NovelToon NovelToon
Ternyata Suamiku Gundik Majikannya

Ternyata Suamiku Gundik Majikannya

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Tamat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: S R

Aira Khoirunnisa merasa jadi wanita paling beruntung di dunia ini. Memiliki suami yang begitu menyayangi dan memanjakannya bahkan juga peduli dengan keluarganya. Akan tetapi, semua berubah saat ia menemukan kenyataan bahwa sang suami ternyata terlibat affair dengan atasannya.

"Kenapa kamu tega melakukan semua ini padaku mas? Dimana janji setia yang kau ucapkan waktu itu? Aku benar-benar kecewa sama kamu!"

"Aku melakukan semua ini juga demi kamu Aira! Apa kau tau semua perhiasan, barang-barang branded, biaya pengobatan Bapak serta biaya kuliah adikmu itu asalnya dari mana? Kamu juga menikmatinya bukan?" Arya berdalih.

Akankah Aira tetap bertahan ataukah dia memilih meninggalkan suami yang telah mengangkat harkat, derajat serta martabat keluarganya? Ikuti kisahnya ya..Selamat membaca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GITA CINTA DARI SMA (2)

POV AMMAR

Untung saja tak lama setelah Aira jadian, Arya lulus dari sekolah kami. Hubungan persahabatanku dengan Aira tetap mengalir, hanya saja aku sering melihatnya dijemput Arya sepulang sekolah.

Dia sering curhat tentang kekasihnya yang romantis, perhatian dan sering sekali memberinya kado. Meski hanya barang sepele tapi ia sangat menghargai itu. Akupun sebenarnya terbakar cemburu, tetapi aku sadar akan posisiku yang hanya sebatas sahabat baginya.

Di sekolah tetap saja banyak anak lelaki yang mendekati dan mencoba menggodanya, tetapi Aira termasuk gadis yang setia dan itu yang membuatku pesimis dan takut untuk mengungkapkan perasaanku.

Biarlah perasaan ini kusimpan sendiri dalam hati. Asalkan aku bisa melihatnya tersenyum bahagia, itu sudah cukup bagiku. Diam-diam aku suka mencuri fotonya untuk kujadikan koleksi di kamarku.

Waktu berjalan begitu cepat, hingga suatu hari Papaku tiba-tiba membawa seorang wanita ke rumah. Mama begitu syok ketika Papa mengatakan bahwa wanita itu adalah istri mudanya.

Akupun ikut kecewa sekaligus marah waktu itu. Dulu disaat Papa baru merintis usaha dari nol, ibu selalu mendampingi dan mendukung Papa hingga sukses. Akan tetapi, setelah Papaku berjaya, dia justru mengkhianati Mama dengan wanita yang lebih pantas ku panggil kakak. Dia bernama Anita, sekertaris ayahku dikantornya.

Disitulah awal kehancuran keluargaku. Wanita itu seperti ular berkepala dua. Didepan Papa dia berlagak manis dan baik, tetapi di belakang dia selalu menghasut Papaku untuk membenci Mama.

Sering sekali Papa dan Mama bertengkar karena Anita suka mengadu domba bahkan memfitnah Mamaku dengan tuduhan yang tidak-tidak. Papaku sudah sangat tergila-gila pada daun mudanya, ia selalu percaya dengan apa yang dikatakan Anita.

Masalah itu sangat mengganggu konsentrasi belajarku. Aku selalu kepikiran Mama dirumah, aku sering melihatnya menangis di kamar sebab Papa jarang pulang dan sering menghabiskan waktu dengan istri mudanya.

"Udin, bangun woi! Ini sekolah bukannya belajar malah tidur."

Aku tersentak dengan nafas memburu saat Aira berteriak cukup keras ditelingaku. Begitulah gadis itu, kadang usilnya nggak ketulungan. Untung cinta..

Tak kusangka Aira menyadari perubahanku selama ini. Aku jadi lebih sering murung, melamun dan tidak fokus dalam belajar. Aira lah yang selalu menyemangatiku, dia bersedia menjadi pendengar yang baik saat aku mengungkapkan keluh kesahku, masalah keluargaku dan sesekali memberi nasehat saat aku butuh solusi.

"Makasih ya Ra. Kalau nggak ada kamu mungkin aku sudah nggak berminat buat sekolah lagi. Aku capek Ra, tiap hari harus mendengarkan Mama dan Papa bertengkar melulu." ucapku suatu hari.

"Kalau capek tidur aja, Din. Sumpal telinga kamu pakai kapas atau tisu biar nggak kedengeran. Aku juga mau ngucapin terima kasih, kamu berarti banget buat aku. Kalau nggak ada kamu, mungkin aku nggak naik kelas. Ha..ha..ha"

Jengkel sekali rasanya, padahal tadi aku sudah hampir melayang saat dia bilang aku sangat berarti baginya. Ah.. tau-tau ujungnya seperti itu, tapi itu hanyalah kelakar Aira. Dia bukan gadis yang bodoh, prestasinya cukup baik. Dia hanya sesekali bertanya padaku jika ada soal yang kurang dimengerti.

Aira menasehatiku agar selalu kuat dan semangat dalam menghadapi semuanya. Aku harus memberi support pada Mama sebab saat itu Mama pasti sangat terpuruk. Kami harus saling menguatkan.

Beberapa bulan setelah itu, Papa membawa Anita untuk tinggal bersama kami. Aku dan Mama jelas menolaknya, tetapi Papa keras kepala. Beliau tak peduli, setuju atau tidak, Anita tetap tinggal bersama kami.

Rumahku sudah seperti neraka rasanya, wanita itupun bertindak seolah dialah Nyonya besar di rumah kami. Bahkan, kamar utama justru menjadi kamarnya. Mamaku diminta pindah ke kamar tamu dan aku jelas tidak terima itu.

Aku sempat bersitegang dengan Papa, tetapi semua sia-sia sebab mata Papa telah tertutup oleh wanita itu.

Selama itu Mamaku bertahan, entah hatinya terbuat dari apa. Beliau percaya jika suatu saat Papa pasti akan kembali seperti dulu.

Demi Mama akupun ikut bertahan dan saling menguatkan. Namun, puncak masalah justru terjadi. Papa menuduh Mamaku selingkuh dengan pria lain.

Dulu aku belum begitu paham, kulihat Papa melempar beberapa foto yang katanya hasil perselingkuhan Mama. Hatiku begitu perih melihat Mama berlutut dan memohon pada Papa agar Papa percaya pada Mama. Namun, Papa justru menendang Mamaku hingga terjerembab ke lantai dengan berlinang airmata.

Aku segera menolong Mama, aku tak tahan lagi Mamaku diperlakukan seperti itu. Aku ingin membawa Mama pergi dari rumah entah kemana itu sebab akupun baru saja selesai ujian kelulusan.

Papa menahanku, mungkin karena aku putra satu-satunya yang ia miliki. Awalnya aku menolak, tetapi aku bingung dan kesal sebab Mama justru ikut menahanku. Entah Mama memang terlalu cinta, atau mungkin karena dia sebatang kara di dunia ini. Mama tak ingin hidupku terlunta-lunta.

Akhirnya kami sepakat, aku tak mau tinggal di rumah kami dan ingin melanjutkan sekolahku diluar negeri. Papa pun setuju, dia juga masih sakit hati lantaran percaya Mama selingkuh. Papa berencana akan mengajukan gugatan cerai untuk Mama, tetapi Mama masih boleh bersamaku.

Dengan berat hati aku meninggalkan negara ini, dan yang terberat adalah berpisah dengan Aira. Perpisahan sekolah merupakan pertemuan terakhir kami waktu itu. Aku mengatakan padanya bahwa aku akan pindah ke luar kota.

Tak kusangka Airapun sangat berat berpisah denganku. Aku tak mengerti, mungkin intensitas kebersamaan kami selama tiga tahun membuatnya cukup nyaman bersamaku.

Aku ingat dia sampai menangis sesenggukan waktu itu. Akupun ingin menangis rasanya, tapi sebagai lelaki sangat tidak etis menangis di depan perempuan.

"Din, kamu pindahnya ke kota mana? Siapa tahu aku lagi kesana terus kita ketemuan. Atau kalau kamu lagi main kesini jangan lupa kabari aku ya." cicitnya disela-sela tangis.

"Iya. Nanti kalau aku main kesini pasti ku kabari. Udah jangan nangis terus, malu itu ingusnya keluar-keluar aja." ia mencubit lenganku karena sebal.

"Dasar Udin gembul." umpatnya kesal sembari menyeka airmatanya.

Kuberikan sapu tanganku untuk menghapus airmata sekaligus ingusnya. Sampai sekarang sapu tangan itu masih kusimpan sebagai pengobat rindu.

Itulah pertemuan terakhirku dengannya. Aku pindah ke Amerika dan melanjutkan kuliahku disana. Ada satu tekad yang tiba-tiba muncul di kepalaku. Aku ingin diet, akupun ingin terlihat layak di depan Aira nanti. Aku masih berharap suatu saat kami bertemu dan berjodoh.

Banyak kejadian yang kualami saat itu. Papaku meninggal tak berselang lama setelah kepergianku akibat serangan jantung. Dan masalah harta yang tak kunjung ada habisnya.

Akupun belajar mengelola perusahaan yang Papa rintis disana, meskipun aku hanya mendapat sebagian kecil warisan Papa, tapi aku akan bertekad dan berjuang untuk menjadikannya perusahaan besar. Akan kubuktikan pada ****** Papa bahwa aku bisa lebih darinya meski hanya dengan modal tak seberapa.

Di puncak usahaku kudengar kabar bahwa Aira telah menikah. Hidupnyapun bahagia bersama Arya yang katanya sudah mapan sekarang. Aku patah hati sekali lagi, tetapi jika memang dia sudah bahagia, akupun harus turut bahagia. Aku memilih menjadi pria workaholic agar tak terlalu berlarut-larut dalam kesedihan.

Aku memutuskan kembali ke Indonesia untuk mengurus kantor pusat yang tadinya diserahkan pada mantan asisten Papa. Ternyata, Papa berwasiat menyerahkan kantor pusat padaku setelah aku berusia 25tahun.

Awalnya semua baik-baik saja, tetapi suatu hari aku dikejutkan oleh seorang cleaning servis yang sepertinya baru masuk kerja. Aku tak menyangka jika itu adalah Aira. Batinku menyimpan banyak tanya. Kenapa Aira bisa berada disini? Bukankah dia sudah hidup bahagia dan mapan bersama Arya?

Bersambung...

1
Wahyu Kasep
dari kisah akhir ceritanya palingan
Anita jadi gila / kena HIV Aids
angel
novel Ngantung gk jelas
asya yussi
Luar biasa
Aerik_chan
bantengnya warna merah nggak???

halo kak yuk saling dukung #Sweet Love Level 999
Aerik_chan
like
Ni Nyoman Rinti
apakah author tdk melanjutkan novel ini...??
Aerik_chan
semangat kak...yuk saling dukung
Ni Nyoman Rinti
ya ampun thor bisa lupa sya sama cerita novel ini saking lamanya up..
Ni Nyoman Rinti
thor walaupun blm up, 1 vote buat autho...😊
Ni Nyoman Rinti
kpn up lgi thor...??
Ni Nyoman Rinti
kok pendek banget thor...lanjut lgi thor..😚😙
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 👍
S R: Makasih dukungannya😍
total 1 replies
Ni Nyoman Rinti
aira lucu sekali...lanjut thor...😍😍
S R: Makasih supportnya😍
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
S R: Makasih😍
total 1 replies
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
S R: Makasih supportnya😍
total 1 replies
Ni Nyoman Rinti
lanjur thor...😍
S R: Asiapp kak👍
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
semangat up 😍
S R: Makasih😍
total 1 replies
Ni Nyoman Rinti
semoga mamanya ammar baik sma aira.
Elisabeth Ratna Susanti
sukses selalu 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!