NovelToon NovelToon
KARMILA

KARMILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:52
Nilai: 5
Nama Author: MAMI ADRIELLA20

"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."

Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."

Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...


yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih ada tempat ternyaman...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mepet banget harus kirim dokumen sekarang,mana dua hari lagi sudah harus masuk kampus. Apa aku urus kampus dulu baru ke kirim dokumen pengajuan... Seperti nya lebih baik begitu, suasana sore hari waktu yang tepat untuk aku melakukan validasi registrasi kemahasiswa-an padahal ya aku itu aku ambil kelas karyawan tapi tetap melakukan kewajiban seperti mahasiswa reguler, foto kartu tanda mahasiswa; pengambilan alamater dan lanjut tanda tangan berkas...

Dalam ruangan itu sekilas ada perasaan aneh merasuki ku, angin itu menghembuskan kerinduan dan membawa tenang tersendiri di hatiku. Aku tersenyum mendapati ternyata seorang pria ada dibelakang ku, kami sama-sama melakukan pendaftaran ternyata, Senyuman itu seperti tidak asing ku terima. Aku ingin menyapa nya tapi terlalu ramah untuk memulai percakapan.

"Andai aja bisa ketemu Abang itu lagi," batinku melewati ia, tas teng-teng cokelat berasa ringan padahal ada banyak barang di dalam nya. Aku berjalan tegap mempertahankan kewibawaan ku, sepertinya dia mantan anak angkatan atau semacamnya nya,lihat badan nya tinggi tegap. Bahkan ketika heels 7 cm di tambah tinggi ku 160 cm hanya mampu bersanding dengan bahu nya.

Dean menagih untuk aku datang ke bandara nanti nya kami akan berangkat sama menuju apartemen sewa untuk Dea beberapa hari belakangan. Aku sengaja mengambil dekat dengan kantor supaya dia bisa mantau aku kalau sudah pulang atau berangkat kerja.

"Kan jam 10 malam ya." kataku, tapi sebagai seorang yang pernah mencintai nya tak hayal aku memberikan perhatian lewat makanan, aku yakin dengan buat seporsi masakan buatan ku ia pasti merasa itu wujud cinta tulus dariku.

Di antara kesibukan kantor juga dengan schedule berpergian jauh masih tertimpa-timpa aku masih bisa ikut makan bareng dengan seorang atasan kebetulan dia sudah lama menaruh rasa dengan ku, ya secara aku cantik,tinggi dan sedikit berisi wajah ku itu Lo tempat ternyaman setiap orang cerita... Sayang nya dia sudah duda dan anak pertamanya sudah cukup besar untuk tau kalau aku bukan ibunya. "Bawa Rere aja pak," ucap ku sopan membawa Rere anaknya agar obrolan nanti nya tidak canggung, dia duda dua anak. Yang ku tau dua-dua itu anak adopsi mereka, dia tidak dapat memiliki anak sudah 10 Tahun lamanya menikah.Ini juga yang buat aku berpikir dua kali untuk jahat kepada dia, dia Lo sehabis istri nya meninggal baru cari pengganti kalau enggak mah terkenal setia ni bapak.

Kan di setujui, dia bawa anak-anaknya untuk makan malam dengan ku. Sengaja sehabis pulang kerja aku bawa mereka bermain ke mall terlebih dahulu, Bapak itu senang dengan perhatian ku kepada anak-anaknya, mereka juga enggak sungkan panggil aku Tante Mama, spesial bukan??

"Nanti aku turunin di Manggarai aja,mau ke bandara jemput sepupu." Kataku hendak meninggalkan mereka, padahal ya dia bisa aja antar aku langsung ke bandara karena tempat kami sudah lumayan dekat kesana.

"Makan malam aja dulu, nanti aku antar." ucap nya.Lihat lah ketika ia merangkul badan belakang ku terlihat seperti membawa anaknya bukan. "Eh re sini rangkul tangan Papa, bima aku aja yang gendong mbak." Kini kami berjalan bersama untuk makan malam, ia pergi sebentar sementara aku dan bibi nya sibuk untuk pesan makanan.

Seperti biasa selalu ada hadiah sehabis pertemuan seperti ini guna mempertahankan ADRIELLA tetap di pelukannya. "Kamu suka?" Wow semakin keren aja pilihan dia. "Tau aja tas impianku," aku memberikan senyuman terbaik tanpa sentuhan sudah menghasilkan 14 juta berupa tas dan sepatu.

Inilah wujud cinta yang selama ini ku dapatkan, cinta dengan bandrol.aku tau ia ingin keluarga kecil yang bahagia tapi dia juga mungkin tau caranya merendahkan ku,apa gunanya tanpa membuang struk belanjaan itu seolah itu menjadi ucapan tanpa bunyi bahwa "Aku Lo berikan harga segini untuk setiap pergi dengan mu?"

Aku tersenyum tunduk dalam hati aku menarik diri,ingin rasanya menangis. Aku Lo Tuhan sudah sedari kecil merasakan yang namanya di abaikan tibanya aku mendapatkan namanya perhatian dari seorang pasangan yang ku harapkan kenapa memperlakukan ku layak nya ibu ku, apa memang benar kata pepatah pohon yang tumbuh akan tetap menghasilkan buah serta pohon yang sama walaupun itu dibuang jauh sekalipun.

"Tante Mama, nanti waktu perpisahan sekolah kamu datang ya." Aku tersenyum manis "Kamu sudah ada rencana mau pake gaun apa?" Dia mengelus rambut ku, tanpa sadar aku menjadikan itu sebagai bahan renungan, seber- harga itu kah untuk menyentuh ku— makan malam tetap kondusif walaupun hati ku terus berperang di dalamnya.

"Terimakasih ya sudah kasih yang terbaik buat anak-anak," ia melepaskan ku ketika sudah sampai di bandara internasional.Lega rasanya kalau sudah keluar dari zona merah kenyamanan ku. "Jangan lupa uang jajan ku."

Jujur walaupun aku sudah menerima banyak sekali pemberian laki-laki tidak ada satu pun dari mereka yang berani minta berhubungan badan dengan ku, mungkin karena satu dan lain hal itu menjadi kan alasan ku untuk aku berhenti namun darimana kesenangan itu nanti nya ku dapatkan.

Menunggu tiga puluh menit lamanya untuk aku bertemu dengan-nya—laki-laki tinggi sedikit sawo matang dan ia sama tingginya dengan laki-laki yang ku temukan dikampus, ia selalu memeluk ku dengan air mata betapa bahagianya aku dulu ketika masih tulus mencintaimu, menyambut mu seperti ini merupakan suatu hal yang tak akan ku lewati prosesnya.

"Kamu makan gih." Aku mengeluarkan tas bekal dari tas ku, kan sesuai judul seporsi masakan ku. "Ih aku lapar banget sayang." Ia tidak lupa memberikan aku hadiah,"Eh" katanya terkejut melihat totabag besar yang ku bawa. " Kamu habis belanja?" Aku mengangguk pelan, ia terkejut dengan bill menerangkan harga tak masuk akal.

"Maaf ya aku belum bisa sebanding dengan biaya gaya kehidupan mu."

"Yahh." Datar dan cuek banget kan... begitulah aku jika sudah membenci.

" bismillahirrahmanirrahim" sepotong kalimat memperjelas hubungan kami tak dapat dilanjutkan. "Enak?" Ia mengangguk seraya tersenyum bahagia.

"Kamu tau alasan aku kenapa terus cinta sama kamu? Bukan tentang hanya fisik serta sikap mu yang menarik Dri, tapi sebelum ini perhatian mu,cara membantu seseorang ucapan lembut mu.cara mu memahami.Ke anggunan mu itu buat aku selalu mengingat mu, cuman aku pecundang yang gak siap kehilangan sebagian hidupku demi kamu, aku tau itu salah dan aku berharap aku masih bisa perbaiki nya."

"Enggak ada yang harus di sesalkan, kau berbahagialah dengan keputusan mu..."

"Keputusan ku?"

"Iya keputusan mu, walaupun wanita itu pilihan ibu mu! Kan keputusan mu memilih dia ada dihidup mu. Aku juga gak tau kamu

ngomong berapa kali ke dia satu kalimat ini. Jangan-jangan satu kalimat kamu bagi-bagi ke aku dan dia." Dia diam terlalu cepat membisu

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!