NovelToon NovelToon
Gadis Polos Salah Server

Gadis Polos Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cintapertama / Ketos
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: KEPOLOSAN ANAYA

Sementara itu di sudut kantin yang lain, Clara menyaksikan seluruh adegan manis itu dengan sepasang mata yang menyala penuh amarah. Jemarinya mengepal kuat hingga kuku-kukunya memutih. Menyaksikan Devan—pemuda sedingin es yang selama ini selalu menolak didekati perempuan—membiarkan Anaya duduk dengan begitu nyaman di atas pangkuannya, membuat dada Clara bergemuruh hebat karena rasa iri yang membakar.

Jangankan dipangku, Clara yang menyandang status primadona sekolah saja bahkan kesulitan untuk sekadar berjalan berdampingan dengan sang Ketua OSIS.

“Sialan! Awas saja lo, jalang. Gue bakal kasih lo pelajaran yang enggak akan pernah lo lupain!” desis Clara penuh dendam. Ia berbalik menyentak kaki, melangkah pergi meninggalkan area kantin.

Dengan perasaan marah dan napas memburu menahan murka, Clara masuk ke dalam sebuah gudang kosong di area belakang sekolah—tempat yang biasa ia dan gengnya gunakan untuk membuli para siswi lemah. Di sana, kedua sahabat setianya sudah menunggu. Tanpa membuang waktu, Clara langsung menumpahkan seluruh kekesalannya.

“Gila! Harus dikasih pelajaran tuh cewek kecentilan!” geram Rita setelah mendengar cerita Clara dengan berapi-api.

“Harus banget, Clar! Enggak ada yang pantas bersanding sama Devan di sekolah ini kecuali lo, primadona sekolah kita. Berani-beraninya bocah itu cari perhatian Devan!” kompor Lulu, memanaskan suasana.

Mendengar dukungan penuh dari kedua temannya, raut kemarahan di wajah Clara perlahan memudar, digantikan oleh seulas senyum miring yang tampak licik. Di dalam otak kecilnya, ribuan rencana jahat mulai tersusun rapi untuk menjatuhkan Naya.

Selama ini, sikap Clara yang gemar merundung, arogan, dan semena-mena selalu berhasil lolos dari sanksi pihak sekolah. Kekuasaan penuh orang tuanya yang merupakan salah satu donatur terbesar di PIHS menjadi tameng paling kuat. Segala kelakuan buruknya selalu ditutup rapat-rapat, membuat Clara merasa menjadi ratu tak tersentuh yang bebas menghancurkan siapa saja yang berani mengusik ketenangannya.

^^^

Saat jam pelajaran berikutnya berlangsung, Naya merasakan dorongan ingin ke kamar mandi. Karena Arina sedang fokus mencatat materi di papan tulis, Naya memutuskan untuk izin pergi sendirian.

Clara dan gengnya yang sedang dalam pelajaran olahraga melihat anaya keluar kelas tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Begitu melihat target mereka keluar sendirian, ketiganya langsung membuntuti dari belakang.

Melihat cara jalan Naya yang melompat-lompat kecil penuh kepolosan, Clara, Rita, dan Lulu saling melempar seringai licik. Di dalam benak mereka, menindas siswi yang selemah dan sepolos ini akan menjadi perkara yang sangat mudah.

Naya melangkah masuk ke dalam toilet perempuan lalu menggunakan salah satu bilik kosong. Di luar,clara dkk masuk dengan senyum sinis dan menunggu dengan tidak sabar di depan pintu bilik.

Begitu pintu terbuka dan Naya melangkah keluar, ia sempat tertegun bingung mendapati tiga perempuan berdiri menghalangi jalannya.

Tanpa rasa curiga, Naya berjalan melewati mereka menuju wastafel untuk mencuci tangan.

Di saat yang sama, Lulu sudah bersiap mengangkat sebuah ember kecil berisi air untuk menyiram tubuh Naya. Namun, karena jiwa Naya yang super polos, ia justru mengira teman-teman barunya ini sedang mengajak berimain.

Dengan mata bulatnya yang jernih tanpa dosa, Naya menatap ember tersebut lalu berucap polos,

"Kakak-Kakak ini mau apa? Kenapa membawa ember berisi air?" Ia memiringkan kepalanya lucu. "Atau Kakak-Kakak mau bermain siram-siram air sama Naya?"

“Gue mau lo jauhin Devan! Enggak usah lo kecentilan sama dia, dasar cewek murahan!” bentak Clara lantang.

Anaya yang sama sekali tidak mengerti arti kata 'kecentilan' dan 'murahan' hanya bisa diam termenung.

“Tapi kan Naya memang tidak dekat dengan Abang Dev,” ucapnya jujur dengan wajah tanpa dosa.

“Abang Dev kan tadi di ruang guru, Naya di sini. Berarti Naya tidak dekat sama Abang Dev, Kakak Ondel-Ondel. Kakak bodoh ya, masa gitu aja enggak tahu?” celetuk Naya polos.

Mendengar dirinya dipanggil 'Kakak Ondel-Ondel' dan dikatai 'bodoh' oleh anaya, darah Clara seketika mendidih menahan emosi yang memuncak.

“Berisik lo, jalang!” bentak Clara kasar. Ia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, bersiap melayangkan tamparan keras ke pipi Naya.

Namun, karena Naya mengira ini adalah bagian dari permainan tepuk tangan anak-anak di desanya dulu, insting refleks tubuhnya justru bergerak lebih cepat sebelum tangan Clara mendarat di wajahnya. Naya mengangkat tangannya sendiri dan berniat menepis tangan Clara.

Plak!

Suara hantaman nyaring menggema di dalam toilet yang mendadak sunyi senyap. Namun, bukan pipi Naya yang memerah, melainkan telapak tangan Naya yang tidak sengaja melesat dan menampar telak pipi mulus Clara dengan kekuatan refleks yang cukup besar.

“Awwss...” rintih Naya pelan. Matanya seketika berkaca-kaca menatap telapak tangan mungilnya sendiri yang memerah karena baru saja menghantam wajah Clara.

“Muka Kakak keras sekali... seperti tembok,” ucap Naya polos di sela ringisannya menahan perih di tangan.

Mendengar celetukan tanpa filter itu, pertahanan kedua sahabat Clara runtuh.

“Pfffttt...!” Lulu dan Rita mati-matian membekap mulut mereka sendiri demi menahan suara tawa agar tidak meledak di tempat.

Clara sendiri dibuat mematung di posisinya. Otaknya mendadak blank karena kejadian yang berlangsung terlalu cepat. Setelah kesadarannya kembali dan rasa panas menjalar di pipinya, harga dirinya sebagai primadona sekolah yang di takuti langsung hancur berkeping-keping.

“Jalang sialan! Sini lo!” raung Clara murka, wajahnya merah padam karena malu dan marah.

“Lo berdua, pegangin jalang kecil ini sekarang!” perintahnya galak kepada Lulu dan Rita, yang langsung diangguki cepat oleh keduanya karena takut melihat kemarahan clara.

Rita dan Lulu segera maju mencengkeram kedua lengan Naya. Di saat Clara kembali mengangkat tangannya dengan penuh emosi untuk membalas pukulan, sebuah pergerakan tak terduga terjadi.

Di saat Clara kembali mengangkat tangannya dengan penuh emosi untuk membalas pukulan, sebuah tangan kekar yang sangat kokoh mencengkeram pergelangan tangan Clara dengan amat kuat, menghentikan aksinya seketika. Pemilik tangan itu tak lain adalah Devan, yang ternyata sejak awal sudah menaruh curiga pada gerak-gerik aneh geng Clara yang membuntuti Naya dari kantin.

Set!

“Lepas, sialan!” raung Clara histeris. Ia meronta-ronta tanpa melihat siapa sosok yang berani menghentikannya.

Belum sempat Clara menoleh, suara langkah kaki yang tergesa-gesa kembali terdengar menggema dari arah luar. Seseorang menerobos masuk ke dalam toilet perempuan tanpa memedulikan aturan lagi.

“Adek! Kamu enggak apa-apa?! Mana yang sakit, hmm?!”

Suara bariton yang sarat akan kepanikan itu milik Arka. Pemuda itu langsung menghambur maju begitu melihat mata Naya sudah berkaca-kaca siap menangis.

Sontak, atmosfer di dalam toilet langsung mendingin drastis.

Melihat kehadiran Arka dan Devan secara tiba-tiba, Clara, Rita, dan Lulu seketika dibuat terdiam kaku.

Namun, setelah berhasil menguasai rasa terkejutnya, Clara dkk tanpa tahu malu justru buru-buru merapikan rambut mereka yang sedikit berantakan dan mulai mencari perhatian.

“Devan, kamu harus hukum cewek jalang itu!” tunjuk Clara pada Anaya yang kini sudah bersembunyi di dalam pelukan hangat Arka.

“Dia sudah berani nampar aku! Lihat, pipi aku sampai merah begini,” ucapnya yang dibuat semanja mungkin, membuat Arka merasa ingin muntah mendengarnya.

Arka yang mendengar adiknya dituduh menampar orang jelas merasa tidak percaya. Ia menunduk menatap sang adik. “Adek... kamu beneran tampar dia?” tanya Arka pelan, mencoba mengonfirmasi.

“Hiks... Abang,” tangis Naya akhirnya pecah di dada sang kakak.

“Tadi Kakak itu ajak Naya main, Naya mau tepuk tangannya karena Kakak itu juga mau tepuk Naya,” jawabnya sesenggukan. “Tapi... tapi tangan Naya meleset kena pipi Kakak itu. Sakit, Abang... hiks. Muka Kakak itu keras banget kayak tembok,” adu Anaya jujur pada sang abang sembari menunjukkan telapak tangannya yang memerah.

Devan yang memang sudah melihat kejadian itu sejak awal lewat celah pintu toilet, mati-matian menahan tawa agar wajah datarnya tidak rusak.

‘Nakal sekali kamu, baby,’ kekeh Devan di dalam hati. Sungguh, kelinci mungil yang ada di hadapannya saat ini benar-benar berjalan di luar nalar sehatnya.

...****************...

# HAI GUYSSS ✨#

GIMANA NIH CERITA DI BAB SEPULUH..

PASTI MAKIN SERU BANGET KAN!!

STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.

THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶

1
partini
dua kali loh Clara bikin masah masa cuma di ancam doang gas eksekusi bikin kere
Sandhyaruntala: Namanya juga mancing emosi kak🤭🫶
total 1 replies
partini
di kelilingi Abang" tamvan masa ga ngeh kalau lagi di di selidiki apa mereka ga peka apa agak kurang 🤭
Sandhyaruntala: tunggu tanggal mainnya kak hihihi, 🤭
total 1 replies
Dana Kristina
suru,menghibur,TDK membosankan 🥰😎😎😎😎🤩🤩🤩🤩💪🙏
Dana Kristina
ikutan deg deg an kyk Devan Thor,Krn tingkah polosy naya😄😄
Dana Kristina
mampir baca, cerita y seru😍😍,mga TDK membosankan 💪💪💪🙏
Renn
lanjut dong 🙈
Sandhyaruntala: Tunggu jam 19.00 ya guys🥰🫶
total 1 replies
Opacraphile
mulai ada musuh bermuncula, lanjut thorr💪
Sandhyaruntala: Tunggu bab selanjutnya ya guys🔥🫶
total 1 replies
partini
udah muncul ini yg ga suka
Sandhyaruntala: Nanti makin seruuu, tungguin aja kak🥰
BTW aku ada tulis judul baru loh tentang pembalasan, yuk mampir kak dijamin makin banyak keselnya🔥🫶
total 1 replies
Sandhyaruntala
Namanya juga nanay 🥰, kelakuannya diluar nurul 😭
Opacraphile
the real bocil kematian🤣
udah bikin satu kelas mikir berjamaah dianya malah anteng anteng aja🤭
Sandhyaruntala
Guysss FYI, sedikit lagi memasuki babak seruu loh, stay tune bareng degem yaa🫶🔥
Jangan lupa like, komen dan klik favorit yaa🥰

HAPPY READING & HOPE YOU ENJOY GUYSSS💜
aku
lah lah 🤔 terulang apa gmn ini 🤔
Opacraphile: no no kaka, itu karna kedatangan sepupu tamvan itulah yang buat mereka histeris hehe
total 1 replies
partini
ini gimana sih Thor 2 bab sama
Opacraphile: no no, itu karna kedatangan para sepupu tamvan hehe
total 1 replies
Anita Rahayu
bagus
Sandhyaruntala: Thank you untuk penilaiannya kak🥰
total 1 replies
Anita Rahayu
Suka thor tapi panjang dikitlah alur dan epsnya👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Sandhyaruntala: Thank you kak, di usahakan ya kak 🫶

Aku up dia kali kok kak.hehe🥰
total 1 replies
partini
musuh" waduh. tapi tenang Naya yg satu ini pasti banyak kejutan nya
Sandhyaruntala: Thank you sudah dukung karyaku kak, happy sekali ada yang sayang sama degem🫶
total 1 replies
falea sezi
kurang thor🤣
Sandhyaruntala: besok pagi up lagiiii, jangan lupa masukin favorit ya biar tau pas author up😍
HAPPY READING GUYS💜
total 1 replies
Opacraphile
Bocil ada aja gebrakannya🤣
falea sezi
lanjut
Sandhyaruntala: Tunggu jam 7 author update ya kak🫶
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 bocil. umur brp thor
Sandhyaruntala: Udah kelas 11 sebenernya tapi emang terlalu polos😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!