Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 010: Kebahagiaan dan Keraguan
Suasana sore itu terasa begitu hangat dan ceria di tempat berkumpul biasa. Di satu sudut, Aldara dan Aries duduk berdampingan, wajah mereka dipenuhi senyum dan tawa lepas. Kehadiran mereka terlihat begitu serasi; setiap kali Aldara tertawa, Aries hanya memandangnya dengan pandangan penuh kasih sayang, seolah dunia ini hanya berisi kebahagiaan bagi mereka berdua. Mereka bercanda ringan, saling menggodai, dan sesekali bertukar pandang yang cukup untuk menyampaikan rasa sayang tanpa perlu banyak kata. Di sisi lain, Abang Chepot, Dede Ara, Hiken, dan Hafizah ikut larut dalam suasana itu, membuat tempat itu semakin hidup dengan obrolan yang santai dan akrab.
Namun, di meja lain, suasana terasa jauh berbeda. Di sebuah restoran kecil yang agak sepi, Siska dan Randy tengah menikmati makan malam mereka. Sejak tadi, nada dering ponsel Randy terus berulang kali berbunyi, namun pemiliknya sama sekali tidak berniat mengangkatnya. Bahkan, ia terlihat buru-buru membalikkan layar ponsel agar tidak terlihat siapa yang menelepon. Sikap itu tentu saja membuat hati Siska mulai merasa curiga dan tidak tenang.
“Kenapa tidak diangkat? Sudah berkali-kali berdering,” tanya Siska dengan nada mulai datar.
Randy terlihat gugup, suaranya sedikit terbata-bata. “Itu… bukan siapa-siapa, sayang. Hanya rekan kerja yang tidak penting.” Dalam hatinya, "ia terus berdoa semoga Siska tidak memaksa lebih lanjut," karena ia tahu betul panggilan itu berasal dari wanita lain, salah satu dari banyak wanita yang masih menjalin hubungan dengannya, sifatnya sebagai pria yang gemar berganti pasangan belum sepenuhnya ia tinggalkan.
“Kalau tidak penting, justru tidak ada salahnya diangkat. Aku ingin tahu siapa yang menghubungimu terus-menerus,” jawab Siska dengan nada tegas, matanya menatap tajam ke arah Randy.
Randy semakin gelisah. Ia segera meletakkan sendoknya, lalu meraih tangan Siska dengan wajah berusaha terlihat tulus. “Sayang, percayalah padaku. Sungguh tidak ada apa-apa. Jangan biarkan hal sepele ini merusak momen indah kita malam ini, ya?”
Ia lalu mendekatkan wajahnya, berusaha tersenyum manis sambil merayu, “Kamu kan tahu, hanya bersamamu hatiku terasa tenang seperti ini. Yang lain hanyalah urusan biasa saja, tidak ada artinya dibandingkan kehadiranmu. Jangan cemburu dan jangan curiga terus, itu membuat hatiku sedih melihatmu seperti itu.”
Siska terdiam mendengar rayuan itu. Ia memang sangat mencintai Randy, namun di lubuk hatinya tetap ada rasa was-was mengingat kabar yang sering ia dengar tentang kebiasaan masa lalu kekasihnya itu. Namun melihat cara Randy berusaha menenangkannya, ia hanya bisa menghela napas panjang dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
Sementara itu, kembali ke tempat Aldara dan Aries. Di tengah canda tawa, Dede Ara tiba-tiba menimpali, “Lihatlah kalian berdua, bikin iri saja yang melihatnya. Seolah tidak ada masalah di dunia ini.”
Aries hanya tertawa sambil merangkul lembut bahu Aldara. “Kalau hati sudah tenang dan yakin, masalah apa pun akan terasa ringan, kan, Sayang?” katanya sambil menatap Aldara yang mengangguk setuju.
Melihat ketulusan pasangan itu, hati Hafizah berbisik: “Semoga semua cinta bisa sekuat dan setenang ini, tanpa kebohongan dan rahasia yang disembunyikan.”
Di malam yang sama itu, dua kisah cinta berjalan beriringan, satu dipenuhi kepercayaan dan ketenangan, sementara yang lain masih dibayangi keraguan dan rahasia yang belum terungkap.
RANDY adalah cowok Playboy yang tidak hanya mempunyai pacar satu. Umurnya 20 tahun.
SISKA adalah pacar Randy. Siska sangat mencintai Randy. Namun tanpa dia tahu Randy ada cewek lain selain dirinya tanpa dia tahu. Umur Siska 18 Tahun.