Eza dan Ezi dua Kak beradik yang memiliki kegeniusan yang terpisah. Mereka mengalami kecelakaan dan hidup kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aloha_Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19-Terkejut
Si kembar selalu saja mengancam orang-orang yang menurut mereka mengancam mama nya. Bagaimana tidak, mama mereka baru kali ini menggantikan posisi papa mereka? sehingga ancaman atau bahaya apapun akan mereka hadang.
Si kembar saat itu berusia 10 tahun, anak seumurannya sibuk bermain, tapi bermain bagi mereka berteman dengan keahlian mereka.
Jelas, hal itu berbanding terbalik dari anak kebanyakan. Karena bagi mereka mainan di masa kecil itu terlalu muda, walau usia mereka masih muda si kembar sudah bisa membuat produk sendiri.
"Sayang, kita pulang waktunya kalian istirahat ya," ucap nyonya Smith pada anak-anaknya.
"Iiih nggak mau ma, biar kita di sini nemani mama, lagian di rumah bosen," ucap Ezi.
"Iya ma, yang dibilang kakak benar," ucap Eza.
" Yaa sudah kalian mau mama temani nggak jalan-jalan sekarang lagi jam istirahat," ucap nyonya Smith.
"Kita ke toko buku saja ma," ucap Ezi inisiatif.
"Okey, kita ke mall dekat kantor," ucap nyonya Smith.
Ketiganya pun keluar dari kantor tersebut dan meminta sekretaris nya memberi tahu jika ada hal yang mendesak.
Sesampainya di mall, mereka melihat sesuatu.
"Kenapa Kakak menangis?" ucap Ezi bertanya.
"Hei, anak kecil kamu tahu apa? sana pergi," ucap lelaki tegap tersebut.
"Hei jangan mendorong anakku ya," ucap nyonya Smith.
"Maaf yaa wanita ini istri saya, jadi saya mau memperlakukannya bagaimana terserah saya," ucap lelaki tegap tersebut dengan penuh amarah.
"Kalau kakak ini istri kamu, buktinya mana," ucap Eza menjawab.
"Hei anak kecil," ucap lelaki tegap tersebut mau menampar Eza.
"Saya seorang istri, mana ada suami ringan tangan pada seorang wanita apa lagi anak kecil?" ucap nyonya Smith.
Ezi sibuk membaca isyarat yang diberikan kakak tersebut padanya. Dia pun langsung memahami hal itu, Ezi memberikan kode pada adiknya untuk terus buat lelaki tersebut mengalihkan pandangannya, hingga Ezi menghubungi polisi.
Nyonya Smith gelisah dengan anak-anaknya, hingga lelaki tersebut mengeluarkan senjata dan memegang tangan Eza. Nyonya Smith gelisah dengan anaknya, namun Eza memberi kode pada mama nya, agar tetap tenang, dengan memberi kode angka 5 menit.
Benar saja, ada seseorang yang mendekat ke wanita yang dianiaya tersebut dan di tolong oleh pihak kepolisian, Eza dengan sekuat tenang menendang kaki dan perut laki-laki tersebut. Polisi yang berseragam pakaian biasa menangkap lelaki tersebut.
Salah satu polisi mengucapkan terima kasih pada nyonya Smith dan anak-anaknya dan meminta mereka masuk ke dalam mobil polisi. Akan tetapi nyonya Smith lebih memilih sopirnya yang mengantar mereka ke kantor polisi.
Rekaman pun tersebar, jika si kembar membantu menolong seorang wanita yang hampir saja di culik, hal itu langsung sampai ke telinga tuan Smith.
"Segera hubungi sopir istriku, mereka sekarang berada dimana?" ucap tuan Smith khawatir pada anak-anak nya dan istrinya.
"Tuan Smith, nyonya dan anak-anak tuan Smith berada di kantor polisi mereka hanya di suruh sebagai saksi, sebentar lagi akan menuju ke rumah sakit kata nyonya Smith," ucap penjaganya.
"Baik, terima kasih atas infonya, kembali ke depan menyambut istri dan anak-anak ku," ucap tuan Smith memberi perintah.
"Baik tuan, saya permisi," ucap penjaganya.
"Aduuh si kembar nie, selalu saja mau jadi hotline," ucap tuan Smith menghela nafas panjang.
Di perjalanan si kembar terus saja bertanya pada mama nya. Tapi mama nya malah istirahat karena syok dengan kejadian tadi.
"Kak Ezi, mama tidur karena lelah atau syok ya kak," ucap Eza bertanya.
"Kayaknya keduanya dek, kita siap telinga yaa, bakalan di omelin papa pasti di rumah sakit, karena sudah membuat Mama syok, kita berdoa saja mama sehat," ucap Ezi menenangkan adiknya.
"Oke deh, Eza juga mau tidur deh," ucap Eza tertidur.
Begitu pun dengan Ezi memilih hal yang sama.
Sesampainya di rumah sakit, Eza di gendong oleh mama nya, sedangka Ezi di gendong oleh bodyguard keluarga Smith.
"Sore pa," ucap nyonya Smith mencium pipi kiri dan kanan suaminya.
"Sore sayang, si kembar tidur yaa, sejak kapan mereka bisa semua skill, mereka layaknya seperti anak genius ma, sebentar lagi si kembar akan di cari, bahkan papa denger si kembar mama ajak ke perusahaan," ucap tuan Smith bertanya.
"Iya Pa benar banget, Ezi membantu mama dalam hal persentase, malah Ezi yang menyelesaikan meskipun mama yang menjelaskan, terus kalau Eza dia malah mengerjai tuan Berry pa, entah si kembar seperti tahu yang akan terjadi mereka selalu saja inisiatif dan cekatan," ucap mama menceritakan pada papa.
Si kembar pun terbangun setelah satu jam papa dan mama nya berbicara.
"Eeh, ada papa dan mama sudah bangun, ayo cuci kaki dan tangan mama kalian sudah mengupas buah buat kalian," ucap tuan Smith pada kedua anaknya.
Si kembar pun menuruti yang di suruh oleh papa nya. Setelah selesai si kembar memakan buah yang sudah di siapkan, karena keduanya sudah bangun maka tuan Smith memasukan bahan obrolan pada keduanya.
"Eza dan Ezi anak kesayangan papa, apakah kalian sudah siap dilihat oleh publik dan jadi selebritas," ucap tuan Smith
Si kembar terperangah melihat papa mereka mengatakan jika mereka jadi selebritas.
"Wah keren pa, kalau Eza jadi selebritas, Eza mau mempromosikan produk parfum buatan Eza, aman untuk segala usia," ucap Eza menjawab, si bungsu memang paling dengan dunia biologi atau alam.
"Iya baguslah pa, kalau gitu kan, aku juga bisa jadi youtober sekaligus dong, agar bisa menghasilkan pundi-pundi uang," ucap Ezi mulai memikirkan dunia perusahaan yang akan dibuatnya.
"Ya ampun pa, si kembar tidak takut mereka malah menantang," ucap nyonya Smith pada suaminya.
"Jadi kalian sudah punya planning jika nanti kalian jadi pemberitaan di sosial media dan televisi," ucap tuan Smith.
"Biar Abang saja yang bilang sama papa dek, pa kita berdua malah suka kalau papa memberi kita tantangan, kita juga di Australia sudah masuk jenjang SMP, meskipun umur kita masih belia," ucap Ezi menjawab.
"Oke papa akan membuat tantangan buat kalian, sesuai dengan keahlian masing-masing, papa ingin kalian bisa menghasilkan uang dari popularitas kalian saat ini, semata-mata hanya ingin melihat mental kalian saja," ucap tuan Smith.
"Siap pa, Eza akan bekerja kerasa menyelesaikan produk Eza, papa dan mama boleh ke ruang lab. Eza nantinya," ucap Eza sambil tersenyum.
"Iya benar yang dikatakan Eza, Ezi juga memperbolehkan papa dan mama ke ruang lab. Ezi jadi nanti kita akan memberi tahu papa dan mama jika sudah ready," ucap Ezi.
Si kembar terus menyelesaikan makannya, tuan dan nyonya Smith hanya saling memandang satu sama lain.
🌼🌼🌼🌼🌼