NovelToon NovelToon
Setelah 9 Tahun Bersama

Setelah 9 Tahun Bersama

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Selingkuh
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Selama sembilan tahun, Jena percaya bahwa cintanya dengan Jovian Ardhana akan berakhir di pelaminan.

Saat Jovian masih merintis mimpi, Jena selalu ada di sisinya. Menemani, mendukung, dan mencintainya tanpa pernah melihat harta ataupun status.

Hingga akhirnya Jovian menjelma menjadi CEO muda pewaris keluarga Ardhana yang sukses dan dikagumi banyak orang.

Namun semuanya berubah sejak hadirnya Michelle Ayu Suroso. Gadis cantik, kaya raya, dan berasal dari keluarga terpandang.

Perlahan, lelaki yang dulu begitu romantis itu mulai berubah.

Jena mencoba bertahan. Sampai suatu malam, Jovian mengundangnya menghadiri makan malam keluarga di rumah mewah Ardhana.

Jena datang dengan penuh harapan.

Namun di hadapan para kolega bisnis dan keluarga besar, ayah Jovian justru mengumumkan sesuatu yang menghancurkan dunia Jena dalam sekejap mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Menagih Hadiah

Parkiran Hotel Suroso Convention Center mulai lengang satu per satu. Mobil para tamu undangan keluar meninggalkan area hotel, sementara panitia dan staf masih sibuk membereskan perlengkapan acara yang tersisa.

Jena baru saja melangkah keluar dari ballroom sambil membawa tas dan beberapa dokumen yang tersisa.

Namun baru beberapa langkah, seseorang mengambil map dari tangannya. Jena langsung menoleh. "Mas."

"Aku bantu."

"Nggak usah. Aku bisa sendiri."

"Aku tahu."

"Terus?"

"Tapi aku tetap mau bantu."

Jena hanya tersenyum kecil. Mereka berjalan berdampingan menuju area parkir basement. Tak lama kemudian keduanya masuk ke dalam mobil Jovian.

Begitu mesin menyala, Jovian langsung melonggarkan dasinya. "Akhirnya selesai juga."

Jena tertawa kecil. "Iya."

Mobil pun melaju meninggalkan hotel.

Awalnya mereka hanya mengobrol santai soal acara yang baru selesai. Tentang target donasi yang terlampaui dan respons positif para tamu.

Namun beberapa menit kemudian, Jovian tiba-tiba melirik Jena. "Ngomong-ngomong."

Jena menoleh. "Ngomong-ngomong apa?"

"Tinggal hitungan hari."

"Apa?" Kening Jena mengernyit.

"Holiday ke Jepang."

Mata Jena langsung berbinar. "Oh iya!"

Jovian terkekeh melihat perubahan ekspresi itu. "Nah kan. Langsung semangat."

"Ya jelas."

"Jadi?"

"Jadi apa?"

"Kamu mau ke mana aja?"

Jena yang tadinya bersandar santai langsung duduk lebih tegak. Seolah topik itu jauh lebih menarik daripada laporan donasi miliaran rupiah yang baru saja mereka bahas. "Aku mau ke banyak tempat!"

Jovian tertawa. "Mulai sebutkan satu per satu!" titahnya.

"Aku mau lihat Gunung Fuji."

"Catat."

"Aku mau naik kereta cepat."

"Shinkansen?"

"Iya!" Jena mengangguk semangat.

"Oke."

"Aku mau ke taman bunga."

"Masih masuk akal." Jovian terkekeh.

"Aku mau makan ramen asli Jepang."

"Masih aman."

"Aku mau makan wagyu juga."

"Mulai mahal."

Jena langsung memukul lengan Jovian pelan. "Mas!"

Jovian tertawa. "Terus?"

"Aku mau ke Disneyland."

"Sudah kuduga."

"Terus ke DisneySea juga."

"Kamu ini anak kecil apa gimana?"

"Aku belum pernah ke sana, Mas."

"Baiklah."

Jena mulai menghitung dengan jari.

"Mau foto-foto pakai yukata."

"Oke."

"Mau lihat lampu malam di Tokyo."

"Oke."

"Mau belanja oleh-oleh." Jovian mengangguk. Jena melanjutkan. "Aku mau masuk toko-toko lucu, ke tempat mesin capit, ke kafe lucu dan mau lihat bunga sakura."

Jovian langsung meliriknya. "Sayang."

"Apa-apa?"

"Sekarang musim panas."

Jena terdiam. "Oh iya." Spontan ia menepuk jidat.

"Jadi sakuranya nggak ada."

Wajah Jena langsung kecewa. "Aku lupa."

Jovian tertawa geli. "Nggak papa. Nanti kita lihat yang lain."

Jena mengangguk. Beberapa saat kemudian ia kembali bersemangat.

"Mas."

"Apa?"

"Aku juga mau ke kuil."

"Kuil, ngapain?"

"Iya. Mau lihat budaya Jepang."

"Oke."

"Mau pakai kimono juga."

"Katanya tadi mau pakai yukata." Jovian menggoda.

"Dua-duanya."

Jovian menggeleng sambil tersenyum.

"Serakah."

Jena menjulurkan lidah.

Mobil terus melaju membelah jalanan sore. Jovian sesekali melirik Jena yang tampak begitu antusias menceritakan semua hal yang ingin ia lakukan selama liburan nanti. Tanpa sadar, senyum kecil terus bertahan di wajah pria itu. Melihat Jena bersemangat seperti ini selalu membuatnya ikut merasa senang.

"Kalau Mas mau ke mana?" tanya Jena sambil membuka botol air mineral kecil yang baru ia ambil dari paper bag di jok belakang.

Jovian berpikir sejenak. "Lumayan banyak juga tempat yang ingin aku kunjungi."

"Ke mana?"

"Aku mau lihat kamu bahagia selama di sana."

Jena yang sedang minum langsung tersedak kecil. "Mas!"

"Apa?"

"Gombal."

"Serius." Pipi Jena langsung memerah.

Jovian terkekeh puas. "Tapi selain itu," lanjutnya, "Aku juga mau jalan santai. Nggak mikirin pekerjaan, rapat dan proyek yang bikin kepala mau pecah."

Jena tersenyum lembut. "Iya. Kita lupakan semua kepenatan."

"Betul."

"Dan nggak boleh buka laptop."

Jovian langsung menoleh. "Itu berat."

"Harus."

"Kalau ada urusan penting?"

"Nggak boleh."

"Kalau direksi nyari?"

"No! No, no!"

"Kalau-"

"Pokoknya nggak."

Jovian akhirnya tertawa. "Baik, Bu Jena."

Tak terasa, mobil Jovian akhirnya memasuki area apartemen tempat Jena tinggal.

Perjalanan yang tadinya terasa panjang justru berlalu begitu cepat karena mereka terlalu asyik membahas rencana liburan ke Jepang.

Mobil berhenti di area drop-off. Jovian mematikan mesin.

"Kita udah sampai," ujar Jena.

"Iya."

Namun anehnya, Jovian tidak juga membuka sabuk pengamannya. Jena menoleh. "Kenapa?"

Jovian menatapnya beberapa detik.

"Aku mau nagih sesuatu."

Jena langsung curiga. "Apa?"

"Hadiah yang tadi kamu bilang di hotel."

Seketika pipi Jena memanas. "Mas ih! Kirain udah lupa."

"Nggak dong. Masa aku lupa sama kiss-kiss."

Jena menggeleng gemas. "Dasar."

Jovian tersenyum puas.

Keduanya kemudian turun dari mobil dan berjalan menuju lobi apartemen.

Baru beberapa langkah, lengan Jovian melingkar santai di pinggang Jena. Gadis itu refleks menoleh. "Mas."

"Apa?"

"Ini di tempat umum."

"Terus?"

"Malu ih dilihat orang."

Jovian tampak tidak merasa bersalah sedikit pun. "Bodo."

Jena mendengus pelan, tetapi tidak berusaha melepaskan rangkulan itu. Justru diam-diam ia merasa nyaman.

Mereka masuk ke lift bersama. Untungnya sore itu lift sedang sepi. Hanya ada mereka berdua. Begitu pintu lift menutup, Jovian menoleh ke arah Jena sambil tersenyum tipis.

Jena yang sudah hafal dengan ekspresi itu langsung menghela napas. "Jangan di sini."

"Aku belum ngomong apa-apa."

"Tapi aku tahu."

"Kamu pintar."

"Mas." Jena memutar bola matanya.

Jovian terkekeh kecil. Tak lama kemudian lift berhenti di lantai apartemen Jena.

Mereka berjalan menuju unit milik Jena, tepatnya milik Jovian. Begitu pintu terbuka mereka langsung masuk ke dalam, suasana langsung terasa jauh lebih tenang dibanding keramaian ballroom hotel beberapa jam lalu.

Jena meletakkan tasnya di sofa. Sementara Jovian berdiri tak jauh darinya dengan kedua tangan terlipat. Tatapannya membuat Jena salah tingkah. "Kenapa malah berdiri di situ?"

Jovian mengangkat alis. "Buruan kasih aku hadiah," desaknya manja.

Kedua pipi Jena langsung merona. "Ihh ... nggak sabaran banget sih!" Jena menghampiri Jovian dan memukul pelan dada bidang kekasihnya itu.

"Wajar. Aku kan pengen hadiah kiss-nya dari tadi." Jovian menarik pinggang Jena, sehingga tubuh mereka menempel erat. "Buruan," bisiknya serak.

Jena berjinjit, mengalungkan kedua tangannya ke leher Jovian, lalu menimpakan bibirnya di bibir Jovian. "Udah." Jena menjauhkan wajahnya.

"Ck." Jovian berdecak. "Kurang, Sayang."    Dengan gerakan cepat, Jovian menyambar bibir Jena, melumatnya dengan dalam dan liar.

"Hmmmpp ... Mas!" Jena memekik dalam pagutan itu, namun Jovian tak menggubris. Ia tetap melanjutkan gerakan bibirnya. Bahkan kini mulai menelusupkan lidahnya, dan Jena tak protes lagi. Ia pun membalas pagutan Jovian. Tangannya sudah kembali melingkar erat di leher kekasihnya itu.

Jovian mengangkat pelan tubuh Jena tanpa melepas pagutannya. Dan Jena refleks melingkarkan kedua kakinya ke pinggang kokoh Jovian.

Jovian mengayun langkahnya menuju kamar Jena. Ia menjatuhkan tubuh Jena dengan hati-hati tanpa melepas pagutan bibir mereka.

Kegiatan itu terus berlanjut. Lenguhan Jena pun keluar. Merdu, lembut dan membuat sesuatu dalam diri Jovian mencoba mendobrak keluar. "Nggak Jo, jangan sekarang. Belum waktunya. Kamu harus bisa tahan." Suara batin Jovian mengingatkan. Namun gerakan tubuhnya malah sebaliknya. Ia mulai memberikan sentuhan seduktif pada tubuh Jena. Pun dengan bibirnya yang mulai turun ke leher putih gadis itu.

"J-Jovian ..." desah Jena parau.

Jovian tak menanggapi. Ia sibuk menyapa tulang selangka Jena, jemarinya sudah menurunkan ritsleting dress biru muda yang dikenakan kekasihnya.

"Jo ..." Suara desahan Jena terdengar lagi. Tangannya mencengkeram rambut hitam Jovian.

"Oh shit! Aku udah nggak bisa nahan lagi. Aku nggak kuat," desis Jovian sambil menarik ke bawah dress Jena dan kini tinggal menyisakan kain kacamata saja.

1
Amy
Orang Tua Egois,, Ibunya wanita tapi tidak memikirkan perasaan sesama wanita,masih ada anak perempuanmu yg akan mrsakann penderitaan Jena,,,
ayo Jenaaa segera menjauh agar harga dirimu tdak di injak dgn Kompensasi dari keluarga ardhana
Ama Apr: iya, mereka jahat
total 1 replies
Dartihuti
Kl dilihat blg mobilnya mengkilat dan beda gk seperti biasa jg wkt tny nama?nyebutnya kok meragukan pasti bkn sembarang sopir...menjauh sejauh mungkin buktikan Jena km bisa lebih terhormat mampu bahagia tampa mereka
Ama Apr: hahaha hayooo
total 3 replies
nunik rahyuni
alhamdulillah ada sedikit hiburan...sdh jena mantabkan hati ayo melangkah tinggalkan mereka ..mulailah dg hidul mu yg baru..semangat 💪💪💪
Ama Apr: siap semangat🥹
total 1 replies
Inarrr Ulfah
uhuuyyy kaya nya si Toto cio yg nyamar wkwkwk🤣,,,semgat jena
Inarrr Ulfah: iya wkwkw,,Ayo lah KA,,baut kejutan untuk keluarga si jovian itu,,smga lebih tajir pengganti nya si jovian 😄
total 2 replies
Dartihuti
Orang gk hati ...harta dan duduk yg di otaknya gk mikir suatu saat semua yg di lakukan akan kembali balik kediri c4 atau lambat...gak sadar lubang besar menati keluarga Jo ...mecili tawamu sekarang tanpa kamu sadari jd bumerang hubungamu kedepannya😡
Ama Apr: Hukum tabur tuai berlaku🥹
total 1 replies
nunik rahyuni
kan ..seperti dugaan q ..jo adalah anak yg dituntut untuk patuh..dia akan terikat dg keputusan ortu...
menjauh lah jena ...jangan lg menerima apapun dr kelg itu..walaupun di beri konspensasi atas 9bth bersama jo..
menjauhlah dan hiduplah dg mandiri..
raihlah suksesmu tanpa mereka
semangat jena💪💪💪
Ama Apr: iya kk, pasti ada kejutan buat mereka
total 3 replies
Inarrr Ulfah
semoga aja hal buruk menimpa anak perempuan kamu ,,lebih kejam dari yang jena terima....
Ama Apr: 🥹🥹🥹 ikut sakit ya buat Jena
total 1 replies
Inarrr Ulfah
langsung resign dari kantor nya jena,,pergi dari apartemen itu,,pergi yang jauh,...💪
Ama Apr: pastiii, udah diskaitin ms diem bae
total 1 replies
nunik rahyuni
up lg thor...kesini jena q pelik erat erat jgn menangis kuatkan hatimu...lupakan mreka melangkh menjauh dan buatlh dirimu bahagia
Ama Apr: iya kk, makasih🥹
total 1 replies
Amy
langsung menjauh aja Jena,, karena menikmati kebahagiaannya jovian bahkan tidak sadar kamu udah nggak ada di sekitarnya, itu krna kamu bukan prioritasnya
Asphia fia: nyesek bagt bacanya Thor
laki- laki pengecut spt jovian GK perlu ditangisi jen
total 2 replies
Dartihuti
Tunggu hukum sebab akibat keluargamu dan km Jo..c4 atau lambat kepedian akan balik ke dirimu sklrg
Ama Apr: pasti itu kk🥹
total 1 replies
nunik rahyuni
jangan berkecil hati jena ..bangun lah dr mimpi mimpi yg di berikan jovian...sadarlah mereka bukan yg terbaik ..pergi dan hidup lah dg bahagia tanpa mereka yg menyakitimu
Ama Apr: iya 🥹🥹🥹
total 1 replies
Dartihuti
Bangkit Jena tegakkan kepalamu ....buat klrg mereka menyesal krn meredahkanmu,membuangmu setelah apa yg km lalui menjauhlah dulu buktikan bahwa Jena gk selemah yg mereka pikirkan dan mampu mendapatkan yg lebih dr Jo laki gk berprinsif lemah...
Ama Apr: peluk jauh Jena🥹
total 1 replies
Inarrr Ulfah
mana up nya cuma seuprit lagi😭
Ama Apr: hehe, maaf nanti ditambah deh. mau nulis dulu aku nya
total 1 replies
Inarrr Ulfah
nah kan,,sudah ku bilang akan yang nemenin dari nol akan KLH sama yg baru,,dah pergi aja Jen yang jauh,,,pergi dari apartemen dan kehilangan jovian 💪💪...cari CEO yg lebih kaya dan ganteng,,buat jovian di dan keluarga nya menyesal
Ama Apr: begitulah hidup🥹
kadang perjuangan kita tdk dihargai
total 1 replies
Dhm Pratiwi
benar kan saya bilang,tetap tegar Jena,klw perlu kamu kluar dari apartemen da perusahaan Ardana,Jovian MUNfIK
Ama Apr: 🥹🥹 huhu
total 1 replies
nunik rahyuni
duh thor hati sdh dag dig dug kok malah di gantung lg..tambah up thor penasaran ni lah thor ✌️✌️✌️✌️
Ama Apr: hehe maaf kk
total 3 replies
nunik rahyuni
semoga kamu g kecewa dan sakit hati
Ama Apr: aamiin
total 1 replies
Titien Prawiro
Sudah tamatkah?
Ama Apr: belum kk, atuh mash jauh
total 1 replies
Titien Prawiro
Jangan2 ke Jepangnya gk jadi karena papa Bimo.
Ama Apr: huhu🥹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!