NovelToon NovelToon
Monster Pedang Gerbang Timur

Monster Pedang Gerbang Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Muzu

Lahirnya seorang pangeran yang cerdas dan berbakat seharusnya menjadi keberuntungan suatu kerajaan ataupun kekaisaran, tetapi yang terjadi justru keberadaannya dianggap sebagai ancaman nyata oleh berbagai pihak yang mendambakan kekuasaan semu.

Melalui sebuah konspirasi, sang pangeran harus mengalami musibah. Ia yang sebelumnya dikenal cerdas dan berbakat, berakhir menjadi seorang pangeran yang tidak berguna.

Dengan kondisinya itu, sang pangeran diusir dari istana dan dibuang ke Gerbang Timur, tempat di mana para keluarga istana yang dianggap sampah diasingkan.

Namun, di balik musibah yang terjadi, Gerbang Timur menjadi titik balik kebangkitan sang pangeran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muzu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alam Monster

“Akhirnya aku masuk ke alam baru,” seru Qin Zhao begitu keluar dari portal dimensi.

Mengingat di dua alam sebelumnya yang sangat menyiksa, Qin Zhao melangkah dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.

“Apa pun yang akan terjadi padaku, aku sangat siap,” gumamnya yakin.

Suasana di alam yang baru dijejakinya itu tampak mirip dengan alam sebelumnya. Qin Zhao mendongak menatap langit yang begitu cerah dan merasakan syahdunya semilir angin yang berembus.

“Ah, alam yang sangat menyenangkan,” ucapnya.

Namun, tiba-tiba saja bola matanya mencelat begitu melihat kawah besar tempat dirinya tersambar.

“Kenapa aku kembali ke alam sebelumnya?” Qin Zhao sulit memahami, tetapi ia berpikir positif.

“Mungkin saja kebetulan mirip,” kilahnya.

Qin Zhao lalu berkelebat menyusuri alam yang hampir semuanya sama dengan alam sebelumnya. Namun, begitu ia menemukan bekas kehancuran beberapa gunung yang terbakar, langkahnya terhenti dan tatapannya terpaku pada jejak pertarungannya dengan monster awan.

“Ini bukan kebetulan, tapi aku memang kembali ke tempat sebelumnya,” ia bergumam dan ekor matanya berputar.

“Apa penempaan tubuhku di alam ini belum selesai?” ucapnya sambil terus berpikir.

Qin Zhao kembali mendongak begitu merasakan keberadaan monster awan hitam di atasnya. Namun yang sekarang merupakan versi mini, ukurannya jauh lebih kecil dari monster awan sebelumnya.

“Hem, apakah itu anak monster?”

Monster awan itu turun dan berputar-putar mengelilingi Qin Zhao. Tampaknya monster itu ingin mengungkapkan sesuatu.

“Kau mau apa?” tanya Qin Zhao heran.

Tidak ada jawaban yang terdengar, tetapi Qin Zhao tahu monster awan itu tidak berniat menyerangnya. Maka dari itu, ia hanya berdiam diri memperhatikannya.

Beberapa saat kemudian si monster awan berhenti berputar dan ikut berdiam diri di hadapan Qin Zhao. Keduanya saling terdiam sampai tangan kanan Qin Zhao terulur menyentuhnya. Rupanya monster awan itu senang disentuh, dan Qin Zhao mengelusnya dengan lembut.

“Apa kau mengerti yang aku katakan?” tanya Qin Zhao.

Monster awan itu menggetarkan tubuhnya lalu turun sampai setinggi lutut Qin Zhao.

“Apa kau ingin aku naik di atas punggungmu?” kembali Qin Zhao bertanya, dan monster awan itu meresponsnya dengan menggetarkan tubuhnya.

“Baiklah, aku naik,” kata Qin Zhao yang kemudian duduk di atas punggung monster awan.

Whuzz!

Seketika Qin Zhao dibawa terbang ke atas langit melewati lapisan kabut yang tertiup angin lalu tiba di sebuah ruang langit tersembunyi.

Sesaat Qin Zhao termenung memperhatikan ruang kosong yang tersembunyi di atas langit. Entah apa maksud si monster awan membawanya ke tempat itu.

Tiba-tiba saja ada perasaan bersalah yang menghinggapi hatinya. Qin Zhao turun dari punggung si awan kecil dan berjalan memasuki ruangan yang dipenuhi aura dari monster awan yang pernah bertarung dengannya.

“Ma … maafkan aku, Awan kecil,” ucap Qin Zhao baru menyadari.

Monster-monster awan yang hancur itu merupakan ras yang mendiami Semesta Dua. Kini, si awan kecil menjadi satu-satunya monster yang tersisa. Untuk itulah Qin Zhao merasa bersalah walau tidak sepenuhnya hal itu menjadi kesalahannya.

Awan monster kecil bisa memahaminya, tetapi ia tidak ingin hidup dalam kesendirian.

“Aku akan merawatmu,” kata Qin Zhao.

Monster awan kecil itu menggetarkan tubuhnya lalu melayang gembira mengelilingi tubuh Qin Zhao.

“Semoga dengan begini aku bisa memasuki alam selanjutnya,” gumamnya kemudian.

Ia kembali menaiki punggung si monster awan dan melayang turun ke tempat di mana portal dimensi berada.

“Ayo ikut aku masuk!” ajak Qin Zhao yang kemudian melangkah memasuki gerbang portal.

Begitu keluar dari portal, Qin Zhao menyadari dirinya masih berada di Semesta Dua. Ia menoleh ke belakang dan mendapati monster awan kesulitan memasuki gerbang portal.

“Aneh, kenapa dia tidak bisa memasuki gerbang?” gumamnya.

Qin Zhao memikirnya lalu meminta si monster awan masuk ke dalam alam pikir. Dengan begitu, ia berharap si monster awan bisa ikut masuk bersamanya ke portal dimensi.

Setelah itu, Qin Zhao kembali melangkah memasuki portal dimensi, dan akhirnya ia terhisap ke dalam spiral energi.

“Akhirnya aku berhasil masuk ke alam baru,” ucapnya gembira setelah melihat alam yang berbeda dari sebelumnya.

Ia kemudian memeriksa keberadaan si monster awan yang sedang melayang terbang mengitari alam pikirnya.

“Syukurlah kau ikut masuk bersamaku,” imbuhnya.

Memasuki alam berikutnya yaitu alam monster, Qin Zhao sangat percaya diri dengan kemampuannya. Ditambah dengan keberadaan si monster awan yang ikut bersamanya, Qin Zhao tidak perlu capek menelusuri semesta barunya itu dengan berjalan kaki.

Namun, di semesta asal Goziro ini, ia dikejutkan oleh keberadaan para monster yang jumlahnya sangat banyak sedang berbaris di dua kubu yang berbeda. Mereka saling berhadapan dengan niat membunuh yang membuat darah Qin Zhao berdesir.

Aura intimidasi yang begitu pekat dirasakannya. Qin Zhao baru tersadar dirinya berada tepat di tengah medan perang yang akan meledak.

“Sial, aku datang di momen yang salah,” gerutunya mulai panik.

Raungan para monster terdengar begitu keras dan nyaring laksana kilatan guntur yang menyambar. Dengan kepanikan yang melanda, Qin Zhao berlari dari titik tengah ke area terjauh. Namun nahas, dari langit para monster bersayap menyemburkan kobaran api besar ke arahnya.

Bagai dihantam hujan meteor, Qin Zhao berlari terbirit-birit.

“Awan kecil, bantu aku keluar dari zona perang ini!” pinta Qin Zhao di tengah pelariannya.

Awan kecil keluar dari alam pikir, tetapi langsung kembali masuk begitu melihat perang yang tengah berkecamuk.

“Kau ini,” gerutu Qin Zhao.

Ia terus berlari membentuk bayangan, melesat di tengah ledakan api yang menghantam tanah. Namun, luasnya zona perang dan tekanan energi yang bergejolak membuat langkahnya terasa lambat.

Berkali-kali hujan api mengenai tubuhnya dan membuatnya terpelanting di tengah kekacauan, Qin Zhao masih dapat bertahan. Sayangnya, Qin Zhao tidak memiliki kesempatan untuk keluar dari zona perang. Kedua kubu beradu dan menyeretnya masuk ke medan perang.

Seekor monster melompat ke arahnya dari belakang, Qin Zhao memiringkan tubuh untuk menghindarinya, tetapi nahas, monster dari kubu berlawanan menerjang dengan rahang yang siap menerkam.

“Aaah!” Qin Zhao menjerit merasakan bahu kirinya tertusuk rahang monster.

Tidak hanya itu, beberapa monster lainnya ikut membenamkan taring tajam ke bagian tubuh lainnya. Alhasil, dari bahu, kedua tangan, dan kedua kakinya ditarik oleh banyak monster.

Jeritan Qin Zhao semakin keras. Para monster yang menggigitnya menarik tubuhnya ke berbagai arah. Serangan dari langit pun tak henti datang menghantamnya.

“Hentikan!” pekiknya sambil meronta melepaskan diri.

Tiba-tiba saja energi dari tubuh Qin Zhao menyeruak keluar dan berhasil meledakkan para monster yang menggigitnya.

“Dunia macam apa ini?” keluhnya begitu sadar para monster yang berperang sangat berbeda dari monster yang ditemukannya di alam fana.

Qin Zhao mendongak ke langit dan melihat monster-monster yang tengah melayang di udara merupakan ras yang sama dengan Goziro.

“I … ini dunia Goziro,” ucapnya lirih, “tetapi kenapa ukuran mereka tidak sebesar Goziro?”

Sampai saat ini Qin Zhao masih belum menyadari ukuran tubuhnya yang raksasa.

1
Didi h Suawa
kacau fiksinya,🤭🤭🤭
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: 😄😄😄😄 maafkan 🙏 di sini MC lg masa transisi sebelum dapat kekuatan yang sesungguhnya
total 1 replies
soegiman aja
kok jadi gini?😄😄
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: itu bab penggiringan, Ka. Terima kasih sudah berkenan mampir 🙏
total 1 replies
RN
di tunggu fantasi lokal nya bg biar kaga belibet nyebut nn nya🤣
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: 😄😄😄 nanti ya
total 1 replies
RH
lanjut thor, udah ngasi gift nih👍
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: terima kasih, Ka. Maaf kemarin ga sempat up, agak sibuk di rl 😄
total 1 replies
RH
jdi inget wedang😄
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: wedang jahe diminum pas lg ujan, enak tuh 😄
total 1 replies
Quinnela Estesa
kak Muzu😊 sesekali dong buat Fantasi Barat.
〈⎳ 小祖🍒⃞⃟🦅: Aku kurang suka sama fantasi barat 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!