NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*14

Sekali lagi, senyum manis milik Irza terukir indah di bibir seksi bak delima matang. Bibir itu indah, saat senyum terukir, keindahannya semakin terlihat. Lalu, ditambah pula dengan hiasan dua lesung pipi yang langsung muncul ketika senyum itu terukir. Sungguh, ini adalah keindahan yang paling nyata. Hadir di depan mata Sha yang kenyataannya adalah seorang pecinta aktor luar negara.

Yah .... Singkatnya, Sha adalah wanita, sama seperti wanita pada umumnya yang menyukai hal-hal indah. Apalagi asupan mata yang setiap hari melihat aktor manca negara dengan kulit bening, tubuh tinggi, ah ... pokoknya, tampilan terbaik dari anak manusialah pokoknya.

"Asha .... " Panggilan dengan nada lembut merusak lamunan Sha yang sedang membayangkan kaum adam impiannya.

"Ah, iya. Apa?"

"Sepertinya, aku harus pulang. Sudah cukup larut," ucap Irza setelah melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.

Asha pun meriah ponsel yang ada di depannya. Benar, apa yang Irza katakan memang benar. Sekarang sudah jam sembilan lewat sedikit. Untuk ukuran mereka yang tergolong anak rumahan, yang waktu tidurnya jarak lewat dari jam setengah sepuluh. Jam sembilan sudah agak larut.

"Iya, baiklah."

"Asha .... "

"Hm?"

"Terima kasih banyak."

Seketika Sha menaikkan alisnya karena ucapan tersebut. "Untuk apa?"

"Untuk ... malam ini."

"Ha?"

"Untuk semuanya. Untuk sambutan, juga untuk semua hal yang telah aku terima malam ini. Terima kasih banyak, Sha .... "

Asha hanya mengangguk pelan. Namun dalam hati, ia mengatakan hal lain.

'Coba dia bicara agak lebih tegas. Tidak lemah lembut seperti itu. Maka kesannya akan terasa lebih baik. Tapi yah ... sayang sekali.'

"Asha .... "

"Hm?"

"Aku pamit. Selamat malam."

"Iy-- iya. Malam."

Asha awalnya tidak ingin mengantar Irza sampai depan pintu. Tapi entah angin yang bertiup dari mana yang membuat kaki itu ingin melangkah. Hingga akhirnya, dia memilih untuk mengantarkan Irza pulang hingga depan pintu rumahnya.

Dengan sopan Irza melangkah. Terlalu sopan sehingga menimbulkan kesan aneh di mata Asha. Namun, dia abaikan perasaan tersebut secepat yang ia bisa.

Sekali lagi sebelum Irza masuk ke dalam mobil, senyum itu ia layangkan untuk Asha. Sha hanya terdiam sambil memperhatikan gerak-gerik Irza yang terlihat cukup asing di matanya.

Irza melambaikan tangannya sebelum menjalankan mobil. Iya, malam ini, dia mengendarai mobil itu sendirian. Tidak seperti biasanya saat ke kampus, dia akan diantarkan oleh sopirnya.

"Sampai jumpa lagi, Sha." Irza berucap seolah enggan untuk beranjak dari pandangan Asha.

Asha hanya mengangguk pelan. Jujur saja, dia tidak cukup peka. Tidak cukup bisa memahami Irza dengan baik. Apa yang Irza perlihatkan, dia sama sekali tidak memahaminya. Yang ia tahu, dan yang bisa ia nikmati dari Irza cuma satu untuk saat ini. Tak lain, hanyalah wajah tampan yang pria itu miliki. Hanya itu saja. Sedangkan yang lainnya, tidak sama sekali.

Mobil itu beranjak, Sha pun masuk ke dalam. Kembali menghempaskan bokong ke atas sofa, lalu melepas napas berat secara perlahan.

"Hah .... Akhirnya, sendiri lagi."

"Nona."

"Astagfirullah, Bik." Kaget Asha sambil mengelus dadanya. "Bibi bikin aku kaget tau gak sih? Ya ampun ... hari ini jantungku sudah dua kali hampir copot. Jika ada yang ketiga kali, aku yakin aku gak akan sekuat ini."

"Maaf, nona. Maaf. Bibi cuma manggil dengan sedikit bersemangat aja. Gak mikir non akan sekaget itu."

"Hah ... lupakan saja. Aku mau masuk ke kamar sekarang. Bibi bisa bantu aku beresin ini nggak?"

"Tentu saja, Non Asha. Non masuk saja, biar bibi yang bereskan. Ee ... tuan muda Irza itu tampan juga ya, Non. Sangat tampan malahan kalo nurut bibi."

"He .... " Asha nyengir kuda. "Iya, tampan. Sayangnya, gemulai."

"Ish, si non mah. Gemulai dikit doang. Gak ngaruh kali, Non. Lagian ini ya, bicaranya emang lembut tapi nggak berlebihan. Jalannya juga gak terlalu berlenggang. Tidak cukup parah kok gemulainya si tuan muda itu."

"Ha? Tidak, cukup, parah?" Sha memiringkan bibirnya sebelum berucap. Namun setelah berucap, bibir itu masih dipertahankan dengan kondisi yang sebelumnya. Bukti bahwa ucapan si bibi cukup untuk membuatnya kehabisan kata-kata.

"Bibi bilang tidak cukup parah? Jalannya yang begini-begini itu tidak cukup parah?" Sha bertanya sambil melenggang lembut menirukan gaya jalan Irza yang seolah-olah adalah model peraga busana.

"Ish, si non mah. Di kampung bibi ada yang lebih lembut lagi dari tuan muda Irza lho, Non. Malahan, cara bicaranya juga gak hanya lemah lembut, tapi juga berlebihan."

"He .... " Sha hanya bisa nyengir kuda tak nyaman.

"Heh ... bagaimanapun, dia berbeda, Bi. Beda dari manusia pada umumnya. Terutama, pria yang selama ini aku harapkan untuk jadi pendamping hidup. Namun, ya sudahlah, lelah untuk dibicarakan."

"Aku ke kamar sekarang, Bi. Tolong ya bereskan ini. Maaf ngerepotin bibi malam-malam begini."

"Iya, Non. Gak papa. Masuk aja sana, istirahat yang baik."

"Iya, Bi."

Asha pun akhirnya beranjak masuk ke kamarnya. Di hadapan ranjang empuk kesayangan, gadis itu tidak bisa untuk tetap berdiri. Ia langsung menjatuhkan tubuh ke atas benda empuk tersebut.

Hanya berbaring, tidak untuk langsung terlelap. Karena saat Asha memejamkan mata, wajah Irza malah langsung muncul. Perlahan, benak itu memutar ulang semua kejadian yang telah ia lalui bersama Irza malam ini.

Mulai dari pertama bertemu, hingga mereka berpisah. Tentu saja, yang paling berkesan adalah senyum manis milik Irza. Ingatan tentang senyum manis itu berputar berulang kali.

"Dia ... cukup tampan. Ah, tidak. Terlalu tampan. Hanya saja ... sayang, pria setampan itu bersikap gemulai."

"Hah, Sha ... apa yang kamu pikirkan? Kenapa malah terus-terusan mikirin dia sih? Hidupmu sudah cukup ribet kok ya. Tapi malah mikirin orang lain."

Sha bangun dari baringnya. Menuju kamar mandi, lalu melakukan ritual malam sebelum tidur. Segar saat air menyentuh kulit wajah. Namun, tidak untuk menghapus bayang-bayang Irza yang sudah tertinggal dalam ingatan.

Asha menatap wajahnya di depan cermin.

"Benarkah aku siap untuk menikah dengannya?"

Pertanyaan yang sebelumnya pernah muncul, sekarang kembali lagi.

"Za tidak terlalu buruk. Tapi .... "

"Hah ... sudahlah. Hidup memang tidak terlalu jauh dari masalah, bukan? Jika papa dan mama bahagia, hidup dengan orang yang gak diinginkan juga bukan pilihan yang sangat berat. Apalagi, prianya ... cukup ... yah ... setidaknya gak kasar gak mungkin ngelakuin kekerasan dalam rumah tangga."

Setidaknya, itulah yang bisa Asha pikirkan. Berusaha mencari hal yang baik dari hal buruk yang sedang ia hadapi. Berusaha untuk tetap berpikir positif walau hati sangat menolak, karena kenyataan tidak semudah yang ia bayangkan. Kenyataan jauh lebih pahit dari mimpi buruk yang datang lalu menghilang.

1
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
Kok kasian sama irza ya
Hari Dunddung
Aku yakin ujung² nya Sha akan bucin sama Irza🥰🥰
vania larasati
lanjut kak
Kar Genjreng
selamat ya Irza dan Ashanty semoga menjadi pasangan shikinah mawadah warahmah hingga menua bersama banyak anak memperbaiki keturunan agar tidak seperti orang tuanya ,,hanya anak satu satu Nya,,,👍👍lope lope sekebon bunga' 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kar Genjreng
Asha jg ga meragukan suaminya jangan kaget nanti kena serangan beronde ronde hingga serangan fajar ha 🤣 kapok Lo nanti jalan nya kaya bebek geol geol karena abis di serang benda tumpul super jimbo jagung bakar Afrika,,besarrrrr,,!!!!!!!! pokonya Marem lah merem melek nanti malam,,,siap siap 😂😂
Kar Genjreng
emang mulut orang ga bisa di prediksi kasian kenapa wong pria beneran ko bukan bengkok cuma polahnya saja,,, tetapi biarlah bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu,,, gitu hidup hidup mereka dan tidak menyakiti orang orang itu terlebih lagi mereka bahagia,,,bagi Asha mungkin belum karena belum terbukti semua desas desusnya nanti hanya Asha yang akan merasakan rasanya ga beda dengan yang merasa jantan justru Irza lebih dari itu,,✌️
partini
sehhh apa suami mu alien welehhh😂
visualnya pas jadi manten itu kaya pemuda jepang jaman now yg jadi temennya Ani" kesepian
Thor pernah lihat dokumentasi ga Thor cowok jepang jaman now
Kar Genjreng
sikat cepat dan lugas wis ga pakai ini ono tinggal rebesss berea beres dan tanggung josss 😇ga usah ikut mikirin malah tambah pusing apa lagi seandainya ikutan keluar fulus tambah pusing tujuh turunan dan tujuh puluh tanjakan gunung kale ye 🤣 orang mau nikah dua minggu sudah menunggu sepuluh tahun ga kebayang kan seandainya Gatot Irza bisa melajang seumur hidup,,✌️👍
Rani: ha ha ha🤣🤣🤣
ah, ya sudahlah. eh tapi tenang, othormu gak jahat2 amat kok. percaya deh.
total 1 replies
partini
dua Minggu yah udah sah jadi suami istri nanti kalau udah MP mungkin cara pandang udah beda 🤭🤭🤭
ga gemulai lagi
Rani: Ho ho ho😂😂😂😂
nunggunya harus sabar. soalnya, masih sepuluhan bab lagi. Kisaran di bab 30 an deh.
total 3 replies
Kar Genjreng
tidak pernah melawan sekali nya balas juga suaranya keren,,, biarlah orang mau bilang apa ya Za biarlah siapa tau nanti ada terkena tuai nya sendiri sudah berani menghina mentah mentah,,, hidup hidup gw orang mau bilang apa sebodo Amir ya Irza,,
Rani: Iya-iya, benar juga. ah tapi gak semudah itu. aish ya sudahlah😅
total 1 replies
Kar Genjreng
mulut mulutnya pada jahat seandainya ada di antara Mereka keluarga nya ada yang gemulai bahkan suka sesama jenis bagaimana,,,bisa pada mencela padahal belum tentu dirinya sendiri sempurna,,, karena mereka hanya bermulut besar tong kosong bunyinya nyaring,, makanya cepat buktikan nikah ga lama Asha hamil kembar' sekalian biar yang menghina pada melongo,, Salam waras,
Rani: Eh ... tau aja kamu apa yang aku pikirkan yah.
total 1 replies
Kar Genjreng
Dimas memang si mungkin banyak laki laki yang mengidolakan tetapi kan kalian semua tidak tau kronologi nya mengapa Asha di jodohkan,,,ga perlu tau kalian lah rahasia keluarga,,, Irza gemulai tetapi senjata ga lebih buruk dari kalian buktikan saja nanti ya,,,Asha cantik Irza ganteng kinclong Anak Anak nya nanti pasti ganteng dan cantik bibirnya unggul gemulai bukan ngondek lah 😂😂
Rani: 😂😂😂😂
ah sudah. tolong, main senjata lagi. ini otor mu nih yang bisa guling2 kalo gini ceritanya. kelen pada bahas senjata mulu dah. ampun .....
total 1 replies
Kar Genjreng
tapi benar Irza sudah berjanji mau membahagiakan Arshanty dan gemulai bukan dari lahir kan sudah di jelaskan,, jadi aman masalah didikan orang tua baik memang tidak sombong siap ya di lamar dan di nikahin jangan lama-lama pokonya
Rani: hohoho .... uhuk! Aku batuk eh.
total 1 replies
partini
kesabaran kamu tuh harus luas seluas samudra Hindia Atlantik dan seluruh planet lah sha bersuamikan irza si raja gemulai 😂😂🤭
Rani: kah kah kah ha ha ha.
🤣🤣🤣🤣
gak segalaksi sekalian kah?
total 2 replies
Kar Genjreng
terpenting sudah mau ya di jodohkan dengan Irza,,,tapi asha sejelek apapun laki laki lebih jauh langkah nya ketimbang kita wanita jadi jangan merendah fisik irza karena bila nanti memang jodohmu kamulah yang akan ketakutan suaminya di gaet wanita lain,,
Rani: uwuuuuu .... Jadi mikir, Irza tahan godaan gak ya? 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!