Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.
Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.
Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Marwa
Kepergian Marwa memang membuat Tania senang karena pada akhirnya tidak akan ada lagi yang mengganggu hubungannya dengan Raski.
Tapi tidak dengan Raski. Pria itu seolah dihantui oleh rasa bersalah yang mendalam karena tiba-tiba saja menuduh Marwa.
Benar kata Marwa, Tania memang menuduhnya mendorong wanita itu dari atas tangga. Tapi tetap saja tidak ada bukti apapun.
Pagi ini, Raski kembali datang kerumah Tania karena sejak semalam wanita itu marah-marah karena Raski lebih peduli pada Marwa ketimbang dirinya.
Bahkan pagi ini Tania masih mengganggu Raski yang hendak berangkat bekerja. Sepertinya Raski baru tahu akan sikap Tania yang sesungguhnya setelah bertahun-tahun Raski bersama dengan wanita itu.
Sebelum masuk mengetuk pintu rumah, Raski menghentikan langkahnya. Pria tersebut tak sengaja melihat sebuah buket bunga yang berada didalam tempat sampah.
Raski mendekat, Ia mencoba meraih buket bunga yang masih bagus itu. Bukan hanya satu, Tapi ada tiga buket disana.
Salah satunya milik Raski yang ia bawa dihari dimana Tania terjatuh dari tangga. Dan kalau tidak salah, Hari itu tepat pada hari kelulusan Marwa.
Pria itu terdiam, Tiga buket indah itu berada diatas tanah. Yang satu miliknya, Dan yang dua adalah milik Marwa. Buket milik Raski memang sebenarnya ingin pria itu berikan untuk Marwa karena hari itu Marwa telah lulus. Namun rencana tersebut berantakan usai masalah Tania datang.
"Aku pernah melihat dua buket ini.. " Gumam Raski seraya mengingat yang telah terjadi pada hari itu.
"Dua buket ini pernah dipegang oleh Marwa.." Gumamnya lagi, Raski menggelengkan kepalanya. Sepertinya Tania lebih tahu sesuatu.. Jangan-jangan??
Pria itu melangkah meninggalkan tiga buket yang sempat ia turunkan dari tempat sampah. Begitu sampai didepan pintu, Sebelah tangan Raski terangkat hendak mengetuknya namun..
Ceklek..
"Eh.. Nak Raski.. Kirain siapa.. " Dartik cukup kaget dengan kedatangan Raski yang secara tiba-tiba itu.
"Dimana Tania?" Tanya nya dengan nada yang tampak biasa saja. Raski dengan mudah mengubah ekspresinya menjadi tenang.
"Tania? Dia ada didalam nak.. Kasihan, Semalam dia kesakitan.." Raski tak peduli dengan ucapan Dartik tentang putrinya.
"Aku ke kamar Tania dulu.." Dartik mengangguk, Wanita paruh baya itu tersenyum melihat Raski yang mulai peduli lagi pada putrinya.
Tapi siapa yang sangka kalau Raski masuk kedalam kamar Tania bukan untuk bertanya bagaimana kabar kekasihnya itu melainkan bertanya tentang jatuhnya Tania dari tangga. Apakah wanita itu jatuh sendiri atau memang didorong oleh Marwa.
"Aku gak bohong Raski.. Marwa yang dorong aku.. Kok kamu malah gak percaya sih?" Ucap Tania mengelak atas pertanyaan Raski yang bertanya, Apakah benar Tania jatuh didorong oleh Marwa atau memang sengaja menjatuhkan diri.
"Aku bukannya gak percaya.. Tapi pada hari itu Marwa pegang dua buket. Dan dua buket itu berada dikedua tangannya. Kalau dia memang mendorong Kamu, Bagaimana caranya? Sementara kakinya saja sulit untuk dibuat jalan.. " Tania terdiam, Raski mulai curiga padanya.
"Tapi.. Emang aku ngerasa kalau dia yang dorong aku.. Lagipula kan, Mana mungkin aku ngejatuhin diri aku sendiri... Aku gak segila itu.." Raski menatap Tania dengan tangan yang terkepal. Ada benarnya juga ucapannya, Tidak mungkin kan kalau Tania menjatuhkan dirinya sendiri dari atas tangga.
Tania memeluk lengan Raski dan bergelayut manja dilengan pria itu.
"Kita bentar lagi akan menikah.. Kalau tidak ada rasa saling percaya gimana.." Kata Wanita itu. Raski memejamkan matanya seraya menarik nafas panjang.
"Aku berangkat kerja dulu ya.. Kamu tahu kan kalau aku udah libur kemarin.." Tania akhirnya melepaskan lengan Raski. Wanita itu mengangguk membiarkan kekasihnya pergi begitu saja..
"Sial! Jangan sampai ketahuan...
Sementara itu, Raski benar-benar pergi ke kantor dimana tempat pria itu bekerja. Dia adalah seorang manager diperusahaan tersebut. Dan dia sudah libur kemarin, Untuk hari ini mana mungkin dia akan libur lagi.
Selama berada dikantor dan bekerja, Raski benar-benar tidak fokus. Kemana marwa pergi dan kenapa tidak ada jejak gadis itu.
"Sepertinya aku harus pulang lebih cepat hari ini. Aku harus cari Marwa sampai ketemu.. Dia punya kekurangan, Mana mungkin dia sanggup pergi jauh.." Kata Raski meyakini dirinya sendiri kalau Marwa tidak akan bisa pergi jauh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kekasih Tania itu benar-benar pulang lebih dulu. Pria dua puluh lima tahun itu akan pergi mencari Marwa karena ini adalah kesempatan baginya.
Raski menghentikan laju kendaraan roda empat ditempat yang cukup ramai. Pria itu menunjukkan foto cantik Marwa yang berada didalam ponselnya..
"Maaf Mas, Pernah lihat gadis ini tidak?" Pria yang ditanya itu menggelengkan kepalanya.
"Gak lihat Mas..
"Ohya, Kalau begitu terimakasih..."
Tidak hanya bertanya pada satu atau orang, Raski juga bertanya pada beberapa orang yang berlalu lalang dijalan itu. Sayangnya tidak ada satupun orang yang tahu atau melihat Marwa. Raski juga menyebutkan ciri-ciri Marwa siapa tahu salah satu dari mereka ada yang melihat gadis yang ia tampar dua hari yang lalu itu.
"Kemana kamu sih Waa..." Raski kembali masuk kedalam mobilnya, Tujuannya kali ini akan pergi ke cafe tempat dimana Marwa bekerja..
Tempat itu adalah tepat Marwa mencari uang. Siapa tahu selama dua hari ini Marwa tinggal disana.
"Maaf mbak.. Eum, Saya Raski tunangannya Marwa.. Marwanya ada disini tidak?" Raski bertanya pada salah satu karyawan disana.
"Oh, Mas ini tunangannya Marwa ya?
"Iya iya.. Saya tunangannya Marwa.." Dengan cepat Raski mengangguk. Syukurlah ada yang kenal dengannya.
"Maaf Mas.. Wawa udah gak masuk selama dua hari ini.. Gak ada ijin juga.. Tapi dulu dia pernah bilang kalo udah lulus mau pindah kerjanya.." Jelas Karyawan itu.
"Mau pindah kerja? Pindah kemana?
"Saya kurang tahu.."
Raski mengusap wajahnya kasar. Sungguh dia dibuat pusing oleh gadis yang ternyata perlahan telah masuk kedalam hati dan pikirannya itu.
"Baiklah.. Kalau begitu saya Permisi..." Raski berbalik badan dan pergi. Entah kemana lagi dia harus mencarinya.
"Nina... " Entah bagaimana ia bisa ingat dengan nama gadis yang satu itu. Dengan cepat Raski kembali masuk kedalam kendaraan roda empatnya.
Raski pernah Marwa ajak kerumah Nina. Dan tentu saja tujuannya kali ini akan pergi kerumah Nina.
Cuaca yang dingin dengan langit yang mendung membuat Raski mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai.
Langit semakin petang, Hujan mulai turun secara perlahan dan mulai deras. Tepat pada pukul delapan malam, Raski telah sampai dirumah lantai dua gadis itu.
Raski keluar dan berlari. Tak butuh waktu yang lama, Pria itu langsung mengetuk pintu.
Ceklek...
"Kamu??
•
•
•
TBC
Sekedar memberitahu... Untuk Novel ini mungkin Othor gak sampai bab 80. Karena sebenarnya Othor kurang niat nulis alur cerita ini.. Namun kalian tidak perlu khawatir.. Othor akan tetap update sampai tamat dan tidak akan memutus kisah Rayyan & Marwa ini di tengah jalan.
Setelahnya novel ini, Othor akan pindah pada kisah anak-anak Gus Rafa dan Zakia. Gabriel, Gazhi, Amarah dan anak angkatnya Fadli. Untuk yang mengikuti Othor dari awal pasti tahu siapa mereka 🥰
Sebenarnya Othor mau rilis kisah anak Yasmine dan Rainer dulu.. Hanya saja Othor belum punya ide untuk kisah nya..
Suport terus othor ya.. Dan ikuti terus karya othor kedepannya. 🙏🙏
di putar deeh rekaman suara km ,,
mau ngelak gmna lgii ,, 😂😂😂😂😂
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,