NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:154.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Batasan di Balik Pintu Kamar

Suara engsel pintu jati yang bergeser pelan terdengar seperti dentang lonceng kematian di telinga Nayara.

Gaun pengantin putih berbahan brokat mewah yang melekat di tubuhnya mendadak terasa seberat timah. Kamar utama kediaman Dewangga begitu luas, megah, dan wangi aromaterapi melati yang menenangkan. Namun bagi Naya, ruangan ini tidak lebih dari sebuah sangkar emas yang pengap.

Di depan cermin besar, Arkananta berdiri. Pria itu baru saja melepas jas hitamnya, menyisakan kemeja putih yang kancing teratasnya sudah dibuka. Tidak ada binar bahagia di wajah tampan berahang tegas itu. Hanya ada gurat lelah dan tatapan sekeras batu es.

Naya masih berdiri mematung di dekat ranjang berukuran king size yang bertabur kelopak mawar merah. Jemarinya saling bertautan, meremas kain gaunnya sendiri untuk meredam gemetar.

"Duduk, Nayara."

Suara Arka bariton, datar, tanpa riak emosi sedikit pun. Ia berbalik, memegang sebuah map kulit berwarna hitam di tangan kanannya.

Naya menelan ludah yang terasa menyumbat tenggorokan. Ia melangkah pelan, lalu duduk di tepi sofa beludru. Arka menyusul, mengambil posisi di sofa tunggal yang berseberangan dengan Naya. Jarak mereka hanya terpisah oleh sebuah meja kaca kecil, namun rasanya seperti membentang ribuan kilometer.

Plak.

Map hitam itu diletakkan di atas meja kaca dengan tekanan yang sengaja diperkuat.

"Buka dan baca," perintah Arka dingin.

Naya menatap map itu, lalu beralih ke mata elang Arka. "Apa ini, Mas Arka?"

Arka mendengus sinis, menyandarkan punggungnya ke sofa sambil bersedekap. "Jangan panggil aku dengan sebutan itu jika kita sedang berdua. Terlalu menggelikan untuk didengar."

Naya tertegun. Detak jantungnya kian berpacu liar. "Lalu ... saya harus memanggil apa?"

"Tuan Arka, atau Arka saja. Terserah kamu," sahutnya acuh tak acuh. "Sekarang buka map itu. Itu adalah alasan kenapa kamu bisa berdiri di rumah ini dan memakai gaun mahal itu malam ini."

Dengan tangan yang masih gemetar, Naya membuka simpul tali map tersebut. Lembar demi lembar kertas putih bersih di dalamnya memuat barisan tulisan formal. Di bagian atas halaman pertama, tercetak tebal sebuah judul: Surat Perjanjian Kesepakatan Rumah Tangga.

Naya membaca lembar pertama dengan cepat, dan seketika wajahnya pias. "Kontrak ... Pernikahan?"

"Ya. Pernikahan kontrak. Lebih tepatnya, sebuah transaksi bisnis yang saling menguntungkan," ucap Arka, nadanya santai seolah sedang membicarakan cuaca. "Pernikahan yang tadi siang disaksikan ratusan orang itu murni di atas kertas. Hanya untuk publik, dan terutama untuk keluarga besarku."

Naya mengangkat wajahnya, menatap lurus ke dalam manik mata pria yang kini sah menjadi suaminya secara hukum dan agama. "Jadi, semua kemesraan yang kamu tunjukkan di pelaminan tadi ...?"

"Sandiwara," potong Arka cepat. "Dan aku harap kamu adalah aktris yang baik, karena mulai besok, kamu harus memerankan posisi 'Nyonya Dewangga' dengan sempurna di depan media dan ibuku."

Naya mencengkeram pinggiran map. "Kenapa harus dengan cara seperti ini? Kalau kamu hanya butuh istri pajangan, ada banyak wanita dari kalanganmu yang antre untuk posisi ini, Arka. Kenapa harus saya?"

Arka memajukan tubuhnya, menumpukan kedua siku di lutut. Tatapannya menajam, mengunci pergerakan Naya. "Karena kamu yang paling aman, Nayara. Kamu butuh uang dalam jumlah besar untuk melunasi utang mendiang ayahmu dan membiayai pengobatan ibumu yang sakit sakitan, bukan? Dan aku, butuh seorang ibu yang tulus untuk Kenzie, tapi tidak punya hak atau ambisi untuk menguasai harta Dewangga."

Kata-kata itu menghantam hulu hati Naya. Menyakitkan, tapi kenyataan itu tak bisa ia bantah. Ibunya membutuhkan operasi besar bulan depan, dan tanpa dana dari Arka, Naya tidak tahu harus mengemis ke mana lagi.

"Aku memilihmu karena kamu tidak punya kekuatan untuk melawanku jika suatu saat kamu berniat macam-macam," lanjut Arka tanpa belas kasihan. "Sekarang, perhatikan poin-poin penting di halaman kedua."

Naya membalik halaman dengan jari yang mendingin. Ia membaca poin demi poin yang tertulis di sana secara lantang dengan suara yang agak bergetar.

"Poin pertama," ucap Naya, menjeda sejenak. "Pernikahan ini berlangsung selama dua tahun. Setelah dua tahun, kedua belah pihak sepakat untuk berpisah secara baik-baik dengan alasan ketidakcocokan."

"Betul. Dua tahun sudah lebih dari cukup untuk menstabilkan kondisi psikologis Kenzie dan mengamankan hak asuhnya dari tuntutan luar," timpal Arka. "Lanjut."

"Poin kedua ... Tidak ada hubungan fisik atau hubungan selayaknya suami istri dalam arti yang sesungguhnya." Naya menghentikan bacaannya, menatap Arka dengan perasaan campur aduk. Ada rasa lega, namun juga ada rasa terhina yang samar.

Arka tersenyum tipis, sebuah senyuman yang lebih mirip seringai meremehkan. "Kamu tidak perlu takut aku akan menyentuhmu. Kamu bukan tipeku, Nayara. Kamar kita akan terpisah. Kamarmu ada di sebelah kamar Kenzie, lewat pintu penghubung di dalam. Kamar ini adalah teritoriku. Kamu hanya boleh masuk ke kamar ini jika ada ibuku atau situasi darurat yang mengharuskan kita terlihat tidur bersama."

Naya menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan sisa-sisa harga dirinya yang terasa mulai diinjak-injak. "Baik. Saya mengerti. Lalu bagaimana dengan urusan rumah tangga?"

"Itu ada di poin ketiga," jawab Arka tegas. "Tugas utamamu adalah mengurus Kenzie. Pastikan dia tidak kekurangan kasih sayang seorang ibu. Untuk urusan dapur dan kebersihan rumah, sudah ada pelayan. Kamu tidak perlu repot-repot bertingkah seperti istri yang berbakti dengan menyiapkan bajuku atau memasak untukku, kecuali di depan ibuku. Paham?"

"Dan poin keempat ini ...." Naya membaca baris terakhir yang dicetak dengan huruf miring. "Kedua belah pihak dilarang keras melibatkan perasaan pribadi atau jatuh cinta."

"Itu poin paling krusial," sela Arka, suaranya mendadak berubah menjadi sangat berat dan penuh penekanan. "Jangan pernah melintasi batas itu, Nayara. Jangan pernah berharap sepeser pun bahwa pernikahan kontrak ini akan berubah menjadi pernikahan sungguhan karena cinta. Hubungan kita adalah profesional. Aku adalah bosmu, dan kamu adalah pekerjaku yang dibayar mahal untuk merawat anakku."

Keheningan malam langsung menyergap kamar itu setelah Arka menyelesaikan kalimatnya. Udara terasa makin dingin, menusuk hingga ke tulang. Naya memejamkan mata sesaat. Bayangan wajah ibunya yang pucat di bangsal rumah sakit terlintas di benaknya. Demi ibunya, ia harus kuat. Demi masa depan adiknya, ia harus bertahan.

Naya membuka matanya kembali. Sorot matanya yang semula cemas dan penuh ketakutan, kini berubah menjadi tegas dan dingin. Ia menegakkan punggungnya, menatap Arka tanpa rasa gentar sedikit pun.

"Jika ini adalah sebuah transaksi bisnis, maka saya juga punya hak untuk mengajukan syarat, bukan ... Tuan Arka?" tanya Naya dengan penekanan pada nama pria itu.

Arka sedikit menaikkan sebelah alisnya, agak terkejut dengan perubahan sikap Naya yang mendadak berani. "Syarat? Silakan. Apa yang kamu mau? Uang tambahan?"

Naya tersenyum tipis, sebuah senyuman tenang yang sarat akan harga diri yang terluka namun menolak untuk menyerah. "Tidak semua hal di dunia ini bisa dinilai dengan uangmu, Tuan Arka."

"Lalu?"

"Pertama, di dalam rumah ini, di depan para pelayan, kita harus tetap menjaga sopan santun. Saya tidak ingin mereka melihat saya sebagai wanita murahan yang bisa kamu bentak atau perlakukan semena-mena hanya karena kamu membayar saya," ucap Naya dengan suara yang tenang namun menusuk.

Arka mengangguk pelan. "Adil. Aku tidak akan merendahkanmu di depan publik atau pelayan. Itu juga demi menjaga nama baik keluarga Dewangga. Ada lagi?"

Bersambung...

Assalamu'alaikum, met pagi Kakak semuanya. Hari ini mau cek ombak nih dengan karya terbaru. Temani ya, kalau ramai ceritanya lanjut dan semoga retensinya bagus. Aamiin.

Seperti biasa tinggalkan like dan komentarnya ya. Makasih banyak

1
Engkar Sukarsih
dasar Kunti kampret 🙄🙄🙄main peluk" aja laki orang.arka kamu ko lembek banget jadi laki diam aja bukan suruh Heri bawa lagi ke Sentul tu kunti🙄🙄🙄
Engkar Sukarsih
kenapa sih...itu kuntilanak ginsul bisa keluar 🤬🤬🤬 katanya di jaga ketat,ko bisa kecolongan we🤔🤔🤔
Fa Yun
tuh keluar aslinya wanita rubah gak tau maluu,Uda lihat arka sifat wanita yg kamu tolong 😕
Fa Yun
terlambat sudah penyesalanmu Arka, paling kasian sama Kenzie kalo Naya pergi 😕
Yayang Coedil
minta d ulek tuh wanita jadijadian🤭
Mulaini
Arka sifat asli Gisella sudah kelihatan dan kamu mau membelanya dan memilih dia atau memilih mempertahankan Naya yang sudah berkali² membela mu.
Mulaini
Arka kamu sudah tahu tapi tetap kamu lakukan jadi ya memang kamunya gak bisa mempertahankan Naya.
Lia Rahmawati
greget banget sama ceritanya,hayo lah Thor bikin si Naya pergi jauh sejauh mungkin sama ibunya,biar si arka menyesal 😡
Wiek Soen
arka buka matamu klo yg kamu tolong itu ulaaaarrrr😡😡😡
Wiek Soen
Giselle perempuan sampah berhati tamak serakah, menjijikan sekali
Rarik Srihastuty
dasar wanita ular, gimana arka orang yg katanya cuma minta perlindungan nekat secara terang2an mau jd pelakor rumah tanggamu. apa tindakan tegasmu arka? para pembaca sedang menunggu
Wiek Soen
makanya arka jangan bodoh ,nolong boleh tp lihat dulu yg di tolong,yg di tolong gigit kok ko GK rasa ,dasar dongoook,kok esmosi aq...sama arka
Ummee
dasar Gisella... kita lihat apa Arka terbuai tipu daya Gisella
Bagong
demi Alloh segala,,,,,,tahu g kambing bertelur aja lebih masuk akal
Zalmah Adiwi
perempuan 'GILA'..sampe segitux dia pny otak..🤦‍♀️🤣🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
mmng wajar klo naya terluka..
Eni Istiarsi
ayolah Arkaaa... mikiiiir!.. pake logikamu, jangan cuma kedepankan perasaan bersalah dan kasihan pada Giselle yang nyatanya cuma memanfaatkan mu
Kar Genjreng
ihhh wanita menjijikan dan laki laki bodohhhhh padahall sudah di nasehatin orang tua nya dan di kasih tau siapa gisel ahh tapi memang CEO ceroboh nanti kalau sudah di kuasai barulah menyesal sampai ujung dunia,,,lihat harusnya dari kelicikan nya jadi apa bedanya siska satu sama kan bedanya siska bisa memberikan Kenzie walaupun saat ini sedang di perebutkan,,,, kalau Ak jadi Arka berusaha mati Matian buat mempertahankan Nayara Kenapa sudah terlihat wanita itu tidak ambisius tidak tamak tidak jahat terhadap putranya dan bisa membela dan m memberikan ide agar tidak kehilangan proyek trilyunan tidak membuang uang untuk shopping,,,tapi terserah biar tersesat kembali apabila tidak bisa mengusir Gisele,,salam waras gemes mommy sama arka jadi laki laki ko lihat mana wibawanya sebagai pemimpin kalah sama wanita abal abal,,👍🤭🤭
Rahmawati
jijik bgt sm gisel😡
Mamah Nisa
tuuh arka....buka matamu...buka otak dan pikiranmu....sdh tau blm liciknya mantanmu itu...pantesan bu ambar ga suka sm mantanmu itu...karena ibumu sdh tau yg sebenarnya siapa gisela ...wanita rubah....
arkaaaa....masih blm ke buka juga pikiranmu...
sorry mom....esmosi jd nya ...belain mantan sampe segitunya...guwwedek sy mom....
lanjut mom...makin seru....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!