NovelToon NovelToon
Bakat Tanpa Batas

Bakat Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Karir
Popularitas:233.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: airis28

'Erlangga Saputra' atau yang biasa di panggil 'Rangga' adalah anak payah, bodoh, pemalas, dan sangat tidak berguna!

hingga suatu saat, ketika ia terbangun dari koma, dan perlahan-lahan menyadari keanehan dalam dirinya.
"sejak kapan aku bisa ini itu? sejak kapan aku bisa melakukan semua hal?"

"apakah kau terbangun dan menemukan sistem?"
"tidak!"
"apakah kau manusia dari dunia lain dan merasuki tubuh Rangga?"
"tentu saja ini adalah diriku sendiri, mana mungkin aku tidak mengenal diriku sendiri?!"

lalu mengapa tiba-tiba dia menjadi jenius dan serba bisa?

penasaran?
silahkan di baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airis28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kuda lagi?

Di pagi hari aku sudah kembali berada di rumah paman dengan di antar oleh pengawal William. Kalau kuda putih, aku serahkan pada Fathoni untuk menemukan pemiliknya. Dia pasti bisa dengan mudah menemukannya. Dia kan sultan.

“Ah... akhirnya pahlawan kita pulang ke rumah!” Siska berteriak kegirangan setelah membuka pintu, aku hanya menatapnya sebal.

“Kenapa pakaianmu berubah? Mana kostum pahlawanmu itu?”

Kostum pahlawan dari mana? Pakaian yang sangat mencolok di mata, aku tidak akan pernah mau memakainya lagi!

“Kak, jangan coba-coba beritahu teman kakak kalau orang yang ada di berita itu aku” aku memandang sengit Siska.

“hahaha.... tenang saja, aku tau kalau seorang pahlawan harus merahasiakan jati dirinya, jadi aku tidak akan memberitahu siapapun mengenai identitasmu” Siska mengedipkan sebelah matanya. Aku hanya mendengus dan masuk ke dalam.

“pangeran berkuda putih bibi sudah pulang....” teriak bibi yang langsung memelukku.

“Bibi, Aku sudah besar!” Ini memalukan!

Bibi melepaskan pelukanku. “cepatlah kekamarmu, kemarin ada paket lagi untukmu saat kau tidak ada di rumah”

Sepertinya aku sudah tau siapa pengirim paket itu. Dengan malas aku berjalan ke kamar.

Begitu aku membuka pintu kamar, mataku langsung membulat melihat set up laptop ASUS ROG Mothership GZ700GX I9R8T.

Apa sebenarnya rencana orangtua itu?? Jika ini untuk menyogokku. Itu tidak akan berhasil. Aku lebih memilih kehidupan santai dari pada stress di depan meja seorang direktur.

Aku melangkah ke meja belajarku yang kini sudah lengkap dengan laptop, aku meraba-raba layar pc. Bukankah ini laptop yang paling mahal?

Aku menarik kursi, duduk di atasnya dan berniat untuk menyalahkan laptop baruku (?) Ini. Namun tidak jadi. Tiba-tiba aku merasa sangat yakin sesaat setelah aku menyalahkan laptop ini, orangtua itu akan langsung mengirimku email atau apapun untuk menghubungiku lewat laptop ini.

Aku menyerah, aku memilih rebahan di atas kasur. Bahkan aku mengabaikan hp ku yang kemarin tertinggal. Pokoknya hari ini aku ingin santai!

Jam 2 siang aku terbangun karna lapar.

Aku berjalan ke dapur, duduk di kursi makan dan membuka tudung saji di atas meja. Saat aku ingin mengambil nasi, aku mendengar suara Siska yang sedang marah-marah di luar.

“jadilah kuda yang jinak! Kenapa kau ini liar sekali sih?”

Eh.. tunggu! Apa? Kuda?? Firasatku kembali tidak enak. Aku jadi bingung ingin melanjutkan makan siangku atau tidak. Tapi jika tidak makan sekarang, sepertinya aku akan kehilangan nafsu makanku nanti.

Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan acara makan siangku. Bagaimanapun perutku sudah demo.

“Siska, lakukan sesuatu supaya kuda itu tidak merusak tanaman ibu”

“Ibu juga jangan diam saja. Bantu aku dong”

“ibu kan lemah, sedangkan kau kuat, jadi sebagai anak yang berbakti, bantu ibumu ini. Okey.”

“aghh... menyebalkan!” gerutu Siska.

Nah... itulah sebabnya aku sama sekali tidak ingin menjadi terlalu kuat apalagi jadi pahlawan.

Coba bayangkan, aku berlari kesana kesini menghajar penjahat sampai seharian, bahkan aku bisa saja terluka, juga tidak di gaji. Bukankah itu melelahkan dan menyebalkan?

Aku tetap melanjutkan acara makan siangku.

“Rangga, cepat bangun dan keluar!!” teriak Siska yang mengira aku masih tidur.

Aku yang sedang minum tersedak mendengar teriakan Siska. Walaupun enggan, namun aku tetap berlari keluar.

Saat sudah di luar, aku melihat Siska yang rambutnya ada di mulut seekor kuda bewarna putih.

Benar sekali, itu adalah kuda putih rese kemarin. Kenapa dia ada disini??

Dengan mata berlinang, Siska menatapku sambil memelas “Rangga, bantu aku... kudamu nakal. Hiks...”

waw.... wajah Siska terlihat sangat imut, namun sayang, di balik wajahnya yang imut dan cantik itu, terdapat seekor iblis yang siap membantai siapapun yang mengganggu. Canda... tapi kalau dia mengamuk benar-benar mirip banteng ataupun iblis.

Aku melepaskan gigitan kuda dari rambut Siska.

“kenapa kau bisa ada disini?” ah... aku bodoh. Kenapa aku malah bertanya pada seekor kuda. Tentu saja tidak akan di jawab. Meskipun di jawab, aku tidak faham kata-katanya.

“Tadi beberapa pelayan tuan Fathoni datang kemari dengan menaiki truk dan mengatakan kalau kuda itu mulai sekarang adalah milikmu”

Ha? Aku melongo di buatnya.

“iya, katanya dia sudah membelinya dari pemilik kuda itu, kebetulan si pemilik kuda sudah sangat jengkel karna kuda ini tidak pernah mau menurut, jadi akhirnya dia setuju menjualnya pada paman Fathoni, dan oleh paman Fathoni di berikan padamu” Siska menjelaskan panjang lebar, meski dengan bibir yang masih manyun karna kesal rambutnya berantakan karna gigitan kuda.

Aku menepuk dahiku. Lagi-lagi orangtua itu.

“Bukankah bagus, jadi saat kau ingin menyelamatkan orang lagi, kau bisa berubah menjadi ‘pangeran berkuda putih’ sambil menunggang kuda ini” mata bibi berbinar cerah.

Bibi, bisakah kau berhenti menyebutkan julukan memalukan itu?

“Karna kuda ini jadi milikmu, jadi kau harus menghentikan kuda itu merusak tanaman bibi. Apa kau mengerti?” bibi tersenyum padaku, tapi senyuman itu menakutkan!

Huaaa... nasibku yang malang. Aku bahkan belum menolak kuda yang di berikan padaku ini, tapi sudah tertimpa sial. Hiks...

Aku menoleh pada kuda. “apa kau lapar?”

Kuda itu mendengus dan mengangguk. Sudah ku bilang, dia ini kuda yang pintar, dia bisa memahami bahasa manusia, hanya saja, sifatnya menyebalkan!

“Wah... kau benar-benar cocok untuk jadi pemilik kuda ini, kau bahkan bisa faham kalau dia lapar” seru bibi takjub.

Itu sih gampang, dia dari tadi merusak tanaman bibi dengan memakannya, dan menggigit rambut Siska, jadi aku yakin kalau dia memang kelaparan.

“jadi... mau kau beri nama apa kudamu ini?”

“kenapa harus ku beri nama? Aku ingin menjualnya saja” kuda itu marah dan menggigit rambutku. Hei... rambutku ini pendek, tidak seperti rambut Siska yang panjang, bagaimana jika nanti aku jadi botak kuda sial*an! “Ok. Ok. Namamu adalah Prince! Apa kau puas?!”

Kuda itu... maksudku Prince sepertinya senang dengan nama itu, dia berjingkrak-jingkrak kegirangan.

“Nama yang cocok sekali dengan julukanmu itu! Prince \= pangeran” bibi berseru senang.

Sekarang aku jadi menyesal telah memberi nama ‘Prince’ pada kuda tersebut. Seharusnya aku kasih nama lain saja. Tadi aku kepikiran kata ‘Prince’ karna kuda ini sangat Narsis dan juga sombong seperti seorang pangeran.

“Kalau begitu, bawalah kudamu ke bukit di belakang rumah. Rumput di sana segar-segar”

Memangnya kau pernah makan rumput, sampai bilang rumput disana segar?

“Tidak, aku tidak akan membawa Prince”

“kenapa?”

“Banyak orang yang sudah tau tentang Prince, apalagi tubuh Prince yang putih seluruhnya punya tanda di dahinya yang bewarna hitam, sangat mencolok dan mudah di ingat oleh siapapun, jika orang lain melihatku membawa Prince, kehidupanku akan kacau lagi” aku menjelaskan sambil setengah menggerutu.

Prince tidak terlalu mempedulikannya, dia mulai duduk di atas rumput dan menatapku sinis seolah-olah berkata “cepat bawakan makanan enak padaku manusia!” ughh... bukankah dia kuda menyebalkan?

1
walk_ing
riki? laki-laki? kalau iya... gue pikir selama ini perempuan 😑
walk_ing
emang, wkwkwkwkwk
walk_ing
siapa lagi, William lah.
walk_ing
prince ini mengingatkan gue sama kudi putih di film Rapunzel. siapa namanya ya, Maximus?
walk_ing: *kuda
total 1 replies
walk_ing
baru nyadar?
walk_ing
lebih baik lah. daripada hanya pakai sarung kek Super Dede, wkwkwkwkwk
walk_ing
bibinya lebih takut halamannya hancur, daripada dia yang hancur, wkwkwkwkwk
walk_ing
wkwkwkwkwk. lengkap sudah. hancur, sirna dan musnah.
walk_ing
nah, ini bukan termasuk dalam kesialan. ini adalah kelalaian. bilang aja selama ini kau lalai
walk_ing
bersyukurlah tidak tinggal kelas.
walk_ing
hal yang patut disyukuri. setidaknya masih bisa masak mie.
Endro Budi Raharjo
tepuk jidat....
Endro Budi Raharjo
krn jarang lihat bola jg.....sy anggap bagus sj
Endro Budi Raharjo
cemburu ya....
Endro Budi Raharjo
maaassss....godain kita dooinnkk
Endro Budi Raharjo
hhhhhh......misi baru
Endro Budi Raharjo
ternyata..cm salah....
Endro Budi Raharjo
wah kok jd amburadul....
Endro Budi Raharjo
kok jd curhat...
Endro Budi Raharjo
potong sj lidahnya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!