NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Mafia Kejam

Terpikat Pesona Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Malam di Hutan Hitam tidak pernah ramah, tetapi bagi Dante, kegelapan malam ini adalah panggung pembantaian. Bau mesiu yang menyengat bercampur dengan aroma tanah basah dan darah yang menetes dari luka-lukanya. Dante, pria berusia tiga puluh dua tahun yang dipuja sekaligus ditakuti sebagai bos mafia paling kejam di wilayah utara, kini terdesak. Senjata otomatisnya telah habis meriamnya, tersisa hanya satu pisau komando yang terselip di pinggangnya.

​Suara langkah kaki yang berat dan makian dalam bahasa asing mendekat dari segala penjuru. Kelompok rivalnya, klan Arcanum, telah merencanakan penyergapan ini dengan sangat rapi. Puluhan tentara bayaran bergerak mengepungnya, menyisir semak-semak tebal dengan senter berdaya tinggi. Cahaya putih memotong kegelapan, mendekati titik semak tempat Dante bersembunyi.

​"Dante! Keluar kau, Anjing! Tidak ada tempat bersembunyi lagi di hutan ini!" teriak suara serak yang sangat dikenalnya—Marco, mantan tangan kanannya yang berkhianat.

​Dante menga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Garis Antara Dua Dunia

​Kehidupan di mansion baru Dante dan Aura berjalan begitu indah bagaikan mimpi yang terwujud. Seminggu setelah hari pernikahan, suasana rumah itu dipenuhi gelak tawa dan kehangatan yang tak pernah ada sebelumnya.

​Setiap pagi, Aura menikmati perannya sebagai seorang istri, menyiapkan sarapan di dapur luas bernuansa kayu hangat. Sementara Dante, yang kini mulai menyerahkan sebagian besar operasional lapangan kepada Valerio, memilih menghabiskan lebih banyak waktunya di rumah. Pria yang dulu tak tersentuh dan penuh ketegangan itu kini sering terlihat tersenyum, melingkarkan lengannya di pinggang Aura dari belakang saat sang istri sedang menyeduh kopi.

​"Kau tidak perlu bangun sepagi ini setiap hari, Aura," bisik Dante lembut di ceruk leher istrinya, mendaratkan kecupan hangat yang membuat Aura terkekeh pelan.

​"Ini tugasku sebagai istri seorang pimpinan besar," goda Aura seraya membalikkan badan, merapikan kerah kemeja santai yang dikenakan Dante. "Lagipula, melihatmu tenang seperti ini adalah hadiah terbesar untukku."

​Dante menatap mata cokelat Aura yang memancarkan kebahagiaan murni. Di tempat ini, tidak ada senjata, tidak ada bau darah, dan tidak ada ancaman. Dante benar-benar memanjakan Aura, memastikannya mendapatkan seluruh kenyamanan dan rasa aman yang layak ia miliki.

​Namun, beberapa ratus kilometer dari kehangatan mansion tersebut, di balik dinginnya kabut pegunungan, takdir sedang merajut benang kegelapan yang baru.

​Di dalam villa terisolasinya, Helena berdiri di depan sebuah papan strategi berukuran besar. Berbeda dengan Marco yang mengandalkan otot, kekerasan kasar, dan intimidasi langsung, Helena bergerak bagaikan racun yang tak berbau. Ia adalah tipe dalang yang bekerja dengan kesabaran mematikan.

​Helena tidak merekrut sisa-sisa anak buah Marco yang kini tercerai-berai menjadi buruh atau pengelola judi kecil. Bagi Helena, mereka adalah bidak cacat yang tak berguna dan mudah terdeteksi oleh radar intelijen Dante.

​Sebagai gantinya, Helena mulai menggunakan aset kripto rahasia bernilai ratusan juta dolar yang tersimpan di bank Swiss—dana darurat yang dulu disiapkan Marco tanpa menyadari bahwa Helena-lah yang memegang akses utamanya.

​Jemarinya yang lentik memasukkan kode-kode terenkripsi untuk menghubungi The Phantom Guild, sebuah organisasi pembunuh bayaran independen kelas atas dari luar negeri yang tidak memiliki keterikatan sama sekali dengan sindikat Arcanum atau kelompok lokal mana pun.

​"Aku tidak butuh tentara," gumam Helena dingin seraya menatap layar monitor yang menampilkan alur data transfer bank. "Aku hanya butuh orang-orang yang tahu cara membunuh tanpa meninggalkan jejak."

​Tujuan Helena sangat jelas. Ia tahu perisai Dante terlalu kuat jika diserang dari luar. Maka dari itu, rencana yang ia susun bukanlah serangan militer terbuka, melainkan infiltrasi perlahan yang menyasar titik terlemah dari pertahanan sang Iblis—kebahagiaannya sendiri.

​Helena menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kekejaman saat foto pernikahan Dante dan Aura berukuran kecil terbakar di atas asbak peraknya.

​"Bahagialah selagi bisa, Nona Aura," bisik Helena pada kegelapan malam. "Karena ketika waktunya tiba, aku akan memastikan kau menyaksikan rumah bahagiamu hancur berkeping-keping."

​Meskipun kini menikmati kehidupan pernikahan yang harmonis di mansion megah mereka, Dante bukanlah pria yang sepenuhnya melepaskan genggamannya dari dunia atas maupun dunia bawah. Di balik posisinya sebagai ketua mafia yang ditakuti, ada sisi profesional yang jarang diketahui orang luar: Dante adalah seorang pialang dan investor ulung di bursa saham internasional.

​Jauh sebelum ia membeli mansion tersebut dan menikahi Aura, Dante telah membangun imperium finansial yang legal. Bisnis bursa saham, investasi properti, dan portofolio obligasi yang ia kelola menjadi mesin pencetak uang utama yang menyokong seluruh operasional klan Dante sekaligus melipatgandakan kekayaannya secara bersih.

​Setiap pagi, sebelum mengalihkan perhatian sepenuhnya pada Aura, Dante menghabiskan waktu beberapa jam di ruang kerja pribadinya. Layar-layar monitor yang menampilkan pergerakan grafik Wall Street, bursa saham Asia, serta indeks komoditas global berkedip hijau dan merah. Dengan analisisnya yang tajam dan dingin, Dante mengeksekusi transaksi bernilai jutaan dolar hanya dalam beberapa klik—membuktikan bahwa kecerdasannya di dunia bisnis sama mematikannya dengan taktik perangnya di jalanan.

​Namun, begitu pintu ruang kerja itu terbuka dan Aura melangkah masuk, aura dingin sang pimpinan mafia dan pialang saham seketika luluh tanpa sisa.

​Aura benar-benar dimanjakan sebagai wanita nomor satu di kehidupan Dante. Dante memastikan istrinya tidak kekurangan satu hal pun—mulai dari pakaian dirancang khusus, fasilitas pribadi, hingga kebebasan untuk melakukan apa pun yang disukainya tanpa ada tekanan atau ketakutan lagi. Dante tidak pernah membiarkan Aura merasa kesepian atau terancam.

​"Masih sibuk dengan grafik-grafik ini?" goda Aura sambil melangkah mendekat, membawa secangkir teh herbal hangat dan meletakkannya di samping laptop Dante.

​Dante langsung menutup salah satu layar monitornya, memutar kursi kerjanya, lalu menarik Aura perlahan hingga gadis itu duduk nyaman di pangkuannya. Dante melingkarkan tangannya di pinggang Aura, menyandarkan dahi mereka satu sama lain dengan hembusan napas hangat.

​"Pasar saham bisa menunggu, tapi waktu bersama istriku tidak," bisik Dante dengan suara beratnya yang selalu berhasil membuat dada Aura berdebar halus.

​Aura tertawa kecil, melingkarkan lengannya di leher Dante dan mengusap lembut rambut pria itu. "Kau bekerja terlalu keras, Dante. Kau mengurus klan, mengurus saham, lalu pulang hanya untuk memanjakanku."

​"Karena memanjakanmu adalah bagian paling menyenangkan dari hariku," balas Dante tulus sebelum mendaratkan kecupan lembut di bibir Aura.

​Di dalam rumah itu, Aura merasa begitu dicintai dan dilindungi. Ia tidak lagi perlu menggenggam senjata atau mengkhawatirkan masa lalu yang kelam. Di tangan Dante, ia adalah seorang ratu yang dilindungi oleh dinding pertahanan yang kokoh, tanpa menyadari bahwa jauh di luar sana, ancaman baru dari Helena sedang perlahan menenun jalurnya di antara bayang-bayang.

1
PengGeng EN SifHa
sandiwara yang membawa keberkahan ❤️
Naila Saputri
kayak y seru cerita y
Nia Nara
Chapter 1, baru mulai baca sudah seru...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!