NovelToon NovelToon
Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Penyesalan Keluarga / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Keisya bangun kembali ke masa lalu–tepat sebelum kecelakaan yang mengubah segalanya. Dulu, rasa iri dan provokasi membuatnya menyiksa Keyla yang merupakan anak kandung keluarga Jordan yang tlah lama hilang, hingga akhirnya ia mati dibunuh oleh keluarga yang membesarkannya itu..

Kini, ia kembali ke usia 15 tahun dengan ingatan penuh penyesalan, dan setiap ia mengingat masa dimana ia menyiksa Keyla, kepalanya akan terasa sangat sakit, oleh sebab itu, sekarang ia hanya punya satu tekad yaitu melindungi Keyla dari bahaya, menebus kesalahan, dan membiarkan gadis itu mendapatkan tempatnya yang sesungguhnya di keluarga Jordan sebelum dirinya pergi dari keluarga itu agar bisa menjalani hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Hari ini rumah yang telah lama ia tinggali terasa begitu asing, Keisya berdiri cukup lama sebelum akhirnya menghela napas pelan.

Setelah menguatkan hati, ia melangkah memasuki mansion, dan benar saja.. Belum sampai ruang keluarga, suara tawa sudah terdengar begitu jelas.

Keisya bisa merasakan suasana yang hangat, akrab dan penuh kebahagiaan, meski begitu, Keisya malah tersenyum tipis.

'Cepat sekali akrabnya...'

Ia melanjutkan langkah.

Baru saja kakinya menginjak anak tangga pertama, sebuah suara menghentikannya.

"Keisya?"

Ia menoleh perlahan, di sana berdiri Keyla dengan ekspresi canggung.

Tatapan mereka bertemu beberapa detik, Keisya langsung memasang senyum ramah yang sudah seperti refleks.

"Oh... hai."

Tangannya melambai kecil sebelum kembali disembunyikan di belakang punggung.

Suasana mendadak menjadi canggung. Semua mata kini tertuju kepadanya.

"Sudah pulang kamu, Dek?" Kali ini Ivan yang membuka percakapan.

Keisya tersenyum tipis. Di dalam hati ia hanya bisa menghela napas.

'Pertanyaan yang benar-benar tidak perlu dijawab... karena bukankah aku memang sudah berdiri di depan kalian?'

Rasanya ia ingin sekali menyemburkan berbagai kalimat pedas kepada pria muda di hadapannya. Namun, akal sehat masih menahannya. Situasi di rumah itu sudah cukup canggung tanpa perlu ditambah ucapan yang hanya akan memperkeruh suasana.

Sudut bibirnya hanya terangkat tipis. Sebuah tawa pendek yang terdengar lebih seperti usaha menghilangkan rasa kikuk daripada benar-benar merasa lucu.

"Udah, Kak. Kalau belum, ya nggak mungkin Keisya ada di sini," ujarnya pelan.

Tangannya kembali bergerak ke tengkuk, menggaruk leher yang sebenarnya sama sekali tidak terasa gatal. Kebiasaan lama yang selalu muncul setiap kali ia gugup.

Keisya menelan ludah dengan susah payah. Hening yang menyelimuti ruang makan terasa menyesakkan, seolah udara di sekitarnya berubah jauh lebih berat dari biasanya. Tidak ada yang berbicara. Tidak ada pula yang berusaha mencairkan suasana.

Tatapannya beralih satu per satu kepada anggota keluarganya. Wajah-wajah yang begitu dikenalnya, tetapi kini terasa asing.

"Kei naik dulu, ya."

Ia mengucapkan pamit seadanya sebelum segera membalikkan badan. Langkahnya sedikit dipercepat menuju lantai atas, tanpa menunggu balasan yang bahkan ia sendiri yakin tidak akan diberikan.

Pintu kamar menutup pelan di belakangnya.

Baru setelah benar-benar berada seorang diri, Keisya mengembuskan napas panjang. Telapak tangannya menekan dada yang sejak tadi terasa sesak.

"Anjir... canggung banget, cok," gumamnya lirih sambil memejamkan mata beberapa saat. "Berasa ketemu tetangga introvert di warung kelontong."

Keluhan itu berhasil membuatnya sedikit lebih rileks.

Pandangannya kemudian berkeliling, mengamati setiap sudut kamar yang sudah begitu lama tidak ditempatinya. Aroma ruangan itu masih sama. Penataan barang-barangnya pun nyaris tidak berubah.

Namun, perhatian Keisya akhirnya berhenti pada satu benda yang paling dirindukannya.

Kasur empuk yang dulu hampir setiap malam menjadi tempatnya merebahkan tubuh setelah menjalani hari yang melelahkan.

Entah mengapa, benda sederhana itu kini terasa seperti sedang menyambut kepulangannya.

Tanpa pikir panjang, Keisya menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur dengan satu hempasan.

"Hah... akhirnya pulang.." Bisikan itu terdengar nyaris tak lebih keras dari embusan napasnya.

Rasa lelah yang selama ini menumpuk akhirnya mengambil alih kesadarannya.

Kelopak matanya menutup perlahan. Tak butuh waktu lama hingga napasnya berubah teratur, menandakan ia telah benar-benar tertidur.

Tidurnya begitu lelap. Saking lelapnya, Keisya sama sekali tidak menyadari ketika pintu kamarnya kembali terbuka perlahan.

Seseorang masuk tanpa mengeluarkan suara.

Orang itu berdiri cukup lama di dekat ranjang, membiarkan pandangannya jatuh pada wajah Keisya yang masih tampak pucat. Ada sisa-sisa kelelahan yang belum benar-benar hilang dari raut wajahnya.

Tak satu kata pun terucap.

Hanya tatapan yang diam-diam mengamati sosok yang tengah terlelap itu, seolah memastikan bahwa Keisya benar-benar baik-baik saja.

1
Sulati Cus
lanjut Thor walaupun bikin mewek gpp lah itung2 latihan
Rossy Annabelle
next /Sob/
MomRea
banyak bawang nya 🥲🥲
dome🌬️🌀🌀🌀
kak thorrrr.... aaaakkkhhhjj.... ngereog nih akuuuuuuuuuuuu😭😭😭😭
kok dikit amat siiihhhhh

satu dua tiga scroll abisssssa nunggu bab selanjutnya 😭😭😭😭
up banyak banyak yaa thorrrrr

semangattttttttttttt 💪💪💪💪
Pawon Ana
dari awal episode baca cerita ini, bikin menguras emosi, nyesek bnget ya si Keisya....😔
dome🌬️🌀🌀🌀
sudahlah terlambat sudahhh, keysia sudah minum racun. mau marah sama pelayan juga kalian bersikap sama. pelayan hanya mengikuti perilakuan majikan nya lahh. sok perduli siapa yg berani memperlakukan kluarga Jordan dengan tidak hormat.. kau dan kalian pun sama. 😤😤😤
kesiannya keysia 😭😭
dome🌬️🌀🌀🌀
kspoookkkkk... menyesal kan, setelah apa yg sudah dialami keysia. baru pada perhatian dan mencari tahu😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
sampai sebegitu nya ingin merubah arah hidupnya agar tak berakhir tragis keysia😭😭😭😭
biar saja keluarga mu semua menyesal karena sudah mengabaikan mu keu
aku
pergi aja keysha. lanjutkan rencanamu. sukses kan diri!!! go go keysha 😭😭
Ari Peny
lbh baik lanjut jaga jarak sha
Rossy Annabelle
biar istirahat dulu dah si Keisya/Frown/
Dedi Dahlia
menyesal tidak berguna,sekarang kesya sudah siap meniggalkan keluarga yang tidak pernah di anggap,kalu siuman nanti tinggalkan saja,kalau masih bertahan akan ada masalah apa lagi kalau ujungnya sakit dan sesak.
Pawon Ana
akhirnya pada tahukan kamar Keisya sudah kosong....biarin dah si Keisya tidurnya agak Lamaan...biar istirahat dulu dia😔
Ari Peny
😭😭😭
Dedi Dahlia
😭😭 nanggis lihat kesya menderita kapankah mendapat kebahagiaan lanjut thorr
Pawon Ana
ok Keisya perjuanganmu kok ya sampai sejauh itu ... 😔
Rossy Annabelle
next ,,suka sama tokoh utama tp kasihan jg sih /Frown/
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat yaaa kka💪💪💪💪💪
nih dikasih otot biar makin kuat ngetik alur cerita 🤭🤭🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ditunggu kelanjutannya kak othorr 😁😁😁😁
lagi adegan krusial nih penting banget . apakah akan kecolongan ataukah akan bisa dihindari kejadian racun tersebut. heemmmm keysia sampai segitunya kau ingin merubah alur kehidupan mu dan orng2 disekitar mu😭😭😭😭😭
Rossy Annabelle
siapa nih yg naruh bawang disini /Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!