Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17 - Penyelarasan Jiwa Mei Li
Saat fajar menyingsing, atmosfer di sekeliling Kota Linglong yang merupakan ibu kota suci dari wilayah Lembah Lingshu kembali terlihat semarak dan dipenuhi oleh hilir mudik para kultivator. Han Yu melewatkan malamnya dengan beristirahat di koridor luar istana giok, tempat yang sama di mana beberapa jam lalu dia menghabisi nyawa Bai Yu beserta kedua orang prajurit bawahannya hingga menjadi tumpukan abu. Sambil mengembuskan napas panjang yang terasa sangat berat, Han Yu memaksakan tubuh kekarnya untuk kembali bangkit berdiri tegak.
Rasa sakit yang luar biasa serta keletihan batin yang teramat sangat akibat penggunaan mantra transformasi iblis raksasa tiga meter sebelumnya memberikan efek samping yang cukup parah, meninggalkan rasa lemas dan nyeri yang menusuk di sekujur jalur meridian tubuhnya. Teknik terlarang tersebut benar-benar menguras energi vitalitasnya. Di sepanjang jalan kembali, Han Yu sesekali mendengar desas-desus dari para penduduk mengenai peristiwa pembunuhan dan pengambilalihan paksa beberapa desa klan bawah oleh faksi manusia, namun dia memilih untuk tidak terlalu memusingkan hal tersebut. Konflik antar sekte itu bukanlah urusan pribadinya, dan Han Yu sama sekali tidak rela mengorbankan keselamatan dirinya sendiri demi menolong kaum ras suci yang tidak pernah dikenalnya. Oleh karena itu, dia memilih opsi yang dinilainya paling efektif untuk saat ini, yaitu mengabaikan segalanya.
Satu jam kemudian, Han Yu telah mencapai ambang pintu paviliun kediamannya sendiri. Dia mendorong daun pintu kayu cendana tersebut perlahan lalu melangkah masuk ke dalam ruangan. Tanpa diduga, sesosok tubuh yang sangat menggoda dan harum mendadak melompat maju, memeluk erat bidang dadanya. Han Yu berkedip pelan, menatap wajah jelita Mei Li yang kini sudah berada di dalam rengkuhannya.
"Anda akhirnya telah kembali dengan selamat, Tuan," Mei Li tersenyum dengan sangat lembut dan memeluk tubuh Han Yu semakin erat, menyandarkan kepalanya yang mungil di atas dada bidang sang tuan.
Merasakan kehangatan alami serta kekerasan otot dada di balik jubah hijau Han Yu, kedua pipi Mei Li seketika merona merah padam dan sebuah senyuman kebahagiaan terukir di bibirnya. Dia merasakan sebuah kepuasan batin yang luar biasa bisa berada di pelukan pria ini.
"Apakah kamu begitu merindukanku, Sayang?" Han Yu bertanya dengan nada suara yang sangat lembut sambil mengusap dan membelai rambut halus milik Mei Li.
Melihat gadis itu menganggukkan kepalanya dengan patuh, Han Yu tersenyum menawan. Namun, belum sempat mereka menikmati pelukan tersebut lebih lama, Qing Er yang baru saja meletakkan beberapa bahan makanan belanjaan di atas meja samping tempat tidur langsung berlari kecil dan ikut melompat ke dalam pelukan Han Yu dari arah samping seraya merajuk manja, menyatakan bahwa tindakan itu tidak adil dan dirinya juga ingin dipeluk dengan mesra.
Han Yu tertawa renyah dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja mereka, lalu segera membuka lebar kedua lengan kokohnya untuk mendekap kedua wanita cantik tersebut secara bersamaan. Saat memeluk tubuh montok kedua pelayannya, Han Yu merasakan seberkas ketenangan, kedamaian, dan kepuasan batin yang sangat mendalam, sebuah perasaan yang belum pernah dia rasakan sama sekali selama menjalani kehidupan kelam di dunia masa lalunya. Tidak diketahui sudah berapa lama waktu berlalu dalam keheningan yang intim tersebut, namun mereka bertiga tetap mempertahankan posisi pelukan hangat itu di atas ranjang tanpa berniat melepaskannya.
Ketika Han Yu perlahan terbangun dari trans istirahatnya, sebuah getaran energi spiritual yang sangat murni mendadak bergaung di dalam pusat kesadarannya, disusul oleh bermanifestasinya sebuah prasasti cahaya tembus pandang yang menjabarkan rahasia sukma dari pelayannya.
Prasasti energi batin itu menunjukkan bahwa hati Mei Li telah sepenuhnya berubah dan mengabdikan seluruh sukmanya secara mutlak kepada Han Yu. Informasi kultivasinya tercatat dengan jelas, di mana pelayannya itu memiliki nama asli Mei Li, berasal dari ras manusia suci Lembah Lingshu, mengambil jalur kultivasi sebagai seorang Ahli Sihir Mantra dengan atribut dasar elemen angin alami. Tingkat ranah kekuatannya saat ini telah mencapai ranah Jalan Tengah Sumber Pertama, dengan status batin yang berada dalam kondisi Tergoda sepenuhnya hingga menyentuh angka seratus persen.
Han Yu memahami seluruh pesan energi tersebut dengan baik. Segera setelah itu, sebuah aliran prasasti cahaya lainnya kembali muncul di depan pandangannya. Han Yu membaca setiap baris kalimat energi tersebut dengan sangat cermat, dan seiring dengan bertambahnya informasi yang dia cerna, kedua alis matanya tampak terangkat semakin tinggi karena terkejut. Beruntung bagi dirinya, kedua gadis pelayannya saat ini masih tampak tenggelam dalam dunia mimpi mereka masing-masing dengan posisi mendekap dadanya, sehingga mereka tidak dapat melihat perubahan ekspresi yang terjadi pada wajah tampannya.
Informasi batin itu memberitahukan bahwa berkat tindakan afeksi dan perlindungan yang dilakukan oleh Han Yu sebelumnya, jalur takdir dari kultivasi Kaisar Pesona miliknya kini berhasil menerima tambahan tiga poin pengalaman ranah batin secara instan.
Han Yu menyunggingkan sebuah senyuman lembut yang sangat menawan ketika dia mendadak merasakan adanya seberkas aliran kekuatan spiritual yang hangat mengalir masuk ke dalam dantiannya, meningkatkan ranah kekuatannya sedikit demi sedikit. Perubahan hawa murni dari tubuh Han Yu tampaknya ikut dirasakan oleh kedua gadis di pelukannya. Mei Li dan Qing Er perlahan membuka sepasang mata hijau mereka, mendongak ke atas, dan mendapati Han Yu sedang menatap wajah mereka dengan sebuah senyuman manis yang menghanyutkan sanubari.