Setiap rumah tangga pasti memiliki ujiannya masing-masing. Tergantung kita, apakah bisa menyikapinya dengan baik atau justru semakin memperburuk keadaan.
Rasa cinta Zarina Febrianti diuji saat sang suami mendapatkan masalah. Dia terjebak ke dalam hubungan gelap dengan seorang pria asing yang dikenal melalui media sosial.
Semua hancur ketika Robby, sang suami tahu bahwa anak sang istri bukan berasal dari benihnya. Bagaimana Zarina akan menjalani kehidupan bersama anak hasil perselingkuhan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurma Azalia Miftahpoenya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Ibu
Zarina menghela napas panjang. Perkataan Tania begitu melukai hatinya. Dia tahu dalam hal ini semua terjadi atas kesalahannya. Namun, walau bagaimanapun Zarina adalah manusia biasa yang juga bisa terluka.
"Mbak Tania benar dan aku sadar. Semua terjadi karena aku tidak bersyukur memiliki suami seperti Mas Robby. Untuk itu, aku ikhlas melepaskannya. Rina permisi, Mbak," pamit Zarina.
Setelah mengatakan hal itu, Zarina melangkahkan kakinya menuju kamar. Dia berniat membereskan pakaian miliknya serta sang putra. Demi kebaikan bersama, Zarina bertekad akan pergi meninggalkan Robby.
Tanpa mereka sadari, di balik pintu rumah sederhana itu, seorang wanita paruh baya berdiri tertegun setelah mendengar keributan yang terjadi di rumah itu. Wanita paruh baya itu memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sakit. Tidak berselang lama, tubuhnya luruh ke lantai dengan kedua mata terpejam.
Sementara itu, Robby yang sejak tadi hanya diam saja kini ikut mengayunkan kakinya. Namun, bukan untuk mengikuti Zarina, tetapi untuk keluar dari rumah.
"Kamu mau ke mana, Rob?"
"Keluar, Mbak. Aku butuh waktu untuk menenangkan diri," jawab Robby sambil membuka pintu rumahnya.
Begitu pintu terbuka, Robby terkejut saat melihat tubuh seseorang tergeletak di depan pintu rumahnya. Meskipun posisi seseorang itu sedikit tertelungkup, akan tetapi Robby dapat mengenali wanita itu melalui pakaian yang dikenakan oleh wanita tersebut.
"Ibu!" pekik Robby langsung menjatuhkan dirinya di samping tubuh tidak berdaya ibunya.
Tania berlari keluar setelah mendengar suara teriakan sang adik. Wanita dewasa itu membulatkan matanya saat melihat tubuh lemah sang ibu berada di pangkuan adiknya.
"Ibu kenapa, Rob?" tanya Tania cemas.
"Robby enggak tahu, Mbak. Tapi sepertinya jantung ibu kumat lagi. Sekarang panggilkan ambulance dulu!"
Tanpa menunggu lama lagi, Tania segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Robby. Wanita dewasa itu menelepon rumah sakit agar mengirimkan ambulance ke rumah sang adik.
*****
Robby menatap sedih tubuh renta ibunya yang terpasang beberapa alat medis. Wanita yang sudah melahirkannya tiga puluh lima tahun silam, hingga saat ini belum juga sadar.
Terlalu lelah dan stres dengan permasalahan yang ada, Robby tanpa sadar tertidur dengan posisi duduk di samping ranjang pasien tempat dimana sang ibu terbaring tidak berdaya.
Keesokan harinya, Robby mengerjapkan matanya saat merasakan ada tangan yang membelai kepalanya dengan lembut. Samar-samar telinganya juga dapat menangkap isakan tangis seorang wanita. Perlahan-lahan Robby pun mengangkat kepalanya.
"Ibu!" pekik Robby terkejut.
"Rob," panggil Mariana dengan suara rendah.
"Ibu sudah sadar, biarkan Robby panggil dokter dulu."
Mariana dengan cepat menggapai tangan sang putra untuk menahannya pergi. Gelengan kecil dilakukan oleh sang ibu yang seketika membuat Robby merasa bingung.
"Tidak perlu, Rob. Ibu baik-baik saja," ucapnya mencegah sang putra.
"Tapi, Robby tidak ingin ibu kenapa-kenapa," bantah Robby.
"Duduklah, Rob! Ibu perlu bicara," ucapnya tanpa bisa dibantah.
Robby terpaksa menurut, dia kembali mendudukkan dirinya di kursi. Netranya menatap kedua mata wanita tua itu yang sedikit basah oleh air mata.
"Ibu kenapa menangis? Apakah ada yang sakit? Biar Robby panggilkan dokter sebentar," ucap Robby yang masih saja khawatir.
"Ibu hanya sedih, Rob. Ibu tidak menyangka kamu akan mengalami peristiwa itu," ujar Mariana yang langsung membuat Robby paham, ibunya Anfal pasti karena mendengar percakapan antara Tania dan Zarina.
"Ibu tidak perlu memikirkan itu, Bu. Robby baik-baik saja."
"Kamu tidak baik-baik saja, Rob. Ibu tahu kamu hancur. Kamu sangat mencintainya, 'kan?"
"Bu, Robby sudah dewasa. Robby tahu apa yang terbaik untuk Robby," jawab Robby enggan membahas perkara perasaannya.
"Kalau kamu tahu yang terbaik, kenapa tidak kamu ceraikan dia?"
"Karena Robby lemah, Bu. Robby terlalu bodoh jika memaafkan Rina dengan mudah," sela Tania yang baru saja masuk.
"Rob, apa yang dikatakan oleh Mbakmu itu benar. Kamu bodoh jika memaafkan kesalahan fatal Zarina dengan mudahnya. Seburuk apapun rumah tangga, tidak ada pembenaran atas sebuah perselingkuhan."
"Sekarang ibu sudah tahu tentang permasalahan ini. Kamu tidak memiliki alasan lagi untuk tidak menceraikan dia, Rob! Ceraikan dia, secepatnya!"
"Rob, ibu minta ceraikan Zarina secepatnya. Ibu tidak bisa menerima anak ibu disakiti seperti ini."
diselingkuhi, istri yang selingkuh bukan nya menyesal dan sujud minta maaf padanya tapi istri seakan tidak merasa bersalah pada Robby dan segampang itu pergi dan tinggal Robby, dan Robby malah dibuat menderita karena berpisah dengan istri jahanamnya, malah Robby yang dibuat mengejar2 dan berjuang merebut cinta istri jahanamnya
kalau hidup author dibuat kayak Robby, adil tidak author rasakan
hor jadi orang harus punya hati juga sedikit jangan mentang author wanita dan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita jadi author seenak buat karakter pria kayak lelaki bodoh dan tidak punya harga diri
ini yang jadi masalah karena ratusan novel yang konfliknya
suami selingkuh
* suami dibuat menderita, menyesal, mengemis minta maaf, berjuang mati2an dapat kesempatan dan mengejar istri yang pergi
*pemseran utama wanita tegas pergi dan tidak mudah memaafkan
*novel hadir lelaki lain yang baik dan berkesempatan besar menggantikan posisi pemeran utama pria (bukti banyak novel pemeran utama pria digantikan PEBINOR)
*semua orang yang peduli pada istri dicap orang baik dan semua orang akan melaknat perbuatan suami
yang jadi masalah dinovel2 (banyak sekali novel). karena berbanding terbaik jika konfliknya pemeran utama wanita (istri) yang selingkuh
*istri hanya menyesal, paling jauh hanya minta maaf dan mudah sekali dimaafkan, tidak dibuat berjuang, tidak dibuat mengemis, tidak dibuat mengejar suami, malah dia yang dia buat pergi tinggalkan suaminya tampa peduli perasaan sakit hati suami, yang paling parah sebagian novel malah membenarkan perselingkuha itu dan satu lagi posisi pemeran utama wanita aman 100%, tidak akan tergantikan
*suami dibuat karakternya bodoh, kayak tidak punya harga diri yang Terima saja dan mudah memaafkan dan malah sang suami dibuat balik berjuang
*lelaki selingkuhan sebagian novel dilaknat tapi ada sebagian novel lelaki ini dispesialkan dan diistimewakan dan akhirnya juga bahagia dan malah ada beberapa novel lelaki tetap berhasil merebut istri orang dan mengantikan posisi pemeran utama pria
beda dari yg lain