NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Dua tahun lalu, Rian dengan dingin meletakkan surat perceraian di hadapan Nadia. Saat itu, Nadia rela melepaskan segalanya demi mendukung impian suaminya. Namun Rian memandangnya rendah, menganggapnya tak berguna, dan memilih meninggalkannya demi wanita yang ia harap bisa mempercepat kesuksesannya.

Rian tak pernah tahu, wanita yang ia usir itu adalah pewaris tunggal Grup Arka—perusahaan raksasa yang namanya disegani. Nadia sengaja menyembunyikan identitasnya saat menikah, ingin dicintai apa adanya, namun justru diperlakukan semena-mena.

Setelah berpisah, Nadia bangkit kembali. Ia memimpin Grup Arka dengan tegas dan cerdas, menjadi CEO misterius yang dikagumi banyak orang. Sementara itu, Rian berjuang mengembangkan usahanya sendiri, tak sadar bahwa semua peluang besar yang ia cari kini berada di tangan mantan istrinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Tanda Tangan Yang Mengubah Segalanya

Malam itu, hujan turun membasahi kaca jendela, seolah turut meratapi berakhirnya pernikahan mereka. Nadia duduk bersandar di dinding, air matanya sudah kering, digantikan oleh ketenangan yang dingin dan teguh. Ia meraih ponsel yang sejak tadi tergeletak di meja—ponsel tua yang sengaja ia pakai selama menikah dengan Rian, menyembunyikan nomor-nomor penting dari masa lalunya.

Jari-jarinya yang masih sedikit gemetar menekan tombol panggil pada satu nomor yang tak pernah ia hubungi selama dua tahun ini. Hanya berdering dua kali, sebelum suara berat dan penuh hormat terdengar dari seberang.

"Nona Nadia?"

Suara Pak Haris—sekretaris pribadi ayahnya yang sudah seperti keluarga sendiri—terdengar tak percaya.

"Pak Haris..." suara Nadia pelan namun mantap, "Aku sudah pulang."

Di ujung telepon terdengar hening sejenak, lalu disusul nada lega yang bercampur khawatir. "Syukurlah, Nona. Kami semua sangat merindukan Anda. Di mana Anda sekarang? Saya akan segera menjemput Anda."

"Di rumah sewa, Pak. Tolong jemput aku. Dan... siapkan semua dokumen yang berkaitan dengan Grup Arka. Aku akan mengambil alih peran Ayah, mulai hari ini."

Perintah itu keluar begitu saja, tanpa ragu sedikitpun. Rasa sakit yang tadi mencekiknya kini berubah menjadi api semangat yang tak akan pernah padam.

Kurang dari satu jam kemudian, deru mobil mewah berhenti tepat di depan rumah sederhana itu. Saat pintu terbuka, Pak Haris turun dengan terhormat, namun sorot matanya memancarkan rasa sedih melihat sosok majikannya yang tampak lelah namun tetap berwibawa.

"Nona," sapa Pak Haris dengan sopan, lalu segera membukakan pintu mobil.

Sepanjang perjalanan menuju kediaman lamanya yang megah dan luas, Nadia menatap jalanan yang berlalu-lalang. Dua tahun menyembunyikan sayapnya, dan kini ia kembali mengepaknya dengan gagah. Sesampainya di rumah besar itu, para pelayan menyambutnya dengan takjub dan haru—banyak dari mereka yang mengira Nadia sudah hilang entah ke mana.

Malam itu juga, di ruang kerja luas yang pernah menjadi milik ayahnya, Nadia duduk di kursi besar berbalut kulit hitam. Di hadapannya terbentur tumpukan dokumen setebal puluhan sentimeter.

"Semua saham dan hak waris sudah tertulis atas nama Anda, Nona. Tuan Arka selalu berpesan, jika suatu saat Anda kembali dan siap memimpin, seluruh kekuasaan ada di tangan Anda," jelas Pak Haris sambil meletakkan pena emas di samping dokumen terpenting.

Nadia meraih pena itu. Dulu, tanda tangannya pada surat perceraian terasa menyakitkan dan memilukan. Namun kali ini, setiap goresan tinta yang membentuk nama Nadia Kirana Arka terasa penuh kekuatan, janji pada dirinya sendiri untuk bangkit dan melangkah lebih jauh dari siapapun yang pernah meremehkannya.

Begitu tanda tangan itu sah, statusnya sebagai pewaris tunggal sekaligus pemimpin utama Grup Arka telah resmi diakui secara hukum. Perusahaan raksasa yang menguasai berbagai bidang bisnis—dari properti, teknologi, hingga perdagangan internasional—kini berada sepenuhnya di bawah kendalinya.

"Besok pagi," ucap Nadia sambil menutup dokumen itu perlahan, "Panggil seluruh direksi untuk rapat. Dan tolong siapkan profil lengkap perusahaan-perusahaan yang sedang naik daun belakangan ini. Termasuk usaha baru yang baru saja dirintis oleh Rian."

Pak Haris sedikit terkejut namun segera mengangguk patuh. "Baik, Nona. Akan saya persiapkan."

Nadia menatap pantulan dirinya di jendela kaca besar yang memandang ke arah kota yang mulai gelap. Dulu ia rela menjadi bayangan demi dicintai apa adanya. Kini ia akan menjadi cahaya yang paling terang, hingga siapapun yang pernah memalingkan wajah darinya, terpaksa harus menoleh kembali—meski itu terlambat.

Dan di sudut hati yang paling dalam, ia tahu takdir tak akan membiarkan mereka berpisah begitu saja. Jalur mereka pasti akan bersilang kembali. Dan saat itu tiba, Rian baru akan sadar betapa besarnya harta yang telah ia buang dengan tangan sendiri.

 

(Lanjut ke Bab 3?)

1
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ayu Gerimis: Siap, akan dilanjutkan segera ya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!