NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:285
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 23: Traceback

Suara alarm berfrekuensi rendah terus berdenyut di dalam kubah ruang server pusat kuil, memancarkan gelombang cahaya merah yang berkedip cepat dan memantul di dinding-dinding batu basalt hitam. Di hadapan konsol kristal utama, udara terasa sangat panas akibat gesekan data yang masif antara sistem pertahanan Kerajaan Aethelgard dan serangan balik dari Kekaisaran Valoria.

Elara Vane berdiri tegang, matanya tidak pernah lepas dari layar proyeksi digital tiga dimensi yang kini dipenuhi oleh garis-garis merah menyala yang merayap mendekati titik inti server mereka. Serangan siber dari peradaban kuno itu jauh lebih agresif dan kompleks ketimbang ancaman internal apa pun yang pernah mereka hadapi sebelumnya. Ratusan ribu paket data sampah dikirimkan secara serentak untuk membanjiri *bandwidth*, mencoba melumpuhkan memori pusat dan merobohkan *firewall* yang baru saja Kael pasang.

"Kael, beban server melonjak hingga sembilan puluh delapan persen!" seru Elara dengan nada cemas, suaranya hampir tenggelam oleh deru alarm. "Skrip pembobolan mereka terus mengikis enkripsi lapis pertama kita! Kalau pertahanan ini jebol, mereka bisa mengakses seluruh jaringan *Ley Lines* kita dan mematikan sistem dari jarak jauh!"

Kaelen Vance tidak menjawab. Wajahnya tetap sedingin es, dan matanya yang abu-abu memantulkan barisan kode merah yang bergerak liar di bola matanya. Kedua tangannya bergerak di atas konsol kristal dengan kecepatan luar biasa—mengetuk, menggeser, dan memutus jalur-jalur transmisi yang terinfeksi secara instan sebelum virus tersebut sempat menyebar ke node utama akademi.

"Mereka menggunakan arsitektur enkripsi militer berbasis gelombang kuantum," kata Kael datar, suaranya terdengar sangat tenang di tengah kekacauan sistem tersebut. "Metode yang cukup canggih untuk ukuran peradaban yang bersembunyi di balik reruntuhan bawah tanah selama dua ratus tahun. Tapi logika dasar mereka tetap cacat: mereka terlalu mengandalkan kekuatan *brute force* daripada efisiensi routing."

Kael berhenti mengetuk sejenak. Jari telunjuk kanannya menekan sebuah tombol khusus di sudut konsol—sebuah protokol tersembunyi yang belum pernah iaaktifkan sejak ia memulai peretasan global ini.

"Jika mereka ingin bermain-main dengan lalu lintas data jarak jauh," lanjut Kael dingin, "kita tidak hanya akan menangkis serangan mereka. Kita akan melakukan *Traceback*—melacak sumber IP asal mereka hingga ke titik server fisik di pegunungan barat, lalu mengirimkan balik seluruh paket data *malware* itu ke markas mereka dengan daya rusak sepuluh kali lipat."

Kael memutar cincin peraknya setengah lingkaran. Kilatan cahaya biru terang menyembur dari permukaan cincin, memotong garis-garis merah serangan Valoria dan berbalik melesat menyusuri jalur *Ley Lines* menuju perbatasan barat dengan kecepatan yang melampaui kecepatan cahaya.

*Traceback protocol activated...*

*Target locked: Valoria Underground Central Server (Node X-09).*

*Reflecting payload with multiplied packet size...*

*Executing counter-attack.*

Jauh di pos perbatasan barat, tersembunyi di balik dinding ngarai curam di pegunungan terjal yang selama ini dianggap sebagai zona mati, sebuah bunker militer raksasa milik Kekaisaran Valoria berdenyut dalam kegelapan. Di dalam ruang kendali bunker tersebut, puluhan teknisi militer bergesit panik di depan konsol-konsol batu kristal hitam yang menyala keperakan.

"Komandan! Ada anomali pada jalur balik!" teriak seorang teknisi militer dengan mata terbelalak lebar. "Sinyal serangan kita... sinyal kita dipantulkan kembali oleh sistem target! Ukuran paket datanya berlipat ganda secara eksponensial!"

Seorang perwira tinggi Valoria dengan jubah baja hitam melangkah cepat ke depan konsol utama, wajahnya menegang ngeri. "Putuskan sambungan kabel transmisi! Sekarang!"

"Sudah terlambat, Komandan! Sistem penguncian otomatis mereka telah mengunci koordinat server kita!"

*BOOM!*

Sebelum perwira itu sempat memberikan perintah lanjutan, seluruh konsol kristal hitam di dalam bunker bawah tanah Kekaisaran Valoria meledak secara bersamaan. Percikan api magis berwarna biru terang memuntahkan asap tebal, menghanguskan seluruh perangkat keras, dan memadamkan seluruh sistem kelistrikan bunker dalam kegelapan total. Jaringan komunikasi mereka lumpuh seketika, terputus dari dunia luar tanpa sisa.

Kembali ke ruang server pusat di ibu kota Aethelgard, alarm berfrekuensi rendah mendadak terhenti secara total. Warna layar proyeksi yang tadinya menyala merah menyala perlahan bergeser kembali ke warna hijau stabil yang tenang.

*Counter-attack successful.*

*Target network neutralized.*

*Global latency normal.*

Di kubah server, keheningan kembali merayap. Elara menghembuskan napas panjang, merosot pelan ke kursi di sebelah konsol karena lututnya mendadak terasa lemas. Ia menatap Kael dengan rasa takjub yang sudah melampaui batas kekaguman biasa; pemuda itu baru saja memenangkan perang siber lintas benua tanpa harus menggerakkan satu pun pasukan militer.

"Mereka... mereka sudah diputus?" bisik Elara pelan.

"Server pusat Kekaisaran Valoria di pos perbatasan telah mengalami *total system failure*," jawab Kael dingin, menurunkan tangan kanannya dan merapikan jubahnya. "Mereka tidak akan bisa mengganggu jaringan kita lagi dalam waktu yang sangat lama. Ancaman eksternal telah dieliminasi."

Kael melirik sekilas ke arah High Priest Veldor yang masih terbaring lemah di lantai kaca, lalu kembali menatap layar status global yang kini menunjukkan kestabilan mutlak di seluruh penjuru dunia.

"Uji coba selesai," ucap Kael mutlak. "Jaringan global kita kini benar-benar bersih, stabil, dan kebal dari gangguan luar. Saatnya kita kembali ke akademi untuk memantau operasional rutin."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!