NovelToon NovelToon
Dinikahi Majikan Arogan 3

Dinikahi Majikan Arogan 3

Status: tamat
Genre:CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:43.5k
Nilai: 5
Nama Author: T. L. Handayani

Mungkin sudah menjadi karma turun temurun dari sang kakek, sehingga membuat Gavin juga harus terjerat asmara dengan asisten rumah tangganya sendiri. Namun, bagaimana jadinya jika sang asisten tersebut berstatus janda? Apakah orang tua Gavin akan memberi restu kepada putra semata wayangnya untuk menikahi janda?

Lala adalah perempuan berusia tiga puluh tahun yang berstatus janda dan kini dia bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman orang tua Gavin. Awalnya keduanya tidak berniat menjalin asmara, bahkan Gavin selalu bersikap cuek dan arogan seperti ayah dan kakeknya. Akan tetapi, perasaan itu muncul dari rasa iba ketika Lala selalu di teror oleh mantan suaminya.

Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka? Simak ceritanya di sini😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Banyak Alasan!

Drrrrttt...drrrtt...drrttt

Ponsel Gavin bergetar ketika dia tengah sibuk menatap laptop. Setelah dia raih dan dia lihat, rupanya panggilan tersebut dari Ibunya.

"Iya Bun, ada apa?" tanya Gavin dengan nada datar.

"Gavin, apa yang sudah kamu lakukan pada Lala?"

Sontak pertanyaan dari Vina, berhasil mengalihkan perhatian Gavin dari laptop menuju ke ponsel.

"Apa maksud Bunda?" tanya Gavin kurang mengerti maksud pertanyaan Bundanya.

"Jangan balik bertanya? Harusnya Bunda yang bertanya, mengapa ada luka di wajah Lala? Kamu apakan dia? Bunda tahu kamu tidak suka dengan dia, tapi kamu tidak boleh bertindak kekerasan. Kamu bisa kena hukum pidana jika melakukan penganiayaan," cerocos Lala tanpa memberi kesempatan pada putranya untuk berbicara.

"Bunda ini ngomong apaan sih? Semua itu nggak benar! Emang tuh perempuan ngadu apa sih sama Bunda? Sampai Bunda marah marah seperti itu?" sahut Gavin merasa tidak terima jika dirinya di sudutkan.

"Lala nggak ngadu, tapi Bunda tahu sendiri ketika Bunda melakukan panggilan video sama dia," jawab Vina.

"Apa? Video call? Ngapain sih Bunda video call segala? Buang buang waktu aja! Emangnya bisa dapat nomornya dari siapa?" tanya Gavin mencari tahu.

"Jangan mengalihkan pembicaraan Gavin, jawab saja pertanyaan Bunda!" Tegas Vina, tetapi Gavin tetap saja menyangkal jika dirinya di tuduh menganiaya Lala.

Usai melakukan perdebatan dengan Bundanya, Gavin terlihat begitu kesal. Fokusnya pada pekerjaan mulai berkurang karena dalam benaknya terlintas masalahnya dengan Lala.

"Ckkckkk, kenapa tuh perempuan cuma bawa masalah saja!" gerutu Gavin seraya mengacak acak rambutnya. Ingin rasanya dia segera pulang, lalu melampiaskan kekesalannya kepada Lala. Tetapi, hari itu pekerjaannya begitu padat merapat menanti jemarinya untuk segera dia selesaikan.

"Awas aja nanti kalau sampai di rumah!" seru Gavin dalam hati sambil mengepalkan tangan.

Detik terus berjalan, hingga mengantar siang berganti sore. Gavin bergegas untuk pulang, tetapi langkahnya sedikit pelan karena ponselnya kembali bergetar di sakunya. Ada sebuah pesan masuk di gawai pipih tersebut, dan rupanya itu adalah pesan dari Vina.

"Hati hati kalau pulang. Ingat, jangan menyakiti Lala,"

Gavin kesusahan menelan saliva usai membaca pesan tersebut. Baru saja dia berniat untuk melampiaskan kemarahannya kepada Lala, tetapi Bundanya lebih dahulu melarangnya.

"Sial! Gini amat pesan Bunda padaku! Dia kan cuma pembantu? Kenapa begitu di peduliin sih?" cecar Gavin dalam hati.

Dia pun lekas melanjutkan langkahnya tanpa membalas pesan dari sang Bunda. Bahkan dia berniat untuk mengabaikan pesan tersebut, dan tetap berada pada niatnya untuk melampiaskan kekesalan kepada Lala.

Dan benar saja, ketika dia tiba di rumah, Gavin melangkah lebat dengan mulut berteriak keras memanggil manggil nama Lala. Akan tetapi, tak kunjung dia temukan sosok asistennya tersebut. Hingga pada akhirnya, Gavin menuju ke kamar Lala. Dan setelah tiba di depan pintu kamar Lala, tanpa sungkan dan permisi, Gavin memutar gagang pintu tersebut dengan kerasnya. Hingga akhirnya dia dapati satu pemandangan yang sangat tidak dia duga. Lala pun menjerit terkejut dengan kedatangan majikannya yang tiba tiba.

"Astaga, Tuan..." ujar Lala sambil meraih selimut di sebelahnya. Ternyata, Gavin masuk di saat yang tidak tepat. Karena saat itu, Lala baru aja usai mandi dan mengenakan handuk putih yang dia lilitkan di area dada. Namun, ukurannya yang mini membuat pahanya terjamah oleh netra Gavin.

"Heh, ngapain kamu? Apa kamu sengaja menjebak ku?" Seru Gavin. Dalam keadaan seperti itu, Gavin tentu tidak mau di salahkan karena dia merasa sebagai pemilik rumah serta merasa sebagai majikan. Padahal, jelas jelas dia yang salah karena sembarangan masuk kamar orang tanpa permisi, meski orang itu adalah pembantunya.

"Maaf Tuan, saya tidak menjebak Tuan. Saya juga tidak tahu jika Tuan hendak masuk," sahut Lala berusaha membela dirinya sendiri.

"Haaahh, alasan! Kamu itu memang benar benar pembawa sial untukku! Cepat pakai bajumu, aku mau bicara!" titah Gavin kepada Lala dengan nada yang keras, lantas segera beranjak dari kamar Lala.

"Baik Tuan," jawab Lala dengan penuh tekanan.

Setelah majikannya keluar, Lala lekas menutup pintunya kembali dan segera mengambil pakaiannya sambil menggerutu.

"Dasar orang yang egois! Jelas jelas dia yang salah, tapi nggak mau di salahkan!"

Setelah menunggu selama lima menit, Lala akhirnya keluar dari kamar lalu berjalan mendekat ke arah sang majikan yang tengah duduk di kursi tak jauh dari kamar Lala.

"Ada apa Tuan?" tanya Lala dengan ragu, karena saat itu dia tahu jika majikannya sedang tidak baik baik saja. Lala mulai menerka jika mungkin majikannya itu baru saja di tegur oleh Bundanya.

"Jangan basa basi! Cepat katakan, apa maksud kamu mengadu pada Bunda? Apa kamu mau mencari perhatian? Mau cari pembelaan? Atau memang sengaja membuatku terkena masalah? Kamu tahu nggak, kamu itu benar benar membawa sial untukku!" seru Gavin seraya mengangkat jari telunjuknya, lalu dia arahkan ke kepala Lala.

"Maaf Tuan, tetapi saya tidak mengadu pada Nyonya. Nyonya sendiri yang menelpon saya...."

Belum selesai Lala memberi penjelasan, Gavin kembali menyela.

"Jangan banyak alasan! Banyak sekali urusan lebih penting yang harus di selesaikan oleh Bunda, jadi tidak mungkin Bunda membuang buang waktu hanya untuk mengurusi urusan seorang pembantu, jika bukan kamu sendiri yang merengek rengek meminta di kasihani oleh Bunda!" cecar Gavin dengan penuh emosi.

Lidah Lala mendadak membeku, kalimat yang di sampaikan oleh majikannya tersebut terlalu memukul hatinya. Gavin memang sangat gemar berbicara seenaknya tanpa memikirkan perasaan orang lain.

"Kenapa bengong? Kamu tuli ya?" bentak Gavin sekali lagi. Dia benar benar menyudutkan posisi Lala tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara. Hingga pada akhirnya, Lala hanya bisa menjawab semua itu dengan air mata, sesuatu yang paling di benci oleh Gavin.

"Dasar cengeng! Bukannya kasihan, aku justru semakin muak melihat kamu di rumah ini!"

Usai memaki maki Lala, Gavin lekas beranjak dari kursi tempatnya duduk. Dia segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari penat yang dia bawa pulang dari kantor. Di tambah lagi permasalahan rumit dengan Lala benar benar membuat Gavin merasa terganggu.

1
hinata~san
Apa lala pergi
Suharni Gumba Ibrahim
Lumayan
Patrish
ceritanya ringan.. lancar... enak dinikmati... 👍🏻❤... koreksi dikit thor..
masih banyak typo terutama menyebut nama.. sehingga agak mengganggu saat membaca.. tapi secara keseluruhan enak dinikmati❤👍🏻
Patrish: samasama.... semangat menulis ya... 👍🏻👍🏻❤❤
total 2 replies
Patrish
haduuhhh... datang lagi ulat bulu
T. L. Handayani: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Patrish
hahahaaa.... Gaviin.. Gaviin.. pinter ya...
Patrish
calm down Lala... ada waktunya untuk kick off Santi
Patrish
lhaah.. sama Santi.... masalah baru ni....
Patrish
serba salah ya kalo ngomong sama Gavin.. ga ada benernya
Patrish: darah menurun kental😀😀
total 2 replies
Titis Sweet
laaahhh kok udah tamat thor..extra partnya dong thor
T. L. Handayani: hehehhe, iya kak. maaf🙏 Novel ini tidak lolos seleksi editor kak, makanya tidak di perpanjang🙏 Mampir kak ke karya baruku yang lolos seleksi editor. Judulnya Penyamaran Sang Pewaris❤
total 1 replies
inayah machmud
ngenes banget nasibnya lala. ..
inayah machmud: tapi jgn terlalu lama sedih dan menderita nya lala. ..☺️
total 2 replies
inayah machmud
gavin km jgn usir lala. .. kasihan nanti di sakiti lagi sm mantan suami nya yg gila. ..
inayah machmud: ok deh,,,👍👍
total 2 replies
inayah machmud
mantan suami lala harus di berikan hukuman biar kapok. ..
inayah machmud
sebenarnya lala punya salah apa sih sampai mantan suami nya segila itu ingin mencelakai lala. ..
inayah machmud: serem banget sifat nya lebih parah dari keluarga gavin. ..
total 2 replies
inayah machmud
ya ampun semoga lala tidak di lukai oleh mantan suami yg gila...
inayah machmud: mesti di kasih pelajaran biar kapok... ga bisa bikin ulah lagi. ..
total 2 replies
inayah machmud
kasihan jd lala punya mantan suami stres, ,, punya majikan arogan nya minta ampun. ..
inayah machmud: punya mantan suami kaya mantan suami lala bisa bikin stres dan trauma, ,, hidup jd ga tenang' tiap hari selalu ketakutan.
total 4 replies
inayah machmud
gavin km kok kasar banget ke lala. ..
inayah machmud: iya gavin mesti di beri karma dulu seperti nya biar ga kasar terus ke lala. ..
total 2 replies
inayah machmud
kasihan lala punya mantan suami yg suka kdrt,,, sudah jd mantan pun masih ganggu lala. ..
inayah machmud
jgn kasar 2 gavin, ,, nanti km jatuh cinta sama lala baru tau rasa...
inayah machmud: oh ok deh...👍👍👍
total 4 replies
Mami AL
Bagus banget, semangat ...
T. L. Handayani: terima kasih kaka🥰
total 1 replies
inayah machmud
ya ampun gavin emang turunan kakek sama bapak nya, , angkuh, ,, sombong dan arogan nya. .. bikin orang sebel... terus kata-kata yg keluar dari mulut nya nyelekit banget. .. yg sabar ya lala. ..
inayah machmud: sama 2... semangat terus. ..💪💪
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!