NovelToon NovelToon
Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Wanita Karir / Penyesalan Suami
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.

Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.

Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.

Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.

Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Pagi sudah tiba, Naila menyambut nya dengan bahagia. Dia melakukan aktifitas nya dengan tenang, tidak ada lagi suara - suara sumbang yang yang memberi nya perintah.

Kini Naila lebih bersemangat menyambut masa depan nya, dia sudah bersiap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Termasuk menghadapi Rivan dan keluarga nya, Naila sangat yakin mereka akan melakukan suatu hal yang tidak terduga.

Ponsel Naila berdering, saat dia sedang berada di dalam perjalanan menuju ke kantor nya. Naila melihat siapa yang menelepon nya, seketika Naila langsung tersenyum tipis saat dia sadar siapa yang menelepon nya.

"Hallo Mas,,,!" Sapa Naila.

"Naila, cepat katakan di mana kau tinggal sekarang! Kami akan memaafkan mu jika kau mengatakan nya!" Rivan berkata tanpa basa - basi.

"Untuk apa kau ingin tahu aku tinggal di mana sekarang? Mau menjadikan aku pembantu kalian lagi?" Tanya Naila dengan sinis.

"Naila, kau adalah istri ku dan sudah menjadi kewajiban mu melayani semua keluarga ku!" Kembali Rivan berkata dengan enteng nya.

"Maaf, mulai sekarang aku tidak sudi lagi di jadikan pembantu gratisan oleh keluarga mu. Hidup ku terlalu berharga jika harus di habis kan dengan melayani orang - orang licik seperti kalian!" Jawab Naila lagi.

"Naila, besok aku dan Mbak Yuni harus bekerja. Cepat katakan di mana kau tinggal sekarang, aku dan yang lain nya akan segera kesana!" Kembali Rivan memaksa Naila.

"Silahkan saja jika kau dan mbak Yuni mau pergi bekerja, aku tidak perduli!" Balas Naila lagi.

"Nai, aku mau menggunakan mobil ke kantor besok dan kau harus menjaga Aira saat mbak Yuni bekerja. Sekarang cepat katakan di mana kau tinggal saat ini!!!" Seperti nya Rivan mulai kehilangan kesabaran menghadapi Naila.

"Aira bukan putri ku, lalu kenapa aku harus menjaga nya? Aku juga harus bekerja, aku bukan pengasuh anak kakak mu!" Balas Naila dengan ketus.

"Naila, jangan menguji kesabaran ku. Aku bisa membuat kau lebih menderita, jika kau berani membantah ucapan ku!" Rivan mengancam Naila.

"Aku tidak perduli mas pada kau dan keluarga mu, jangan menganggu ku!" Lalu Naila pun memutus kan sambungan telepon secara sepihak.

Naila tidak ingin merusak mood nya dengan terlalu lama berdebat dengan Rivan, waktu nya terlalu berharga. Kini Naila sudah tidak sebodoh yang mereka kira, Naila tidak bisa lagi di kendalikan oleh Rivan dan keluarga nya.

Sementara itu, di rumah sempit dan kumuh itu Rivan sedang sangat marah. Dia begitu marah karen Naila sudah berani membantah nya, Naila tidak membiarkan mereka semua mengetahui di mana dia tinggal sekarang.

"Rivan, apa yang harus kita lakukan? Mbak tidak mau terus tinggal di rumah sempit dan kumuh ini. Aira bisa sakit jika kelamaan di sini!" Yuni berkata pada adik nya.

"Rivan, kita harus melakukan sesuatu. Kita tidak bisa membiarkan Naila melakukan sesuatu pada kita, bagai mana pun cara nya kita harus membalas nya!" Bu Rima mulai menghasut putra nya.

"Sampai saat ini kita semua tidak ada yang tahu, di mana Naila berada!. Sekarang Naila menyembunyikan diri nya dari kita, kita harus melaukan sesuatu agar Naila muncul di hadapan kita!" Rivan berkata pada keluarga nya.

"Kamu benar Van, kota harus bisa memancing Naila keluar. Dengan begitu kita akan tahu di mana dia tinggal sekarang, tapi apa yang harus kita lakukan?" Tanya Yuni lagi.

Semua orang tampak berfikir keras, mereka memikir kan baga mana cara nya agar Naila bisa datang ke hadapan mereka. Dengan begitu mereka bisa memaksa Naila lagi, untuk menajdi budak mereka.

"Rivan, Naila sangat menyayangi keluarga nya. Bagai mana jika kita gunakan keluarga nya, agar Naila muncul di hadapan kita!" Yuni memberi usul pada adik nya.

"Tapi mbak, mbak dengar sendiri kan bahwa saat ini Naila tidak ada di sana!" Rivan berkata sambil menggeleng kan kepala nya.

"Rivan, memang benar saat ini Naila tidak ada di sana. Tapi jika kita bisa menekan keluarga nya, aku yakin Naila pasti akan muncul. Dia tidak akan membiarkan keluarga nya malu, dan kita bisa memanfaatkan hal itu!" Yuni menjelaskan maksud nya.

"Mbak mu benar Van, kota akan gunakan keluarga nya untuk memancing Naila keluar. Kita buat saja kerusuhan di depan keluarga nya, kita buat keluarga nya malu. Ibu yakin, Naila pasti akan muncul untuk membantu keluarga nya!" Bu Rima setuju dengan apa yang di katakan oleh putri nya.

"Kalian semua benar, kita harus menggunakan keluarga nya sebagai umpan untuk memancing Naila keluar!" Rivan tersenyum sinis.

Rivan tahu persis, Naila tidak akan pernah membiarkan keluarga nya di permalukan di depan masyarakat desa. Dengan begitu Naila pasti akan keluar untuk membela mereka.

"Sekarang, kita harus bersiap. Kita akan menuju ke kampung halaman nya Naila!" Rivan berkata pada keluarga nya.

"Kita ke sana menggunakan apa, Van?" Tanya Yuni pada adik nya.

"Kita naik bis saja mbak!" Jawab Rivan.

"Van, mbak tidak mua naik bis. Di dalam nya pasti penuh dan pengap, di tambah lagi pasti kita harus berdesak- desakan di dalam nya!" Yuni menolak untuk pergi menggunakn bis.

"Mbak aku tidak punya banyak uang lagi untuk sewa mobil, uang ku sudah habis untuk kita liburan kemarin! Jika mbak punya uang, maka gunakan uang mbak!" Ujar Rivan dengan kesal.

"Mbak juga tidak punya uang!" Jawab Yuni dengan wajah cemberut nya.

Padahal selama ini Yuni dan Alan, suami nya semua nya bekerja. Makan dan tempat tinggal di tanggung oleh Rivan, bahkan mereka berdua tinggal secara gratis dan tidak pernah membantu pengeluaran di rumah. Tapi Yuni selalu mengatakan bahwa dia tidak punya uang, bahkan sering meminta uang pada Rivan.

"Cepat lah, kita harus berangkat dengan menumpang bis pagi. Agar nanti siang kita bisa tiba di sana!" Rivan mengingat kan keluarga nya.

Tanpa membuang waktu lagi, mereka semua segera bersiap. Bu Rima sudah mengarang cerita di otak nya, untuk menjatuhkan Naila di depan warga kampung nanti. Dia benar - benar tidak rela jika Naila lepas begitu saja dari genggaman mereka.

"Van, pasti bis nya tidak nyaman. Lihat lah penumpang nya sudah berjubel begini!" Ujar Yuni saat mereka tiba di loket bis.

"Mau bagai mana lagi? Kita tidak punya banyak waktu lagi, kita harus menemukan keberadaan Naila secepat nya, jika tidak maka kita akan tetap tinggal di tempat kumuh itu!" Jawab Rivan sambil berjalan memasuki bis itu.

Dengan wajah lesu, semua orang mengikuti langkah kaki Rivan. Hari ini mereka harus membuang gengsi mereka jauh- jauh, demi bisa membawa Naila kembali pada mereka. Tanpa Naila, hidup mereka benar - benar kacau.

1
Heni Setiyaningsih
kpn othor membuang klrg Rivan 🤣
nyebelin banget
Noey Aprilia
Naila....ngpn jg tiap ada yg nlpn msti d jwab,apa lg para benalu..mnding blokir aja no mreka,atw gnti no sklian....rpot bgt msti adu bacot....😡😡😡
Arin
Setiap orang yang diperlakukan begitu tiap hari, apalagi dirumahnya sendiri pasti akan berontak. Biarpun orang itu dulunya pendiam. Keluarga Rivan pengin apa-apa diturutin tapi gak bermodal
Noey Aprilia
Diihhhh......
bisa2nya nduh orng smbrangn,pdhl dia sndri yg slingkuh....jd laki2 kere aja sok2an miara slingkuhan....😫😫😫
Heni Setiyaningsih
tetap sehat dan semangat Thor 😍💪
next double up ya atau crazy up gitu Thor 😄😄
Arin
Kenapa bukti kemarin gak di kirim ke Yuni. Biar Yuni sibuk urusin Alan. Gak sibuk urus Naila terus
mauza
up
mauza
next
mauza
up
mauza
lanjutt
mauza
semangat mb naila
mauza
next
mauza
up👍👍👍
Ayunda
lelet
Noey Aprilia
naila msti lbih tgas dong...
msa udh d ftnah dn d bkin malu d dpn bnyak orng,tp msih diem aja....tar lma2 kluarga benalu mkin gila....
sri hastuti
kenapa sih thor kelamaan, naila hrs tegas hadapi keluarga spt itu, ahhh gak sabar ,bikin jengkel aja 😡😡😡😡
Zhafran Althaf
udah nai penjarakan saja semuanya kelamaan
Noey Aprilia
Cptn urus surat guggtan cerai k pngadilan,jgn cma diem aja....udh tau kluarga parasit,tp msih sntai aja....herannn.....
Allea
karena lo terlalu santuyyyy nay saking santuynya hobi bener dihina2 diem bae ga ada gebrakannya samsek ,masa sih harus ngapus lagi dari daftar pustaka
Ayunda
kelamaan mikir cuma bilng mo cerai mo buat menderita tp cuma omng doang g ada bukti nya terlalu lemah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!