NovelToon NovelToon
ELENA

ELENA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:235.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rinjani Asa

Hai,
Ini merupakan karya pertamaku, mohon dukungannya ya dengan cara like, love, vote dan komen sebanyak-banyaknya.
Kasih juga ya hehehe.

❤️❤️❤️❤️❤️
Anyelir, gadis yatim piatu yang cerdas dan cantik. Tapi sayang nasibnya tak secantik rupanya. Ia harus rela mengubur impiannya untuk bekerja keras demi sang Nenek tercinta yang sedang sakit.
Kehormatan nya direnggut secara paksa oleh seseorang yang mempunyai pengaruh di tempatnya bekerja.

Ken, anak dari pengusaha kaya raya. Hidupnya tidak tenang, selalu dihantui rasa bersalah setelah malam kejadian ia merampas kehormatan salah satu karyawannya.

Elena, seorang gadis manis yang sangat hebat. Diusianya yang masih kecil ia memiliki bakat melukis serta bermain biola. Disamping kelebihannya, Elena merupakan gadis yang pendiam, saking diamnya sampai-sampai ia tidak mau berbicara. ia berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan juga note book electric nya.

Akankah mereka bisa bersatu menjadi satu keluarga yang utuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rinjani Asa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apartemen

Anyelir terlihat gundah saat tau akan berpisah semalam dengan buah hatinya. Meskipun jarak antara Jakarta dengan Bandung tidak terlalu jauh, tapi tetap saja perpisahan malam ini adalah yang pertama kalinya bagi keduanya. Karena sejak lahir, Elena tak pernah jauh dari Anyelir. Elena hanya menitipkan Elena pada bibi Mary saat ia kuliah dan mengajar saja.

Sedangkan kalau malam hari ia tak pernah sekalipun tidur terpisah dengan Elena.

Anyelir memandang Elena dari dalam bus. Elena tersenyum sambil melambai kearahnya. Ia teringat perkataan Elena tadi saat sebelum ia masuk ke dalam bus.

"Mama hati-hati ya di jalan. Jangan kangen aku. Aku baik-baik aja sama Papa disini. Besok kita ketemu lagi di tempat aunty Kay."

Bus bergerak pelan hendak meninggalkan terminal. Pada saat itu Anyelir berdiri berjalan ke arah supir.

"Pak, tolong berhenti!" teriak Anyelir pada supir bus.

"Kenapa Neng? Ada yang ketinggalan?"

"Enggak Pak. Saya turun saja. Tidak jadi ke Bandung."

Kenek bus membukakan pintu untuk Anyelir. Anyelir turun dari bus bergegas mencari Elena. Ia berlari, dalam hati berharap semoga Elena belum meninggalkan terminal ini. Tidak jauh dari tempatnya berdiri ternyata Elena masih berdiri di samping Ken menatap ke arahnya.

"Mama!" Teriak Elena sambil berlari ke arah Anyelir. Anyelir menyambut Elena dengan merentangkan tangan kemudian memeluk buah hatinya dengan sayang. Ternyata tidak hanya Anyelir yang tidak bisa jauh dari Elena.

Karena Elena pun merasakan demikian. Sehingga saat bus yang ditumpangi Anyelir mulai bergerak meninggalkan terminal Elena masih setia menatap bus itu. Padahal Ken sudah mengajaknya untuk segera ke mobil.

Ken merasakan betapa besarnya cinta dan kasing sayang diantara mereka berdua. Ia sadar tak seharusnya ia punya niatan untuk mengambil Elena dari sisi Anyelir. Meskipun Elena sangat merindukan sosok ayah, tapi ia tidak akan pernah melupakan ibunya.

Ken mengahmpiri keduanya yang masih betah berpelukan seperti habis terpisah beberapa tahun lamanya. Anyelir mengurai pelukannya.

"Sepertinya kami harus segera mencari hotel dekat sini. Kasian Elena harus segera istirahat," ucap Anyelir pada Ken.

"Lho, kita enggak jadi nginep di apartemen Papa?" Tanya Elena pada dua orang dewasa di hadapannya.

"Jadi. Ayo kita ke mobil. Nanti mampir dulu beli makanan karena sudah tidak ada persediaan makanan di apartemen."

"Terima kasih. Tapi saya dan Elena lebih baik menginap di hotel saja."

" Tidak perlu sungkan atau merasa tidak nyaman. Apartemen saya ada dua kamar, kalau itu yang membuat kamu ragu untuk membawa Elena menginap. Lagi pula malam ini saya akan pulang ke rumah dan mungkin akan bermalam di sana."

"Yah...kok Papah tidak tidur bareng kita si?"

Pertanyaan yang keluar dari mulut Elena membuat Anyelir dan Elena salah tingkah.

"Besok pagi kan masih bisa ketemu," jawab Ken.

"Tapi besok ke Bandung dianter Papa kan?" Tanya Elena.

"Kalau Mama kamu mengijinkan, Papa enggak keberatan," jawab Ken sambil melirik Anyelir.

Anyelir mau tak mau menyetujui. "Iya boleh, tapi antar sampai terminal Bandung saja. Nanti keluarga Kayla akan menjemput di sana," ucap Anyelir setelah mengangguk.

***

Kini mereka bertiga telah sampai di apartemen Ken. Setelah sebelumnya mereka mampir ke supermarket untuk membeli stok bahan makanan seperti kata Ken sebelumnya. Tak lupa mereka juga mampir ke arena bermain, sehingga sore hari mereka baru tiba di apartemen. Ken menunjukan kamar yang akan ditempati oleh Anyelir dan Elena. Anyelir kini tengah merapikan stok sayuran, buah-buahan dan juga daging yang tadi Ken beli untuk disimpan ke dalam kulkas. Meskipun Ken tidak menyuruhnya tetapi hatinya tergerak untuk merapikannya setelah selesai makan malam.

"Seharusnya kau tak perlu repot-repot untuk merapikan semua ini. Karena biasa setiap pagi akan ada orang yang akan merapikan tempat ini," ucap Ken yang dari tadi memperhatikan Anyelir sibuk mencuci peralatan bekas makan malam mereka.

"Tidak apa-apa, aku biasa melakukannya di rumah. Meskipun ada orang yang bantu-bantu tapi untuk urusan dapur tetap saya yang mengerjakan." Tanpa sadar Anyelir seolah memberitahu Ken tentang kesehariannya.

Ken tersenyum. Entah kenapa melihat Anyelir mau merapikan hasil belanjaannya dan mau membereskan bekas makan malamnya membuat hati Ken menghangat, seolah tak rela jika pemandangan ini akan segera sirna.

"Papa." Tiba-tiba Elena audah berdiri di sebelah Ken. Ken mengerjai pelan, lalu ia mengulurkan tangan hanya untuk mengusap kepala Elena.

"Ada apa Sayang?" Tanya Ken kemudian.

"Katanya mau bacain buku cerita sebelum Papa pulang ke rumah."

"Ayo! Mau dimana?"

"Di sofa saja Pa," ucap Elena sambil menunjuk sofa di ruang tengah.

Ken pun melakukan apa yang Elena mau. Dia membacakan buku cerita sampai empat buku. Tadinya Elena masih ingin dibacakan buku yang lainnya, tapi Anyelir segera melarang dan mengatakan bahwa papanya harus segera pulang untuk istirahat, karena besok harus mengantar mereka ke Bandung.

Meskipun berat, Elena menurut apa kata Anyelir. Sebenarnya Elena mencoba menahan Ken supaya ia bisa tidur dengannya. Menurutnya kapan lagi ia punya kesempatan untuk tidur bersama dengan papanya.

"Ya sudah Papa hati-hati ya bawa mobilnya. Sampai rumah harus langsung tidur, biar besok enggak kesiangan," ucap Elena memperingati Ken.

"Siap Bos!" Setelahnya, Ken mengecup kedua pipi dan kening Elena. Elena pun melakukan hal yang sama pada Ken. Semua itu tak luput dari penglihatan Anyelir. Anyelir merasa lega, Ken bisa menerima Elena dengan baik, ia pun melihat Ken sangat menyayangi Elena.

Anyelir dan Elena mengantar Ken sampai pintu, setelah Ken memasuki lift dan lift itu sudah tertutup barulah mereka berdua masuk menuju kamar. Mereka harus segera tidur, karena tanpa terasa waktu sudah menunjukan jam 22.00.

Paginya tepat jam 07.00 Ken sudah ada di apartemen. Kini mereka sarapan bersama di apartemen. Elena sengaja meminta Anyelir memasak untuk sarapan bersama Ken. Lidah Ken langsung cocok dengan masakan Anyelir, rasanya ia ingin terus merasakan kebersamaan ini. Ken janji akan terus ada disaat Elena membutuhkan atau merindukannya.

Kini mereka sudah sampai di terminal Bandung. Ken sudah membujuk Anyelir untuk mengantarnya sampai rumah Kayla, tapi Anyelir tetap menolak. Lagi pula orang suruhan Kayla sudah menunggu.

Elena memberikan pelukan perpisahan pada Ken. "Nanti sering hubungi Elena ya Pa," bisik Elena sambil mengerlingkan mata.

Ken menjawab dengan mengangguk sambil tersenyum. Tanpa Anyelir ketahui, saat berada di timezone Elena meminta dibelikan ponsel pada Ken. Alasannya supaya mereka tetap berkomunikasi walaupun Elena nantinya sudah kembali ke New York.

Ken pun menyetujui dengan syarat, ponselnya dipakai hanya untuk menghubungi atau menerima pesan dari Ken. Wah baru bertemu saja, ayah dan anak ini sudah bersekongkol.

1
Nabilah Putri
keren
Nabilah Putri
Semangat
Lenny Susilawati
sangat bagus dan tetlalu simple
cheng phong
sangat bagus,aku suka alurnya👍
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya thor 👍👍👍
Dede Dengah Rumayar
extra partnya mana thor😁😁😁
Salfanei
😭😭
Salfanei
biar banyak yg komen
Salfanei
padahal novel y bagus ya menurut saya tp g ada yg komen buat nyemangatin author y
re
Ditunggu Ektra partnya
Anita Candra Dewi
terlalu lemah ini ken
Prima Dewi
siapa ya yang udah ngeracuni elana....🤔apa seseorang yang udah sakit sama Ken ya...
Welly Sumarni
CPT bgt tamat nya.. pdhl ud nunggu brp hr episode nya..
Mahameru
sedih si, harus tamat padahal batu dikit bab nya
extra part-nya yg byk thor
Ratna Wati
akhir nya tamat juga
Umi Ningsih Mujung
❤️
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Umi Ningsih Mujung
❤️🥰😍😘
Welly Sumarni
lanjut KK, semngat
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Sri Wahyuni
baguslah ada cerita kearifan lokal. semangat thor.
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Ratna Wati
lanjut kk semangat
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!