NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Komedi
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

"Bagaimana jika kau tahu rahasia kehancuran dunia, tapi kau tidak boleh memberitahu siapa pun?"

Di masa depan, Wei Changqing adalah legenda tertinggi dunia persilatan—sang Mata Pedang Hijau yang ditakuti sekaligus dihormati. Namun gelar itu tak ada artinya ketika ia berdiri di atas puing-puing dunia yang hancur oleh perang agung, memeluk jasad wanita yang setia menantinya hingga akhir hayat.

Mengorbankan seluruh tingkat latihannya, Changqing memutar balik roda waktu dan terbangun di dalam tubuh mudanya yang berusia 19 tahun. Kembali menjadi pendekar mentah yang belum memiliki reputasi apa pun.

Kali ini, tujuannya hanya satu: Mencegah perang berdarah itu terjadi dan menyelamatkan wanita yang ia cintai.

Namun, merubah takdir memiliki harga mahal. Setiap peristiwa yang ia cegah melahirkan musuh baru yang lebih mengerikan. Lebih buruk lagi, demi menyatukan sekte-sekte yang egois agar tidak saling berperang, Changqing mungkin harus menelan fitnah terbesar dalam sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog : Senja Sang Legenda

Langit di atas Puncak Gunung Langit Menangis berwarna merah pekat, bukan karena senja, melainkan oleh uap darah dari puluhan ribu pendekar yang telah gugur. Angin membawa bau hangus dari panji-panji sekte besar yang kini tinggal abu.

Di tengah lautan mayat dan pedang yang patah, seorang pria renta berlutut dengan satu lutut bertumpu pada pedang panjangnya yang retak. Rambutnya telah memutih sepenuhnya, jubahnya robek dan tubuhnya penuh luka. Dia adalah Wei Changqing, sosok yang dihormati dan ditakuti di seluruh penjuru benua sebagai Mata Pedang Hijau.

Namun, segala gelar dan kehormatan itu terasa hampa.

Tatapannya tertuju pada sosok wanita yang terbaring kaku beberapa langkah darinya. Dia adalah Shen Yue. Wanita yang diam-diam mencintainya selama puluhan tahun, yang selalu menantinya di balik layar peperangan, kini tubuh nya telah dingin. Ia telah gugur karena menerima tebasan tombak beracun demi melindungi punggung Wei Changqing setengah jam yang lalu.

"Untuk apa kekuatan tingkat Pendekar Nirwana..." suara Wei Changqing serak, dan kemudian batuk darah membasahi jenggotnya. "...jika aku bahkan tidak bisa melindungi satu-satunya hati yang tulus kepadaku? Untuk apa aku menjadi legenda jika dunia persilatan musnah?"

Ia teringat awal mula semua kegilaan ini. Tiga peristiwa kecil puluhan tahun lalu yang terlihat sepele: kematian Pemimpin Sekte Pedang Langit yang difitnah, sepucuk surat palsu yang mengadu domba Klan Teratai Darah, dan seorang bocah jenius bernama Baii Ling yang terjerumus kan ke lembah kesesatan karena tak ada yang membimbing dan mengulurkan tangannya. Tiga riak kecil yang akhirnya menjelma menjadi gelombang darah hari ini.

Secercah tekad yang mengerikan menyala di wajah renta Wei Changqing. Ia kemudian mencabut pedangnya dari tanah.

"Jika takdir di dunia ini adalah kehancuran," bisik Wei Changqing, dan dengan perlahan menutup matanya. Ketika mata itu terbuka kembali, kedua bola matanya meledakkan cahaya hijau zamrud yang begitu pekat dan murni hingga menerangi seluruh puncak gunung. Inilah esensi tertinggi dari Mata Pedang Hijau—bukan sekadar ilmu melihat kelemahan lawan, melainkan membakar seluruh jiwa dan ranah latihannya untuk melihat benang waktu!

Blam!

Gelombang tenaga dalam tingkat Nirwana membakar tubuh rentan nya menjadi serpihan cahaya hijau. Seketika Pedang di tangannya hancur berkeping-keping.

"Tunggu saja, Aku akan kembali. Aku tidak peduli jika dunia kelak mengenalku sebagai pengkhianat atau iblis... Kali ini, tidak akan ada perang. Dan kau, Shen Yue... kau akan hidup."

Kesadaran Wei Changqing tersedot ke dalam pusaran waktu itu yang berputar mundur, yang menembus lorong waktu puluhan tahun, dan kemudian menuju sebuah kamar kecil yang tenang di musim semi tahun ke Empat Puluh Dua Era Kaisar Bela Diri.

****

"Wei Changqing! Bangun! Kalau kau selalu malas-malasan, Guru akan menghukum mu menyapu halaman sekte sampai malam!"

Suara bentakan yang sangat akrab, yang sudah puluhan tahun tak ia dengar membuat pemuda di atas ranjang kayu itu terkesiap. Ia membuka matanya mendadak. Napasnya terengah engah. Ia menatap kedua tangannya—halus, tanpa bekas luka pertempuran, dan penuh dengan tenaga muda yang masih kasar di tingkat Pendekar Menengah Tahap 3.

Ia kemudian bangkit, menatap pantulan dirinya di air baskom. Seorang pemuda berusia sembilan belas tahun menatap balik kepadanya.

Wei Changqing telah kembali.

1
Arman Jaya
alur ceritanya bagus..
lanjutkan Thor.....👍👍🙏
Jhon
mantap thor👍
Suhartini Wahono
suka jg.....😍👍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Jimmi
Aku sangat menyukai cerita ini😍😍😍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fatih Al
lanjut lagi🙏🙏
Fatih Al
mantap thor💪
Budi Xiao
Lanjut, semangat thor👍
Celestial Quill
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, vote supaya novel ini semakin dikenal dan semangat author untuk update juga semakin besar. Terimakasih sudah membaca🙏
Fatih Al
Cerita bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!