20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
POV Danang 3
Danang tiba di pelabuhan Bakauheni pukul 07.15 wib. Ketika keluar pelabuhan ternyata masih ada bus DAMRI tujuan Bandar Lampung. Akhirnya Danang pun menaiki bus damri. Danang pun mengecek ponselnya memeriksa pesan yang masuk ke aplikasi WhatsApp nya. Ternyata tidak ada pesan yang masuk. Ia pun menyimpan kembali ponselnya. Dan kembali memejamkan matanya.
Pukul 09.00 wib Danang pun terbangun ternyata bus DAMRI sebentar lagi memasuki daerah kota Bandar Lampung, Danang pun bersiap untuk berhenti di pemberhentian terakhir. kondektur nya menyarankan untuk turun di depan bank mandiri dekat dengan pasar bambu kuning. Danang pun mengiyakan arahan sang kondektur.
pukul 09.45 wib Danang pun turun di depan bank mandiri. Dan ia pun memesan ojek online untuk menuju bunderan holand bakery menunggu bis tujuan Kotabumi Lampung Utara. Sampai di bunderan pukul 10.30 wib. Bis belum nampak di sana. Yang ada bis tujuan kota lain. Akhirnya Danang masuk ke Indomaret yang ada di sana dan membeli beberapa Snack untuk mengganjal rasa laparnya, perutnya baru terasa lapar setelah sampai di sini. Alhamdulillah akhirnya bis yang di tunggu pun tiba. Danang pun langsung lekas naik bis dan duduk di kursi yang tersedia.
Ketika sedang menikmati makanan yang dibeli barusan. Tiba - tiba ponselnya berdering. ternyata ibunya yang menelpon.
Danang : "assalamualaikum iya Mak nyak kak cakak bis haguk kutabumi (assalamualaikum emak saya sudah naik bis menuju Kotabumi), Danang sengaja berbahasa daerah agar dirinya aman di bus ini.
Emak :"yu kidah hati-hati, nanti Amun kak tigoh laju haguk tanah miring gawoh yu. Niku ngusung baju at? Ram minuk dija, jemoh derani ampai mulang serebok laju hunja luwot. (ya sudah hati-hati ya, kalau sudah sampai langsung ke tanah miring ya. Kamu bawa pakaian tidak? Kita menginap di sini, besok siang kita pulang sebentar dan kembali k sini lagi).
Danang:"ngusung Mak, gampang Sina. Api kak bela kumpul Kodo keluarga, uwak Rama radu dimandiko Kodo? Api Johan kak tigoh Dipa?(bawa Mak, gampang itu. Keluarga apa sudah kumpul semua, uwak Rama apakah sudah dimandikan? Johan bagaimana udah sampai dimana?)
Emak :"yu kak bela kumpul nyin dija. sija lagi siap-siap dimandiko. Johan kak tigoh jakarta, lagi Haga Cakak pesawat luwot haguk Lampung. Amun makdok sawatna cakna jam 2 an ya tigoh dija, ya kak pesan Amun jam 4 makkung tigoh. Bakdiya ayahna di koborko gawoh". (iya sudah berkumpul semua di sini. Ini sedang siap-siap dimandikan. Johan sudah sampai di Jakarta, sedang akan naik pesawat lagi ke Lampung. Jika tidak ada halangan jam 2 an mungkin 2 an dia sampai di rumah, dia sudah berpesan jika sampai jam 4 sore belum sampai di rumah, tidak apa-apa ayahnya dikubur kan saja). Emak pun menangis selesai bicara
Danang: " radu Mak dang miwang kasian uwak Rama, Tini biyak langkahna. Doako uwak Rama diterima Allah, di ampuni segala dosa, Johan lancar ranglayana". (udah Mak jangan menangis kasian uwak Rama, nanti langkahnya berat. Doakan saja uwak Rama diterima Allah, diampuni segala dosa, Johan lancar perjalanannya).
Emak :" yu Nang, hati-hati niku di ranglaya". (iya Nang, hati-hati kamu di jalan).
Danang :"iya Mak".
Danang pun sambil makan fikiran nya pun melayang jauh ke masa lalu, ketika ayahnya meninggal. Hanya wak Rama dan keluarga yang membantu. Sementara adiknya ayah, Tante dian dan Wak santi tidak ada yang mau membantu mereka. Dikarenakan mereka tidak setuju ayahnya menikah dengan ibunya yang bukan asli Lampung.
Susah payah ibunya berjualan di depan SD teladan untuk menghidupi dirinya, sampai akhirnya dia lulus SMA. Wak Rama lah yang membantu mengirimkan beras, telur dan minyak setiap bulan dan uang jajan dirinya. Sampai ketika lulus SMA Wak Rama menawarkan kuliah, namun Danang menolaknya. Dan akhirnya dia diberikan uang untuk modal merantau ke pulau Jawa. Ini adalah tahun ke tiga Danang merantau, iapun mengikuti nasihat uwaknya untuk berkuliah sebagai syarat jika ingin terlihat sukses dimata uwaknya harus kerja dan selesai S1.
rupanya benar yang dikatakan uwak, dia tidak sempat menyaksikan Danang lulus kuliah. Danang pun meringis sedih dibuat nya. Orang yang berjasa di kehidupan nya telah pergi. tanpa sempat Danang membalas kebaikannya.
Danang pun akhirnya beristighfar dan mendoakan uwaknya. Ia yakin pasti inilah jalan yang terbaik untuk keluarga yang di tinggalkan uwaknya.