Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: Gempa Politik Siber dan Benih Organisasi Baru
Di ruang kendali utama Gedung Pusat Biro Keamanan Khusus, keheningan yang mencekam mendadak pecah oleh suara hantaman meja yang keras. Jenderal Besar menatap layar proyektor raksasa yang menampilkan detik-detik terakhir sebelum kamera pengawas di Alun-Alun Fatahillah kehilangan sinyal kuantumnya.
Rekaman itu diputar ulang dengan perlambatan hingga delapan ratus persen. Namun, bahkan dalam kecepatan seringan itu, gerakan Silver Flash tetap tampak seperti seberkas cahaya perak yang meliuk di antara desingan peluru plasma, sebelum sepasang mata perak mistisnya menatap lurus ke arah kamera.
LAPORAN KERUSAKAN UNIT ELEKTRA-5:
Personel: 5 Anggota Elit (Kondisi: Koma, kelumpuhan meridian total).
Aset: Geo-Radar Kuantum senilai Rp4,5 Miliar (Kondisi: Hancur terbelah menjadi dua bagian akibat tebasan energi berdensitas tinggi).
Catatan Sensor: Tidak ada jejak termal atau emisi radioaktif fana yang terdeteksi.
"Dia sengaja menunjukkan dirinya," desis sang Jenderal Besar, tangan tuanya mengepal hingga sendi-sendinya memutih. "Dia tahu kita sedang mengawasinya. Ini bukan lagi sekadar tindakan kriminal biasa. Ini adalah deklarasi perang terbuka dari faksi kultivator liar kepada hukum modern negara!"
Di sampingnya, salah satu tetua dari faksi elit pemerintah berbisik dengan nada cemas, "Jenderal, jika rekaman mata perak ini bocor ke klan-klan kuno yang sedang tertidur, mereka akan langsung mengenali bahwa ini adalah teknik warisan tingkat tinggi yang hilang ribuan tahun lalu. Kita harus menutup rapat informasi ini sebelum transisi energi global semakin kacau."
Di mana eksistensi Arkana mulai memaksa otoritas tertinggi untuk merombak total strategi pertahanan nasional mereka sebelum memasuki era organisasi rahasia di bab-bab mendatang.
Evaluasi di Bawah Tanah
Sementara permukaan Jakarta dipenuhi kepanikan militer, Arkana telah kembali ke aula bawah tanah Kota Tua dengan langkah santai tanpa luka sedikit pun. Dani langsung menyambutnya dengan sorak-sorai kemenangan sembari menunjuk layar monitornya yang bersih dari aktivitas pelacakan.
"Gila, Arka! Begitu radar kuantum mereka lo tebas, semua jaringan siber militer di sektor barat langsung buta sesaat!" seru Dani dengan penuh semangat. "Gua langsung memalsukan data log satelit mereka, jadi sekarang mereka mengira 'Silver Flash' melesat kabur ke arah laut utara."
Lisa mendekat, membawakan secangkir teh hangat untuk Arkana sembari menatap tajam ke arah cincin kuno di jari sahabatnya. "Arka, serangan lo tadi memang berhasil, tapi Kota Tua gak akan bisa jadi tempat persembunyian kita selamanya. Begitu mereka sadar data satelit itu palsu, mereka akan kembali dengan pasukan yang sepuluh kali lebih besar."
Arkana meminum tehnya perlahan, sepasang mata peraknya memancarkan ketenangan seorang kaisar sejati. "Gua tahu. Tapi tujuan gua menyerang tadi memang bukan untuk selamanya sembunyi di sini. Gua cuma butuh waktu tambahan seminggu."
Ia mengeluarkan kembali Buku Catatan Alkimia Purba yang diambilnya dari makam Sentul.
Fondasi "Faksi Kaisar Abadi"
"Dani, Lisa," panggil Arkana, membuat kedua sahabatnya langsung mengambil posisi tegak dengan penuh rasa hormat yang kini tumbuh secara alami akibat karisma kultivasi Arkana. "Dunia luar sudah mulai bergerak agresif. Pemerintah punya teknologi siber, dan klan-klan kuno punya akumulasi kekayaan ribuan tahun. Kita gak bisa terus bergerak bertiga seperti ini."
Arkana membuka lembaran tengah dari perkamen tua tersebut, menunjukkan sebuah cetak biru formasi yang berbeda dari yang pernah mereka lihat.
"Di dalam catatan ini, ada formula untuk meracik Pil Pengumpul Bakat skala massal tingkat rendah. Gua berniat menggunakan tanaman obat yang melimpah akibat kebangkitan energi ini untuk mulai melatih pasukan kita sendiri," jelas Arkana. "Kita akan mendirikan organisasi kita sendiri di bawah bayang-bayang. Dani, gua butuh lo meretas sistem keuangan gelap untuk mendanai pembelian tanah terisolasi di luar kota. Lisa, lo akan bertanggung jawab mengawasi seleksi talenta murni yang belum terafiliasi dengan klan kuno mana pun."
Mendengar rencana besar tersebut, jantung Dani dan Lisa berdegup kencang. Mereka menyadari bahwa Arkana tidak hanya ingin tumbuh menjadi kultivator terkuat secara individu, melainkan sedang meletakkan batu pertama bagi pembangunan sebuah faksi rahasia yang kelak akan mengguncang tatanan dunia baru.