Pernikahan bukanlah akhir dari kebahagiaan. Tapi pernikahan, adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
Cinta tak selamanya indah, ketika apa yang di pertahankan dan di pertaruhkan kini menjadi alasan untuk di tinggalkan.
Bagaimana kisah kelanjutan pasangan muda mantan aktor ternama dengan seorang gadis yang selalu di manja oleh keluarganya.
Mampukah mereka menghadapi lika liku perjalanan rumah tangga yang sesungguhnya?
Ikuti terus kisah Batara dan Zefanya...
jangan lupa follow akun Noveltoon Mommy ya...
IG : Mommy_Ar29
Tiktok : Mommy_Ar95
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
...~Happy Reading~...
“Bagaimana soal perkembangan kasus Ben? Sudah dapat titik terang?” Batara mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang berada di samping kolam renang.
Usai menidurkan sang istri, Batara memutuskan untuk keluar dan menemui Alvin guna menanyakan perkembangan kabar selanjutnya tentang kasus yang di alami Ben. Laki laki yang mendapatkan pertanyaan itu, seketika langsung menghela napas nya dengan begitu berat.
“Sumpah Bat, kamu akan terkejut kalau aku cerita nanti,” jawab Alvin membuat dahi Batara langsung berkerut.
“Kenapa? Bukan Ben pelaku nya kan?” tanya Batara sedikit panik.
Tentu saja, melihat raut wajah Alvin yang seperti sedang memikirkan hal yang sangat berat tentu saja membuat nya sangat cemas. Khawatir jika ternyata kasus itu memang sangat berat lantaran Ben memang pelaku utama.
“Intinya, sebentar lagi. Tidak akan lama lagi, dia bisa bebas!”
“Bagaimana bisa? Maksud ku, gimana kok gitu? Eh apa sih, maksud gue ahh lo jelasin dong gimana perkembangan kasus nya, selama gue gak ada!” kata Batara kesal sendiri lantaran panik dan cemas membuat nada bicara nya sedikit berantakan.
“Bat, kamu inget saat pertama kita kenal sama Ben dulu gak?” tanya Alvin sedikit berbisik sambil mencondongkan wajah nya ke dekat Batara.
Batara terdiam, seolah mengingat ingat lagi bagaimana dulu awal mula persahabatan nya dengan Ben juga Alvin bermula. Ben adalah sosok yang sangat sederhana, tapi memiliki keluarga yang bisa di katakan sangat bahagia.
Jika Batara selalu bergelimang harta sejak kecil, dan Alvin yang selalu sulit. Posisi Ben berada di tengah, namun ia terlihat selalu bahagia, karena memiliki kedua orang tua yang selalu ada untuk nya. Berbeda dengan Batara yang meskipun banyak harta tapi ia hanya memiliki kasih sayang dari sang Oma. Sedangkan Alvin, laki laki itu memang di kelilingi keluarga cemara, akan tetapi secara ekonomi sedikit sulit.
“Kenapa emang nya?” tanya Batara semakin penasaran.
“Dia bukan anak kandung orang tuanya!” kata Alvin pelan, “Sumpah sih, aku gak nyangka banget pas nyari tahu tentang dia dan nemuin fakta kaya gini.”
“Fakta kaya gimana sih? Bisa gak lo kalau cerita jangan setengah setengah!” seru Batara yang semakin di buat kesal lantaran kurang bisa memahami perkataan Alvin yang hanya sepotong.
Dan Alvin pun langsung menjelaskan setelah mendapatkan amukan dari Batara. Selama beberapa hari, tepat nya satu mingguan ia merangkap menjadi seorang detektif untuk mencari bukti tentang siapa pelaku utama dalam kasus Inez, siapa sangka bahwa ternyata Alvin mendapatkan kejutan luar biasa tentang asal usul sahabat nya.
Yang mana salah satunya adalah, ternyata Ben bukanlah anak kandung dari orang tuanya. Dan selama ini, Ben hanya menyewa dua orang yang berbeda untuk menjadi orang tuanya. Bukankah itu sangat gila? Pikir Alvin.
Sementara itu, Batara yang mendengar penjelasan dari Alvin hanya bisa terdiam. Mencoba mencerna setiap kata yang di ucapkan oleh sahabat nya walau kurang bisa di percaya.
Rasanya sangat tidak mungkin jika Ben bisa menyewa orang sebagai keluarga hanya untuk menipu dirinya dan juga Alvin agar terlihat selalu bahagia. Lantas, jika memang ibunya Ben kini bukanlah orang tua kandung, lantas siapa keluarga Ben yang sesungguh nya. Apakah dia seorang anak pungut, tidak mungkin.
Karena Ben membayar orang untuk menjadi keluarga nya, bukan dia yang di angkat menjadi keluarga orang tersebut. Tapi, bagaimana dan siapa keluarga Ben sesungguhnya? Bersahabat belasan tahun, kini nyatanya Batara dan Alvin tidak ada yang tahu dan mengenal begitu dekat dengan sosok tersebut.
“Jadi, siapa Ben sebenarnya?” tanya Batara dengan pandangan mata yang begitu kosong, “Jika dia bisa membayar orang untuk meniu kita. Apakah mungkin, kalau kasus ini juga sebenarnya—“
...~To be continue .......
,/Grin//Grin/