NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Menuju kota pertama

Fajar akhirnya menyingsing di ufuk timur Planet Galastos, perlahan mengusir kegelapan yang sejak malam menyelimuti hutan spiritual tersebut. Cahaya matahari yang hangat menembus sela-sela dedaunan raksasa, memantulkan kilauan keemasan di atas permukaan danau yang tenang.

Kabut spiritual yang semalam memenuhi seluruh kawasan kini perlahan terangkat ke udara, berubah menjadi aliran energi tipis yang kembali menyatu dengan langit dan bumi.

Suasana hutan kembali dipenuhi suara burung-burung spiritual yang beterbangan dari satu dahan ke dahan lainnya, sementara beberapa binatang roh kecil mulai keluar dari persembunyian mereka setelah memastikan tidak ada lagi tekanan mengerikan yang memenuhi kawasan itu.

Di atas batu besar yang berada di tepian danau, Nova perlahan membuka kedua matanya. Cahaya keemasan samar melintas di balik pupilnya sebelum menghilang tanpa meninggalkan jejak.

Napas panjang keluar dari mulutnya, diikuti aliran energi spiritual yang kini kembali mengalir stabil di sepanjang meridian tubuhnya. Berkat bantuan Kristal Energi Primordial serta teknik kultivasi warisan Batara Agung, luka-luka yang ditinggalkan oleh lorong ruang-waktu hampir sepenuhnya pulih.

Bahkan tubuh Mortal Langit Bintang Satu miliknya kini telah beradaptasi lebih baik dengan hukum langit dan bumi Planet Galastos, membuat setiap tarikan napas mampu menyerap energi spiritual jauh lebih cepat dibanding saat pertama kali ia tiba di dunia baru ini.

Di dalam lautan jiwa, Tian Long memandangi perubahan tersebut dengan senyum tipis yang sulit disembunyikan. Naga Suci Primordial itu dapat merasakan bahwa kualitas energi Nova kembali meningkat meskipun ranah kultivasinya belum berubah sedikit pun.

Fondasi yang telah ditempa hingga mendekati kesempurnaan kini memperoleh nutrisi baru dari energi Semesta Orion, membuat setiap bagian tubuh pemuda itu perlahan mengalami transformasi yang bahkan Nova sendiri belum sepenuhnya sadari.

"Bagus," gumam Tian Long perlahan. "Sekarang tubuhmu sudah mulai diterima oleh hukum dunia ini. Ke depannya, kecepatan kultivasimu akan meningkat jauh lebih cepat dibanding saat masih berada di Bumi."

Nova hanya menganggukkan kepala di dalam hati sebelum perlahan berdiri dari tempatnya bermeditasi. Kristal Energi Primordial yang berada di hadapannya telah berubah menjadi debu halus setelah seluruh energinya terserap sempurna.

Tanpa ragu, Nova mengibaskan lengan bajunya hingga sisa debu tersebut larut bersama angin pagi, lalu berjalan santai kembali menuju area perkemahan.

Ketika ia tiba, sebagian besar anggota rombongan Lin Xue telah selesai membereskan tenda-tenda sederhana yang mereka dirikan semalam.

Api unggun telah dipadamkan, perlengkapan perjalanan kembali dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan masing-masing, sementara beberapa burung spiritual tampak beterbangan rendah seolah mengiringi keberangkatan mereka.

Begitu melihat Nova kembali, beberapa pasang mata langsung tertuju kepadanya. Tatapan mereka tidak lagi dipenuhi kewaspadaan seperti saat pertama bertemu, tetapi juga belum sepenuhnya menghilangkan rasa penasaran yang terus berkembang sejak malam sebelumnya.

Lin Xue melangkah maju beberapa langkah sebelum menghentikan kegiatannya. "Pemulihanmu sudah selesai?" tanyanya dengan nada tenang.

Nova mengangguk ringan. "Sudah jauh lebih baik."

Wanita itu memperhatikan wajah Nova beberapa saat. Tidak terlihat sedikit pun tanda kelelahan setelah semalaman bermeditasi. Sebaliknya, aura pemuda itu justru terasa lebih stabil dibanding sebelumnya, sesuatu yang kembali membuat hati Lin Xue dipenuhi pertanyaan.

Namun seperti biasanya, ia tidak memilih untuk menggali rahasia orang lain.

Setelah hening beberapa saat, Lin Xue kembali membuka suara.

"Kalau begitu, apa rencanamu setelah ini?"

"Ke mana tujuanmu?"

Pertanyaan sederhana itu membuat Nova terdiam cukup lama, tatapannya perlahan mengarah ke langit luas Planet Galastos yang membentang tanpa batas. Di balik ketenangan wajahnya, pikirannya mulai menyusun berbagai kemungkinan.

Tujuan sebenarnya datang ke dunia ini bukanlah untuk berpetualang ataupun mencari warisan kuno. Ia datang karena ingin memasuki dunia para kultivator bersama Zira.

Namun kini... Mereka telah terpisah oleh badai ruang-waktu. Nova mengepalkan tangan perlahan.

Ia sama sekali tidak mengetahui di mana Zira berada.

Planet Galastos begitu luas hingga bahkan kesadaran spiritualnya yang sekarang tidak ubahnya setetes air di tengah samudra. Mencari seseorang tanpa petunjuk di dunia sebesar ini hampir mustahil dilakukan hanya mengandalkan keberuntungan.

Di dalam lautan jiwa, Tian Long turut menganggukkan kepala.

"Jangan bertindak gegabah."

"Dunia ini jauh lebih luas daripada yang mampu kau bayangkan."

"Hal pertama yang harus kau lakukan adalah memahami tempat ini."

Nova menarik napas panjang, ia memahami maksud Tian Long. Mencari Zira secara membabi buta hanya akan membuang waktu dan tenaga.

Lebih baik ia terlebih dahulu mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai Planet Galastos.

Dengan begitu, peluang menemukan Zira juga akan jauh lebih besar. Nova akhirnya mengalihkan pandangannya kepada Lin Xue.

"Untuk saat ini..." ucapnya perlahan, "aku ingin menuju kota terdekat."

"Aku membutuhkan banyak informasi mengenai Planet Galastos."

"Termasuk peta wilayah, kekuatan-kekuatan besar yang menguasai planet ini, serta berbagai berita yang mungkin membantuku menemukan seseorang."

Tatapan Lin Xue sedikit berubah. "Mencari seseorang?"

Nova hanya mengangguk pelan. "Dia adalah rekanku."

"Kami terpisah ketika tiba di dunia ini."

Tidak ada kebohongan dalam ucapannya. Hanya saja, Nova sengaja tidak menjelaskan lebih jauh mengenai asal-usul dirinya maupun Zira.

Lin Xue memahami bahwa setiap kultivator memiliki rahasianya masing-masing.

Ia pun tidak berniat memaksa.

"Kebetulan," katanya sambil menoleh ke arah rekan-rekannya, "kami juga sedang dalam perjalanan menuju kota pertama di wilayah barat."

"Kota itu bernama Kota Yunfeng."

"Di sana terdapat cabang berbagai sekte, aula informasi, pasar kultivator, rumah lelang, hingga perkumpulan para pengembara. Jika kau ingin mengetahui keadaan Planet Galastos, tidak banyak tempat yang lebih baik daripada kota itu."

Yan Mei yang sejak tadi mendengarkan langsung tersenyum lebar.

"Kalau kau belum punya tujuan jelas, ikut saja bersama kami."

"Setidaknya sampai tiba di Kota Yunfeng."

"Daripada berjalan sendirian lalu tersesat lagi."

Ucapan gadis itu langsung membuat beberapa anggota rombongan tertawa kecil.

Bahkan Nova ikut tersenyum tipis.

"Kalau begitu..."

"Aku akan merepotkan kalian untuk sementara waktu."

Lin Xue menganggukkan kepala dengan tenang.

"Tidak masalah."

"Selama kau tidak keberatan mengikuti aturan kelompok kami selama perjalanan."

"Aku setuju."

Jawaban Nova terdengar mantap.

Begitulah, tanpa disadari oleh siapa pun di antara mereka, sebuah keputusan sederhana akhirnya menjadi langkah pertama Nova untuk benar-benar memasuki dunia para kultivator.

Kota Yunfeng bukan hanya akan menjadi kota pertama yang ia kunjungi di Planet Galastos, tetapi juga awal dari pencariannya terhadap Zira, sekaligus tempat di mana ia akan mulai mengenal peta kekuatan Semesta Orion, sekte-sekte kuno yang berdiri selama puluhan ribu tahun, para ahli yang mengguncang langit, serta berbagai rahasia yang selama ini tersembunyi di balik sejarah panjang Planet Galastos.

Sementara itu, jauh di tempat lain yang bahkan dipisahkan oleh jutaan kilometer, takdir perlahan mulai menggerakkan roda pertemuan baru. Tanpa disadari Nova, semakin banyak kekuatan besar yang mulai merasakan perubahan halus pada hukum langit sejak kedatangannya ke dunia ini.

Warisan Batara Agung yang tersembunyi di dalam dirinya bagaikan matahari yang tertutup awan; untuk saat ini memang belum terlihat oleh banyak orang, tetapi cepat atau lambat, cahayanya akan menarik perhatian para penguasa sejati Planet Galastos.

Dan saat hari itu tiba...

Seluruh Semesta Orion tidak akan pernah sama lagi.

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!