"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. aroma bangkai
Pematang sawah yang terlihat begitu dingin serta sejuk sekali sehingga Siapa saja yang datang ke sini pasti akan merasa nyaman dan betah, namun tidak untuk Revan karena saat ini dia datang ke tempat itu untuk mencari barang bukti yang tertinggal dari kematian Taufik, barangkali saja ada sesuatu yang bisa dia temukan dan menjadi barang bukti.
Terserah orang mau sibuk dengan urusan setan karena yang jelas dia tidak percaya bahwa keberadaan setan itu ada di dunia ini dan bahkan sampai membunuh orang, dia percaya bahwa Allah akan selalu melindungi manusia dan tidak akan pernah membiarkan umat mereka meninggal dalam keadaan seperti itu.
Sebenarnya tidak ada yang salah juga dengan pemikiran Revan namun dia mengabaikan satu hal karena terkadang iblis juga selalu ikut campur dalam dunia manusia, terlebih lagi ini masih belum dengan jelas diketahui Apakah itu murni sosok iblis atau manusia yang sedang menuntut ilmu hitam sehingga bekerja sama dengan sosok iblis itu.
Kalau sudah ada masalah seperti ini maka seluruh warga desa memang memiliki pikiran masing-masing dan tidak ada yang bisa memiliki pikiran jernih, bahkan Pak Lurah saja sudah kena hajar oleh Nana karena lurah di desa ini memang sedikit bermasalah karena dia begitu genit ketika melihat wanita cantik, belum kelar urusan yang sedang menimpa Desa mereka dan malah tambah lagi dengan urusan seperti itu.
''Kalau saja warga sini kompak semua untuk mencari tahu bahwa ini adalah ulah manusia. pasti akan segera ketemu.'' Revan berkata sendirian.
''Ini malah sibuk sendiri mengurus bahwa ini adalah perbuatan setan.'' keluh Revan karena dia merasa sangat kesal.
Wuuuusshh.
Wuussssh.
''Hai angin, sampaikan fakta kepada para Manusia itu bahwa tidak ada setan di dunia ini.'' Revan berkata pada angin yang berhembus.
''Bocah sialan, jadi Menurut mu aku ini apa bila tidak ada setan di dunia ini?!'' Nana yang sedang duduk merokok menjadi kesal setelah mendengar ucapan Revan.
Usai mencakar habis punggung Pak Lurah makanannya memang beristirahat di sawah ini untuk menenangkan diri terlebih dahulu dan berusaha mencari juga energi dari iblis itu, tapi yang datang malah anak manusia angkuh itu sehingga Nana yang sejak tadi mendengar menjadi kesal sendiri akan ucapan yang keluar dari mulut Revan.
''Rokok ku jadi tidak enak karena mendengar kau membacot terus seperti itu!'' Nana membanting rokok yang ada di tangan.
Cletiiik.
''Aduh!'' Revan tersentak kaget karena kaki Dia terkena percikan api namun dia tidak tahu itu berasal dari mana.
''Ha itu adalah api setan dan tadi kau mengatakan bahwa setan tidak ada di dunia ini.'' Nana menjawab.
''Oh ada orang sejak tadi ternyata di sana.'' Revan melirik pondok dan dia bisa melihat keberadaan Nana.
''Hemmm, Tunggu saja kau karena telah berani berkata aku seperti itu dan menentang keberadaan setan.'' Nana tersenyum manis karena dia sengaja menampakkan diri di depan Revan.
Revan sama sekali tidak mengetahui bahwa yang sedang duduk nongkrong di atas Pondok itu adalah sosok iblis yang begitu usil sekali, sepertinya hari ini nasib Revan begitu apa sekarang harus bertemu dengan Nana yang memiliki sifat tengil serta banyak tingkah itu, entah apa yang akan dia lakukan kepada pemuda tersebut.
''Cari apa kau?'' tegur Nana terlebih dahulu meski tidak ramah.
''Dia sangat cantik namun Attitude ketika bertanya sama sekali tidak ada.'' batin Revan di dalam hati.
''Hei Aku sedang bertanya kepada dirimu dan kau diam saja?'' Nana turun dan berdiri di depan Revan.
''Kau orang dari mana sehingga terlihat asing sekali?'' Revan balik bertanya karena dia merasa tidak kenal dengan Nana.
''Tapi aku bukan manusia sehingga wajar kalau kau tidak mengenal siapa aku.'' ujar Nana sambil tersenyum dengan sangat manis sekali.
Revan berdehem sekilas Karena sejujurnya dia juga agak terpesona melihat senyum dari kembang desa tersebut, meski sekarang Nana sudah menjadi setan gentayangan seperti ini namun tetap saja pesona kembang desa itu tidak bisa menghilang begitu saja dari dalam diri kucing hitam tersebut. setiap pria yang berbicara kepada dia dapat dipastikan akan merasa kagum, seolah ada daya tarik tersendiri di dalam diri Dewi kucing hitam itu.
Mungkin karena sejak menjadi manusia dia telah menyandang predikat sebagai kembang desa sehingga wajar ketika sudah menjadi arwah seperti ini maka dia tetap saja memiliki kecantikan yang tak memudar, ini saya Revan sama sekali tidak menyadari bahwa yang berdiri di depan dia sekarang adalah sosok arwah, arwah yang tidak pernah dia percaya hadir di dunia ini.
''Kau bicara apa?'' Revan bingung namun tetap penasaran.
''Setan!'' seringai Nana.
''Hahaaaaaaa!'' Revan malah tertawa kencang karena menurut dia saat ini Nana sedang bercanda.
''Bocah sial, tampaknya Kau sangat ingin mengajak aku bercanda seperti itu ya.'' Nana tidak ingin kalah dan segera berubah wujud menjadi sosok yang sangat menyeramkan sekali.
Sama ketika dia baru meninggal dunia dalam keadaan payudara membusuk serta bagian tubuh yang sudah tidak layak untuk dilihat, Revan yang baru saja tertawa kencang mendadak terdiam karena dia sama sekali tidak menyangka bahwa yang telah hadir di depan mata dia itu memang sosok iblis yang sangat mengerikan sekali.
''Hahaaaaaaa sekarang ganti aku yang tertawa kepada manusia seperti dirimu ini.'' Nana sangat puas melihat reaksi dari Revan.
''K... kau?!'' Revan gugup bukan main dan juga ada rasa tidak percaya di dalam hati.
''Ya, Aku adalah sosok iblis yang akan memakan manusia karena manusia itu tidak percaya dengan keberadaan para setan.'' Nana terus mendekat kepada Revan.
''Ughhhhk!'' Revan menutup mulut karena mencium aroma yang sangat tidak sedap.
''Eh kau jangan salah sangka ya karena itu bukan bau aku, Meski aku adalah iblis seperti ini Namun aku tidak memiliki aroma busuk seperti itu.'' Nana berusaha untuk klarifikasi tentang bahu tersebut.
Byuuuuuurrrr.
''Alah kok kau malah mandi di dalam sumur itu.'' Nana yang sedang mencari aroma bangkai malah kaget karena mendadak saja rekan jatuh ke dalam sumur.
''TOLOOOOOOONG!'' Revan berteriak keras karena dia sangat ketakutan sekarang.
''Ha sekarang kau ketakutan seperti ini, Eh tapi ini bau apa sih kok sangat mencolok sekali.'' Nana agak kurang fokus melihat Revan karena ada bau yang tidak sedap itu.
Bimbang karena dia bingung mau mengurus Revan terlebih dahulu atau mau langsung mencari sumber bau tersebut, telepon sendiri sudah kelabakan di dalam sumur itu karena dia sangat ketakutan dan berusaha untuk naik ke darat dan berlari meninggalkan area sawah Pak Beni.
Selamat siang, doain yang ini dapat duit ya biar bisa terus berjalan.
ikutan lega akuuhh..davin sm andi ada yg jaga👻
kyaknya orang2 yg pda mabok miras trus pura2 mletre alias mendem kuda kepang bakal di bantai habis SMA mereka
karena kebanyakan orang2 yg GK murni mletre itu bikin rusuh
untung ada Maharani yaa walaupun agak gesrek tapi dia baik kok jadi jangan takut yaa
maharai sesama kunti jangan saling bully parah ya kasihan kamu sumpel mulutnya sama daun pisang 🤣🤣
ada yg sama ga ya,yg judul sebelah kok di aku ilang ya,yg pembunuh bayaran itu Zora/zena🤔
teman2 gimana?