Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu
Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Menemukan kuburan
Rahma mendapat tugas untuk membersihkan bagian belakang hari ini karena Dina telah berpesan bahwa taman bunga harus dipangkas habis, bagian bunga yang baru juga harus ditanam karena tempat itu memang full bunga sesuai dengan permintaan dari Dina yang sangat menyukai rumah kaca berhiasan bunga warna-warni yang sangat indah tersebut.
Bersama dengan Mila juga Rahma akan bekerja namun sekarang inilah sedang mengambil air di dapur sehingga dia hanya sendirian, Entah kenapa punggung Rahma terasa begitu dingin sekali seolah ada sesuatu yang mendekati dirinya dari belakang, yang jelas dia memang sedang berusaha untuk mencari tahu tentang suasana aneh di dalam rumah tersebut.
Malam tidak pernah bisa tertidur pula dan sekarang siang juga kerap mendapat gangguan karena menurut Rahma rumah ini menyimpan sesuatu yang sangat tidak biasa, andai saja tidak terikat dengan kontrak maka Rahma memutuskan untuk keluar saja agar dia tidak mendapat gangguan seperti itu ketika sedang berusaha menenangkan diri di malam hari.
''AAAGHHH!'' Rahma menjerit keras karena dia melihat sesuatu bergerak di dalam pot bunga.
Namun ketika dia memperhatikan dengan seksama dan lebih jelas maka sesuatu itu menghilang begitu saja seolah tertiup oleh angin, Rahma Yang penasaran segera mendekat untuk memperhatikan lebih jauh dan ternyata memang tidak ada yang aneh di dalam pot bunga itu.
''Tadi memang ada yang bergerak di dalam pot bunga ini, tapi kenapa sekarang bisa menghilang begitu saja?'' Rahma sungguh heran.
Seeerrrr.
''Ya allah!'' Gadis itu kembali menjerit ketika tangan dia telah dihinggapi oleh kelabang dengan ukuran yang begitu besar.
''Kau kenapa terus saja berteriak sejak tadi?!'' Helen datang mendekat karena dia mendengar suara teriakan Rahma.
''Tolong aku!'' Rahma menjerit ketakutan dan dia tidak berani bergerak agar lipan itu tidak menggigit.
''Astaga Kenapa bisa ada ukuran yang sangat besar seperti itu?!'' Helen juga tertegun dan dia tidak tahu harus apa untuk menolong Rahma yang ketakutan sekarang.
Mau langsung mengambil lipan itu juga tidak mungkin karena dia tidak memiliki nyali untuk melakukan itu semua, tapi bila membiarkan begitu saja maka Rahma bisa saja celaka dan kemungkinan besar akan mendapat pengobatan khusus bila sampai lipan tersebut menggigit tangan gadis ini, untuk sekarang memang hanya berdiam diri saja di tangan.
''Helen Tolong buang dia dari tangan aku!'' Rahma menangis ketakutan.
''A.. aku tidak tahu harus bagaimana untuk membang lipan itu!'' Helen juga sangat bingung.
''Kenapa kalian ribut sekali sejak tadi?'' Mila datang dan dia keheranan melihat Helen dan Rahma saling bertengkar satu sama lain karena mereka sedang ketakutan melihat lipan itu.
''Ini...
Helen tidak melanjutkan ucapan dia karena lipan yang ada di tangan Rahma sudah menghilang begitu saja tanpa mereka ketahui pergi ke arah mana, bahkan Rahma juga kebingungan karena dia tidak sadar kalau lipan itu telah menghilang, segera dia bangkit sambil menatap ke sana kemari karena takut bila lipan tersebut akan datang lagi.
''Kenapa bisa menghilang mendadak seperti itu?'' Helen menatap Rahma yang juga kebingungan.
''Tadi masih ada kok di tangan aku, tidak mungkin bila lipan bisa meloncat.'' Rahma ragu akan hal tersebut.
''Tapi sekarang memang sudah tidak ada lagi di tangan kau kan.'' Helen memeriksa tubuh Rahma untuk memastikan terlebih dahulu.
''Apa sih yang sedang kalian cari ini?'' Mila tidak paham karena dua manusia itu sibuk sendiri.
''Tadi ada lipan besar di tangan Rahma namun kenapa sekarang malah mendadak hilang begitu saja dan tidak ada bekas.'' Helen menjelaskan secara singkat.
''Ah kalau ada lipan maka sudah pasti dia akan menggigit Rahma.'' Mila tidak percaya dan dia kembali berjongkok untuk memasukkan tanah ke dalam pot bunga.
Helen dan Rahma saling pandang satu sama lain karena mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing di dalam kebingungan yang cukup besar, semua ini terasa seperti misteri namun dia berusaha untuk tetap tenang karena tidak tahu juga apa yang telah terjadi saat ini.
Bahkan Rahma langsung mengambil pot bunga karena dia memilih untuk mengambil tanah yang ada di arah kanan, karena semakin lama dia memikirkan soal lipan itu maka semakin pusing saja dan yang paling penting kenapa Mila seolah tidak melihat keberadaan lipan tadi.
''Apa arti semua ini?'' batin Rahma di dalam hati.
Semua kebingungan itu sama sekali tidak mendapat jawaban dan ini entah sampai kapan mereka akan tenggelam dengan rasa takut yang tidak tahu berasal dari mana, dia berusaha untuk tetap tenang Namun ternyata ini sangat mengusik karena setiap saat akan selalu datang menghantui.
''Kok ini malah mirip seperti sebuah kuburan.'' Rahma malah kembali tertegun karena dia menemukan tempat yang aneh.
''Rahma!'' Helen kembali mengejar karena sampai sekarang dia masih penasaran soal lipan itu.
''Ini kuburan keluarga kah?'' Rahma berbalik dan menatap Helen.
''Ah aku juga tidak tahu kalau ada kuburan di kawasan ini.'' Helen ikut kaget karena dia memang sama sekali tidak mengetahui.
''Melihat dari gundukan ini seperti masih baru ya, tapi tidak ada nisan di bagian kepala.'' Rahma berkata dengan nada yang begitu bingung sekali.
''Selama aku kerja di sini malah tidak pernah mengetahui kalau ada kuburan di kawasan sini.'' Helen berkata jujur karena dia memang sama sekali tidak mengetahui tentang hal itu.
''Ya sudah tidak usah diurus lagi karena ini bukan urusan kita, nanti malah jadi masalah karena kita yang kepo dengan rahasia majikan.'' Rahma Berusaha menjauh Karena dia tidak ingin terlibat masalah yang lebih pelik.
Helen yang tetap merasa aneh karena menurut dia selama bekerja di sini dirinya tidak pernah mengetahui Ada kuburan di kawasan tersebut, dan yang paling aneh lagi kenapa kuburan ini tidak memiliki batu nisan sehingga mereka tidak tahu ini adalah kuburan siapa.
Selamat sore, jangan lupa like dan komentar nya ya.
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍