NovelToon NovelToon
SAKIT

SAKIT

Status: tamat
Genre:Selingkuh / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Sakit, Mas! Apa yang kamu lakukan ke aku itu sangat menyakiti hatiku! Gimana bisa kamu ngelakuin ini ke aku, dan itu adalah adikku sendiri. Lalu kamu, kenapa kamu tega sama kakak mu ini haah!!"

Suara Swastamita bergetar hebat ketika berkata demikia kepada suaminya, Erdio Rasmaluyo.

Betapa tidak bergetar, rasa sakit di hatinya sangat nyata. Suami yang memintanya untuk melepaskan karinya demi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya ternyata malah berselingkuh dengan adik tirinya.

Yang lebih mengejutkan adalah, perselingkuhan yang dilakukan Erdio dan Medini itu diketahui oleh sang ibu.

Sakit hati Swastamita ketika mengetahui bahwa di rumah itu hanya dirinya yang tak tahu apa-apa.

Adik tiri yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri tega menjadi duri dalam daging pada rumah tangganya. Dan suami yang ia jadikan imam, malah menorehkan luka yang begitu dalam.

Bagaimana Swastamita menghadapi rasa sakit yang dirasakannya tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Keesokan harinya, pintu kamar Lingga diketuk dengan begtu keras. Lingga yang memang tidur kembali selepas sholat subuh merasa sangat kesal atas gangguan itu.

"LIntang, apaan sih! Brisik tahu. Mas masih pengen tidur bentar mumpung libur!" pekik Lingga dari dalam kamar. Dia menutup kepala dan telinganya dengan bantal karena suara ketukan pintu yang begitu keras itu.

Namun agaknya suara ketukan itu tak akan segera berhenti sebelum Lingga keluar kamar. Lingga pun kembali berteriak mengecam kelakuan Lintang. Padahal belum tentu juga adiknya yang melakukannya.

"Lintang brisiiik!!!"

"Mas apaan sih, bukan aku tauuuk. Suuzhon aja!" balas Lintang dari luar kamar yang tak kalah kencang suaranya. Ia kesal dituduh melakukan hal yang tidak dilakukan.

"Maaf ya Nduk, itu dua anak selalu kayak gitu kalau lagi ada di rumah semuanya,"ucap Asha kepada Mita yang saat ini tengah ada di meja makan.

Mita terbangun lebih awal karena kebiasaannya yang menyiapkan sarapan untuk keluarganya masih melekat. Ia yang ingin ke dapur dan membantu pekerjaan dapur langsung di larang saat ketahuan Asha.

"Sudah ada yang mengerjakan, jadi lebih baik ikut Ibu aja yuk."

Mita mengangguk canggung. Niat hati ingin bantu-bantu sebagai balasan karena sudah ditampung, tapi malah oleh nyonya rumah dirinya dilarang melakukan apa-apa.

Sehingga akhirnya Mita berakhir di sini, di meja makan yang sudah tersaji berbagai makanan. Ada makanan berat ada juga menu sarapan simple.

"Mbak, denger kan? Mas Lingga rese banget sumpah," gerutu Lintang. "Ih yang jadi istrinya mumet pasti ngadepin cowok rese kayak dia," imbuh Lintang.

Wajah gadis 20 tahun itu benar-benar menunjukkan rasa kesalnya. Sedangkan Mita, dia hanya tersenyum kecil. Lingga sungguh orang yang seperti memiliki dua kepribadian berbeda. Banyak sekali kejutan yang Mita lihat dari pria itu.

Mita tak bisa membayangkan bagaimana jika anak-anak di perusahaan tahu sikap pria ini pada keseharian bersama keluarganya. Ia yakin kalau diceritakan pasti tak akan ada yang percaya sebelum melihatnya sendiri.

"Lalu kalau bukan kamu siap~"

"Saya Bos, saya yang ngetuk pintu. Bukan Mbak Lintang."

Erghhhh

Lingga mengerutkan alisnya melihat seorang pria yang ada di depan kamarnya. Pria yang tentu sangat dikenalnya.

"Ngapain kamu di sini?"

"Jemput Bos lah. Hari ini jadwal Bos tuh padet. Makanya, tak boleh ada kata libur diantara kita."

Lingga mengusap wajahnya kasar. Dia sungguh ingin libur barang sehari, maka dari itu dia tidak mengabari Bari sang asisten pribadi. Karena kalau Bari tahu, pasti akan seperti ini jadinya.

"Elaah Bar, tunda besok aja napa?" keluh Lingga masih dengan wajah kusut, rambut acak-acakan dan bahkan memeluk guling.

"No no no, tidak bisa diundur lagi Tuan Muda. Soalnya kemarin Yang Mulia Tuan Lingga sudah absen. Jadi jadwal yang seharusnya kemarin diundur di hari ini, dan hari ini wajib fardu ain harus dilakukan."

Tck!

Lingga berdecak kesak. Kali ini dia tidak bisa membantah Bari. Kali ini sebagai atasan, dia tunduk kepada bawahannya. Semua itu sebenarnya juga karena ulahnya sendiri. Jadi mau tidak mau, sekarang Lingga harus mengikuti Bari.

"Ya udah tunggu, aku siap-siap. Oh iya, udah ketemu Mita. Kamu hubungi Wilson, minta dia buat dampingi Mita. Temui dulu Mita sana," ucap Lingga sambil menutup pintu kamarnya.

Sebenarnya Bari tadi sudah bertemu Mita ketika baru saja sampai kediaman Darsuki. Ia jelas terkejut mendapati Mita ada di sana. Bari juga tahu tentang Mita yang menikah lalu resign dari perusahaan.

Pria itu pun menjadi bertanya-tanya mengapa Mita ada di rumah ini. Dan sebenarnya kedatangan Bari ke kediaman Darsuki bukan atas keinginannya sendir. Sang Tuan Besar menelponnya, meminta Bari datang untuk membawa Lingga pergi.

"Sebenarnya ada apa ya ini?" tanya Bari dalam hatinya.

Bari berjalan menuju ke ruang makan. Dia juga lumayan dekat dengan keluarga ini karena termasuk sering juga datang meski awalnya untuk urusan pekerjaan. Bari juga akrab dengan keluarga dari bosnya tu, sehingga duduk berkabung di meja makan bukan hal yang baru baginya.

"Mbak Mit, gimana kabar? Tadi cuma say hello aja karena buru-buru ketemu Pak Bos," sapa Bari kepada Mita.

"Alhamdulillah baik Pak Bari. Senang bisa melihat Pak Bari lagi,"jawab Mita. Namanya juga sapaan basa-basi, maka jawabannya pun basa-basi.

Karena mana ada situasi dan konsisi yang baik setelah apa yang dialaminya. Perselingkuhan suami dan adiknya tak mungkin merupakan sebuah kabar yang baik.

Setelah menyapa Mita, Bari juga menyapa seluruh anggota keluarga rumah itu. Dia sedikit berbasa-basi, lalu mengonfirmasi perintah Lingga soal membawa Wilson kepada Mita.

"Tadi Pak Bos bilang suruh Wilson untuk menemui Mbak Mita. Kalau boleh tahu, ada apa ya Mbak? Biar aku lebih mudah nyampeinnya," ucap Bari to the point. Dia tak ingin berbasa-basi lagi sekarang.

"Sebenarnya aku tidak butuh pendampingan pengacara. Tapi Pak Lingga kukuh memberi pengacara agar prosesnya lancar. Saat ini aku sedang proses cerai dengan suamiku."

Eh?

Bari terkejut bukan main. Meski tak tahu secara persis, tapi setahu dirinya Mita sangat mencinta sang suami. Hubungan mereka juga bukan yang sebentar. Jadi sangat mengejutkan mendengar Mita sedang dalam proses cerai.

"Oh begitu, baik nanti aku sampaikan ke Wilson,"ucap Bari. Dia sedikit merasa tidak enak membahas hal kurang baik itu di hari yang masih pagi.

Tak lama kemudian Lingga muncul. Pria itu sudah rapi dengan setelan jas nya dan siap untuk berangkat bekerja.

Sreeek

Lingga menarik kursi dan duduk di sana membaur dengan semua orang yang sudah memulai acara makan pagi mereka. Pria itu mengambil satu potong roti, dan memakannya begitu saja tanpa menambahkan apapun.

Cetak!

"Maaas!!" pekik Lintang ketika keningnya disentil oleh Lingga.

"Mas, jangan usil sama adiknya. Ih Ibu heran banget deh, kalian itu kayak anak TK," ucap Asha dengan mata yang menatap tajam.

Berbeda dengan Asha yang langsung bersuara, Adam hanya mendengus pelan. Ia benar-benar heran, kapan anak-anaknya ini akan dewasa. Namun hal-hal seperti ini yang cukup membuat rindu jika mereka tak ada di rumah.

"Sudah, makan yang bener lah. Nah Mita, gimana tidur mu? Apa cukup baik?" ucap Adam.

"Alhamdulillah baik, Pak. Terimakasih untuk Bapak dan Ibu yang mengizinkan saya ada di sini. Saya janji tidak akan lama," jawab Mita.

"Nggak perlu buru-buru. Selesaikan dulu hati mu, setelah itu kamu bisa memutuskan akan melakukan apa. Tinggallah dengan nyaman, tanpa memikirkan apapun," balas Adam.

Mita menganggukkan kepalanya, tanpa disadari, air mata miliknya terjun bebas. Dan berakhir dengan isakan. Asha yang berada di sisi Mita langsung memeluk wanita itu. Dia juga menepuk punggung Mita dengan lembut.

"Nggak apa-apa. Nangis aja, boleh kok. Semua akan baik-baik aja nduk, kamu boleh menangis sebanyak apapun,"ucap Asha.

Mita merasa sangat malu sekarang ini, terlebih semua yang ada di meja makan itu langsung terdiam. Namun dia tak bisa mengontrol air matanya itu. Ketika ada orang yang menyampaikan kata-kata dukungan, air mata itu malah meluncur dengan sendirinya.

"Terimakasih."

TBC

Bismillah, retensi karya ini mepet sangat ya manteman. Tapi aku bakalan tetep lanjutkan sampai selesai. Makasih yang masih mau baca. lop yu all sekebon.

1
bibuk Hannan & Afnan
oh pantesan saudara dan ibu tiri ternyata makanya berhianat.
bibuk Hannan & Afnan
pasa=pasar
typo kak
Dew666
Loh loh tamat
Mala Sari
gudluc as always ya thor❤️
Damar Pawitra: kakakku cintaaas, makasih ...🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ka,gpp apapun itu yg penting KK nyaman semangat ya ka
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: hihihi,,,, terima kasih KK buat semua karyamu
total 2 replies
dewi rofiqoh
Ditunggu karya terbarunya kak
Damar Pawitra: huhuhu makasih ya udah baca karya" aku. aku minta maaf kalau masih banyak kurangnya 🤗🤗🤗🙏🙏
total 1 replies
Yulia Fitri
kok kyak gantung gtu sih thor,tmatnya?
stidak nya kasih epilog lh,spya tau lingga nnggu Mita menerima perasaannya brapa lama,,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: ya,ka semangat terimakasih sudah bertahan selama ini
total 4 replies
ElHi
tarik ulur nih🤣🤣
dewi rofiqoh
Siap2 aja mit! Kamu pasti bakal dapat kejutan dari lingga 🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ga tau ajh km lingga LG menyusun strategi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
beeeeuuuuhhh dah mulai posesif nih
Iffanaya 😽
pas awal denger suara aneh di kamar adek nya knp dobrak aja sih greget bgt 😠 ibu nya jg gila
ElHi
🤣🤣🤣🤣🤣
ElHi
coba dl lah gpp .ditolak yaa ntar maju LG.....gada ruginya 🤣🤣
ElHi
mau mulainya drmn ya Lingga???🤣🤣
ind@h
langsung tembak aja pak lingga 🤭🤭 jgn lama²..keburu mita buka hati buat yg lain..
Dew666
Betul betul betul
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
lebih baik mencoba daripada g tau kmn arahnya
ElHi
kebakar ya om Lingga🤣🤣🤣🤣
ind@h
boleh minta dbl up g sih. 🤭🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!