak cukup jika digunakan untuk menyewa rumah kontrakan di tambah untuk memenuhi kebutuhan di sana. Dan Elza benar-benar nekad pergi kota yang tidak pernah ia sambangi sebelumnya. Apalagi tidak mempunyai kenalan.

"Tidak usah, Lun," tolak Elza mendorong pelan uang yang Aluna sodorkan."Aku akan mencari pekerjaan di sana," sambungnya.

Aluna menghela napas berat. Matanya menatap ke arah kaki Elza. Bagaimana sahabatnya bisa mendapatkan pekerjaan dengan kondisi seperti ini. Bukan ia menghina kekurangan Elza, tapi sangat sulit mencari pekerjaan dengan kondisi kaki pincang seperti itu. Apalagi sekarang sangat sulit mencari pekerjaan.

"Sudah siap, Lun," ucap Elza yang sudah mengemasi barang-barangnya.

Aluna yang sibuk dengan lamunannya kini mulai tersadar.

"Aku keluarkan motorku dulu," ucap Aluna setelahnya beranjak dari hadapan Elza.

Kini, keduanya sudah menaiki sepeda motor yang Aluna kendarai dengan kecepatan normal. Mereka berdua akan pergi menuju terminal yang ada di Jakarta untuk mengantarkan Elza ke kota Bandung. Dan beruntung pagi ini tidak terlalu macet oleh para pengendara lain. Sekitar 25 menitan motor yang Elza tumpangi sudah sampai di terminal bus.

Setelah motor yang Aluna kendarai sudah berhenti di parkiran. Ia menurunkan koper yang diletakkan di depannya."Aku cuma bisa nganterin sampai sini saja, El," ucap Aluna tak enak hati. Pasalnya ia harus berangkat kerja pagi ini.

Elza mengangguk disertai senyuman."Iya, tidak apa-apa. Terima kasih sudah mengantarkan ku sampai sini," balas Elza seraya mengusap bahu Aluna.

"Baik-baik di sana. Kalau ada apa-apa langsung telpon aku," ucap Aluna penuh perhatian.

"Pasti."

Aluna menyalakan mesin motornya dan sebelum beranjak pergi ia menatap Elza dengan rasa haru yang melanda dalam benaknya.

"Aku pasti akan sangat merindukanmu." Usai mengatakan itu Aluna meninggalkan tempat itu.

Elza menatap sendu kepergian Aluna dengan perasaan sesak. Ia berbalik badan dan menarik kopernya menuju loket untuk membeli tiket. Wanita itu hanya bisa menundukkan kepalanya sepanjang melangkahkan kakinya. Mungkin keputusannya pergi dari kota ini akan menciptakan masalah yang akan membuat hubungan kedua orang tuanya merenggang dengan Alvian setelah tahu semuanya.

Elza mengusap perutnya dengan lembut. Ia pastikan anaknya tidak akan kekurangan kasih sayang saat terlahir ke dunia tanpa sosok Alvian. Inilah yang paling ia takutkan, melangkah ke pelaminan dan mengikat janji dengan pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya dan kini berakhir seperti ini. Bukan hanya karna tidak ada cinta di dalamnya tapi sikap dan karakter Alvian yang keras. Nyatanya menikah dengan orang yang berpunya segalanya tidak menjamin akan bahagia. Karna kita hidup dalam berumah tangga dengan karakter dan tanggung jawabnya bukan hanya dengan cinta, paras ataupun harta.

Pria yang mencintaimu, ia yang pandai meredamkan amarahmu bukan membentakmu. Dan pria yang mencintaimu, ia yang memahami fitrahmu sebagai wanita.

Aluna yang baru saja memberhentikan sepeda motornya di depan rumah kontrakannya terlihat tersentak mendapati Alvian sudah berdiri di depan pintu. Pria itu berbalik badan saat mendengar suara mesin motor. Raut wajah yang tampak lelah dan kantong mata yang menghitam menggambarkan wajah Alvian saat ini yang semalaman bergadang tak bisa tidur memikirkan Elza.

"Di mana Elza?" Alvian langsung menodongkan pertanyaan tanpa basa-basi pada Aluna yang tampak kikuk dan gugup.

"A-aku tidak tahu," jawab Aluna gugup seraya menggelengkan kepalanya cepat.

Alvian melangkah mendekat dengan tatapan tajamnya membuat Aluna yang melihatnya takut.

"Kau pasti tahu di mana Elza sekarang, karna kau orang yang paling dekatnya!" ucap Alvian dengan nada suara yang meninggi."Cepat katakan di mana dia!"

Aluna menggelengkan kepalanya. Ia tidak akan memberitahu keberadaan sahabatnya itu apalagi ia sudah berjanji dengan Elza.

"Aku tidak tahu di mana Elza."

Alvian mengeraskan rahangnya dengan amarah yang semakin membakar dalam dada. Tanpa aba-aba ia menendang motor milik Aluna yang langsung jatuh dan menghantam pot bunga yang terbuat dari semen.

Sedangkan gadis itu tampak shock dengan perlakuan Alvian. Ia menatap pria tersebut, pantas saja Elza tak betah dengan Alvian yang dari sifatnya saja mudah emosi dan berlaku kasar.

_________

Hei semuanya! Terima kasih sudah mampir

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen. See you di part selanjutnya:)

1
Jingga Pelangi
ini g di lnjutin lgi kah ..padahal baguss
kim
Thor ini cerita sangat bagus tapi sayang nya gantung cerita nya
Widha Risman
Tor lanjut lagi ceritanya jangan gantung gini nanggung. ceritanya bagus aku suka tapi jangan digantung gini donk kaya ngasih harapan palsu aja
wkwkwk
Elza April Lia
nama aku jga elza🤗
Kasturirama Veerasingam
bagus
Lucy christiana Dewi
duuh ceritane bagus tapi koq gantung sih,, udah tamat aja😢
Khazanava: Cerita ini masih ada lanjutannya tp untuk sekarang aku mau istirahat dulu. InsyaAllah dalam waktu dekat update lagi.
total 1 replies
eL
Masay
eL
D dunia real ad yg kayak gt g sh?bgn tidur masih bau jigong tp udah kiss-kiss muah
Hiiii 🙈
Khazanava: Ooh gitu🤣🤣🤣
total 14 replies
Toto Suharto
mulai bucin ya babang alvian...mudah mudahan ini awal kebahagiaan buat kamu dan elza
Angga Anggi
alhmdlh akhirnya Alvian dtng jga menolong Elza,ksi pljrn buat Haris alvian
Toto Suharto
semangat up nya kak...
Angga Anggi
aduh thoor qho jdi kgni crtanya,ini nmanya Elza kluar kndng mcn msuk kndng singa,biarkan Alvian tau thoor dimna Elza biar dia cpt nolongin Elza ksian Elza lgi hmil gtu...
Toto Suharto
kamu harus waspada elza..haris bener bener mencintai kamu atau hanya obsesi aja..padahal udah tahu kamu punya suami tapi berani ngungkapin perasaan dan sekarang udah berani cium...jangan sampai keluar dari kandang singa masuk ke kandang buaya...
Angga Anggi
bgtulah Elza kalau tlu prcya sama org lain,wlpun tu shbt sndri sdh tau haris punya prsaan cinta sama kamu,ga da pershbtn antra wnta dan pria,mudh2an Elza bsa lolos Thor,jgn biarkan Haris berbuat yg tidak tidak trhdp elza
Angga Anggi
Elza wnta bersuami mau maunya dia tinggal sama Haris yg bukan muhrimnya,apalgi Lo mrka smpai brciuman,berati erza ga bsa mnjga hrga dirinya,
cappucino
Uda mampir bawa like thor kalau berkenan main juga ya ke karyaku
nonsk2711
orang jg berfikir 2x cinta sm km Al,kelakuan n sifat km buruk sx,gada manis"nya 🤦
eL
Cinta kok gituu
Khazanava: emang agak laen Alvian ini
total 1 replies
nonsk2711
byk di jumpai akhir" ini novel yg ku bc...mertua jahat sm menantu smntr sang suami tdk bs berkutik krn hdp nya di bwh ketiak mm nya,tdk bs jd pelindung sang istri,mending pergi jauh" dh El cr bahagiamu sendiri drpd hdp dgn Alvian klg toxic
eL
Pergilah elza kamu berhak untuk bahagiaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!