Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
BOOOOOOM...!!!
Tebasan aura pedang darah raksasa sepanjang belasan meter milik Luo Feng menghantam tepat ke tengah panggung obsidian. Ledakan gelombang energi merah dan uap darah meletup dahsyat, menciptakan dentuman suara supersonik yang meretakkan dinding tebing Lembah Tengkorak Merah. Gelombang angin tajam menghempaskan debu obsidian dan abu belerang setinggi puluhan meter ke udara, menutupi seluruh pandangan penonton di tribun.
Seluruh Lembah Tengkorak Merah menahan napas dalam keheningan yang mencekam. Di kubu aliansi, para murid dan tetua Sekte Pedang Langit sudah tersenyum culas, yakin bahwa tebasan pamungkas Iblis Pedang yang sanggup meratakan bukit itu telah mencabik-cabik raga Wu Tian hingga menjadi serpihan daging.
Namun, saat embusan angin perlahan menyapu kabut debu hitam di atas panggung...
GASP!
Suara desahan terperanjat massal terdengar serentak dari ribuan pasang mata. Mulut mereka teranga lebar, sepasang mata mereka membelalak sempurna diliputi oleh horor tak terbayangkan.
Di tengah puing-puing panggung batu yang amblas, Wu Tian masih berdiri tegap di tempatnya semula. Jubah biru tuanya sedikit berkibar, namun raga dan kulitnya sama sekali tidak tergores. Dan yang paling mengerikan... lima jari tangan kiri Wu Tian yang terbuka di udara tampak mencengkeram erat ujung tebasan pedang darah raksasa itu!
Tidak ada satu tetes pun darah yang mengalir dari telapak tangannya. Serangan pamungkas yang paling ditakuti di Yunzhou itu ditahan murni menggunakan cengkeraman telapak tangan kosong!
"B-Bagaimana mungkin...?" mata Luo Feng membelalak liar, tubuhnya bergetar hebat karena syok.
Wu Tian melirik bilah energi darah di genggamannya dengan pandangan malas, lalu menyeringai tipis. "Besi tumpul."
KRAAAK... PRASSH!
Menggunakan variasi cakar dari ingatan Shenzhou, Wu Tian mengencangkan remasan jarinya. Detik itu juga, tebasan aura darah raksasa bersama dengan pedang pusaka panjang di tangan Luo Feng mendadak meretak, lalu pecah berantakan menjadi jutaan serpihan debu merah yang sirnah di udara!
GUBRAK!
Luo Feng tersungkur berlutut di atas batu obsidian. Hancurnya pedang pusaka dan serangan pamungkasnya memicu serangan balik energi yang hebat, membuatnya muntah darah kental secara beruntun.
Namun, luka fisiknya tidak sebanding dengan hancurnya mental dan jiwanya secara total. Sang Iblis Pedang yang selama ini disembah sebagai puncak generasi muda Yunzhou, kini tidak lebih dari sekadar ekor anjing yang gemetar ketakutan di hadapan seekor monster sejati.
Wu Tian melangkah maju tanpa suara. Langkah kakinya yang santai terasa bagaikan detak lonceng kematian di telinga Luo Feng.
"Bocah haram! Hentikan tanganmu!" raung Pemimpin Sekte Pedang Langit dari tribun atas, aura membunuh Ranah Fondasi Spiritual meledak dari tubuhnya saat ia melihat Wu Tian mengulurkan tangan ke arah murid kesayangannya.
Wu Tian bahkan tidak sudi menoleh ke arah sumber suara tersebut. Tangan kirinya mencengkeram wajah Luo Feng secara paksa, mengangkat tubuh pemuda itu ke udara seolah mengangkat seekor anak ayam mati, lalu menghentakkannya ke panggung batu dengan kekuatan fisik yang brutal!
BUM!
Luo Feng terkapar pingsan tak sadarkan diri dengan seluruh jaringan meridian dan tulang tubuhnya yang retak hebat. Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu babak pertarungan, seluruh perwakilan jenius terbaik dari aliansi Sekte Pedang Langit dan Klan Li telah disapu bersih, dilumpuhkan, dan dihancurkan secara mutlak oleh satu orang saja!
Seluruh Lembah Tengkorak Merah bungkam kaku. Tidak ada satu pun sorakan, tidak ada desah napas; yang tersisa hanyalah dominasi murni dari seorang pemuda jubah biru tua yang berdiri di atas tumpukan raga musuh-musuhnya.
"Biadab! Berani-beraninya kamu merusak dan melumpuhkan murid-murid inti kami!"
Pemimpin Sekte Pedang Langit dan Tetua Agung Klan Li melompat turun dari tribun atas bersama-sama. Aura masif Ranah Fondasi Spiritual meledak penuh kemurkaan dari tubuh kedua tetua senior tersebut, menciptakan tekanan angin pekat yang menekan ke arah panggung, berniat untuk meremukkan Wu Tian di tempat atas nama dendam faksi.
BUM!
Namun, sebelum tekanan spiritual itu menyentuh Wu Tian, sesosok jubah emas melesat cepat dan mendarat keras di depan Wu Tian, menghantamkan aura spiritualnya sendiri untuk menepis serangan kedua klan rival. Sosok itu adalah Tetua Agung Wu Cang.
Saat ini, perasaan di dalam dada Wu Cang terasa teramat rumit dan bergejolak hebat. Di satu sisi, ia merasa teramat marah dan jengkel; Wu Tian yang berdiri di depannya ini adalah pemuda cabang luar yang dengan angkuh mempermalukan cucu kesayangannya (Wu Xue) dan terus mengabaikan otoritasnya sebagai penguasa klan.
Namun di sisi lain, perasaan sangat senang dan bangga yang tak tertahankan bergejolak di dalam hatinya! Keperkasaan brutal Wu Tian hari ini tidak hanya menyelamatkan Klan Wu dari pembantaian politik, tetapi juga meremukkan keangkuhan dua klan rival mereka secara paling memuaskan dalam sejarah klan!
"Sekte Pedang Langit! Klan Li! Jangan berani bertindak lancang!" seru Wu Cang dengan suara menggelegar, membentengi Wu Tian. "Pertarungan ini dilakukan berdasarkan Surat Tantangan Darah dan aturan Aturan Hidup-Mati Tanpa Batas yang kalian ratifikasi sendiri! Seluruh dunia menjadi saksinya!"
Namun, sebelum perdebatan para tetua itu meluas, Wu Tian justru melangkah santai, berjalan melewati posisi Wu Cang dan berdiri paling depan menatap Pemimpin Sekte Pedang Langit dan Tetua Agung Klan Li dengan sepasang mata hitam legam yang berkilat keagungan dingin Shenzhou.
"Aturan perbatasan adalah hidup-mati," ucap Wu Tian dengan nada suara rendah yang parau namun mengintimidasi seisi lembah. "Hak pengelolaan penuh atas Tambang Batu Spiritual resmi menjadi milik Klan Wu. Jika ada di antara kalian para tua-tua yang tidak terima dengan hasil ini... silakan turun ke panggung ini sekarang. Aku tidak keberatan meremukkan tulang kalian juga."
DEEG!
Pernyataan dingin itu diiringi oleh kibatan hawa kematian pekat di sekitar tubuh Wu Tian. Pemimpin Sekte Pedang Langit dan Tetua Agung Klan Li yang semula murka mendadak membeku di tempat. Insting bertahan hidup mereka yang telah terasah puluhan tahun mengirimkan sinyal bahaya yang teramat sangat: pemuda di depan mereka ini benar-benar tidak takut membunuh tetua Ranah Fondasi Spiritual!
Tidak ada satu pun dari para pimpinan klan rival yang berani melangkah maju satu inci pun.
"P-Pemenang dan penguasa mutlak hak pengelolaan Tambang Batu Spiritual Yunzhou... Klan Wu!" penengah faksi netral akhirnya merapalkan pengumuman dengan suara yang bergetar hebat.
CHEERS...!!!
Sorakan kebanggaan dan kemenangan yang teramat riuh meledak dari barisan pasukan dan murid Klan Wu di tribun. Wu Lin menatap sosok Wu Tian dari kejauhan dengan sepasang mata yang berbinar penuh rasa kagum dan haru. Wu Chen dan Wu Ao berteriak histeris hingga wajah mereka merah padam.
Tanpa mempedulikan pengumuman kemenangan atau tatapan seram dari Wu Cang yang masih menahan gejolak marah dan senangnya, Wu Tian berbalik badan, melangkah santai meninggalkan panggung obsidian yang telah berantakan dan bersimbah darah.
Di balik lipatan jubah biru tuanya, jemari Wu Tian menyentuh permukaan Batu Inti Yunzhou dan kunci gua spiritual. Kemenangan atas hak tambang ini menandakan melimpahnya pasokan batu spiritual kelas tinggi yang akan segera mengalir ke tangannya.
Di dalam benaknya, Wu Tian tahu bahwa sumber daya masif ini adalah kunci utama baginya untuk menerobos Ranah Fondasi Spiritual secara paksa, memulihkan lebih banyak ingatan Shenzhou, dan bersiap menghadapi badai pertumpahan darah yang jauh lebih besar di luar batas teritorial Yunzhou.