Berawal dari patah hati karena dikhianati oleh sang kekasih, wanita bernama Floella Kayshila menghabiskan waktu di sebuah Club malam dan berakhir mabuk.
Hingga saat ia terbangun di pagi hari, mendapati dirinya sudah berada dalam pelukan seorang pria tidak dikenal. Namun, langsung pergi meninggalkan pria yang tidak ia ketahui asal-usulnya dengan memberikan uang.
Petaka cinta satu malam yang membuatnya berakhir hamil, membuatnya harus menerima perjodohan demi menjaga nama baik keluarga.
Akankah Floella menerima perjodohan? Ataukah ia akan mencari pria yang merupakan ayah dari janin di rahimnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa sangat marah
Pagi hari di rumah keluarga Hugo Madison yang saat ini tengah sibuk dengan acara pernikahan yang nanti akan dilangsungkan pada pukul 10, terlihat juga sosok wanita yang tak lain adalah Floella sudah dirias oleh MUA.
Namun, semua tidak semudah ekspektasi karena semenjak pagi mual dan muntah. Bahkan ia pun juga merasa tubuhnya sangat lemas seperti tidak punya tenaga. Ingin sekali ia mengumpat karena benar-benar sangat kesal dengan efek kehamilannya yang membuatnya setiap hari tersiksa.
"Sebentar! Aku mau ke kamar mandi dulu!" ujar Floella yang menatap pada salah satu wanita yang meriasnya agar berhenti.
Kemudian berjalan cepat ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutnya. Ia bahkan sampai merasakan pahit luar biasa karena sudah menguras habis semua yang ada dalam perutnya saat ini.
Kini, ia berjongkok di lantai dengan wajah pucat. 'Apa aku gugurkan saja janin ini? Rasanya aku benar-benar tersiksa jika harus setiap hari muntah-muntah seperti ini. Bahkan bajingan itu tidak mau mengakuinya dan menuduhku adalah seorang wanita murahan.'
Floella masih sibuk bergumam sendiri di dalam hati dan membuatnya rasa sangat muak dengan apa yang menimpanya. Sebenarnya dulu ia sempat mengatakan keinginannya untuk mengugurkan kandungan pada orang tuanya, tapi dilarang karena tidak ingin membunuh nyawa yang sudah hadir di di rahimnya.
'Seharusnya aku diam-diam saja menggugurkan ini agar daddy dan mommy tidak tahu. Mereka tidak akan bisa berbuat apapun jika sudah terlanjur terjadi, kan! Kini, semuanya sudah terlambat karena aku harus menikah dengan Bagas.'
Setelah menormalkan perasaannya serta tubuhnya, kini Floella bangkit berdiri dari posisinya dan saat keluar, melihat sang ibu membawa nampan.
"Sayang, minum susu dulu sama isi perutnya dengan roti agar tidak lemas. Kamu habis muntah-muntah lagi, kan? Sabar, Sayang karena itu hanya berlangsung 2 sampai 4 bulan saja saat trimester pertama. Setelah itu kamu akan kembali biasa." Lestari Juwita sebenarnya sangat tidak tega melihat putrinya tersiksa saat awal-awal kehamilannya.
Namun, ia tahu jika semua wanita pasti akan merasakannya. Jadi, ia ingin putrinya bisa menerima semua itu sebagai kodrat seorang wanita. Bahkan saat ini ia mengusap lembut punggung putrinya yang sudah kembali duduk di kursi dan menyerahkan nampan yang dibawanya.
"Sebentar ya, Mbak. Biar calon pengantinnya tidak pingsan saat acara nanti." Menatap dua wanita yang masih menunggu untuk melanjutkan merias wajah sang mempelai wanita.
"Iya, Nyonya. Kami akan menunggu," sahut salah satu perias mewakili temannya.
Sementara itu, Floella saat ini sudah meneguk susu coklat untuk kehamilan dan kemudian menggigit roti dengan selai strawberry. Saat mengunyah makanan di mulut, sambil bertanya pada sang ibu.
"Harusnya Mommy dulu tidak menghalangiku menyingkirkannya. Jadi aku tidak akan tersiksa seperti ini." Saat baru menutup mulut, meringis kesakitan karena daun telinga dijewer oleh sang ibu.
"Sekali Mommy dengar kamu berbicara seperti ini lagi, sudah dipastikan jika telingamu putus." Ia kini mendengar suara ketukan pintu dari kamar dan menoleh untuk melihat siapa.
Begitu pun dengan Floella yang saat ini ingin tahu siapa dan pintu pun terbuka memperlihatkan kepala pelayan yang berjalan masuk.
"Maaf, Nyonya dan Nona. Tuan besar menyuruh saya untuk menanyakan sesuatu pada nona Floella."
"Menanyakan apa, Bik?" tanya Floella yang kini mengerutkan kening.
"Ada seorang pria datang dan ingin bertemu dengan Anda. Pria itu saat ini tengah berbicara dengan tuan besar di bawah. Namanya tuan Erland," sahut pelayan yang saat ini tengah menatap majikannya terlihat membulatkan mata.
"Apaaa?" Floella yang saat ini membulatkan mata karena sama sekali tidak pernah berpikir jika akan bertemu pria yang sangat dibenci, kini membuatnya shock.
'Apa mau bajingan berengsek itu datang di hari pernikahanku? Apa dia akan mengacaukan semuanya?' gumam Floella yang saat ini merasa sangat marah sekaligus kesal begitu mengetahui jika pria yang telah membuatnya hamil di luar nikah datang.
To be continued...
Sehat sehat ya thor, jangan dipending kelamaan, sayang, critanya bagus loh🙂
Rehat rehat aja dulu ya, yang penting nanti kembali lagi🤗