NovelToon NovelToon
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Adca_21

Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.

"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik

"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4

  Dokter dan perawat berjuang tanpa henti selang transfusi darah dipasang,tindakan darurat terus dilakukan untuk menahan laju pendarahan,namun tubuh Andin sudah terlalu banyak kehilangan cairan vital.

  Tekanan darah nya terus merosot hingga garis lurus membentang dilayar pemantau jantung,diiringi bunyi berdengung panjang yang mematikan seluruh harapan.

  Pukul 07.45 pagi ruang bersalin itu mendadak hening.

  Dokter menundukkan kepala menghentikan seluruh tindakan

  "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,pak tapi Bu Andin tidak dapat terselamatkan, waktu kematian pukul 07.45"

  Kata kata itu menghantam Tio bagai palu Godam berat,dunia nya runtuh seketika,tubuh Tio limbung kata kata itu seperti berputar dikepala nya, Itu tidak mungkin Andin baik baik saja.

   Perawat mencabut alat alat yang ada di tubuh Andin dan menutup dengan kain putih.

   "Tunggu dokter ayo periksa sekali lagi istri saya masih hidup ayo periksa sekali"teriak Tio

   Para dokter dan perawat meninggalkan ruangan keluarga Andin semuanya masuk ke ruangan.

  "Tio kenapa Andin di tutup Andin kan masih hidup Tio" teriak histeris dari ibu Andin

  "Bangun sayang apa kamu gak mau melihat anak kita tumbuh, bangun Andin tolong"

  Perawat membawa Andin ke ruangan jenazah suasana diruangan itu sungguh menyayat hati ada tangisan seorang ibu yang kehilangan anak nya dan juga suami yang kehilangan istrinya.

  "Tunggu kalian mau membawa kakak ku kemana,kak bangun ini Alin udah pulang bangun kak"Alin ambruk menangis dirinya masih shock kakak tercinta nya meninggalkan nya

  "Tunggu dulu dok jangan dulu dibawa ke ruang jenazah biarkan anak nya untuk melihat ibunya yang terakhir kalinya"ucap mamah Tio

  Tio membawa bayi kecil yang malang itu menggendong nya mendekat kan ke wajah Andin,si kecil seperti mengerti bahwa dirinya ditinggalkan oleh ibunya ia langsung menangis kencang memenuhi ruangan.

  Tio tidak sanggup melihat anak nya seperti ini Alin mengambil alih menggendong nya dan menenangkan bayi kecil itu.

  "Kak sesuai permintaan mu aku akan menjaga nya dan menganggap nya sebagai anak aku sendiri istirahat dengan tenanglah"Alin membisikan nya di telinga Andin dan mengecup dahi Andin yang sudah dingin.

  "Tolong urus semuanya sampai semua nya beres kita akan membawa nya dulu ke rumah"ucap ayah Andin pada petugas

  "Baik pak"

  Tio yang seperti kehilangan arah dia tidak tau harus melakukan apa dia hanya berdiri kaku melihat ke arah tubuh Andin yang sudah kaku.

   "Kamu harus kuat,ada anak kamu yang membutuhkan mu" papah Tio memeluk anaknya

  Awan mendung dan hujan rintik-rintik mengiringi pemakaman Andin seolah alam juga ikut bersedih atas berpulangnya,saat semua orang sudah meninggalkan pemakaman Tio masih setia berdiri di dekat pemakaman Andin tidak peduli baju nya sudah basah kuyup.

Dengan tatapan kosong Tio menatapan gundukan tanah yang masih basah itu,Cinta yang belum tumbuh dan saat ingin memulai nya tapi kamu sudah pergi terlebih dahulu tanpa menunggunya,maafkan aku Andin semoga kamu tenang disana aku berjanji akan menjaga anak kita.

Bayi kecil yang belum sempat Andin beri nama seolah tau ibunya sudah meninggalkan nya tangisan nya tidak berhenti semua sudah menenangkan nya memberikan susu formula yang seharusnya asi dari ibunya.

Tio memasuki rumah dan melihat alina sedang berusaha menenangkan anaknya,Tio langsung ke kamar nya dan mengganti pakaian nya.

"Coba kamu berikan sama ibu Alin semoga dia mau berhenti menangis kasian kalau terus terusan menangis"

"Ini gimana Bu apa ada yang sakit atau bagaimana kenapa gak mau berhenti menangis ya"

"Mungkin dia tau ibunya meninggalkannya" dengan bergetar ibu Andin mengucapkan nya ia sangat terpukul sekali tapi berusaha tegar karena ada cucu yang harus dia tenangkan.

"Berikan padaku Bu" Tio datang dan mengambil alih anaknya seperti tau dia papanya ia langsung berhenti menangis

Tio membawa ke kamarnya dan mengayunkan tubuh bayi mungil itu agar tertidur tidak lama kemudian, mungkin kelelahan karena menangis akhirnya bayi laki laki itu tertidur.

Tio membaringkan tubuh kecil itu kedalam box yang sudah Andin siapkan jauh jauh hari,baru juga datang ke dunia ini tapi ibumu harus pergi meninggalkan mu kamu harus jadi anak kuat nak papa akan menjaga mu sama seperti ibu menjaga mu dan mempertaruhkan nyawanya untuk mu.

"Bu aku mau pulang dulu sebentar aku mau ganti baju dulu"ucap Alina

"Iya sayang hati hati"

Aryan yang tidak pernah meninggalkan Alina dia dengan setia menunggu dan menemani Alina dari tadi pagi sampai pemakaman selesai.

"Maaf kak menunggu lama,apa kakak mau istirahat dulu aku mau pulang dulu"

"Aku anterin kamu dulu ke rumah nanti aku langsung pulang ya"

"Gapapa aku bisa naik taksi kakak pulang aja ya keburu malam"

"Gapapa aku anterin ayo"

"Terimakasih kak"

Para orang tua sedang berkumpul dirumah Tio memikirkan bagaimana nasib cucu nya.

"Oh ya jeng ini bagaimana apa cucu kita gantian mengurusnya,karena Tio tidak mungkin mengurusnya 24 jam karena dia harus kerja dan banyak kerjaan"tanya mamah Tio

"Gapapa jeng biar saya aja yang mengurus nya biar nanti saya akan mencarikan baby sitter untuk membantu saya mengurusnya"

"Tapi kan jeng juga masih banyak pekerjaan apa bisa membagi tugasnya" ibu Alin berpikir bagaimana cara mengatur waktunya dirinya juga sibuk bekerja

"Gapapa biar saya pikirkan nanti jeng kalau anda tidak sibuk anda bisa mengurusnya kita bergantian saja"

"Tapi jeng maaf ya sebelumnya bagaimana kalau Alina jadi istrinya Tio biar bisa mengurus keponakan nya juga" deg ibu Alina terkejut mendengan ucapan besan nya kenapa dia bisa berfikir seperti itu Andin baru saja meninggal tapi sudah membicarakan untuk mengganti nya

"Mah apa apaan baru juga Andin meninggal tapi kamu sudah membicarakan istri baru untuk Tio"ucap papa Tio

"Bukan begitu maksud mamah kan kita juga tidak bisa menyerahkan semuanya ke baby sitter mamah takut terjadi sesuatu apa lagi sekarang banyak kasus baby sitter yang jahat sedangkan Tio sibuk kerja gak bisa terus memantaunya,kita juga sibuk dengan pekerjaan masing masing"

Semua mendengar ucapan mamah Tio ada benarnya juga yang di ucapkan nya,tapi bagaimana apa Alina mau menjadi istri Tio?.

"Kalian tidak usah khawatir aku akan menjaga nya sendiri tidak perlu repot karena itu anak ku aku akan bertanggung jawab mengurus nya,aku juga akan menyewa baby sitter terbaik untuk nya"ucap Tio karena Tio mendengar perdebatan orang tua nya

"Tapi Tio kamu kan sibuk kerja bagaimana kamu bisa mengurus bayi"

"Tio akan berusaha belajar dan mengurus anak Tio dengan baik" Tio pergi dari hadapan orang tuanya

"Tolong jeng kamu bujuk Alina semoga dia mau menikah dengan Tio Alina juga adiknya Andin pasti dia akan menyayangi nya seperti anak nya sendiri"

Ibu Andi tidak berkata apa-apa dia hanya memandang lurus kedepan mencerna semua perkataan besannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!