NovelToon NovelToon
Dibuang Pak Jendral, Kunikahi Adiknya

Dibuang Pak Jendral, Kunikahi Adiknya

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:9.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kim99

"Nak!" panggil Pak Basuki. "Masih belum rela, ya. Calon suami kamu diambil kakak kamu sendiri?"

Sebuah senyum tersungging di bibir Sashi, saat ini mereka sudah ada di sebuah restoran untuk menunggu seseorang.

"Ya sudah, mending sama anak saya daripada sama cucu saya," kata sang kakek.

"Hah?" kaget Sashi. "Cucu? Maksudnya, Azka cucu eyang, jadi, anaknya eyang pamannya Mas Azka?"

"Hei! Jangan panggil Eyang, panggil ayah saja. Kamu kan mau jadi menantu saya."

Mat!lah Sashi, rasanya dia benar-benar tercekik dalam situasi ini. Bagaimana mungkin? Jadi maksudnya? Dia harus menjadi adik ipar Jendral yang sudah membuangnya? Juga, menjadi Bibi dari mantan calon suaminya?

Untuk info dan visual, follow Instagram: @anita_hisyam TT: ame_id FB: Anita Kim

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Ganggu Kami

Beberapa jam yang lalu, sebuah mobil berhenti di depan sebuah rumah bercat krem pucat. Dirga turun dari kursi kemudi, mengenakan pakaian kasual berwarna gelap.

Tok! Tok! Tok!

Saat pintu dibuka oleh seorang perempuan paruh baya, Dirga segera menunduk sopan dan memperkenalkan diri.

"Kamu?" tanyanya bingung.

"Assalamu’alaikum, Bu. Saya Dirga. Suami dari Sashi."

Bu Azizah terlihat kaget, seketika menoleh ke dalam rumah. Tak lama, Pak Hartono muncul di ambang ruang tamu, diikuti oleh Amara yang tetap berpura-pura ramah, dan seorang pria muda berdiri di belakangnya—Azka.

"Masuk, silakan duduk," ucap Pak Hartono dengan suara berat dan nada yang tidak terlalu bersahabat.

Dirga mengangguk dan duduk. Dia membuka percakapan dengan tenang. "Maaf kalau kedatangan saya terlalu mendadak, Saya hanya ingin menjemput istri saya, membawa Sashi pulang ke rumah kami."

Suasana ruangan langsung berubah dingin. Pak Hartono menyilangkan tangan di dada. Azka menyipitkan mata, sementara Amara hanya tersenyum tipis.

"Kenapa harus sekarang?" tanya Pak Hartono datar.

"Karena saya tahu semalam istri saya menelpon sambil menangis. Dan saya yakin, dia tidak dalam keadaan baik-baik saja," jawab Dirga, tapi itu di dalam hatinya.

"Kami sudah menikah, Pak. Jadi, sudah kewajiban Sashi untuk ikut dengan saya."

Tidak ada yang mau mengatakan apapun, seakan-akan bahwa tindakan Dirga ini tidak dibenarkan.

Hingga akhirnya, Bu Azizah menepuk tangan suaminya perlahan. "Maafkan kami, Nak Dirga. Sashi sedang kurang sehat. Tapi, kalau memang ingin menjemputnya... silakan. Biar saya antar ke kamarnya."

"Terima kasih, Bu."

Mata Amara tak sekalipun lepas dari sosok Dirga, pria yang begitu tampan gagah dan sudah sangat matang, tapi dia buru-buru menggeleng dia sadar bahwa dia sudah memiliki suami sekarang.

** **

Ketika pintu kamar kayu itu dibuka, Dirga langsung mencium bau lembap dan sisa minyak kayu putih. Kamarnya kecil, jendelanya sempit.

Saat matanya jatuh pada ranjang di sudut ruangan, napasnya tercekat.

Sashi terbaring lemah, wajahnya pucat dan rambutnya sedikit berantakan. Tapi yang paling menyentak dada Dirga adalah sudut bibir istrinya yang membiru, ada lebam di pipinya.

Dia melangkah pelan, lalu duduk di tepian ranjang. Tangannya menyentuh tangan Sashi yang dingin. Saat dia membalik sedikit, dia melihat melepuh di ruas jari—tanda terkena panas atau sabun yang terlalu keras.

"Ini kenapa?" tanyanya datar namun penuh tekanan.

Bu Azizah menunduk. "Tadi kami sempat berselisih... dia membantah... kami salah paham... maafkan kami."

Dirga tidak menanggapi. Dia hanya menatap Sashi sangat lama lama.

"Kalau nanti anak saya berbuat kesalahan, Nak Dirga... dan kamu tidak sanggup mempertahankannya... tolong kembalikan dia ke rumah ini," ucap Bu Azizah.

Dirga menoleh pelan. Tatapannya tajam, menusuk. Mudah sekali Bu Azizah mengatakan hal itu, padahal Sashi di sini juga dibuat babak belur. "Maaf, Bu. Tapi saya tidak akan pernah mengembalikan istri saya ke tempat seperti ini."

"Nak, kamu salah paham ...."

"Iya, Bu. Saya tidak ingin kesalahpahaman saya terhadap masalah ini diluruskan. Untuk saat ini saya minta tolong agar ibu memakaikan kerudung untuk istri saya."

"Iya-iya, Nak."

"Barang-barang Sashi nanti saja dikirim ke alamat saya."

Entah kenapa Bu Azizah menurut, malah dia yang terlihat ketakutan ketika berbicara dengan Dirga. Aura pria itu agak berbeda dengan Azka, Dirga ini membuat siapapun yang berada di sisinya mungkin akan merasa terintimidasi.

** **

Mobil itu diparkir tepat di depan pagar. Dirga membuka pintu penumpang dan memposisikan tubuh Sashi senyaman mungkin, melindungi leher dan bahunya dengan selimut kecil.

Saat hendak menutup pintu, terdengar langkah kaki cepat dari dalam rumah.

Dia berdiri di samping mobil, menatap Dirga dengan wajah penuh benci.

"Dia itu perempuan yang suka selingkuh," desis Azka. "Om Dirga akan menyesal karena mengambilnya untuk dijadikan istri."

Dirga menoleh perlahan. Sebuah senyum miring muncul di bibirnya. Dingin, Sombong, Mematikan.

"Kamu yang akan menyesal, Azka."

Azka menyeringai sinis. "Apa maksudmu?"

"Karena kamu menikahi serigala berbulu kelinci. Terlalu licik untuk disebut lembut, terlalu munafik untuk disebut baik."

Azka melangkah maju, tapi Dirga sudah lebih dulu mengangkat tangannya.

"Sashi sekarang adalah istriku, jadi tidak perlu ikut campur urusan kami. Jadilah pria yang terhormat, Azka."

Pria yang lebih muda dari Dirga itu mengeras, harga dirinya tercabik di depan pamannya sendiri. Dan entah kenapa jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia tidak ingin Dirga membawa Sashi pergi kemanapun.

"Kamu yang bakal nyesel, Om!"

1
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
kasihan pada musuh, sama dengan kejam pada diri sendiri
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
lah gk jelas si bapak setan ini
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
wawwww gebrakan baru ya ka🤭
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
pasti si Rosa itu
Mei Saroha
baru di novel ini ada orang militer, bahkan jendral, tapi macam ngga ada strategi dan kuasa. koq bisa salah liat perangai Amara sebelum jadiin mantu.
Nur baeti
keren
Mei Saroha
sashi kaya punya 2 kepribadian ya
Mei Saroha
dokter amara masih jadi dokter apa ngga nih, udah labil, ngga kerja pula ya
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
pantesan, masa asin. orang biasanya juga Sashi di rumah maaak terus
Mei Saroha
hari jadi tumbalnya si wira nih keknya
Mei Saroha
bapak sama anak sama aja, keluarga berang2 kuadrat mreka ini. lebih jago akting daripada di real life
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
gibahin suami sendiri sama suami🤭🤣
Mei Saroha
keluarga berang-berang ini pada jago akting semua ya
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
orang2 pada bilang Dirga jail, tapi menurut aku bukan jail lagi itu jahat, sudah keterlaluan. walau itu istrinya tapikan Sashi gk tau, harusnya dia ngomong. malah main sok misterius gtu. gk lucu
Mei Saroha
udh jam 11 malem- pasti sepi banget dong - masa sih suara orang lagi brantem sekian lama bisa ngga kedengeran
Sri Mulyati
Alhamdulillah akhirnya mereka bahagia
Mei Saroha
harj2 nangis mulu, kaga pusing apa sas?
Mei Saroha
mas.. halunya kejauhaannn
Mei Saroha
tadi Kasih, skrg Diran
Mei Saroha
Kasih siapa Thor?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!