NovelToon NovelToon
Pergi Tanpa Kembali

Pergi Tanpa Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Teen / Anak Genius
Popularitas:879
Nilai: 5
Nama Author: halwa diyah

Saat kehidupan tidak lagi berpihak kepadaku. Saat orang yang kusayang semakin jauh meninggalkanku. Saat semua terungkap bahwa aku adalah alien di lingkunganku sendiri, yang tidak dinginkan kehadirannya, tidak dipedulikan keadaannya. Aku tahu, aku harus menyingkir. Menjauh dari semuanya. Kehidupan remaja bernama Adit yang sangat nyaman seperti surga tiba-tiba berubah menjadi seperti neraka. Apakah Adit akan memilih tetap bertahan atau menyerah?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon halwa diyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu yang tak terucap

Aku nggak mau nama keluarga kita jadi buruk dimata media. Dan asal kamu tahu, lebih baik aku meinggalkan keluarga ini dari pada membuat perusahaan yang ditinggalkan nenek moyangku hancur!” Teriakan papah terdengar jelas dari kamarku di lantai dua. Entah pertikaian antara kedua orangtuaku terjadi dimana. Bisa jadi di lantai atas atau mungkin di lantai bawah. Rumahku memang terdiri dari tiga lantai dan kesemua lantainya ada ruangan khusus yang terbuka untuk dijadikan aula keluarga. Sejak kepulanganku dari Rumah Sakit karena kecelakaan motor pekan kemarin, suasana hangat di rumah seakan menghilang. Aku selalu mendengar pertengkaran kedua orangtuaku, entah ada masalah apa. Padahal sebelum kecelakaan itu terjadi,hampir setiap hari aku bisa melihat kemesraan kedua orangtuaku yang bahkan terkadang tidak mengenal waktu dan tempat. Masih kuingat pagi hari sebelum aku mengalami kecelakaan tersebut, kupergoki papah yang sedang berusaha memeluk mamah yang sedang sibuk di dapur. Bahkan ciuman keduanya yang seharusnya tidak patut kulihat terjadi setelahnya.

“Mamah. Papah. Mata Adit jadi ternodai nih.!” Ucapku dengan nada kesal bercampur merajuk kala itu.

“Anak papah udah mau lulus SMA. Aman lah lihat ginian setiap hari. Biar terlatih dan segera ke pelaminan terus hadiahin cucu deh buat mamah sama papah.” Papah pun menanggapi dengan sikap santainya kala itu, sama sekali tidak terfikirkan akan adanya pertikaian diantara mereka.

Aku segera keluar kamar dan menghampiri keduanya yang ternyata ada di lantai atas saat kudengar teriakan kesakitan dari mamah. Ada apa sebenarnya?! Dengan tergesa aku melewati tangga dan menuju aula keluarga di lantai atas.

“Papah, Mamah, ada apa?!” Kulihat papah sedang duduk di salah satu sofa yang ada disana, sementara mamah bersimpuh didepannya dengan berderai air mata. Tanpa menunggu jawaban apapun, segera ku tuntun mamah untuk berdiri kembali. Namun tiba-tiba…

“Jangan pernah sentuh mamah!” Teriakan keras dari Perempuan yang sangat kusayangi tersebut membuatku terhenyak kaget sampai tanpa kusadari kakiku beringsut mundur.

Kenapa???

“Hei! Anak tidak tahu malu! Jangan pernah muncul di depan papah lagi! Papah tidak sudi punya anak seperti kamu Adit!” Teriakan berikutnya dari papah membuatku benar-benar syok. Ada apa? Kenapa? Pertanyaan demi pertanyaan seakan menari di kepalaku sampai aku hanya bisa mematung tanpa merespon apapun. Untuk pertama kalinya aku melihat kemarahan keduanya. Aku merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Bahkan kesalahan terbesarku dulu saat aku dengan sengaja memecahkan seluruh kaca jendela di lantai dua karena kesal ditinggal pergi berlibur, hanya mereka tanggapi dengan senyuman dan meledekku dengan mengatakan akan sering-sering liburan tanpa mengajakku biar semua kaca jendela bisa pecah dan segera diganti dengan model yang terbaru. Mereka pun tidak mempermasalahkan pecahnya kaca-kaca tersebut, bahkan dalam waktu satu hari semua kaca jendela yang kupecahkan sudah tergantikan dengan yang baru.

“Pergi Adit! Diam saja di kamar! Ada kamu disini malah memperkeruh keadaan!” Mamah kembali bersuara, tidak dengan teriakan seperti sebelumnya. Namun penuh penekanan.

“Mah…” Tenggorokanku seakan tercekat tidak bisa meneruskan kalimat apapun yang ingin kuucapkan.

“Pergi!!” Secara bersamaan keduanya berteriak kencang menghadapku. Kedua kakiku tiba-tiba menjadi lemas dan sebuah pelukan lembut dari belakang ku sedikit menyeretku meningalkan tempat ini.

“Den baguuus,,, jangan dengarkan ibu dan bapak ya. Bibi siap bantu den Adit biar sembuh.” Suara bisikan penuh kesedihan terdengar dari si pemilik pelukan lembut ini. Bi Asih, ART yang sudah mengabdikan dirinya di rumah ini sejak aku bayi.

“A-Aku kenapa Bi?” Tanyaku lirih dan segera terduduk di anak tangga sebelum sampai kebawah. Tenagaku seakan terkuras, seluruh badanku menjadi lemas tidak bertenaga, aku merasa sangat syok dengan semua ini.

Ada apa?!

Kenapa?!

Pertanyaan yang terus berputar di kepalaku seakan ingin meledak untuk segera ditemukan jawabannya.

“Den,, yang tabah. Bibi belum tau aden kenapa. Tapi dari kemaren bapak dan ibu mempermasalahkan sakitnya aden. Katanya berbahaya, menular. Tapi bibi yakin, aden pasti baik-baik saja. Paling kalau sakit Cuma sakit perut maag gitu saja seperti biasanya. Obatnya makan saja, sudah sembuh.” Bi Asih menuntunku kembali untuk segera bangkit dan berjalan pelan menuju kamar ku.

Penyakit?!

Menular?!

Bi Asih pamit keluar dan berjanji akan segera datang kembali membawa minuman hangat untukku. Aku tidak merespon apapun saat beliau berpamitan. Pikiranku telah kacau dipenuhi berbagai macam praduga sekarang. Aku merasa diriku baik-baik saja, tidak ada yang salah. Tidak ada keluhan apapun. Kalaupun yang dimaksud Bi Asih adalah sakit maag ku yang sudah mandarah daging dari 5 tahun-an lalu, sejak kapan maag menular???

Pikiranku yang masih belum tenang sepertinya berimbas pada asam lambungku. Aku bergeming mencoba membuat rileks tubuh ini saat dorongan kuat tiba-tiba menguasai kerongkonganku. Aku segera menutup mulutku dengan telapak tanganku dan berlari menuju toilet.  Gejolak itu datang kembali. Ya, memang sejak kepulanganku dari Rumah Sakit, rasa mual terasa semakin intens mengahampiriku. Dan muntah seakan menjadi sahabat baikku sekarang. Padahal sudah kuusahakan menjaga pola makan dengan baik.

Huekk!!!

Uhuk..Uhuk..Uhuk..

Aku mencengkeram kuat wastafel didepanku. Entah kenapa serangan mual ini tidak kunjung hilang. Padahal biasanya, setelah muntah semua akan kembali normal meski tubuhku akan tiba-tiba terasa sangat lemas. Masih kuusahakan untuk muntah namun sia-sia, tidak ada apapun yang keluar meski gejolak ingin muntah ini masih ada.

Ya Allah,, aku kenapa?!

Beberapa kali kupejamkan mata untuk menghalau rasa mual ini. Nafasku mulai memburu dan keningku sudah beberapa kali meneteskan peluh yang semakin membanjirinya. Jika ada mamah disini, beliau pasti akan memijat tengkukku dengan penuh kelembutan dan mengomel sepanjang hari karena aku yang telat makan sampai muntah. Tapi, sekarang bukanlah karena telat makan. Mamah pun sepertinya tidak akan lagi peduli denganku. Aku sakit, aku menderita, bahkan aku sekarat sekalipun sepertinya tidak akan berpengaruh apa-apa bagi kedua orangtuaku.

Tapi kenapa?! Baru beberapa pekan lalu masih kurasakan kelembutan dan kehangatan keduanya. Kenapa sekarang seakan semuanya berubah 180º?! Apa yang salah dengan diriku?! Apa yang berubah dalam diriku?!

Aku rindu kehangatan keluarga ini, aku rindu saat-saat yang kulalui sebelum terjadi kecelakaan itu, aku rindu mamah dan papah yang akan selalu menemani di saat senang maupun sedihku. Aku rindu kalian…

Tidak terasa air mataku ikut luruh membayangkan semua pertanyaan yang belum terjawab itu. Dadaku terasa sesak menghadapi kenyataan bahwa diriku tidak dianggap lagi di keluarga ini. Bahkan aku langsung disebut sebagai orang yang memperkeruh Susana rumah ini oleh mamah. Rasanya sakit, setidak bergunanya kah diriku di rumah ini sampai ucapan itu terucap oleh lisan orang yang sangat kusayangi..

Aku rindu kalian yang dulu..

1
salma
jadi nostalgia ke masa perpisahan SMA dlu. lagu nya sama
halwa diyah: 🤭 memang lagu itu yang paling cocok buat moment nya kak
total 1 replies
salma
Suka ceritanya ngalir. alurnya santai tapi bikin penasaran kelanjutan nya
halwa diyah
siaap...
semangatt juga kak 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!