NovelToon NovelToon
Sahara 3 Perempuan Pemuja Iblis

Sahara 3 Perempuan Pemuja Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Perjodohan
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

"Kamu adalah budakku Radini Prastiwi Sukarna dan kamu tidak akan bisa lepas dari cengkramanku!"
"Aku adalah abdi setiamu wahai iblis..."
Radini Prastiwi Sumarna, seorang perempuan keturunan bangsawan yang menjadi pewaris sebuah tradisi keluarga, bukan tradisi sembarangan karena keluarga itu merupakan keturunan perempuan pemuja iblis dan Radini terpilih sebagai penerus keluarga untuk melanjutkan jejak leluhurnya.
Apakah dia akan tetap memegang teguh ritual keluarganya sebagai pemuja iblis atau justru dia akan bertaubat setelah dia bertemu Dirga Bintang Darmawan yang menjadi targetnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Barang Dirga

"Jadi ibu juga merasakannya Bu? Dia ancaman untuk kita?" tanya Radini dan Radiah mengangguk.

‎"Kang mas, kamu masuk ke dalam kamar kak Roman ya, simpan kain putih ini dan taburkan abu ini ke setiap sudut kamar" ucap Radini mengusap rahang Hatta.

‎Sejak semalam Hatta sudah tunduk sepenuhnya pada Radini, dia mengambil darah Hatta dan menyatukan nya dengan ludah Luca hingga saat terbangun, Hatta melupakan kejadian malam itu dan berubah drastis jadi Hatta yang begitu tunduk pada Radini.

‎"Baik nyai" jawab Hatta

‎Hatta masuk tanpa merasakan panas ataupun gangguan berupa kilatan cahaya yang membuatnya terpental, dia menyimpan kain putih itu di atas lemari Roman dan menaburkan abu dari pembakaran jasad jasad yang di bakar warga agar Roman dan Rani juga bisa di pengaruhi oleh Luca.

‎Luca sampai tertawa senang karena rencananya berhasil dan sebentar lagi dia akan bisa membuat Rani yang begitu membuatnya kesal lenyap. Luca bahkan berencana untuk membawa Rani ke alamnya dan di jadikan ratu di kerajaan iblis miliknya.

‎"Di alam manusia aku punya Radini dan keturunannya nanti, dan di alam gaib, kamu adalah calon ratuku Rani, darahmu itu sama wanginya dengan darah kakak kakakmu, sayang kamu seorang perempuan jadi aku tidak bisa memakan mu karena aku bisa mati" ucap Luca pelan.

‎"Kang mas berhasil, terima kasih kang mas, Radini menyayangi kang mas" ungkap Radini memeluk Hatta.

‎"Kang mas lebih mencintaimu nyai" jawab Hatta mengecup kening Radini.

‎"Ayo kita pergi sebelum Roman kembali, kita berpura pura tidak pernah terjadi apapun di sini" ajak Radiah

‎"Iya Bu, Radini juga harus ke toko, ayo kang mas, kamu juga harus ke perkebunan milik kamu kan" ucap Radini

‎"Iya, kang mas harus mengecek perkebunan teh" jawab Hatta

‎Radiah menutup kembali pintu kamar Roman, dia, Radini dan Hatta langsung pergi dari sana tapi tidak dengan Luca karena dia merasa ada sesuatu yang bersembunyi di kamar Roman, tapi dia sendiri tidak bisa melihat atau menemukan apapun di sana.

‎"Mungkin hanya perasaanku saja, kutu gaib teman si Rani sudah aku musnahkan, jadi tidak mungkin ada yang lain lagi, aku harus bersemedi sekarang karena semalam aku mengeluarkan banyak energi untuk menundukkan Hatta dan menyembuhkan Radini" gumam Luca menghilang dari sana.

‎ Di dalam kamar Roman.

‎"Mereka sudah pergi" bisik Argadana yang bersembunyi di dalam lemari pakaian Roman karena terdapat bekas pakaian anak anak Roman yang sudah meninggal di sana.

‎"Iya, sudah aman, kejam sekali si Luca itu, dia membunuh si kutu padahal sebelum mati dia sempat membuat satu lubang untuk kita supaya kita bisa masuk ke sini" jawab Anggadana.

‎Mereka tadinya hanya ingin mengecek pagar gaib di rumah Radini, tapi saat mereka tiba, mereka melihat Luca membakar boneka milik Rani yang terdapat kutu gaib di dalamnya, bahkan kutu itu sempat membuat lubang dengan sisa energi miliknya karena pagar gaib itu sudah mulai menipis.

‎"Papa sudah memanggil kita sejak tadi, tapi kita tidak bisa bergerak atau nanti akan ketahuan si Luca itu" ucap Argadana

‎"Iya, Ibunda pasti khawatir pada kita, makanya papa panggil kita, atau mungkin Rani sudah sampai di bengkel papa" ucap Anggadana.

‎"Ayo kita pergi dari sini"

‎"Tapi sebelumnya kita bersihkan dulu kamar ini dari guna-guna si Rudin, jangan sampai orang baik seperti Om Roman berakhir seperti Om Hatta"

‎"Ayo, kita bawa kembali abu abu mayat hidup itu ke kuburan, dan bakar kain putih itu, ganti dengan kain lain, abunya kita ganti dengan abu si kutu dan boneka Rani" ucap Anggadana

‎"Iya, ayo kita harus segera pergi sebelum ketahuan" jawab Argadana

‎Keduanya keluar secara diam diam, mereka juga menutup hidung mereka karena tidak mau terkena guna guna dan pengaruh dari Radini dan Luca, Argadana bahkan sudah mengambil kain putih dari atas lemari dan mengganti kain itu dengan kain yang ada di perutnya, kain bedong miliknya dulu tapi selalu dia bawa karena dia menyukai kain itu di perutnya.

‎"Perutku jadi kosong" keluh Argadana

‎"Nanti kita minta kainnya lagi pada nenek Rukmini, ayo kita pergi dan pastikan tidak ada teluh ataupun jampi jampi di kamar ini, kunci pintunya" ucap Anggadana

‎"Oke"

‎Mereka memeriksa kamar itu sekali lagi, dan memagari kamar Roman dengan energi mereka supaya tidak ada yang bisa membuka kamar itu selain Roman dan Rani, karena mungkin besok atau seterusnya mereka akan kesulitan masuk jika Luca kembali memperbaiki pagar gaib yang dia buat di rumah Radini.

‎"Ya Allah, semoga Om Roman dan Rani baik baik saja di rumah ini, setidaknya sampai kami semua bisa membebaskan dia" ucap Argadana

‎"Arga, itu kan peci milik Om Dirga dan sarungnya juga, kenapa ada di sini?" tanya Anggadana ketika mereka sudah mulai terbang untuk pergi dari rumah Sukarna.

‎Argadana berhenti, dia melihat ke arah tunjuk Anggadana dan ternyata memang benar, di sebuah kamar ada peci dan sarung milik Dirga yang di kelilingi oleh lilin berwarna merah, bahkan di atas sarung itu tersimpan kembang tujuh rupa dan sebuah cincin pernikahan.

‎"Angga, bawa itu apapun resikonya, kita tidak boleh membiarkan om Dirga celaka, cepat!" ucap Argadana

‎Keduanya mengintip kamar yang kebetulan terbuka karena Radini lupa menutupnya, mereka ingin masuk tapi tubuh mereka terpental dan itu membuat Radiah yang sedang bersantai di ruang keluarga merasa curiga.

‎"Ayo kita berdua terobos saja, terluka sedikit tidak apa apa" ucap Anggadana

‎"Iya"

‎"A'udzubillahiminasyaitonirojiim bismillahirrahmanirrahim"

‎Wush...

‎Angin kencang langsung muncul menghadang keduanya yang akan kembali masuk, mereka tidak menyerah dan tetap memaksa masuk untuk mengambil barang milik Dirga.

"Ada apa, kenapa ada suara berisik di kamar ritual Radini" gumam Radiah.

‎Radiah juga hampir sampai di tempat itu dan dia Khawatir kalau sampai ada sesuatu yang terjadi dan membuat apa yang sedang mereka kerjakan di kamar itu jadi berantakan.

‎"Aargghhh... panas Arga"

‎"Tahan, ini demi keselamatan Om Dirga!"

‎"Allahu Akbar!" ucap keduanya yang akhirnya berhasil masuk dan segera mengambil barang barang milik Dirga untuk mereka bawa pulang.

"Pegang tanganku Angga!" ucap Argadana karena dia akan melesat secepat mungkin dari tempat itu.

Srak.

Bruk.

Keduanya langsung terpental masih dengan tangan memegang erat sarung juga peci milik Dirga karena keduanya benar benar menggunakan semua energi mereka untuk pergi dari sana.

‎"Om Ireng!" teriak Argadana karena mereka sudah tergeletak di luar pagar gaib setelah keduanya terbang secepat mungkin.

Srak.

‎"Cepat naik karena Luca sudah mengetahui keberadaan kalian, kita harus cepat masuk ke lahan Bagaskara supaya aman" ucap Ireng dan keduanya segera naik ke atas pundak Ireng.

‎"Ireng!" teriak Luca dari dalam rumah Radini

1
neni nuraeni
kasian Sahara,,, semoga gandra segera sembuh dan sadar, agar Sahara kembali ceria,,, lnjut
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
kangen om wowo😘😘😘😘
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
🌺jadi kangen petaka di air terjun kampung dara🥀 miis youuuuuuu😘😘😘😘
Sri rahayu
ternyata Sahara lebih sabar dan sayang sama suami daripada manusia
Ridwan01: benar sekali kak 👍
total 1 replies
Sri rahayu
namanya juga air terjun mayat pasti banyak mayat yg sudah terkubur di situ
Ridwan01: benar sekali kak
total 1 replies
neni nuraeni
tahan Sahara jgn smpai amarah menguasaimu... berdoa lah agar gandra CPT sembuh, lnjuttt
neni nuraeni: sama2 kak🤗
total 2 replies
Suwastika
sabar ya ibunda nnt pasti ayahanda kembali lg
Ridwan01: aamiin terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Dina Alesha
sampe nangis aku baca nyaa
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
semoga gandra CPT sembuh,,, kasian istri dan anak" nya,,, lnjutt
neni nuraeni: sama sama kak🤗
total 2 replies
Nyai Aksara 👩‍🦯
Soca harus belajar agama lagi itu, dari kecil ia ditanamkan hal buruk. Ih aku bayanginnya aja ngeri, kita sayat tangan terus darahnya dimasukin gelas, kalau minuman sih untung, lah itu darah manusiaa.
Ridwan01: Soca sejak bayi hanya melihat Radiah dan di ambil darahnya, jadi dia berpikir darahnya bisa menyembuhkan Gandra
total 1 replies
nurul supiati
deg degan dahhh 😭😭😭
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
waaaaaah🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 nular
neni nuraeni
semoga gandra tidak musnah,,, jgn smpai ya kak thor ga rela aku kalau gandra musnah,,, lnjuttt
neni nuraeni: sama sama kak
total 2 replies
neni nuraeni
iiih jijay,,,,,semoga luca dan radini bisa diklhkn,, lnjuttt
neni nuraeni: sama sama kak🤗
total 2 replies
Leni Nuraeni
ceritanya sangat bagus👍
Leni Nuraeni
d tunggu k lanjutannya ya thor,semangaatt💪
Ridwan01: terima kasih kak👍
total 1 replies
Leni Nuraeni
ada ada ajj tingkah s sahara😄
Ridwan01: benar sekali kak 👍
total 1 replies
Suwastika
Hebat EMG author bikin kita ikut merasakan ketegangannya 🩷🩷
Sahara ayo neng bales it si rudin
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
Alhamdulillah akhirnya Dirga sembuh,,, sekrng Sahara punya anak yg sama polosnya🤭🤭🤭 lnjut atuh kak thorr seruuu
Kana
lanjut ih udah kepo bang pliss up yg banyak gitu hehehe ,semangat bang ,jaga kesehatan juga 😁🙏
Ridwan01: terima kasih kak, hanya bisa up dua saja sehari🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!