(Taka season 1)
Cerita yang memiliki selera humor tinggi yang mungkin akan mengocok perut kalian.
Menggunakan bahasa Jawa tetapi akan tetap ada terjemahan arti.
Arselio Reytaka Milard, seorang pemuda masih berstatus pelajar SMA disalah satu sekolah elite yang ada dikota Jakarta. Ia memiliki saudara kembar bernama Arselio ReyNata Milard. Nama mereka begitu mirip, meski saudara kembar namun keduanya memiliki wajah yang berbeda begitupun dengan karakter sikap mereka yang juga berbeda. Namun, saudara kembar itu begitu menyayangi satu sama lain, dimana ada sang kakak maka disitu juga ada sang adik.
Dia anak horang kaya keempat, tetapi tingkah laku disekolah seperti orang biasa. Bahkan disekolah selalu bersikap konyol, apa yang dia ucapkan selalu sukses membuat orang lain tertawa.
Apakah perjalanan mencari jati diri seorang Taka akan penuh tawa seperti julukannya?
Mari kita ikuti kisah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti Terdakwa
"Tidak....!!!!" kembali Om limis berteriak histeris.
"Ada apa Taka?" ayah Arsel muncul dari dalam rumah, disusul bunda Sensa, Saka, Seika dan terakhir Nata. 5orang sudah berdiri dihalaman rumah, mereka berbaris dengan rapi.
Bukan berbaris seperti anak sekolah, melainkan seperti penerima tamu di acara resmi.
Taka sama sekali tidak bergerak, mematung, membeku atau pun membisu. Entahlah, ia sudah mengalahkan patung Liberty.
Semua sudah mendekat tempat Taka berdiri, mereka takut terjadi sesuatu karna Taka tak bergerak dan tidak menjawab pertanyaan.
Mereka mengerubungi Taka, padahal remaja itu tidak apa-apa. Harusnya yang mereka khawatirkan adalah baby Saf-Saf yang masih mencebur didalam got.
"U'um... hahaha..." bocah itu tertawa riang didalam got.
Mendengar suara baby Saf-Saf semua mengalihkan pandangan kearahnya.
"Astagfirullah..." bunda Sensa.
"Allahuakbar, makhluk apa itu?" kata ayah Arsel terkejut.
"Ya Allah, putriku." kata Saka benar-benar terkejut. Seika berekspresi mematung seperti Taka. Sebagai seorang Umi yang telah melahirkan baby Saf-Saf tentu sangat shok, melihat putrinya nyaris tak terlihat karna tertutup lumpur hitam.
"Benarkah itu keponakanku? bukan boneka manequi?" ucap Nata.
"Haha..." didalam got, baby Saf-Saf terus tertawa. Sekujur tubuh yang terkena tanah becek dan bau, bahkan pipi gembulnya juga tak luput menghitam. Area wajah mata dan gigi 6 saja yang terlihat.
Jangan tanyakan keadaan rambut. Rambut yang biasa disisir rapi dan lurus kini menjadi gimbal dan tebal.
"U'um.." baby Saf-Saf yang tadinya berjongkok kini berdiri dengan merentangkan kedua tangan. Ia ingin meminta gendong dan dikeluarkan dari dalam got, merasa sudah puas bermain dan berpetualang, baby itu merengek agar segera digendong.
Sedangkan para orang dewasa masih shok dan belum bergerak dari posisi masing-masing.
Ketika sadar Taka langsung meraih tubuh mungil itu dan menggendongnya. Ia tak perduli dirinya ikut kotor, ia harus segera membersihkan dan memandikan keponakannya itu.
Bukannya membawa kekamar mandi, Taka menurunkan baby Saf-Saf dihalaman rumah dan menghidupkan kran air, lalu membersihkan badan baby Saf-Saf dengan air dari kran itu.
Lantai yang tadinya bersih berubah menjadi hitam dan berlumpur.
Tidak menangis takut atau merengek, balita itu terlihat menurut ketika Om kesayangan menyiram tubuhnya dengan air berasal dari selang biasa digunakan untuk menyiram tanaman.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Baby Saf-Saf sudah dibersihkan dengan berbagai merk sabun untuk mandi. Pelayan dibuat kalang kabut untuk mencari berbagai macam merk sabun. Entah yang dijual di warung atau pun online.
Bahkan sang Opa sudah ingin memesan sabun dari luar negeri. Sabun dengan aroma yang sangat harum agar bau got itu hilang.
Bukan hanya sabun yang diperlukan, tapi mereka memilih antiseptik terbaik untuk menghindari gatal-gatal atau penyakit kulit. Mengingat kulit anak kecil masih rentan dengan penyakit.
5orang wanita bertindak untuk memandikan baby Saf-Saf karna Taka hanya membersihkan luarnya saja, tetap para perempuan yang mengambil alih untuk memandikan sang tuan putri kecil.
Umi Seika yang memandikan baby Saf-Saf sampai menangis tak tega keadaan anaknya mengenaskan seperti tikus got yang tak berbentuk. Padahal balita itu malah tertawa riang dan kesenangan karna dikerubungi semuanya.
Bunda Sensa dan Nata menggelengkan kepala saat ikut membersihkan baby Saf-Saf. Dikamar mandi lantai bawah, mereka mandikan baby Saf-Saf. Mengelus kulit lembut itu dengan sabun dan antiseptik.
Sedangkan diruang depan ada tersangka utama sebagai terdakwa atas kasus keteledoran yang meninggalkan baby Saf-Saf sendirian dihalaman luar.
Taka, remaja itu hanya menunduk dan tidak berani menatap mata ayah Arsel. Apalagi kakak pertamanya. Jika biasanya pandangan Saka meneduhkan tapi tidak untuk kali ini, sorot mata itu menakutkan.
"Taka, putraku. Bagaimana bisa kejadian ini bisa terjadi?" tanya ayah Arsel.
"Bagaimana bisa putriku bermain didalam got?" Saka ikut bertanya.
"Ini bukan seratus persen kesalahanku. Baby Saf-Saf juga salah." jawab Taka lirih.
Kedua lelaki yang bertanya tadi tampak berpikir.
"Apa maksudmu tidak seratus persen kesalahanmu? lalu kamu malah menyalahkan baby Saf-Saf?"
"Sebelum aku meninggalkan baby nutrigel kita sudah bersepakat kalau dia akan diam didekat gazebo, terus Taka tinggal masuk kedalam untuk mengambil plastik. Setelah Taka kembali, aku juga shok melihat baby nutrigel sudah ada didalam got." jelasnya.
"Astaga, kamu benar-benar kelewat pintar Taka! bayi umur satu tahun lebih kamu ajak membuat kesepakatan, kamu pikir baby Saf-Saf akan diam dan patuh dengan kesepakatan yang kamu buat. Dia masih anak kecil, belum tau arti kata konsisten.
Bahkan kita yang dewasa saja kadang tidak bisa menepati omongan, apalagi bayi berumur satu setengah tahun. Baby nutrigel kamu ajak membuat kesepakatan, yang bodoh itu kamu atau otak mu?" Panjang lebar ayah Arsel berbicara, terkadang nada suara yang dibuat marah.
"Ya aku pikir baby nutrigel biasanya nurut sama omongan Taka, makanya aku berani meninggalkan baby nutrigel sendirian. Padahal nggak ada lima menit loh aku masuk kedalam, tapi saat kembali baby nutrigel sudah berubah menjadi manusia lumpur." Taka masih menunduk.
"Enak saja kamu bilang putriku manusia lumpur. Dia begitu karna ulahmu. Kamu nggak sadar?" Saka tidak terima putrinya dikatakan manusia lumpur.
"Iya maaf, kak. Aku pikir baby nutrigel udah berjanji jadi tidak akan pergi kemana-mana. Aku juga tidak membayangkan kalau baby nutrigel bisa nekat cebur kedalam got." ucap Taka dengan rasa bersalah.
"Ayah sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi, sudah no komen. Migran ayah bakal kambuh ini." Arsel memijat pelipis.
"Nanti Taka belikan obat migran yah." jawab Taka.
"Obat pun sudah tak mampu." jawab Arsel lemas.
"Nanti aku panggil tukang urut yah, mungkin migran ayah bisa berkurang. Atau aku beliin cendol ca**t."
"Bocah edan!" ayah Arsel langsung tersentak, ingin sekali meninju mulut Taka sampai dower. Ia yang sudah tau arti cendol ca**t begitu bergidik ngeri.
"Bisa-bisanya kamu mau beliin ayah racun cendol ca**t, hah!" ucapnya marah.
"Kakak ini keterlaluan, masak keponakan sendiri dibiarkan mainan didalam got." Nata baru bergabung dan ikut mengomeli keteledoran kakaknya.
"Siapa yang membiarkan baby nutrigel bermain didalam got, Nata! kakak aja kaget liat baby nutrigel tidak berbetuk tertutup lumpur hitam."
"Kalau pemandian lumpur hitam asli mah banyak manfaat kak, lah ini sama-sama lumpur hitam tapi berbeda manfaat."
"Alah mbuh lah. Kalian nggak ngerti maksutku." lama-lama Taka kesal, merasa disudutkan.
Melihat Taka yang lesu membuat sang kakak tidak tega.
"Sudah, nggak usah diperpanjang. Yang terpenting besok jangan diulang lagi. Kamu harus berhati-hati kalau sedang jagain baby Saf-Saf, jangan sampai teledor." Saka tersenyum dan menepuk bahu adiknya.
Mampir thor,kayaknya seru ceritanya..🙋🙋😄