auto baca kuyy. 𝗔𝗭 !!!
Alayana yang hanya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, hidup berkecukupan dan tidak mengalami kesusahan dalam kasih sayang orang tua, dan kehidupannya
gadis tidak tahu bersosialisasi dengan para teman-temannya karna suatu insiden yang kelam. gadis ini sangat pintar, itu membuatnya masuk ke sekolah ternama dan terkenal atas prestasi para murid-muridnya, Lewat jalur beasiswa
kenal dengan salah satu most wanted, ketua basket WIS, leader geng motor di macam-macam Negara, dan melakukan tantangan dari sahabatnya membuat aya masuk dikehidupan Zayn.
Zayn, cucu pemilik sekolah. keturunan keluarga Mafia, badboy, urakan, kejam, tapi sangat tampan dan sangat pintar membuat aya sedikit tidak suka padanya.
karna menurut Aya, zayn itu jarang belajar, banyak bolos tapi sering mendapat juara pertama di angkatan mereka.
Dari sebuah persahabatan yang hancur, Kisah remaja, problem kehidupan, Menjadi sebuah kecerahan, Kebahagiaan Bagi kehidupan Aya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penolakan zayn
Zavrius yang duduk disebrang sana juga menjadi pendengar yang baik antara istri dan anaknya
"mommy dan mommy fionn bercerita ingin menjodohkanmu dengan fionna, honey- " ucap intan yakin
"Whattt?! " ucap zayn langsung menghadap sang mommy dan daddy bergantian
"Seriously mom? " ucap zayn kaget
"e-eh yaa, tapi jika kau tak mau.. mommy tak akan memaksa mu sayang. tapi pikirkan lebih dulu honey baru kau mengambil keputusan. " ucap intan
"omagah mommy.. zayn masih belum mau berumah tangga, mom! zayn nggak bisa ngurus diri zayn sendiri trus mau ngurus anak orang.. Zayn nolak. zayn ngga mau dijodohin,titik." zayn tak habis pikir dengan pikiran mommy nya itu
"no, honey. kau bisa bertunangan dahulu. " zayn merebahkan kepala nya ke belakang nggak kepikiran apa yang mommy nya pikirkan sampai mau jodoh-jodohin nya
zayn melirik sangat daddy, zavrius hanya mengangkat bahu nya.
"mom tunangan itu suatu ikatan, zayn bakal tunangan sama orang yang zayn sayang dan cinta nantinya mom. zayn nggak suka fionna! zayn cuman nganggep fionna teman zayn. teman dari waktu TK. please mom.. jangan gini. zayn pengen nikmatin masa mudah zayn sepuasnya. " ucap zayn memegang kedua tangan intan dan memberi penjelasan pada mommynya itu
"walau nantinya zayn bakal suka sama fionna atau siapa pun itu.. zayn bakal cerita sama mommy. " lanjut zayn
intan menghela nafasnya. rupanya memang benar apa yang suaminya katakan dan putra nya. zayn waktu nya masih panjang. dia harus bertanggung jawab dulu, dewasa dalam pikiran dan tindakan nya. Waktu zayn masih panjang.
intan sangat menyayangi zayn apalagi zayn anak satu-satunya dia dan zavrius.
pikiran nya menguasai pikirannya, sampai dia tak mengikuti kata hati terdalam nya
"hm, maaf sayang. mommy salah. kau benar masih banyak waktu untuk kau berkeluarga nanti, ini Masa untuk kau berkarya bukan? mommy tak akan memaksa mu. sorry my honey. " ucap intan mencium kening zayn
"sudah kan? kau merasa lega, bukan?! Banyak yang harus dia lakukan di masa muda nya. untuk urusan wanita itu sangat kecil bagi zayn. " ucap zavrius akhirnya. "bagaimana son? "
"yes, daddy benar. Tuhan sudah mengatur semuanya, mom. jangan khawatir! andalkan Tuhan atas apapun itu, termasuk dalam hal wanita. " ucap zayn. ia beranjak berdiri ingin ke kamarnya, rasa nya penat sekali saat mommy nya membahas perjodohan untuk nya.
*
*
Hari Minggu diawali dengan ibadah gereja di mana setiap umat Kristiani akan beribadah di gereja.
"Mom, aya nggak ikut mommy ya ke toko. aya mau persiapan buat OSN besok di bandung. aya mau siapin barang - barang aya juga. " ucap aya saat mereka berjalan keluar gereja dimana ibadah mereka telah selesai
Ain akan mengantar aya dulu ke rumah setelah itu ia akan terus ke toko. tapi aya meminta mama nya mengantar nya ke toko buat beli koper kecil yang akan dia bawah nanti.
Ain mengantar aya ke mall satu kali dia milih barang-barang lain buat ke bandung. Ain ingin menemani putrinya belanja tapi kata aya gapapa. mungkin aya lama di mall nya, nanti toko cake jadi sore buka-nya kalo nunggu aya belanja dulu.
jadi Ain meninggalkan kartu ATM nya supaya aya bisa bayar lewat kartu. walaupun aya punya tabungan sendiri tapi dia dengan senang hati menerima kartu mama nya itu
"sayang, kalau ada apa apa telfon mama ya. " ucap intan saat aya akan turun dari mobil
"ya ya ma, bye" aya melambaikan tangannya ke Ain dan masuk ke dalam mall
Aya naik ke lantai tiga mall tersebut. dia mencari cari keberadaan koper koper.
akhirnya dia masuk ke salah satu tempat sepatu dimana disitu ada juga jual berbagai-bagai koper, dari yang paling kecil sampai paling besar disitu ada.
Aya memilih satu koper kecil tapi tak terlalu kecil sekali. dia memilih warna kuning cerah. saat sedang mengantri untuk membayar dia melihat lihat sepatu yang dekat dari diri nya.
sepatu - sepatu berkualitas dan bagus. dia melihat label salah satu sepatu yang dapat ia jangkau, what harga nya dua juta lebih cuy! aya langsung meneguk ludanya. dia ada banyak sepatu dirumah nya yang masih bagus dan masih pas dikaki nya.
kini giliran nya untuk membayar, aya meletakkan koper kecil tersebut di atas meja kasir. mereka menghitung jumlah nya dan menanyai apa akan membayar cash atau
"kak harga nya 195 ribu, kak. " ucap kasir nya
"oh ya ini kak, saya bayar lewat ATM. " ucap aya mengeluarkan ATM yang dikasih mama nya tadi. "BCA ya kak. " lanjut aya
kasir mengambil kartu yang diberikan aya, dia mengarahkan penggesek nya ke arah aya, "password nya kak. " ucap kasir tersebut
aya terdiam, ya password nya.. Aya nggak tahu. udah lama dia nggak pake kartu mama nya itu. mama nya sendiri yang menggesek kartu tersebut kalau mau jalan-jalan sama aya
"sebentar ya kak. " ucap aya
laki laki dibelakang nya sepertinya udah kesal menunggu. dari tadi udah kira kira sepuluh menit dia mengantri.
Aya berusaha menelfon mama nya, WA mama nya nggak aktif. mungkin masih diperjalanan kalau udah di toko pasti langsung terhubung ke Wi-Fi nya. aya udah nggak enak melihat lumayan banyak orang yang mengantri di belakangnya.
dia lagi lagi meminta kasir untuk tunggu sebentar. dia mengeluarkan dompet nya lagi dari tas nya. uang cash nya hanya dua lembar berwarna biru, dan lima lima ribu empat lembar.
dia menggaruk kepala nya tak gatal. omaigat malu banget di lihatin orang orang dibelakang nya.
ah ini hari termalu nya aya
"kak dari tadi saya telfon mama saya nggak On. password nya saya lupa, ini kartu ATM mama saya. uang cash saya hanya 120.000 kak. " ucap aya jelas. dan mengatakan pelan pada sang kasir, tapi tentu saja masih bisa di dengar laki-laki yang ada di belakangnya
"hufttt, " gumam laki laki itu pelan mendengar peruturan si gadis didepannya. "brapa semuanya? " tanya laki-laki itu meletakkan juga sepatu yang ingin dia beli di atas meja kasir tersebut
Aya auto menatap laki-laki yang sudah berada disebelahnya.
si kasir menghitung barang - barang yang si laki laki itu taruh, serta menjumlah nya dengan koper aya
aya menggesek-gesek bibirnya, dia malu sekarang. pria tersebut tak melihat aya. matanya fokus ke arah kasir
"total nya 4.695.000 , kak. " ucap kasir membuat aya membelakkan matanya. sepatu segitu kelihatan biasa aja harganya 4 jutaan?!
Si kasir mengembalikan blackcard laki-laki itu dan sedikit membungkuk hormat. pria itu langsung berjalan keluar dengan barang yang sudah dia beli.
Aya cepat-cepat mengambil koper itu dan menyusul laki laki itu.
Aya menarik ujung kaos cowok tadi, membuat si empu berhenti dan langsung menghadap kebelakang.
mukanya datar tapi ganteng. satu pikiran yang aya deskripsikan tentang cowok itu saat melihat wajahnya dengan jelas didepannya.
"lepas." satu kata membuat aya langsung sadar dan melepaskan tangan nya dari kaos itu
"ah eh maaf. A-ah e-ehh itu.. " aya tiba tiba otak pintarnya itu nge-lek, nggak tau apa yang harus ia ucap