NovelToon NovelToon
Sekutu Rasa

Sekutu Rasa

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Poligami / Percintaan Konglomerat / Mafia / Identitas Tersembunyi / Mata-mata/Agen / Chicklit / Tamat
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Iftiati Maisyaroh

Tatapannya masih menusuk tajam, tangannya mengunci dua lenganku ke atas. Menghimpitku ke dinding, aku seperti dejavu dengan posisi ini.

Mimpi itu ...

"Kamu kira aku bodoh, Gauri? Jika seseorang ingin menghancurkanku, maka bukan Yosita kuncinya." katanya penuh penekanan.

"Pria itu sudah kamu libatkan dalam masalah serius seumur hidupnya jika berhasil meniduri Yosi. Apa kamu tahu? Kenapa dia tak kunjung hamil, heh?"

Dengan kasar dia menarik bajuku hingga robek. Tubuhku terekspose hanya tertutup tanktop saja. Dia mencengkeram dagu dengan kuat. Menciumku secara brutal. Mataku mulai basah dengan sikapnya.

"Kamu terlalu naif dan gegabah, Gauri! Jangan salahkan aku jika kamu akan benar-benar tak bisa lepas dariku!" bisiknya di sela hembusan nafas.

"Kamu sudah ada dalam genggamanku. Adik-adikmu tak akan bisa memperbaiki kondisimu sekarang. Hanya aku. Aidam Ishwar Sura! Aku tak akan pernah membiarkanmu terluka, Gauri! Jadi, bersikaplah yang manis, hm?"

Klik Subscribe dulu sebelum baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iftiati Maisyaroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Anakmu akan Membalasnya

Bab 17 Anakmu Akan Membalasnya

"Jadi ... kamu bahkan sudah tahu rahasia tentang hidupku dan Aidam sebelum melamarku, Ken? Apa maksud ini semua? Lalu ... Bunda? Ayah? Kalian jadikan KORBANNYA?"

Kemarahan Gauri meledak saat Kenzie menceritakan semua yang diketahuinya tentang Aidam dan Gauri. Mereka dijodohkan sejak bayi, untuk mempertahankan bisnis keluarga. Abyasa dan Sadana Sura memiliki perjanjian hitam di atas putih bertahun-tahun lalu. Dan akan menimbulkan banyak kerugian jika tak dilakukan.

Seseorang membocorkan rahasia pernikahan kontrak Aidam dan Yosita yang telah terjadi dari keluarga Abyasa Radeva. Berimbas pada meninggalnya Dzira Laksma karena serangan jantung setelah menerima telepon. Anak buah dari Sadana Sura. Itu yang diketahui Kenzie.

"Tenangkan dirimu, Nak ... Ingatlah ada nyawa lain yang harus kamu jaga sekarang." Pelukan hangat Umi membuat Gauri tersedu.

Tak peduli seberapa banyak air matanya yang membasahi kerudung Umi. Dia sangat berbeda sekarang, tak setangguh dulu. Hormon kehamilan mengambil alih semua kekuatan dalam dirinya. Hampir tak mengenali lagi sosok tegar dan kuat pernah menetap di raganya. Jiwanya yang rapuh muncul menjadikan pribadi baru dalam hidupnya.

"Aku sudah berjanji akan selalu ada di sisimu, kan? Kamu nggak sendirian, ada Umi, ada aku, Ri ...."

Kenzie memaksakan diri mendekat dan memeluk dua wanita dalam hatinya sekaligus. Mengusap kepala Gauri yang tertutup hijab dan mengecupnya bergantian dengan Umi.

"Kenapa harus aku, Ken? Kenapa harus Aidam orangnya? Aku memang mencintainya tapi rasa benci ini juga berakar kuat di sini. Sakit, Ken ... sakit ...." isaknya menepuk dada.

"Lebih baik aku dihajar dan babak belur hingga tak bernyawa. Aku bisa menahannya. Ini ... ini lebih sakit, Ken ... aku nggak kuat!" ucapnya terbata-bata melepaskan diri dari pelukan Umi dan Kenzie.

Dua pipi berlesung pipit itu sudah sangat basah. Tubuhnya berguncang, tangis sedu sedan tak terkendali lagi. Tepukan di punggungnya tak membantu meredakan rasa dalam hatinya. Air mata tak mampu dibendung. Banyak rahasia besar dibalik kehidupannya yang selama ini tenang di dalam keluarga Radeva.

...***...

"Hasilnya sudah keluar, Pak. Anda bisa mengambilnya langsung atau melalui layanan kirim ke rumah?"

"Saya yang akan mengambilnya, Sus. Terima kasih informasinya. Selamat siang!"

Aidam memasukkan ponselnya ke saku celana dan berjalan keluar kantor yang kini dihuninya sendiri. Tanpa asisten pribadi ataupun sekretaris. Nyatanya banyak hal yang dia lewatkan meski sudah mempekerjakan dua karyawan khusus yang harusnya terpercaya.

"Yos! Siap-siap! Lima belas menit aku sampai di rumah." Ucapnya mengirim voice note pada Yosita.

Iya Mas. balasnya dengan pesan singkat.

Selang beberapa waktu keduanya sudah keluar dari rumah sakit. Senyum mengembang di wajah Aidam yang menggandeng mesra pinggang Yosita. Raut keduanya berbanding terbalik. Wanita berambut gelombang sebahu itu menampakkan kegugupan dan ketakutan di wajahnya.

"Kita makan dulu, Sayaaang?" tanya Aidam mengelus pipi lembut berwajah tegang wanita yang duduk kaku di kusi sampingnya.

Hanya anggukan dan senyuman yang dipaksakan diberikan sebagai jawaban.

"Kenapa Sayaaang?" Lagi-lagi pria yang sudah melajukan mobilnya itu melayangkan kalimat dengan nada menggoda.

Tak pernah menggunakan panggilan selembut dan semanis itu. Sikapnya justru berubah ketika melihat hasil tes kesehatan Yosita yang semua normal seperti wanita pada umumnya. Dokter pun menjelaskan bahwa tak ada maslaha sedikit pun dengan kekebalan tubuhnya, dia buka ODHIV. Kebohongan yang dibuat selama ini terbuka, Yosita pasti habis sekarang, entah apa yang akan dilakukan pria dengan wajah yang tak dapat diartikan itu.

"Kita isi tenaga dulu. Lalu ... aku ingin kamu seutuh ya sebagai istriku, Yos .... Aku akan langgar perjanjian kita. Kamu istri yang sah. Aku akan berikan nafkah batin padamu. Jika Gauri benar-benar hamil bukan dariku, maka kamu yang akan jadi ibu dari anakku, hm?"

Aidam menikmati makan siang dalam keheningan. Biasanya Yosita akan melayaninya dengan banyak bercerita tentang semua kegiatannya. Tidak dengan kali ini yang tampak kaku gerakannya dan tak sepatah kata pun terucap dari bibir berwarna merah terang.

"Bagaimana dengan syuting film perdana kamu, Yos? Apa ada hubungannya juga dengan penyakit HIV?" tanya Aidam memecah kebisuan keduanya.

"Heu?" bingung dia menjawab pertanyaan yang terasa memojokkan dirinya.

"Lupakan!" balas Aidam menepis angin dan melanjutkan menyuap dessert-nya.

"Kamu ingin suasana seperti apa, Yos? Pantai? Privat island? Gunung? Atau ... di kamar hotel saja?" goda pria yang menggeser piring lalu membersihkan mulutnya dengan tissue.

Bola mata wanita yang ditanya membulat seketika. Lalu dengan cepat menu duk dalam kegugupan. Sendok yang dipegangnya bergetar mengikuti tanggannya yang tremor.

"Kenapa jadi segugup itu, Sayang? Aku suapi?"

Tangan kekar berbulu halus itu mengambil alih sendok di genggaman Yosita. Mengarahkan suapan tepat di depan mulut yang tak kunjung terbuka.

"Aaa ... buka mulutnya, Sayaaang!"

"Mas ... maafkan aku!"

Satu kalimat disertai isakan dengan kepala menunduk tajam memantik bara dalam hati Aidam. Dia melemparkan sendok ke meja dengan kasar. Bersedekap dada menatap tajam Yosita yang tak sanggup mengangkat kepalanya.

"Maaf? Kenapa? Apa salahmu?"

Hanya isakan yang semakin jelas terdengar. Aidam beranjak dari kursi dan mendekati wanita itu. Menyentuh dua pundaknya dengan sedikit cengkeraman.

"Kita pulang!" ucapnya dingin.

...***...

"Mas ... jangan! Kumohon ... aku ... aku nggak mau hamil, Mas!"

Yosita memohon dengan meronta di bawah tubuh polos Aidam. Keduanya berada dalam kamar sebuah hotel tak jauh dari restoran. Pria yang sudah berselimut amarah itu memaksa istri pertamanya melayani siang ini.

"Kenapa? Lima tahun aku menahan ini, Yos! Dan saat aku berhasil menyalurkannya dengan wanita yang kucintai. Ternyata hatimu sangat cantik. Menyiksa hasratku lalu memisahkan penyalurnya dariku!"

Tangan kekarnya terus berusaha mengoyak pakaian Yosita yang menyilangkan dua tangan kuat-kuat di depan dada.

"Maaf ...." desisnya terisak-isak dan mengeleng.

"Lalu apa artinya suntik KB setiap BULAN! sentak Aidam menampar pipi wanita di bawahnya.

Bibirnya yang bergetar terkatup rapat. Tak mampu menjawab.

"JAWAB!" teriak Aidam menggelegar.

Menegakkan tubuh dan memakai kembali kemejanya yang tercecer di lantai.

"Aku bebaskan kamu memilih. Jujur dan hentikan semua kebohonganmu, atau bercerai dan pergi sejauh mungkin dari kehidupanku! Satu kali dua puluh empat jam memikirkannya!" tegas Aidam melenggang pergi keluar kamar hotel.

"Maaf Yos ... Mama ... maafkan Aidam." jerit batinnya bergejolak mengingkari semua yang dilakukan barusan.

Ponsel di saku celananya bergetar. Sebuah pesan dari pengacara keluarga yang mengurus kasus Papanya terlihat di notifikasi pop up.

Tuan Sadana bisa bebas besok pagi ....

Dahinya mengernyit membaca pesan yang hanya sebagian terbaca.

"Mama ... anakmu akan membalaskan semua rasa sakit Mama ... Sadino harus mati malam ini juga! Ampuni hamba Tuhan ...."

...***...

^^^Bersambung ....^^^

1
Fareza Gmail.Com
kok alurnya maju mundur. udah tau yosi slingkuh masih dipertahankan. maksudnya apaa
Mukmini Salasiyanti
apa mgkn ada anak kembar dr beda benih? 🤔
Iftiati Maisyaroh: Sudah ikuti media sosialku belum, Kak?
Maaf banget nggak bisa sebutun di sini🙏
Pf baca online gratis juga di sana, Kak 😬
inisial F 😅
Maaf baget ya Kak🙏
total 4 replies
AriNovani
Kak 🤭
AriNovani: 😂😂😂😂😂
total 6 replies
Noviyanti
terus semangat, bunga hadir
Mukmini Salasiyanti
Benar, Gauri...
mgkn lbh baik
Sendiri...
Mukmini Salasiyanti
yg mana nih yg lbh Tokcer, thor???
🤭😵‍💫🤕
Mukmini Salasiyanti
Mada menembak Kenziee?????
Remi Abdillah
kenzie menembak haiji mouro kali yah🤭🤭
Remi Abdillah
keren lanjutkan menulis
Iftiati Maisyaroh: Terima kasih Kak🙏
Keren banget sih Kakak?
Sekali baca seharu aja dah kelar sampai bab terakhir 👍😍😇😇😇
total 1 replies
Remi Abdillah
lah loh Mada masih hidup lengkap sudah kebingungan ku🤭🤭
Remi Abdillah
betul itu Gauri, jangan menjadi dalih kepengecutan suaminya yg selalu mengatas namakan dalih agama.
Iftiati Maisyaroh: 😍😍😍 Mantap Kakak bener-bener baca maraton 👍🙏 terima kasih
total 1 replies
Remi Abdillah
oh si yosita ternyata adik gaurika juga toh? oalaaaahh! makin bertanya2
Iftiati Maisyaroh: 🤔 baca lagi yuuk Kak 😅
total 1 replies
Remi Abdillah
kenapa si aidam itu selalu berkata istri harus patuh sama suami. dia gak bisa patuh sabagai suami yg melindungi istri😡😡kesal aku!!
Iftiati Maisyaroh: Sabaaar 😇
Semua akan kesel pada waktunya 🤭
total 1 replies
Remi Abdillah
tambah blenger ceritanya .. tp sayang ku ikuti cerita ini sampai membawaku kemana😁😁🤭🥰🥰
Iftiati Maisyaroh: kita main detektif ini Kak 🤭
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
Hmmmm
okelah, Thor...
Lanjutkan. kebingunganku ini.. 😁🤣
Remi Abdillah
kok ceritanya jadi negono ya
Remi Abdillah
keren lanjutan🥰🥰🥰
Remi Abdillah
seru nich!!
Remi Abdillah
wow keren itulah perempuan yg sudah di hianati lanjut..
Iftiati Maisyaroh: siiip lah👍
Terima kasih 🙏
total 1 replies
Remi Abdillah
kok aku jadi gregetan yah hhm!!
Iftiati Maisyaroh: lanjut terus pokoknya👍😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!