NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Setelah Badai Darah

Arena Langit Biru sehari yang lalu masih menjadi arena yang megah dan penuh dengan sorak sorai ribuan murid yang bersemangat untuk melihat siapa yang akan menjadi murid terkuat di generasi muda, kini terlihat seperti medan perang yang baru saja dilanda badai darah dan api.

Lantai arena yang terbuat dari batu spiritual tingkat Raja yang sangat keras dan seharusnya tidak bisa dihancurkan bahkan oleh ahli Alam Raja Langit tingkat tiga, kini penuh dengan retakan besar, lubang besar berdiameter sepuluh meter di tengah Arena Nomor Satu yang masih mengeluarkan sedikit asap putih suci sisa dari pembakaran Leluhur Darah Hitam, dan noda darah hitam yang sudah mengering yang merupakan darah dari Tetua Agung Darah Hitam dan Tetua Lotus yang sudah mati dan menjadi abu.

Formasi pelindung tingkat Raja yang mengelilingi arena yang seharusnya bisa menahan serangan Alam Raja Langit tingkat lima, kini hancur berkeping keping dan harus diperbaiki selama berbulan bulan oleh para tetua formasi.

Tapi meskipun arena terlihat hancur berantakan seperti kapal pecah, wajah dari ribuan murid yang ada di dalam arena itu tidak ada yang sedih atau ketakutan, semuanya penuh dengan kebahagiaan, rasa terima kasih, dan kekaguman yang sangat besar saat menatap lubang besar di tengah Arena Nomor Satu itu, tempat tiga pahlawan mereka masih berada.

Di tepi lubang besar itu, Pemimpin Perguruan Langit Biru dengan jubah biru langitnya yang sedikit robek karena pertarungan melawan Tetua Agung Darah Hitam tadi, Tetua Agung Perguruan yang setengah langkah Alam Kaisar Langit yang wajahnya masih pucat karena menggunakan terlalu banyak energi, Jenderal Kekaisaran Langit Biru dengan baju besi emasnya yang berlumuran darah hitam, dan ratusan tetua dari berbagai puncak, semuanya berkumpul dan menatap ke dalam lubang dengan tatapan penuh hormat.

Di dalam lubang yang dalamnya seratus meter itu, di dasar lubang yang kini sudah bersih dari cahaya merah darah dan hanya ada sedikit cahaya tiga warna yang lembut yang masih tersisa, tiga orang masih duduk bersandar dengan saling berpelukan karena kehabisan energi setelah mengeluarkan Tebasan Tiga Jiwa yang kekuatannya setara Alam Raja Langit tingkat sembilan puncak.

Arya Langit yang berada di tengah, dengan jubah biru mudanya yang sudah robek di beberapa tempat dan berlumuran darah hitam dan keringat, tapi wajahnya yang tampan itu masih penuh dengan senyum bahagia dan percaya diri, memeluk dua bidadari tercantik di dalam pelukannya.

Di sebelah kirinya, Sekar Embun dengan gaun putihnya yang juga sudah robek dan kotor oleh darah hitam, tapi kecantikannya yang dingin itu tidak berkurang sama sekali, justru terlihat lebih mempesona karena wajahnya yang memerah karena malu dipeluk di depan ribuan orang dan senyum bahagia yang tulus yang baru pertama kali dilihat oleh banyak tetua yang sudah mengenalnya selama dua puluh tahun.

Di sebelah kanannya, Luna Maheswari dengan gaun putih teratai emasnya yang juga sudah kotor, tapi cahaya suci di tubuhnya masih memancarkan kehangatan yang membuat semua orang yang melihatnya merasa tenang, wajahnya yang suci itu juga memerah total karena ini adalah pertama kalinya dia dipeluk oleh seorang pria, apalagi dipeluk bersama dengan wanita lain di depan ribuan orang, tapi dia tidak melepaskan pelukan itu karena dia merasa sangat aman dan sangat bahagia di dalam pelukan Arya.

Mereka bertiga terduduk lemas di dasar lubang itu selama hampir sepuluh menit untuk memulihkan sedikit energi, hingga akhirnya Pemimpin Perguruan yang ada di atas tidak tahan lagi dan tertawa dengan keras dan bahagia, suaranya yang agung menggema ke seluruh arena yang hancur itu.

"Hahaha! Bagus! Bagus sekali! Tiga pahlawan kita akhirnya bangun! Arya Langit! Sekar Embun! Luna Maheswari! Kalian bertiga telah menyelamatkan 3212 murid Perguruan Langit Biru, menyelamatkan Perguruan Langit Biru, dan menyelamatkan seluruh Kekaisaran Langit Biru dari kebangkitan Leluhur Darah Hitam yang kejam itu! Mulai hari ini, nama kalian bertiga akan diukir di Monumen Pahlawan Perguruan Langit Biru dan akan dikenang selama ribuan tahun!"

Begitu Pemimpin Perguruan berteriak begitu dengan suara yang penuh dengan kebanggaan, ribuan murid yang ada di tepi lubang yang tadinya hanya berani berbisik bisik itu langsung meledak dengan sorak sorai yang sangat keras dan penuh dengan rasa terima kasih dan kekaguman yang bahkan lebih keras dari saat kompetisi dimulai tadi pagi.

"ARYA LANGIT! SEKAR EMBUN! LUNA MAHESWARI! PAHLAWAN!"

"TERIMA KASIH! TERIMA KASIH SUDAH MENYELAMATKAN KAMI!"

"PANJANG UMUR PAHLAWAN PUNCAK EMBUN!"

Sorak sorai itu menggema ke seluruh Perguruan Langit Biru dan bahkan terdengar hingga ke Kota Biru yang jaraknya puluhan kilometer dari perguruan, membuat semua penduduk kota keluar dari rumah mereka dan menatap ke arah perguruan dengan bingung apa yang terjadi.

Di dalam lubang, Arya, Sekar Embun, dan Luna yang mendengar sorak sorai ribuan orang itu tersenyum dengan bahagia, tapi mereka masih terlalu lemas untuk berdiri.

Pemimpin Perguruan yang melihat itu langsung melompat turun ke dalam lubang bersama dengan Tetua Agung Perguruan dan Jenderal Kekaisaran, dan dengan gerakan tangan, mereka bertiga mengeluarkan energi lembut mereka untuk membantu memulihkan sedikit energi bagi Arya dan dua bidadari itu.

Setelah dibantu oleh tiga ahli Alam Raja Langit tingkat tinggi itu, wajah pucat Arya, Sekar Embun, dan Luna mulai kembali merona dan mereka akhirnya bisa berdiri dengan bantuan satu sama lain.

Pemimpin Perguruan yang melihat Arya yang masih memeluk dua bidadari itu dengan erat bahkan saat berdiri, dia tersenyum jahil seperti seorang kakek tua yang melihat cucu kesayangannya membawa dua menantu cantik pulang.

"Arya Langit, mulai hari ini, aku umumkan secara resmi di depan semua murid dan di depan utusan Kekaisaran Langit Biru, kamu adalah Murid Inti Nomor Satu Perguruan Langit Biru! Puncak Embun yang tadinya puncak yang hampir ditutup karena tidak ada murid, mulai hari ini akan menjadi Puncak Utama keenam di Perguruan Langit Biru dengan sumber daya yang sama dengan Puncak Pedang! Dan sebagai hadiah karena telah menyelamatkan perguruan, kamu boleh meminta satu permintaan apa saja kepadaku, bahkan jika kamu meminta setengah dari gudang harta perguruan, aku akan memberikannya!"

Begitu pengumuman itu keluar, seluruh arena kembali meledak dengan sorak sorai iri dan kagum, karena Murid Inti Nomor Satu adalah posisi yang bahkan Rafa Adiputra yang sudah menjadi murid inti nomor satu Puncak Pedang selama tiga tahun pun tidak pernah bisa dapatkan, dan menjadi Puncak Utama keenam berarti Puncak Embun akan mendapatkan sumber daya yang tak terhitung jumlahnya!

Tapi Arya yang mendengar hadiah itu hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.

"Terima kasih, Pemimpin Perguruan, tapi hadiah Murid Inti Nomor Satu dan Puncak Utama keenam sudah lebih dari cukup bagi saya dan Guru saya. Saya tidak membutuhkan setengah gudang harta. Saya hanya memiliki satu permintaan kecil."

"Oh? Permintaan apa? Katakan saja, bahkan jika kamu ingin menikahi Putri Kekaisaran Langit Biru pun, aku akan membantu melamarmu!" kata Pemimpin Perguruan dengan tertawa, melirik ke arah Luna Maheswari yang wajahnya langsung memerah mendengar kata menikahi.

Arya tersenyum dan menatap Sekar Embun dan Luna yang ada di sampingnya itu dengan penuh cinta, lalu menatap Pemimpin Perguruan dengan tatapan serius.

"Permintaan saya adalah, tolong umumkan kepada seluruh Kekaisaran Langit Biru bahwa Sekte Darah Hitam belum hancur total. Leluhur Darah Hitam memang sudah mati, tapi masih ada banyak anggota Sekte Darah Hitam yang bersembunyi di dalam berbagai perguruan dan keluarga besar seperti Tetua Lotus. Saya ingin Perguruan Langit Biru bekerja sama dengan Istana Teratai Suci dan Kekaisaran Langit Biru untuk membersihkan semua sisa sisa Sekte Darah Hitam di seluruh kekaisaran, agar tidak ada lagi kejadian seperti hari ini yang hampir membunuh ribuan murid tidak bersalah."

Kalimat Arya itu membuat semua tetua dan Pemimpin Perguruan yang mendengarnya tertegun, karena mereka mengira Arya akan meminta harta, teknik, atau wanita, tapi ternyata dia meminta sesuatu yang sangat mulia dan sangat penting untuk keselamatan seluruh kekaisaran!

Pemimpin Perguruan yang mendengar permintaan itu langsung mengangguk dengan penuh hormat dan kebanggaan.

"Bagus! Bagus sekali! Tidak hanya kuat, tapi juga memiliki hati yang mulia! Pantas menjadi Murid Inti Nomor Satu! Baik, permintaanmu aku kabulkan! Mulai besok, Perguruan Langit Biru, Istana Teratai Suci, dan Kekaisaran Langit Biru akan bekerja sama untuk membersihkan semua sisa Sekte Darah Hitam! Dan namamu, Arya Langit, akan menjadi pemimpin dari pasukan pembersih itu!"

Setelah mengumumkan itu, Pemimpin Perguruan menatap Luna Maheswari yang masih berdiri di samping Arya dengan wajah memerah itu.

"Putri Suci Luna, apakah Istana Teratai Suci setuju dengan permintaan Arya Langit?"

Luna yang masih memerah itu mengangguk dengan cepat, "Istana Teratai Suci setuju! Ayah saya, Pemimpin Istana Teratai Suci, pasti akan setuju! Dan saya... saya juga akan ikut serta dalam pasukan pembersih itu bersama Arya!"

Jenderal Kekaisaran Langit Biru yang ada di samping Pemimpin Perguruan juga mengangguk dengan hormat, "Kekaisaran Langit Biru juga setuju! Saya akan melaporkan kejadian hari ini kepada Kaisar Langit Biru dan meminta pasukan untuk membantu membersihkan sisa Sekte Darah Hitam!"

Begitu tiga kekuatan terbesar di Kekaisaran Langit Biru itu setuju untuk bekerja sama, ribuan murid di atas arena kembali bersorak dengan penuh harapan untuk masa depan yang lebih aman tanpa Sekte Darah Hitam.

Setelah semua pengumuman selesai, Pemimpin Perguruan membantu Arya, Sekar Embun, dan Luna keluar dari lubang besar itu dan membawa mereka kembali ke Puncak Embun untuk beristirahat dan memulihkan diri, karena mereka bertiga adalah pahlawan yang paling terluka dan paling lelah hari ini.

Di Puncak Embun yang masih penuh dengan lautan bunga teratai es yang mekar indah dan tidak terpengaruh sama sekali oleh badai darah di Arena Langit Biru karena dilindungi oleh Formasi Pengumpul Roh Naga yang masih aktif, suasana jauh lebih tenang dan damai.

Di dalam pondok bambu kecil yang hangat, Arya, Sekar Embun, dan Luna duduk bersama di tepi kolam air panas yang airnya kini bercampur dengan kelopak bunga teratai es yang berguguran dan memancarkan cahaya tiga warna yang lembut.

Mereka bertiga sudah berganti pakaian dengan pakaian bersih, luka mereka sudah diobati dengan pil penyembuh terbaik dari gudang harta perguruan yang diberikan Pemimpin Perguruan secara cuma cuma.

Kini, mereka hanya duduk bersama dengan saling bergandengan tangan dan menatap bulan purnama yang indah di langit yang baru saja terbit setelah badai darah seharian.

Tidak ada yang berbicara, hanya ada keheningan yang hangat dan bahagia di antara mereka bertiga.

Hingga akhirnya, Arya yang berada di tengah itu memecah keheningan dengan suara lembut.

"Sekar, Luna, terima kasih. Hari ini tanpa kalian berdua, aku pasti sudah mati di dalam lubang itu bersama dengan Leluhur Darah Hitam. Terima kasih sudah datang menyelamatkanku, terima kasih sudah percaya padaku, dan terima kasih sudah menjadi istriku..."

Kata terakhir istriku itu membuat wajah Sekar Embun dan Luna yang tadinya hanya memerah sedikit itu langsung memerah total hingga ke leher.

Sekar Embun yang sudah menjadi Istri Kaisar Pertama itu mendengus kecil dengan malu, tapi dia menggenggam tangan Arya dengan lebih erat.

"Bodoh... siapa istrimu... kita kan belum menikah secara resmi... Tapi... tapi karena kamu sudah menyelamatkan Puncak Embun dan menyelamatkan aku, aku akan... aku akan mempertimbangkan untuk menikah denganmu secara resmi setelah lulus dari perguruan..."

Kata kata tsundere Sekar Embun itu membuat Arya dan Luna tertawa kecil dengan bahagia.

Luna yang masih memerah itu menundukkan kepalanya dan berbisik dengan suara yang sangat kecil, hampir tidak terdengar, "Aku... aku juga... Kepercayaan Luna sudah 95%... 5% lagi... 5% lagi Luna akan... akan menjadi istri resmi Arya juga... Jadi... jadi tolong... tolong tunggu Luna sedikit lagi... Luna akan berusaha keras untuk menjadi istri yang baik seperti Kakak Sekar..."

Mendengar pengakuan cinta tulus dari dua bidadari tercantik itu di bawah cahaya bulan purnama dan di tengah lautan bunga teratai es yang mekar indah, Arya merasakan kebahagiaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata kata.

Dia memeluk kedua bidadari itu dengan erat dan berbisik dengan penuh janji.

"Aku akan menunggu kalian berdua, seumur hidup pun aku akan menunggu. Karena kalian berdua adalah istriku, Istri Kaisar Abadi, yang akan menemaniku hingga puncak dunia ini dan bahkan hingga keabadian."

Di bawah cahaya bulan purnama yang indah itu, di tengah lautan bunga teratai es yang mekar abadi, tiga jiwa yang sudah menyatu melalui cinta sejati yang mengalahkan darah iblis seribu tahun itu berpelukan dengan erat, menatap masa depan yang cerah di depan mereka.

Badai darah di Arena Langit Biru sudah berakhir, tapi kisah cinta dan petualangan Kaisar Abadi dan Istri Istri Kaisarnya yang akan membersihkan sisa sisa Sekte Darah Hitam di seluruh Kekaisaran Langit Biru, menjelajahi Kolam Teratai Suci yang misterius tiga hari lagi, dan bahkan membangkitkan Leluhur Naga Langit sejati dengan hadiah Panggilan Leluhur Naga Langit Sejati x1 yang baru saja didapatkan Arya, baru saja akan dimulai.

Dan bab selanjutnya, akan menjadi bab di mana Arya akan menggunakan hadiah 15000 Poin Takdirnya untuk membuat kejutan besar bagi kedua istrinya di dalam Kolam Teratai Suci yang indah itu, kolam yang akan menjadi saksi dari cinta mereka yang semakin dalam.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!