NovelToon NovelToon
My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.

Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.

Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.

Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.

Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.

Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Amukan Sang Pengawal

...Jeritan tertahan yang penuh akan penderitaan meluncur dari tenggorokan Alejandro Vargas....

...Pria paruh baya itu merosot seketika, berlutut di atas lantai balkon dengan wajah sepucat mayat....

...Matanya melotot horor menatap pergelangan tangannya sendiri yang kini terkulai dengan sudut bengkok yang sangat tidak wajar....

...Rasa sakit yang luar biasa dahsyat menyengat sistem sarafnya, membuat napasnya tersengal-sengal seperti ikan yang dilempar ke daratan....

...Namun, hukuman itu rupanya belum cukup bagi sang monster berdarah dingin....

...Bagi Gavin Kingsley, mematahkan pergelangan tangan pria yang berani menyentuh pinggang Larissa hanyalah hidangan pembuka....

... Naluri pembunuh yang selama ini dia kurung rapat-rapat di balik penyamaran sebagai pengawal pribadi kini telah merantai lehernya, mengambil alih setiap inci kesadarannya....

... Mata biru Gavin telah menggelap sepenuhnya, segelap malam tanpa bintang di langit Bogota. ...

...Aura kematian yang menguar dari tubuh tegapnya begitu pekat, kental, dan menyesakkan, seolah-olah sang dewa maut sendiri baru saja turun ke sekitar mereka....

...Tanpa melepaskan tatapan membunuhnya dari Alejandro yang gemetar hebat, tangan kiri Gavin yang bebas bergerak secepat kilat. ...

...Jari-jarinya yang kokoh dan terbungkus sarung tangan kulit hitam langsung mencengkeram leher Alejandro dengan cengkeraman yang begitu kuat....

...Gavin mengangkat tubuh pria paruh baya yang bobotnya tak kurang dari delapan puluh kilogram itu hanya dengan satu tangan, seolah-olah Alejandro tidak lebih berat dari sebuah boneka kain rongsokan. ...

...Ujung sepatu mahal Alejandro bergesekan dengan lantai saat tubuhnya dipaksa berjinjit....

... Wajahnya yang pucat kini mulai membiru karena pasokan oksigen ke otaknya terputus secara brutal....

..."A-Ampun..." Alejandro mencoba memohon dengan sisa-sisa napasnya yang tercekat, kedua tangannya berusaha sia-sia melepaskan cengkeraman mematikan di lehernya....

...Di dalam kepala Gavin, tidak ada lagi kata ampun. Sebagai pria kaku telah lenyap tak berbekas, digantikan oleh rasa marah yang menuntut satu hal, menghapus keberadaan pria ini dari muka bumi....

...Jempol Gavin perlahan menekan lebih dalam ke arah trakea Alejandro. ...

...Sedikit lagi tekanan, dan tulang leher pria itu akan hancur menjadi serpihan....

...Larissa yang berdiri hanya beberapa jengkal dari mereka, menyaksikan seluruh adegan mengerikan itu dengan mata hazel yang membelalak lebar....

...Sifat liarnya memang membuat dia menyukai tantangan, namun instingnya langsung berteriak saat melihat niat membunuh yang murni di mata Gavin. ...

...Jika Gavin benar-benar mematahkan leher Alejandro Vargas malam ini, di tengah acara besar ayahnya, itu bukan sekadar skandal, itu adalah deklarasi perang dunia bawah tanah yang akan menghancurkan nama baik Marco Moretti berkeping-keping....

..."Gavin! Hentikan!" seru Larissa panik....

...Namun suaranya seolah tidak tembus ke dalam indra pendengaran Gavin yang sudah dikuasai oleh mode membunuh....

... Pria itu terus menekan leher Alejandro, rahangnya mengeras sempurna menahan amarah yang meledak-ledak....

...Tanpa membuang waktu sedetik pun, Larissa melangkah maju....

...Mengabaikan bahaya dari aura mematikan yang dipancarkan sang pengawal, Larissa mengulurkan kedua tangan mungilnya dan langsung menggenggam erat lengan bawah Gavin yang sedang mencengkeram leher Alejandro....

..."Gavin, kumohon, lepaskan dia! Tatap aku!" teriak Larissa, suaranya sedikit bergetar, bukan karena takut pada Gavin, melainkan takut kehilangan kendali atas pria itu....

...Sentuhan kulit Larissa yang hangat dan selembut sutra menembus kain kemeja putih Gavin, mengalirkan sebuah sengatan listrik tak kasatmata yang langsung menjalar ke seluruh jaringan saraf sang pemimpin Kingsley Syndicate....

...Sihir itu terjadi dalam hitungan detik....

...Sentuhan lembut dari gadis yang diam-diam dia puja itu bagaikan seember air es yang diguyurkan tepat ke atas kobaran api neraka. ...

...Gavin tersentak kecil. ...

...Perlahan, kekakuan otot di lengannya mengendur....

...Kepalanya menoleh, dan tatapan matanya yang semula segelap jurang kematian, kini bertemu langsung dengan sepasang mata hazel Larissa yang jernih, penuh permohonan, mengacaukan kewarasannya....

...Di bawah tatapan Larissa, monster di dalam diri Gavin seketika jinak. ...

...Akal sehatnya yang sempat terlempar jauh, kembali ditarik paksa ke bumi. ...

...Amarahnya mereda secara ajaib, ditundukkan oleh sentuhan hangat dari sang pemilik hatinya....

...Gavin melepaskan cengkeramannya dari leher Alejandro. ...

...Pria hidung belang itu langsung jatuh terjerembap ke lantai marmer, terbatuk-batuk hebat sambil meraup udara dengan rakus, air mata dan keringat dingin bercampur baur di wajahnya yang menyedihkan....

...Namun, meskipun akal sehatnya telah kembali dan perintah membunuh telah dibatalkan, sifat posesif Gavin menolak membiarkan pria ini lolos begitu saja....

...Dengan gerakan yang sangat cepat dan dingin khas seorang mantan tentara bayaran elit, Gavin mengayunkan kaki kanannya, mendaratkan sebuah tendangan telak yang sangat keras tepat ke pelipis Alejandro....

... Bunyi benturan tumpul terdengar samar....

... Tendangan itu diukur dengan akurasi mematikan, tidak cukup untuk membunuh, namun lebih dari cukup untuk membuat kepala Alejandro mati rasa seketika. ...

...Mata pria itu langsung terbalik, dan tubuhnya ambruk ke lantai dalam keadaan pingsan total, tidak sadarkan diri bagai seonggok daging mati....

...Larissa menghela napas lega yang panjang, melepaskan cengkeramannya dari lengan Gavin. ...

..."Syukurlah... kamu hampir saja membuat kita berdua masuk penjara malam ini, Patung Lilin," gumamnya, meskipun jauh di lubuk hatinya, ada desiran yang aneh, sebuah kepuasan melihat seberapa jauh pria sekaku Gavin bersedia bertindak untuk dirinya yang di goda pria lain....

...Gavin tidak menjawab omelan itu. ...

...Posisinya kini telah kembali tegak. ...

...Jas hitamnya sedikit berantakan, namun wajahnya sudah kembali memakai topeng batu, berusaha setengah mati menyembunyikan detak jantungnya yang kembali berpacu liar akibat sentuhan Larissa tadi. ...

...Jiwa tsundere-nya kembali mengambil alih. ...

...Dia merasa gengsinya terluka karena begitu mudah dikendalikan hanya dengan satu sentuhan tangan mungil gadis itu....

..."Area ini sudah tidak aman. Kita harus segera keluar dari sini, Nona," ucap Gavin dengan suara bariton yang ketus, rendah, dan dingin. ...

...Dia tidak ingin berada di tempat ini lebih lama lagi, terutama karena dia tidak tahan membayangkan ada pria lain di dalam aula yang mungkin sedang merencanakan hal yang sama pada Larissa....

...Tanpa menunggu persetujuan, tangan besar Gavin yang bersarung tangan menukik ke bawah, meraih pergelangan tangan Larissa dengan genggaman yang erat namun sangat hati-hati agar tidak menyakiti kulit gadis itu....

..."Hei! Pelan-pelan, gaunku bisa robek!" protes Larissa saat tubuhnya setengah ditarik oleh Gavin....

...Namun Gavin mengabaikannya....

... Berjalan dengan langkah lebar dan cepat, dia menarik Larissa masuk kembali ke dalam gedung, tidak melalui pintu kaca utama yang menuju aula pesta, melainkan membelok tajam ke arah lorong servis yang remang-remang. ...

...Lorong ini biasanya hanya digunakan oleh para staf hotel dan pelayan katering untuk menghindari keramaian tamu....

...Lampu neon putih di langit-langit lorong berkedip pelan. ...

...Dinding berlapis stainless steel dari area dapur memantulkan bayangan mereka yang bergegas. ...

...Gavin berjalan di depan, instingnya memindai setiap sudut dengan mata tajam tingkat tinggi, sementara tangan kanannya tetap menggenggam erat pergelangan tangan Larissa, menyalurkan kehangatan yang membuat dada Larissa berdesir aneh....

...Mereka hampir mencapai pintu keluar belakang hotel yang mengarah langsung ke area parkir VIP. ...

...Gavin yang biasanya memiliki kewaspadaan layaknya dewa kematian dengan kemampuan memprediksi sesuatu sekecil apa pun, kali ini lengah....

... Fokusnya terbagi secara fatal, sebagian otaknya memindai ancaman, namun sebagian besar lainnya secara mati-matian berusaha mengendalikan debar jantungnya sendiri karena kelembutan kulit Larissa di genggamannya dan rasa aneh yang selalu berdesir di ulu hatinya....

...Saat mereka berbelok di sudut terakhir yang tertutup oleh pintu ayun ganda dari arah dapur utama, sebuah insiden yang sangat tidak elit terjadi....

...Pintu ayun itu mendadak terbuka lebar ke arah luar....

...Seorang pelayan muda yang terburu-buru, membawa sebuah nampan perak besar berisi belasan gelas tinggi yang penuh dengan sirup buah delima berwarna merah pekat, melangkah keluar tepat di jalur yang sedang dilewati Gavin....

...Karena jarak yang terlalu dekat dan fokus Gavin yang sedang hancur lebur oleh Larissa, tabrakan tidak bisa dihindari....

...PRANG! BYAR!...

...Pelayan itu menjerit kaget saat tubuhnya menabrak dada bidang Gavin yang sekeras baja....

... Nampan perak itu terlempar ke udara. ...

...Gelas-gelas kristal pecah berantakan menghantam lantai lorong, dan isinya, berliter-liter sirup delima yang kental, lengket, dan berwarna merah menyala tumpah ruah bagai guyuran hujan....

...Gavin dengan refleks luar biasa berhasil menarik Larissa ke belakang punggungnya, melindunginya sepenuhnya dari pecahan kaca dan cipratan air....

... Namun, sebagai gantinya, tubuh bagian depan Gavin menerima seluruh tumpahan sirup delima tersebut....

...Sirup merah pekat itu mengguyur tubuh Gavin tanpa ampun, menembus celah jas hitamnya yang terbuka, dan langsung merendam kemeja putih ketat yang melekat di dada bidangnya. ...

...Kemeja putih yang semula sangat rapi tanpa cela itu kini basah kuyup, menempel lekat pada otot-otot perut dan dadanya, tercetak jelas dengan noda merah pekat yang mengalir turun seperti darah segar....

...Hening yang sangat canggung langsung menguasai lorong belakang itu. ...

...Pelayan muda yang menabrak Gavin sudah berlutut di lantai dengan tubuh gemetar hebat, wajahnya pucat pasi menyadari dia baru saja menumpahkan minuman ke arah tamu VIP yang terlihat seperti pembunuh bayaran....

...Sementara itu, dari balik punggung kokoh Gavin, Larissa perlahan menjulurkan kepalanya. ...

...Mata hazel gadis itu mengerjap beberapa kali menatap kondisi pengawalnya. ...

...Kemeja putih Gavin yang basah dan tembus pandang mencetak dengan sangat jelas bentuk otot dadanya yang sempurna....

...Bukannya panik, sebuah senyuman licik nan usil yang sangat lebar justru terbit di wajah cantik Larissa. ...

...Babak baru untuk menjahili sang monster kaku baru saja dimulai....

......***......

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!