Seorang wanita Muslim bernama Hannah tak sengaja bertemu dengan idol korea bernama Wobin di bandara, pertemuan itu langsung mencuri hati Wobin, ia terpikat oleh Hannah dan tergerak untuk membantunya keluar dari masalahnya. Wobin, yang ingin menghormati keyakinan Hannah sebagai seorang Muslim, berusaha untuk melindungi dan menjaganya, akankah usaha Wobin untuk melindung Hannah dan membantunya menyelesaikan masalah, mampu meluluhkan hati Hannah?
Informasi Buku:
Setiap halaman berisi 500 kata
Terdiri dari 120 halaman, terbagi dalam 2 bagian cerita
Waktu baca per halaman 3 menit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Page Number 18 - Hubungan Suho dan Taylor
"Siapa kalian?" tanya wanita paruh baya yang tiba tiba masuk ke kamar wobin dengan menggunakan bahasa inggris dan tatapannya seperti mendikte aku dan susi
"Saya Hannah dan ini Susi" jawabku sambil menundukkan kepala karna wajahnya mulai menunjukkan sikap tidak suka denganku
Ibu itu mulai berbicara dengan susi menggunakan bahasa korea seperti nya ibu itu paham susi bisa bahasa korea karna hanya aku yang menjawab menggunakan bahasa Inggris, aku tidak tau ibu itu tanya apa ke susi seperti nya tanya pekerjaanku dan susi di rumah wobin
Setelah mengobrol dengan susi cukup lama ibu itu pergi ke luar dan menelpon seseorang
"Ibu itu siapa sus? tanyaku yang mulai ingin tau
"Itu ibunya tuan Wobin dan Nona Taylor mba, tanya tuan Wobin kemana" jawab susi sembari mengambil sampah di kamar wobin dan keluar
Aku juga ikut keluar takutnya di curigain karna lama di kamar wobin
"Kau dimana?" ucap ibu itu, dia mulai mengobrol di telpon dengan suara lantang
Aku hanya melihat ibu itu sembari menyapu ruang depan sejujurnya aku takut karna ibu itu mulai terlihat galak
"Cepatlah pulang mama di rumah" sahut ibu itu dan langsung mematikan ponsel miliknya
Akhirnya aku tau ibu dari wobin dan taylor, suho bilang ibu itu meninggalkan wobin dan taylor demi pria lain
"Sudah berapa lama kerja disini?" tanya ibu itu denganku
"Baru bu sudah 11 hari" jawabku sambil menunduk
"Kenapa menyapu seperti itu" sahut ibu itu karna aku menyapu hanya di satu tempat
Aku langsung berhenti dan mulai menyapu di dapur, aku bingung bagaimana cara menyapu di korea, karna di indonesia jika di tempat satu belum bersih tidak bisa menyapu di tempat lainnya, beberapa lama kemudian Taylor dan Suho datang
"Mama sudah lama disini?" tanya taylor
"Mama sudah 1 jam disini dimana Wobin? kenapa telpon mama tidak diangkat" sahut ibunya Taylor
"Wobin ke paris ma" jawab taylor yang mulai duduk dengan suho
Aku mendengarkan obrolan mereka ditaman sambil mencabut rumput mereka mengobrol hampir 20 menit
"Hi" sapa suho yang mulai di depanku
"Hi" jawabku, aku langsung membelakangi suho karna tidak enak sudah ketahuan menguping lagi
"Kamu suka kepo ya" ucap suho yang mulai jongkok membantuku membersihkan rumput
"Sedikit klo boleh tau kamu ada masalah ya sama wobin sampe wobin pergi dari rumah" tanyaku untuk memastikan kalau suho dan wobin baik baik saja
"Aku dan Wobin baik baik aja, dia hanya ingin sendiri" jawab suho yang asik mencabut rumput
"Kamu.. " pertanyaan ku terhenti karna aku merasa tidak pantas bertanya hubungan wobin dan taylor
"Kamu apa?" tanya suho yang mulai menatapku
"Engga" jawabku sambil senyum menandakan pertanyaanku tidak terlalu penting
"Kamu mau tanya aku dan Taylor hubungan nya seperti apa?" tanya suho yang mulai duduk di kursi santai
"Iya maaf rada kepo soalnya takutnya kalo kamu bantuin aku dan status kamu uda deket sama taylor nanti aku nambah masalah lagi" jawabku sambil membuang rumput karna semua rumput liar sudah dibersihkan suho
"Hubunganku dan taylor sama seperti dengan wobin aku menganggapnya sebagai saudara dan aku juga melindunginya seperti wobin melindungi taylor" jawab suho
Aku mulai duduk di bawah untuk menghilangkan penat, sambil melihat ibunya taylor yang sedang meminum tehnya dari susi dengan taylor yang masih di sampingnya sambil melihat majalah, aku harap mereka tidak mendengar ucapanku dan suho karna ruang depan dan taman belakang lumayan jauh tapi aku bisa mendengar ucapan dari ruang depan akhirnya aku diam saja dan tidak banyak bertanya lagi dengan suho
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Korban Perasaan