NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Karya ini telah terpilih sebagai kandidat YAAW 2026 periode 1 kategori 1🥳🎉🎉🎉

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Farhan melangkah mendekat. Setiap langkahnya terasa seperti beban yang penuh amarah. Sopir pribadinya yang masih berada di samping mobil menelan ludah kuat kuat, bahkan ia pun terlihat tegang. Dan pada detik itu Kinara sadar kalau Farhan sedang ada di batas antara marah dan hancur.

"M-mas, ayah bilang apa?"

"Semua ini terjadi gara gara kau!" Ucap Farhan dengan penuh penekanan dan membuat Kinara menelan ludahnya dengan berat.

"M-mas, aku tidak tahu apa yang terjadi."

Farhan mengangkat tangannya dengan pelan untuk menghentikan kata-kata istrinya. Ia memejamkan matanya sejenak, menarik napas seperti seseorang yang sedang mencoba keras untuk menahan amarahnya, lalu menatap Kinara dengan tajam.

"Tidak ada bedanya kau tahu atau tidak, tetap saja keberadaan mu telah mengubah semuanya.”

Kalimat itu menusuk jauh ke dalam dada Kinara. Tapi sebelum Kinara sempat menjawab perkataan suaminya, Farhan terlebih dahulu membuang wajahnya ke samping dan mengembuskan napas berat.

“Aku butuh waktu, biarkan aku sendiri.” katanya pendek.

Lalu tanpa menunggu jawaban dari Kinara, Farhan langsung berjalan cepat menuju pintu rumah, memasukinya dan membiarkan pintunya tertutup keras di belakangnya.

Brakk!

Suara pintu itu menggema di halaman yang luas dan membuat Kinara mematung. Ia tidak tahu apa yang lebih menyakitkan—tatapan dingin suaminya, atau kenyataan bahwa dirinya tidak bisa melakukan apa pun untuk meredakan emosi yang dirasakan oleh suaminya.

“Nyonya…” panggil sopir pribadi Farhan dengan hati-hati dan membuat Kinara menoleh perlahan.

“Sebaiknya, Nyonya masuk dan lihat kondisi Tuan Farhan sekarang. Tuan Farhan kalau sedang marah atau terluka, beliau punya kebiasaan menyakiti dirinya sendiri.”

Deg.

Penjelasan sopir itu membuat detak jantung Kinara serasa berhenti berdetak.

“Menyakiti dirinya sendiri?”

Sopir mengangguk pelan, suaranya semakin pelan.

"Betul, nyonya. Tuan Farhan memang marah dan kecewa saat ini, namun dia tidak akan menunjukkan kemarahan itu kepada orang lain, dia tidak mau orang itu terluka karena amarahnya. Dalam Kondisinya saat ini, tuan Farhan pasti akan menyakiti dirinya sendiri untuk meluapkan semua amarahnya."

Jantung Kinara berdebar semakin kencang dan perutnya serasa melilit. Farhan yang bersikap dingin saja sudah membuatnya gugup apalagi Farhan yang sedang menyakiti dirinya? Tanpa pikir panjang, Kinara langsung meraih ujung rok gaunnya agar tidak menghambat langkahnya, lalu berlari ke arah pintu rumah.

Ia membuka pintu rumah besar itu dan langsung disambut aroma rumah baru yang bercampur dengan wangi kayu mahoni dan lavender yang lembut. Ruang tengah yang luas, lampu gantung kristal yang memantulkan cahaya hangat, sofa besar berwarna krem, dinding ber lukisan minimalis yang semuanya terlihat indah.

Tapi suasana rumah tetap terasa kosong, sepi dan terlalu dingin.

“Mas Farhan?” panggil Kinara pelan namun tak ada jawaban.

Ia melangkah masuk lebih dalam, mengamati seluruh ruangan dari kiri ke kanan. Namun tidak ada siapa-siapa. Langkahnya membawanya menuju dapur yang berada di sisi kanan rumah namun lagi lagi tempat itu kosong.

Kemudian ia berbelok ke arah lorong panjang yang memiliki beberapa pintu di sisi kiri dan kanan.

“Mas Farhan?” panggil Kinara lagi namun masih tidak ada jawaban. Hanya suara langkah kakinya yang terdengar memantul di lantai marmer.

Kinara mengintip setiap pintu yang ia lewati. Dari kamar tamu, kamar mandi, gudang kecil hingga ruang kerja pribadi. Semakin jauh Kinara berjalan, semakin besar rasa panik yang menjalar di tubuhnya.

"Ya Allah, sebenarnya dimana suamiku saat ini? Tolong jangan biarkan dia menyakiti dirinya sendiri, ya tuhan." Gumam Kinara yang tak henti-hentinya merasa khawatir.

Ketika ia akan berbalik dan memeriksa ruangan lain, tiba-tiba terdengar suara kaca pecah menghantam tembok dengan keras, tajam, dan mengerikan, yang membuat Kinara terlonjak kaget.

BRRAAAKKKK!!!

Tanpa berpikir panjang, Kinara langsung berlari ke arah sumber suara, sebuah pintu kamar yang berada di ujung lorong. Ia meraih gagang pintu itu dan membukanya tanpa ragu. Setelah pintu kamar itu terbuka, alangkah terkejutnya Kinara saat mengetahui

pemandangan di depannya yang membuat napasnya langsung tercekat.

“Astaghfirullah mas, apa yang kamu lakukan mas?!”

Farhan berdiri membelakangi pintu, tubuhnya membungkuk sedikit ke depan. Lengan kanannya bergetar, dan di lantai terlihat pecahan kaca dari meja kaca kecil yang sudah hancur berantakan. Wajah Kinara semakin pucat saat ia melihat darah segar yang menetes dari tangan Farhan, jatuh satu persatu ke lantai dan menciptakan bercak merah yang kontras dengan lantai putih kamar itu.

Farhan perlahan mengangkat kepalanya, memandang tangannya yang berlumuran darah, sementara napasnya terdengar berat. Kinara melangkah maju dan hendak mendekati suaminya, namun Farhan langsung menoleh, menatapnya dengan tatapan matanya yang gelap penuh amarah dan kehancuran dalam satu waktu.

"BERHENTI KINARA! TOLONG JANGAN COBA COBA KAU MENDEKATI KU." Bentak Farhan dengan tegas sembari memutar badannya untuk menghadap ke arah Kinara dan memperlihatkan tangan kanannya yang penuh luka dan darah yang menetes dari jari jarinya.

Kinara menggigit bibirnya, matanya mulai berkaca-kaca saat melihat kondisi suaminya.

“Tidak mas, tolong jangan suruh aku pergi. Aku tidak bisa meninggalkan suamiku dalam keadaan seperti ini, tolong ijinkan aku untuk mengobati luka di tangan mu mas."

"Apa kau tidak dengar apa yang aku katakan Kinara? Aku bilang pergi ya pergi!!!" Ulang Farhan dengan keras dan membuat Kinara menggelengkan kepalanya sementara air matanya tidak berhenti menetes dari kedua matanya.

"Aku dengar apa yang mas katakan padaku, tapi aku tidak akan pergi mas. Sejak aku memutuskan untuk menerima pernikahan ini, aku sudah berjanji kepada diriku sendiri kalau aku akan selalu berada disisi mas apapun yang terjadi. Aku tidak akan pergi." Ucap Kinara yang sama sekali tidak goyah apalagi setelah ia dibentak Farhan dengan keras. Ia tetap maju dan mendekati suaminya pelan pelan.

Farhan menutup kedua matanya kuat-kuat, sementara kepalanya menunduk dalam-dalam.

“Jangan mendekatiku, Kinara. Aku serius. Kalau kau mendekat, aku nggak tahu apa yang bisa kulakukan padamu. MENJAUH LAH DARIKU.” desis Farhan dengan lirih tapi tajam.

Kinara menatap tubuh suaminya yang tegang. Tubuh laki-laki itu seperti tali yang ditarik terlalu kencang dan siap putus kapan saja. Ancaman dalam suaranya jelas terdengar nyata. Tapi justru di situlah hati Kinara semakin terasa nyeri. Ia tidak melihat kemarahan. Ia melihat seseorang yang lebih terlihat seperti kelelahan menahan luka seorang diri.

Perlahan, dengan langkah yang hampir tidak bersuara, Kinara maju satu langkah lagi.

"AKU BILANG BERHENTI!!!" Teriak Farhan dengan keras, namun Kinara tidak berhenti.

Tangannya yang gemetar terangkat, lalu tanpa ragu ia melingkarkan kedua lengannya ke tubuh Farhan. Memeluknya dari depan dengan erat, seakan jika ia melepas pelukannya, suaminya itu akan benar-benar hancur di hadapannya.

1
Lili
baguslah klo Adilla tahu diri
senang rasanya atas sikap Farhan, jadi lelaki yang teguh dan tegas
Lili
pintar Kirana 👍
Lili
yang ga tahu diri tuh kamu : Adilla
yang mau merebut Farhan juga kamu ya : Adilla
Ragil Saputri
kok manggil papanya "papa", manggil Kinara ibu, rasanya kok gimanaaaa gitu
Ragil Saputri
selamat datang baby Azzam, Azzam Rafasya Pratama
Ragil Saputri
kok taruhan nya GK boleh masuk, gimana to dokternya, justru istri klo mau lahiran, suaminya harus mendampingi memberi kekuatan k istrinya, piye to dokternya ini ....
Ragil Saputri
kok ibunya Kinara GK nemenin anaknya disaat mau lahiran, kasian Kinara GK ada yg ndampingi, art pun GK ada ya. ....
Ragil Saputri
Waaah dedek bayinya mau keluar tu, cepetan panggil suamimu Kinara
Ragil Saputri
huuuuft Adila datang lagi, bikin suasana tegang aja deh, tpi dia datang ingin mengakhiri semuanya, padahal kan semuanya dh berakhir setelah dia pergi dri Farhan, hanya dua aja yg ambisi...
Ragil Saputri
mudah2an Adila datang dgn membawa perdamaian, minta maaf sedalam-dalamnya, lalu undur diri dri kehidupan Farhan n Kinara....siapa laki" yg datang bersama Adila
Ragil Saputri
Kinara jgn keluar sendirian, Farhan bakalan marah klo kamu GK bangunin dia
Ragil Saputri
kasih tau ortunya Kinara juga Farhan, biasanya perasaan seorang ibu akan lebih peka terhadap anaknya jgn tunggu mereka menelpon mu
Ragil Saputri
"ada debay yg butuh nutrisi sayang" begitu kira-kira ucap Farhan.... (🤭🤭🤭/
Ragil Saputri
alam bawah sadar Kinara mendengar lantunan ayat" suci Alqur'an dri suara yg amat dikenalnya, ya suara suamimu Kinara
Ragil Saputri
Kinara hamil, perasaanya terguncang setelah kehadiran Adila, makanya Kinara semaput, Farhan jaga Kinara, jadilah suami SIAGA
Ragil Saputri
jgn panik Farhan, Kinara baik" aja kok...."Farhan untuk lebih memastikannya,bawa istrimu k dokter kandungan" ucap dokter Ridwan.... terbengong-bengong lah si Farhan
Ragil Saputri
kayaknya Kinara hamidun DECH , moga aja biar rame rumah Farhan dgn tangisan baby Farhan junior
Ragil Saputri
gaspol Farhan, Kinara butuh Lo disaat dia hrs menghadapi masalalu kamu, Adila.... bagaimanapun Kinara seorang wanita, yg akan merasa sakit klo wanita masa lalu suaminya meminta suamimu kembali😥
Ragil Saputri
mudah2an Adila bener" menyesal, dan membiarkan Kinara tetep mempertahankan Farhan, karna emang Farhan lah yg memilih Kinara
Ragil Saputri
moga aja Farhan cepet' blik, tkutnya si ulat buluk kalap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!