NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Aula Informasi langit

Nova berdiri beberapa saat di depan Aula Informasi Langit, membiarkan pandangannya menyapu seluruh bangunan megah yang menjulang di hadapannya. Dari luar saja, ia sudah dapat merasakan aura kuno yang menyelimuti tempat itu. Tidak seperti paviliun perdagangan yang ramai oleh suara tawar-menawar, Aula Informasi Langit memancarkan suasana tenang namun penuh wibawa. Setiap kultivator yang keluar maupun masuk melangkah dengan tertib, seolah mereka memahami bahwa tempat tersebut memiliki aturan yang tidak boleh dilanggar.

Dua patung naga batu setinggi belasan meter berdiri di sisi kanan dan kiri gerbang utama. Mata kedua patung itu memancarkan cahaya redup, membuat Nova yakin bahwa benda tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan artefak penjaga yang mampu mendeteksi setiap niat jahat.

"Jangan meremehkan tempat ini," ujar Lin Xue sambil melangkah lebih dahulu menuju tangga utama. "Konon, sejak Aula Informasi Langit didirikan puluhan ribu tahun yang lalu, belum pernah ada seorang pun yang berhasil membuat keributan di dalamnya. Bahkan beberapa ahli tingkat tinggi pernah dipaksa mundur ketika mencoba memaksakan kehendak."

Nova menganggukkan kepala pelan. Semakin lama berada di Planet Galastos, ia semakin memahami bahwa dunia kultivasi bukan hanya tentang kekuatan pribadi. Pengaruh sebuah organisasi yang telah berdiri selama puluhan ribu tahun jauh lebih mengerikan daripada yang terlihat di permukaan.

Begitu mereka memasuki aula utama, Nova kembali dibuat terpukau oleh pemandangan di dalamnya. Ruangan itu jauh lebih luas daripada yang terlihat dari luar. Pilar-pilar raksasa berwarna putih berdiri kokoh menyangga langit-langit yang dipenuhi ukiran bintang dan rasi langit. Di tengah ruangan melayang puluhan gulungan giok yang bergerak perlahan mengikuti formasi tertentu, sementara para pelayan berjubah biru tampak sibuk melayani para tamu yang datang dari berbagai penjuru Planet Galastos.

Di salah satu sisi ruangan, beberapa kultivator sedang melakukan transaksi menggunakan batu roh. Di sisi lain, seorang pria tua tengah menyerahkan sebuah gulungan giok kepada tamunya, lalu gulungan itu memancarkan cahaya sebelum menghilang ke dalam lautan kesadaran pemilik barunya.

"Apa itu?" tanya Nova dengan suara pelan.

Qin Yu tersenyum sambil mengibaskan kipas gioknya.

"Itu adalah Gulungan Informasi."

"Seluruh isi informasi disimpan menggunakan teknik spiritual, sehingga pemiliknya cukup menempelkan gulungan itu ke dahinya untuk memahami seluruh isinya."

Nova kembali mengangguk. Teknologi spiritual di dunia ini benar-benar melampaui apa yang pernah ia bayangkan.

Tidak lama kemudian, seorang wanita muda berjubah biru muda menghampiri mereka. Senyumnya ramah, tetapi sorot matanya tajam, menunjukkan bahwa ia bukan orang biasa.

"Selamat datang di Aula Informasi Langit."

"Apa ada yang bisa kami bantu?"

Lin Xue menunjuk ke arah Nova.

"Temanku membutuhkan beberapa informasi dasar mengenai Planet Galastos."

Wanita itu mengangguk sebelum mengalihkan pandangannya kepada Nova.

"Informasi dasar tersedia dalam beberapa tingkatan."

"Mulai dari wilayah Kota Yunfeng, wilayah barat Planet Galastos, hingga peta lengkap seluruh planet beserta pembagian wilayah sekte dan kekuatan besar."

Nova berpikir sejenak sebelum menjawab.

"Aku ingin peta lengkap Planet Galastos, informasi mengenai kekuatan-kekuatan utama, serta data tentang berbagai wilayah berbahaya."

Wanita itu tampak sedikit terkejut.

"Apakah Anda yakin?"

"Paket informasi tersebut cukup mahal."

Nova hanya tersenyum tipis.

"Tidak masalah."

Wanita itu menganggukkan kepala.

"Kalau begitu, total biayanya adalah tiga puluh Batu Roh Tingkat Menengah."

Mendengar angka tersebut, Yan Mei tanpa sadar menarik napas pelan.

"Itu cukup mahal."

Gu Shen pun menganggukkan kepala.

"Tiga puluh Batu Roh Tingkat Menengah sudah cukup untuk biaya kultivasi seorang Mortal Langit selama beberapa tahun."

Namun ekspresi Nova sama sekali tidak berubah.

Di dalam gelang penyimpanannya, jumlah Batu Roh Tingkat Menengah bahkan mencapai jutaan butir. Angka tiga puluh baginya benar-benar tidak berarti apa-apa.

Dengan gerakan santai, Nova mengangkat tangannya.

Kilatan cahaya muncul dari gelang penyimpanannya.

Di telapak tangannya telah muncul tiga puluh Batu Roh Tingkat Menengah yang memancarkan cahaya murni.

Melihat pemandangan itu...

Wanita berjubah biru tersebut membeku.

Lin Xue dan yang lainnya juga saling berpandangan.

Mereka tahu Nova kaya.

Namun setiap kali pemuda itu mengeluarkan sumber daya kultivasi, caranya selalu begitu santai, seolah Batu Roh Tingkat Menengah hanyalah batu biasa yang bisa ditemukan di pinggir jalan.

Wanita itu segera menenangkan diri sebelum menerima batu-batu roh tersebut dengan kedua tangan.

"Silakan tunggu sebentar."

Ia membungkukkan badan dengan lebih hormat daripada sebelumnya sebelum berjalan menuju lantai atas aula.

Nova tidak menyadari bahwa tepat ketika wanita itu menghilang dari pandangan... Di lantai tertinggi Aula Informasi Langit, seorang lelaki tua yang sedang memejamkan mata perlahan membukanya.

Tatapannya menembus beberapa lapisan ruangan, lalu berhenti tepat pada sosok Nova.

Senyum tipis muncul di wajahnya. "Pemuda itu bukan hanya memiliki fondasi yang luar biasa..."

"Tetapi juga membawa kekayaan yang bahkan dapat membuat beberapa sekte kelas menengah menjadi gila."

Perlahan, lelaki tua itu bangkit dari tempat duduknya.

"Aku rasa..."

"...sudah waktunya bertemu langsung dengannya."

***

Sementara Nova dan rombongan Lin Xue masih menunggu di ruang utama Aula Informasi Langit, suasana di sekitar mereka tetap tenang. Para kultivator yang datang silih berganti menjalankan urusan masing-masing tanpa banyak berbicara.

Sesekali terdengar suara pelayan yang memanggil nomor antrean, sementara gulungan-gulungan giok terus melayang mengikuti formasi di langit-langit aula, memancarkan cahaya lembut yang membuat seluruh ruangan terasa damai.

Nova memanfaatkan waktu itu untuk mengamati setiap sudut bangunan. Semakin lama ia memperhatikan, semakin ia menyadari bahwa Aula Informasi Langit bukan sekadar tempat menjual berita atau peta.

Setiap pilar dipenuhi rune-rune kuno yang terus berdenyut halus, membentuk jaringan formasi raksasa yang menyelimuti seluruh bangunan. Bahkan lantai yang mereka pijak sesekali memancarkan kilatan cahaya tipis, seolah memiliki kehidupan sendiri.

"Formasi yang luar biasa..." gumam Nova lirih.

Di dalam lautan jiwa, Tian Long menganggukkan kepala pelan. "Orang yang membangun tempat ini bukan seorang ahli biasa."

"Kalau dugaanku benar, formasi yang melindungi aula ini telah diwariskan selama beberapa generasi."

"Kalaupun seorang Kaisar Surgawi datang menyerang secara gegabah, belum tentu ia mampu menghancurkannya dalam waktu singkat."

Nova sedikit terkejut mendengar penilaian tersebut. Jarang sekali Tian Long memberikan pujian setinggi itu kepada sebuah kekuatan.

Hal tersebut membuat rasa penasarannya terhadap Aula Informasi Langit semakin besar.

Tidak lama kemudian, wanita berjubah biru yang tadi melayani mereka kembali turun dari lantai atas. Namun kali ini, di belakangnya berjalan seorang lelaki tua berambut putih yang mengenakan jubah sederhana berwarna cokelat tua. Penampilannya terlihat biasa saja, bahkan aura yang dipancarkannya sangat tenang hingga hampir tidak terasa.

Namun begitu Lin Xue melihat sosok tersebut, ekspresinya langsung berubah. Tanpa ragu, ia segera mengepalkan kedua tangan di depan dada.

"Junior memberi salam kepada Tetua Han."

Yan Mei, Gu Shen, Luo Bing, Qin Yu, dan anggota rombongan lainnya segera mengikuti.

"Salam kepada Tetua Han."

Nova pun ikut memberi hormat. Lelaki tua itu hanya tersenyum ramah sambil menganggukkan kepala.

"Tidak perlu terlalu formal."

Suaranya lembut, namun setiap kata yang keluar terdengar jelas di telinga semua orang.

Tatapannya kemudian berhenti pada Nova. "Kalau aku tidak salah..."

"Kaulah Nova."

Nova menganggukkan kepala. "Benar, Senior."

Tetua Han memperhatikan Nova beberapa saat tanpa berbicara. Tatapannya tampak biasa, tetapi sebenarnya indra spiritualnya sedang mengamati fondasi kultivasi pemuda itu secara diam-diam.

Beberapa detik kemudian... Tatapan lelaki tua tersebut berubah semakin dalam.

"Menarik..." batinnya. "Aku benar-benar tidak dapat melihat batas fondasi anak ini."

Sudah sangat lama ia tidak menemukan situasi seperti itu. Sebagai salah satu tetua Aula Informasi Langit, pengalamannya jauh melampaui kebanyakan kultivator di Kota Yunfeng. Namun justru karena itu, ia semakin menyadari betapa luar biasanya pemuda yang berdiri di hadapannya.

Tetua Han lalu tersenyum tipis.

"Terima kasih telah mempercayai Aula Informasi Langit."

"Informasi yang kau minta telah kami siapkan."

Ia mengangkat tangan kanannya perlahan. Sebuah gulungan giok berwarna emas melayang turun dari lantai atas, berhenti tepat di hadapan Nova.

"Gulungan ini berisi peta lengkap Planet Galastos, pembagian wilayah, kekuatan-kekuatan utama, jalur perdagangan, kawasan berbahaya, hingga informasi umum mengenai sekte-sekte besar."

"Seluruh isi di dalamnya akan langsung tersimpan di lautan kesadaranmu setelah kau membacanya."

Nova menerima gulungan itu dengan kedua tangan.

"Terima kasih, Senior."

Tetua Han mengangguk pelan, tetapi tidak segera pergi. Sebaliknya, ia kembali berkata dengan nada yang sedikit lebih serius.

"Anak muda."

"Aku memiliki satu nasihat."

Nova mengangkat kepalanya.

"Silakan, Senior."

Tetua Han menatap lurus ke arah mata Nova.

"Di dunia kultivasi..."

"Orang yang terlalu berbakat akan selalu menarik perhatian."

"Kau baru tiba di Kota Yunfeng, tetapi namamu sudah mulai menyebar."

"Mulai sekarang, berhati-hatilah."

"Tidak semua orang yang mendekatimu memiliki niat baik."

Ucapan itu membuat Lin Xue dan rombongannya saling berpandangan. Mereka mengetahui maksud dari perkataan tersebut.

Nova baru berada di Kota Yunfeng kurang dari dua hari. Namun ia telah mengalahkan monster roh di depan umum, memperoleh pengakuan Tetua Xu dari Paviliun Awan Langit, menunjukkan kekayaan yang tidak biasa, dan kini bahkan menarik perhatian Aula Informasi Langit.

Semua itu cukup untuk membuat banyak orang mulai menyelidiki dirinya. Nova mengepalkan tangan dengan hormat. "Junior akan mengingat nasihat Senior."

Tetua Han tersenyum puas.

"Tidak buruk."

"Tidak sombong, tetapi juga tidak rendah diri."

"Semoga kita masih memiliki kesempatan untuk bertemu lagi."

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, lelaki tua itu berbalik dan berjalan perlahan menuju lantai atas.

Namun sebelum sosoknya benar-benar menghilang... Seorang pelayan Aula Informasi tiba-tiba berlari tergesa-gesa memasuki ruangan.

Wajahnya tampak pucat.

"T-Tetua Han!"

"Terjadi masalah!"

Seluruh perhatian di dalam aula langsung tertuju kepadanya.

Pelayan itu menarik napas panjang sebelum berkata dengan suara bergetar.

"Orang-orang dari..."

"...Lembah Iblis Hitam telah memasuki Kota Yunfeng."

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!