NovelToon NovelToon
Gadis Yang Terbuang

Gadis Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:46.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Dhenok

Sisilia Maharani awalnya adalah seorang gadis yang cantik, ceria dan baik hatinya. Walaupun Sisilia anak tunggal tapi tidak membuat dia jadi manja.
Setahun lalu Sisilia baru ditinggal mamanya karena sakit. Inilah titik awal kesengsaraan dalam kehidupannya dimulai. Keluarga yg dulunya cukup harmonis mulai terganggu dengan adanya perempuan laen dalam kehidupan papanya. Satu per satu masalah mulai timbul dalam hidup Sisil, baik masalah pribadi dengan pacarnya, Handoko juga masalah dengan papanya.
Bagaimana dengan pacarnya yg bernama Handoko?
Apakah Handoko seorang laki-laki yg bertanggungjawab dan bisa diharapkan?
Apakah papanya Sisilia akan menikah lagi? Bagaimana nanti dengan mama tirinya?
Akankah Sisil menemukan kebahagiaan?
Yuukk kita ikuti saja kisahnya yaa.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Dhenok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Perkenalan yang tak terduga.

Pingkan melajukan mobilnya perlahan sebab kejebak macet. Pada jam pulang kerja gini benar-benar perjalanan yang merambat seperti kura-kura. Mereka berdua hanyut dalam pikiran masing-masing, diiringi alunan lagu yang hampir tidak terdengar suaranya. Sisil bersenandung kecil mengikuti alunan lagunya.

My love... there's only you in my life

The only thing that's right

My first love

You're every breath that I take

You're every step I make

And I.... I want to share

All my love with you

No one else will do

And your eyes, your eyes, your eyes

They tell me how much you care

Ohh, yes

You will always be

My endless love

"Kapan gue ketemu cinta yang tulus yaa?.... " Sisil bergumam pelan. Pingkan mendengarnya.

"Pasti ketemu! Sabar say.... semua ada waktunya! " Pingkan menjawab bijak.

"Mungkin gak ya, Ping?! " ragu Sisil. Dia meragukan hal ini. Apalagi Sisil merasa telah hilang keperawanannya, hilang sudah harapannya. Menurut pandangan Sisil, laki-laki sebejat atau sebadung apapun pasti menomorsatukan hal itu. (Masa sih?! Apa benar pandangan Sisil itu?? \=> author jadi pusing).

"Segala sesuatu gak ada yang gak mungkin, sayang!! Apalagi jika itu sudah kehendak yang Diatas! " Pingkan menjawab sambil tetap fokus ke depan.

"Waahh....Ibu Pingkan bijaksana sekali!! hahaha..... " Sisil dan Pingkan tertawa bersama.

Jalanan yang macet jadi tidak terasa dengan pembicaraan mereka berdua yang kadang terdengar serius dan kadang terdengar gelak tawa mereka.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam, mobil mereka memasuki lapangan parkir yang cukup luas. Bergegas mereka berdua turun dan masuk ke dalam supermarket.

Pada hari biasa begini supermarket tidak terlalu ramai pengunjungnya. Jadi mereka berdua masih bisa santai untuk memilih barang-barang yang dibutuhkan.

Pingkan sedang asyik memilih barang-barang yang diperlukannya. Sementara itu Sisil mendorong troly nya ke bagian sabun dan shampoo. Berhenti di bagian itu dan asyik memilih.

Tiba-tiba dari arah kanan tampak seorang anak kecil mendorong troly dengan cepat dan kencang....

Wuusss......

"Arrgghh.... " pekik seorang wanita yang terlihat kaget dan kesakitan. Tubuhnya reflek menghindar supaya gak ke senggol troly itu dan hilang keseimbangan.

Sisil yang melihat dari samping kejadian tersebut, langsung dengan sigap dia menahan tubuh wanita itu agar tidak sampai terjatuh. Dan wanita itu terselamatkan, tidak jatuh ke bawah.

"Makasih banyak ya cantik! " ucap wanita itu sambil merapikan bajunya dan tersenyum pada Sisil.

"Sama-sama tante! " sahut Sisil dengan senyum manisnya.

"Nama kamu siapa? Saya Wiwid! " bu Wiwid bertanya dan sekaligus memperkenalkan dirinya.

"Saya Sisil, tante. Senang berkenalan dengan tante! " Sisil menyodorkan tangan untuk bersalaman dengan bu Wiwid. Perkenalan yang tak terduga pun terjadi.

"Tante yang senang. Apalagi kamu udah nolong tante, jadi tante gak jatuh! Sama siapa kamu kesini? " suara bu Wiwid bersahabat. Sisil tersenyum manis. Bu Wiwid menyukai Sisil pada pertemuan pertama dan perkenalan tidak terduga ini.

"Sama teman Sisil, tante! Tuh...lagi sibuk milih barang! " tunjuk Sisil dengan tangannya ke arah Pingkan yang masih asyik memilih.

"Ohh... " bu Wiwid melihat ke arah yang ditunjuk Sisil. Tampak seorang gadis sedang memasukkan barang belanjanya ke dalam troly nya.

"Habis belanja kita makan dulu yukk...!! Ajak aja teman kamu sekalian! " bu Wiwid mengajak Sisil makan malam.

"Jangan repot-repot tante!! Gak usah! " tolak Sisil halus dengan tersenyum.

"Ayolah.... gapapa kok. Kamu pulang kerja pasti belom makan, ya kan? " ucap bu Wiwid mendesak Sisil. Sisil menganggukkan kepalanya.

"Isshh... kepala kurang ajar nih, gak bisa diajak kompromi!! " sungut Sisil dalam hatinya.

Maksud hati Sisil mau menolak ajakan bu Wiwid ehh malah kepalanya mengangguk. Gak sinkron. Sisil jadi merasa tidak enak hati. Bu Wiwid yang tahu gelagat Sisil terkekeh melihatnya.

"Sudah.... gapapa. Jangan sungkan gitu ahh! Anggap saja tante balas jasa sama kamu, kan kamu udah nolongin tante! " bu Wiwid berkata dengan sumringah.

"Baiklah tante... saya tunggu teman saya sebentar. Gak keberatan tante tunggu sebentar? " Sisil bertanya dengan sopan. Bu Wiwid semakin menyukai Sisil yang sopan santun.

"Ohh gak masalah, sayang. Tante duduk di depan sana yaa...! " bu Wiwid menunjuk ke arah depan kasir supermarket yang terdapat bangku untuk menunggu. Tanpa menunggu jawaban Sisil, bu Wiwid berjalan ke kasir untuk melunasi belanjaannya. Kemudian dia duduk di bangku tunggu yang ada di depan kasir.

Sisil menghampiri Pingkan yang masih asyik memilih keperluannya. Troly nya sudah hampir terisi penuh.

"Ping....udahan belom? Kita diundang makan nih! " ucap Sisil dengan memegang troly nya. Dia cuma belanja sedikit saja, tidak sebanyak Pingkan.

"Makan??..... oiya... gue lupa kita belom makan ne! " Pingkan tertawa geli. Saking asyik belanja sampai kaga inget makan, padahal perutnya udah laper.

"Ya udah yukk.... " Pingkan berjalan menuju kasir. Diikuti Sisil di sampingnya.

"Ngomong-ngomong siapa yang undang kita makan Sil? " Pingkan bertanya heran sama Sisil. Sisil tersenyum. Teman nya ini kadang suka rada tulalit. Sedangkan Pingkan bertanya karena dia baru tersadar dengan omongan Sisil tentang undangan makan. Dasar oneng Pingkan.

"Tuh tante yang duduk di sebrang kasir! " tunjuk Sisil dengan dagunya. Pingkan memperhatikan bu Wiwid yang duduk di sebrang kasir itu. Pakaiannya sederhana tapi wajahnya masih tetap cantik walau sudah berumur.

"Siapa Sil? " Pingkan balik bertanya dengan mata masih menatap bu Wiwid.

"Tadi ada anak kecil dorong troly kencang, si tante mau menghindar malah hilang keseimbangan badan nya. Terus gue nolongin dia agar gak jatuh." Sisil menerangkan dan Pingkan manggut-manggut tanda paham.

Setelah menyelesaikan pembayaran di kasir, mereka berdua menghampiri bu Wiwid.

"Maaf tante sudah lama menunggu kita.. " Sisil meminta maaf pada bu Wiwid. Gak enak hati, sudah diajak makan, masih menunggu pula.

"Gapapa Sisil. " sahut bu Wiwid ramah.

"Oya.... kenalkan teman Sisil, Pingkan tante! " Sisil mengenalkan Pingkan ke bu Wiwid. Pingkan mengulurkan tangan untuk berjabatan tangan dengan bu Wiwid. Yang disambut bu Wiwid dengan hati senang.

"Panggil saja Wiwid. " Bu Wiwid tersenyum. Pingkan mengangguk dan tersenyum.

Kemudian bu Wiwid mengajak mereka berdua ke restoran Jepang yang ada di kawasan supermarket ini. Lumayan ramai juga orang-orang yang makan malam.

Bu Wiwid mengajak Pingkan dan Sisil di meja yang ada di pinggir, agar tidak menghalangi orang atau pegawai yang bolak-balik.

"Silakan mau pesan apa? " Bu Wiwid mempersilahkan Sisil dan Pingkan memilih sendiri menu atau makanan apa yang mereka mau.

"Setelah memesan makanan dan minuman, mereka bertiga terlibat pembicaraan yang tidak terlalu serius. Kadang-kadang terdengar gelak tawa mereka bertiga.

Seorang pelayanan diiringi pelayan lainnya datang membawakan masakan yang sudah siap di santap. Pelayanan membagikan sesuai pesanan.

Mereka bertiga makan dengan lahap nya. Bu Wiwid yang melihat Pingkan dan Sisil makan pun tersenyum.

"Mereka berdua gak seperti gadis-gadis lain yang suka jaim-jaim awalnya saja! " guman bu Wiwid dalam hatinya.

Sambil makan malam, mereka tetap ngobrol sedikit-sedikit untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka.

"Hai tante Wiwid....!" seorang gadis memanggil bu Wiwid dan menghampirinya. Diciumnya kedua pipi bu Wiwid.

"Sama siapa, sayang? Mama gak ikut? " tanya bu Wiwid sambil melihat kalau-kalau ada seseorang yang dikenalnya.

"Gak tante, Tamara sendirian. Ini udah mau pulang! " sahut Tamara dengan senyum manisnya yang membuat lesung pipitnya jelas.

"Kenalin nih.... ini teman-teman tante juga.... ini Pingkan dan ini Sisil! " bu Wiwid mengenalkan satu per satu ke Tamara.

"Namaku Tamara. Senang berkenalan dengan kakak-kakak yang cantik. " ucap Tamara dengan riang seraya sedikit membungkukkan punggungnya.

"Tante, saya pamit dulu yaa. Mau pulang! Udah dari siang Tamara kelayapan. Hahaha.... " tawa Tamara pecah. Pingkan, Sisil dan bu Wiwid jadi ikutan tersenyum. Tamara adalah seorang gadis yang periang, seakan gak punya beban hidup

"Oke.... hati-hati di jalan yaa..... salam buat mama! " teriak bu Wiwid ketika Tamara sudah berjalan ke parkiran.

Setelah kepergian Tamara, mereka melanjutkan obrolan sebentar. Bu Wiwid meminta nomor handphone Sisil dan Pingkan serta bu Wiwid memberikan juga nomor handphone nya.

"Kita pamit pulang dulu bu Wiwid. Sudah malam. Saya harus antar Sisil dulu! " pamit Pingkan dan Sisil.

"Oke....hati-hati yaa sayang....! " bu Wiwid mencium pipi kiri kanan kedua gadis itu.

Sisil dan Pingkan tidak merasa risih dengan perlakuan bu Wiwid. Mereka berdua hanya canggung sebab belum terbiasa dengan orang yang baru dikenal tapi bisa langsung akrab.

Pingkan dan Sisil menuju parkiran mobil dengan barang belanjaan yang ditenteng. Pingkan mengantar Sisil pulang.

Bu Wiwid pun pergi ke parkiran dengan arah yang berbeda. Sopirnya sudah menunggu, kemudian mobilpun jalan, pulang ke rumah.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Jangan lupa ya teman-teman untuk mendukung selalu lewat komentar membangunnya, like, vote/hadiah.

Terimakasih buat teman-teman yang sudah memberikan komentar, like, vote/hadiah. Semua sangat berarti untuk saya yang pemula ini.

Luv u all 🤗❤

1
Sri Sunarti
cemangat3x
Rudi Ali
setuju thor! ditunggu ya cerita Prinanto dan Caitlyn nya!
Rudi Ali
nah liat yg bening lebih halu lagi dah 😁😁
Rudi Ali
yg cowok juga ikutan halu ini... 😁😁
Rudi Ali
👍👍👍
Rudi Ali
Dasar ulet keket 😁
Mom Dhenok: hahaha.... 😄
total 1 replies
Rudi Ali
Seru thor👍 lanjut💪
Mom Dhenok: Baca terus ya... tq
total 1 replies
Rudi Ali
keren... lanjut thor👍
Mom Dhenok: thankyou 🙏🏻
total 1 replies
Mom Dhenok
thankyou 🙏🏻
Rudi Ali
suka ceritanya.... lanjut thor👍💪
Mom Dhenok: dukung terus ya.... tq
total 1 replies
Rudi Ali
semangat terus thor 💪
Mom Dhenok: dukung terus ya.... thankyou
total 1 replies
Roosana 0911
cerita nya bagus , suka bahasa dan cara berceritanya ...semangat terus berkarya ya ...mbasay ,,💪🏻👌👍🥰
Mom Dhenok: terimakasih mbaksay syantik🙏 dukung terus yaa....semoga suka, betah dan menghibur ya mbaksay... 🤗😘
total 1 replies
Mom Dhenok
Terimakasih untuk like nya.....semoga betah baca tulisan saya yaa. Dan mohon maaf jika masih banyak kekurangan nya 🙏🏻 mohon dukungannya terus yaa🙏
Mom Dhenok: makasih mbaksay.... dukung terus yaa biar tambah semangat nih 💪💪🤗😘
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!