Cinta dalam perjodohan yang sudah asing di telinga kita di era jaman serba modern ini. Tapi tidak untuk kehidupan Tsania kebahagiaan akan kelulusannya di warnai duka karena perjodohan dari keluarganya.Dengan lelaki misterius tanpa ia kenali, dan kejutan di hari pernikahannya yaitu lelaki misterius itu adalah guru favoritnya di sekolahan.Tsania begitu bahagia.Karena perjodohan ini tidak begitu menyeramkan.Tapi belum bisa menikmati pernikahannya dia di landa gelisah karena sang kekasih hati yang ia tinggalkan tanpa kabar itu,mengetahui dan sakit hati.Demi menjaga perasaan sang guru dia dan sang kekasih hati menutup rapat-rapat cinta di masa lalunya.Akankah Tsania kembali dengan sang kekasih hatinya? ataukah menata cintanya dengan sang gurunya? Yuk ikuti novel ini sampai selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyah Nur khudlriyyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AIR MATA DI MALAM PERTAMA
Malam pertama yang begitu indah yang selalu di dambakan semua pasangan pengantin baru kini hanyalah penuh cerita sedih dan air mata.Sejak tadi bertemu dengan Arnold di acara resepsi aku sengaja meminta izin ke pak Zan untuk segera ke kamar di karenakan kurang enak badan dan jam pun sudah menunjukkan pukul 23.00 jadi pak Zan mengizinkannya.Karena pak Zan masih menemui keluarganya aku balik kamar di temani Fulan sedangkan Arnold entah masih disana atau pulang aku tak tau pikirku tadi. Tapi tiba-tiba saat aku sudah masuk kamar ada bel berbunyi tanda ada tamu dan Fulan pun membukanya.
"Siapa Lan?" tanyaku saat ku mendengar ada sedikit perdebatan Fulan dengan suara seorang lelaki.
Tanpa ada jawaban tiba-tiba seseorang menerobos masuk.
"Arnold? " ucapku dengan kaget.
"Benar kan kamu Tsania Marwa? kekasih hatiku yang katanya akan setia? Tapi ternyata diam-diam mengingkari janjinya dan sekarang menikah dengan gurunya sendiri. Hal bodoh apa ini Tan? "
"Ka... mu mengena... li.. ku? " tanyaku dengan terbata-bata.
"Mana mungkin aku tak mengenalimu Tan? kita udah pacaran 2 tahun aku sudah hafal bagaimana bola indah matamu memandang aku hafal Tan meski kamu di make up setebal apapun aku tetap tau Tan, sekarang jelaskan alasan kamu yang tiba-tiba menikah...!!! "
Aku hanya bisa tertunduk menangis sejadi-jadinya dan Fulan yang dari tadi di belakang Arnold segera menutup pintu kamar agar tak ada yang mendengar perdebatan ini. Dan segera memelukku yang duduk di kasur.
"Apa alasanmu Tan dengan teganya meninggalkanku tanpa sebab.... " lirih Arnold yang menangis dan tersungkur ke lantai. Dia terlihat lunglai tanpa daya dia seperti kehilangan separuh jiwanya. Aku tau bagaimana perasaan Arnold sekarang seperti apa, dan pastinya hancur berkeping-keping. Bagaimana tidak wanita yang iya perjuangkan yang ia sangat dia cintai menikah dengan gurunya sendiri.
"Tan? beri aku sedikit alasan agar aku bisa dengan ikhlas melepasmu... " lirihnya lagi.
"A....ku.... di jodoh... kan de... ngan... o... rang tua... ku" jawabku dengan terbata-bata karena tertahan dengan isakan tangis ku.
"Lantas kenapa kamu tak memberitahuku? "
"Bagaimana aku sanggup memberitahumu Nold? sedangkan hatiku saja sakit mendengar perjodohan ini....!!! " jawabku yang agak sedikit teriak.
"Setidaknya aku bisa belajar ikhlas dari awal Tan... " ucapnya lagi.
"Aku tak sanggup Nold... aku gak sanggup hatiku sudah hancur sejak beberapa bulan yang lalu keluarganya datang melamarku, sejak itu hatiku sudah hancur.Melihatmu saja rasanya sudah sakit Nold bagaimana aku bisa sanggup mengatakan semuanya.... !!!" sahutku dengan penuh air mata.
"Terima kasih mungkin ini sudah jalanNya, maaf untuk saat ini aku belum bisa ikhlas melepasmu... " lirihnya dan berlalu keluar dari kamar hotel.
Aku hanya bisa menangis dan menangis melihat kepergiannya yang meninggalkan rasa bersalah di dada.Fulanpun juga tak bisa mengeluarkan suara sedikitpun dia pun juga ikut menangis dan memelukku dengan erat.
"Maafin aku Tan ini salahku" lirihnya mengawali pembicaraan dan dia berusaha menenangkan hatiku.
Aku hanya bisa pasrah dan terus terisak di pelukannya karena aku tau sejatinya bukan salah Fulan tapi salahku juga yang tak bisa tegas dalam menghadapi masalah.
Krieet...
Suara pintu terbuka tepat pukul 12.00 tengah malam pak Zan masuk kamar dan dia begitu kaget melihat kedua muridnya menangis di dalam kamar. Dia sedikit berlari melihat pemandangan yang jarang dia lihat.
" Ada apa ini? " tanyanya dengan panik .
Fulan hanya mengusap air matanya dan melepaskan pelukanku berlalu meninggalkanku dan pak Zan. Setelah Fulan kembali ke kamar hotelnya yang sudah di siapkan oleh pak Zan dan keluarganya Fulan tidur bersama Laili.Dan kini pak Zan bergantian mendekatiku memelukku dengan erat membopongku ke atas ranjang kasur dan membaringkanku.
"Tidurlah sayang biar hatimu tenang" bisiknya dalam telingaku dan aku dengan terpaksa menutup mata ini ya, siapa tau aku bisa tertidur dan saat bangun nanti akan lupa dengan kejadian tadi,tak lama terdengar pak Zan berada di kamar mandi karena terdengar suara gemricik air dan aku sudah tak mendengarnya lagi karena tiba-tiba aku merasa benar-benar di serang rasa kantuk.
Dan beberapa saat kemudian aku terbangun meski mata ini tak berani membuka aku merasakan pak Zan melepas mahkota di kepalaku dengan pelan dan melepas hijab ku dengan sangat pelan sekali mungkin dia takut kalau aku terbangun tapi kenyataannya aku sudah terbangun meski tak berani membuka mata ini. Dengan lembut dia mengusap sisa air mataku dan mencium kening ini.
" Sayang?maafin kakak ya? yang gak bisa menjagamu dengan baik meski kakak gak tau apa yang sedang terjadi tadi.Kakak akan berusaha lagi kedepannya akan menjagamu dengan baik tak akan kakak biarkan ada yang menyakitimu dan kakak berjanji akan selalu menjagamu tak akan kakak biarkan sedikitpun air mata kesedihan menetes di pipimu"
Deg..
Lirih pak Zan yang membuat hatiku semakin sakit dan pilu.
Bagaimana bisa lelaki sebaik pak Zan ku duakan atau ku hianati. Sekuat mungkin ku tahan air mata ini agar tak tumpah di pipiku.Aku tak mau pak Zan merasa tak enak karena telah mendengar ucapnnya tadi aku terbangun karena aku tau pak Zan adalah orang yang baik dan selalu tak enak hati terhadap siapa pun karena dia selalu menjaga lisan dan perilaku agar dia tak melukai siapapun bahkan saat mengajarpun dia terkenal bijak.
Cup....Dia mencium keningku lagi dan segera mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu tidur.
"I love u sayang maaf malam pertama kita di awali dengan air mata kakak janji malam-malam berikutnya dan bahkan setiap hari selamanya akan membuatmu selalu tersenyum bahagia" ucapnya lagi sembari memelukku.
Ku biarkan tangannya yang sedikit kekar itu memeluk ku dan aku terus menunggunya sampai dia tertidur pulas dan tak lama kemudian dengkuran halus sudah terdengar darinya.Ku pindahkan dengan pelan tangannya dari tubuhku dan aku segera duduk bersandar di atas sandaran ranjang.Dengan segera air mata ini mengalir dengan deras tanpa permisi karena sudah tertahan sedari tadi.
"Maafin Tsania pak tidak seharusnya malam ini Tsania memberikan air mata kesedihan,Tsania janji akan berusaha memberikan kebahagiaan seutuhnya nanti. Dan Tsania janji pak akan berusaha dan terus berusaha memberikan hati dan tubuh ini dengan sepenuhnya" lirihku.
Setelah merasa agak lega aku segera turun dari ranjang menuju kamar mandi mengganti gaun ini dengan piyama.Dan menghapus make up ini dengan perlahan dan segera berwudhu rutinitas sebelum tidur harus dengan keadaan suci. Dan keluar dari kamar mandi segera menyusul pak Zan ke alam mimpi.
Deg..
"Kan belum sholat isyak ya tdi? pak Zan bukanya juga belum sholat, terus gimana caranya aku membangunkannya?" gumamku yang sudah terbaring di sampingnya.
Aku terus berfikir dengan keras agar aku punya keberanian untuk membangunkannya. Ku sentuh tangannya dengan lembut.
"Pak Zan? pak...? "
"Hemm.... "
Hah? kok dia langsung bangun apa dari tadi gak tidur tapi kan tadi dia udah mendengkur? duh gimana ya? lanjut bangunin lagi apa nggak ya? Bismillah harus berani.Batinku.
"Pak Zan? " tambahku.
Dan dia tiba-tiba membuka matanya membuatku kaget dan segera menutup wajah ini dengan bad cover.
"Sekali lagi kamu manggil dengan sebutan pak lagi tak suruh berdiri di pojokan sampai pagi lho" jawab pak Zan menggodaku. Dengan jailnya dia membuka bad cover yang menutupi wajahku dengan paksa dan dia segera beranjak dari tidurnya mendekatiku dan terus menatap wajah ini seperti harimau yang lapar. Hatiku terus berdebar saat ku tatap wajahnya yang sudah berada di atasku dan aku semakin takut menatapnya dengan spontan ku tutup mata ini karena aku takut akan terjadi hal-hal yang belum aku inginkan dan dia langsung mencubit hidung mungilku.
"Lucunya istriku ini " ucapnya, dan dia berlalu dengan meninggalkanku perasaan malu bukan kepayang.Suara gemricik air di kamar mandi membuatku merasa tenang.
Huh.... Syukurlah Selamat..... Batinku.
Satu kata utk Fauzan EGOIS
satu kata untuk Stania BODOH
Duh Arnold datang tuh gimana ini??nyesek aku😭😭😭😭😭