"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH
Manik indah itu perlahan terbuka, bahkan Aluna menguap hingga ia terkejut oleh suara seseorang
"Selamat pagi"
Wanita cantik terkesiap, wajah tampan suaminya masih terpampang di layar ponsel yang sejak semalam berada disana
"Kamu beneran nemenin?" Tanya Aluna tak percaya
"Tentu saja" Arjuna tampak bangun lalu bersandar dengan membawa ponselnya
"Sekarang bangun dan pergi mandi!"
"Aku tutup dulu yaa!"
"Iya" Arjuna tersenyum saat ponsel telah berubah gelap, pria tampan itu turun dari tempat tidur dan membersihkan diri
Yang katanya hanya beberapa hari, nyatanya Arjuna kembali setelah hampir dua bulan, hal ini jelas saja membuat Aluna kesal
"Tuan akan pulang hari ini" Bona yang tengah menemani sang nona menikmati buah potong memberitahu
"Saya gak peduli"
Mulut memang bisa berbohong, saat mobil yang membawa suaminya terdengar didepan, wanita hamil itu berlari menghampiri
"Hay" Arjuna menyambut istrinya itu dalam pelukan "Apa kabar?"
"Kamu bohong, katanya cuma tiga hari" Wanita cantik itu cemberut, Arjuna mengusap pipinya lalu mendaratkan kecupan di kening
Hal ini jelas membuat Aluna terkejut, ia tidak menyangka jika suaminya akan melakukan hal ini dengan disaksikan para pekerja
"Ayo masuk!"
"Kamu bawa oleh-oleh kan?" Tanya Aluna dengan wajah berbinar
"Tentu saja, ayo kita lihat"
Keduanya melangkah masuk dengan Arjuna yang merangkul bahu istrinya, sementara beberapa orang pria membawa begitu banyak paperbag yang Arjuna bawa untuk istrinya itu
"Kamu terlihat banyak diam" Ya, Aluna sadar akan perubahan sikap suaminya
Selama beberapa bulan mereka tinggal bersama, Arjuna memang terkesan banyak bicara jika bersamanya
"Tidak ada" Arjuna memaksakan senyumnya, ia lalu membelai lembut rambut panjang wanita itu
"Bagaimana, kamu suka?" Arjuna memang tengah menemani istrinya membongkar bawaan suaminya
"Bagus semua" Aluna tampak antusias membuka kotak sepatu serta tas yang semuanya dari brand ternama
"Aku boleh kasih buat Bona sama bibi Wulan gak?"
Arjuna tersenyum, wanita ini memang sangat berbeda. Ya, Aluna bukan hanya cantik wajahnya saja, tapi juga hatinya
"Boleh"
"Yeay terima kasih" Aluna memeluk suaminya, Arjuna membalasnya dengan pikiran yang penuh akan ancaman William
Ia sadar jika Aluna bukan hanya sekedar wanita yang akan melahirkan penerus keluarga nya, tapi wanita ini juga adalah satu-satunya wanita yang bertahta dihatinya
Para pelayan dibuat senang, karena untuk pertama kalinya majikan mereka memberikan oleh-oleh
Bahkan Aluna memberikan barang bermerek untuk semua pelayan, bahkan ada yang harganya hingga puluhan juta
"Terima kasih nyonya"
"Sama-sama"
Aluna kembali kekamar, suaminya berada disana dan sepertinya baru saja selesai mandi
Aluna menyiapkan pakaian untuk suaminya, Arjuna menikmati karena selama pernikahan nya bersama Zoya, hal ini tidak pernah ia rasakan
"Apa sangat sulit membawa mereka?" Tanya Arjuna seraya mengusap perut yang sudah sangat membuncit itu
"Sedikit, berat badan aku juga naik banget, aku berasa kayak badak"
Arjuna tertawa "Kamu itu seksi"
"Enggak, kaki aku juga bengkak" Keluhnya, Aluna menceritakan apa saja yang ia rasakan pada suaminya itu dan Arjuna mendengarkan
"Apa kata dokter?"
"Katanya ini biasa dialami sama wanita hamil, jadi gak perlu khawatir"
Pria tampan itu mengangguk, lalu keduanya kembali ketempat tidur setelah Arjuna selesai berpakaian
Dikediaman William, pria itu baru saja menyelesaikan permainannya bersama Zoya sang menantu kesayangan
Tubuh keduanya masih dipenuhi oleh keringat, dengan napas yang memburu. William sepertinya tengah kesal dan Zoya menjadi pelampiasannya
"Ada apa sih Pah? Papa kayaknya lagi marah" Tanya Zoya seraya bangun dari tidurnya, wanita cantik itu bersandar pada headboard, membiarkan tubuh bagian atasnya terekspos
"Arjuna menolak menjadi tim sukses untuk kampanye pencalonan aku" Keluhnya, William mengeluarkan sebatang rokok berharap dapat membuatnya tenang
"Apa Papa menemukan sesuatu tentang Arjuna?"
"Ya, dia memiliki wanita lain yang saat ini tengah mengandung"
Zoya terkejut, jika semua itu benar maka bisa dipastikan jika dirinya akan dibuang setelah anak itu lahir
"Apa Arjuna mencintai wanita itu?" Tanya Zoya begitu penasaran
"Sepertinya memang seperti itu, karena Arjuna bahkan mengancam aku"
Zoya jelas tidak suka mendengarnya, selama ini ia mencintai suaminya. Perselingkuhan ini terjadi karena Arjuna yang selalu sibuk hingga mengabaikannya
Saat itu William datang merayu dan memberikan segala perhatian yang begitu manis hingga Zoya terbuai, tidak peduli jika pria itu adalah ayah mertuanya sendiri
"Ada apa? Kamu cemburu?"
"Entahlah, bagaimanapun Arjuna adalah suamiku" Zoya menyibak selimut yang menutupi tubuh bagian bawahnya
Wanita cantik itu melangkah menuju kamar mandi dengan tubuh tanpa sehelai benangpun
Sesampainya dikamar mandi, Zoya menatap pantulan dirinya di cermin. Jejak cinta tercetak hampir di seluruh tubuhnya, membuatnya terlihat menjijikan
"Apa kamu benar-benar telah melupakan aku? Lalu dimana cinta yang dulu kamu ucapkan?"
Wanita cantik itu mengusap pipinya, tanpa sadar air mata itu luruh. Ada apa dengan dirinya? Ia bisa mendapatkan pria manapun lalu kenapa hatinya terasa sangat sakit saat mendengar Arjuna memiliki wanita lain
Kebencian Arjuna memang terlihat selama ini, dan Zoya sadar jika suaminya itu mengetahui perselingkuhan yang ia lakukan
Namun Zoya merasa menang karena selama ini Arjuna tidak menceraikan dirinya. Ia percaya jika dihati pria itu masih ada namanya
"Aku akan mendapatkan kamu lagi, aku bahkan akan menyingkirkan wanita mura____ itu" Gumamnya
***
Arjuna menghabiskan waktunya bersama istri rahasianya, kehamilan Aluna sudah hampir memasuki trimester ketiga, perutnya semakin besar dan membuatnya semakin terlihat seksi
Arjuna tengah duduk diruang kerjanya, Aluna masuk karena entah karena hamil atau dirinya mulai terbiasa dengan kehadiran suaminya. Wanita itu tidak akan bisa tidur jika Arjuna tidak disisinya
Aluna lebih dulu mengetuk pintu, saat terdengar suara dari dalam, ia masuk lalu tersenyum
"Aku boleh masuk?"
"Tentu saja, ayo kesini!" Arjuna tersenyum menyambut istri cantiknya itu
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan, nyonya" Joseph yang memang berada diruang kerja segara berpamitan karena jelas pasangan suami istri ini akan bermesraan
"Ada apa? Tidak bisa tidur?" Tanya Arjuna seraya menarik sang istri agar duduk di pangkuannya
Aluna menurut, wanita cantik itu mendaratkan tubuhnya diatas pangkuan sang suami, lalu Arjuna mengusap lembut perut buncit itu
"Kamu masih lama gak disininya?" Tanyanya
"Ada apa memangnya?" Arjuna mengecup pipi chubby istrinya, Aluna memang mengalami kenaikan berat badan dan hal itu membuatnya kian menggemaskan Dimata suaminya
"Gak tau, aku cuma gak bisa tidur aja" Keluh wanita hamil itu
"Mau ditemani?"
"Entahlah" Aluna malah mengedikkan bahunya membuat Arjuna tertawa
"Aluna"
"Hmm" Aluna tersenyum karena tiba-tiba saja pria itu mengecup bibirnya
"Apa kamu mencintai saya?"
Aluna menunduk, menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah. Pertanyaan suaminya membuatnya malu
Apa terlalu kentara? Selama ini dirinya memang berusaha menyembunyikan rasa cinta ini didepan suaminya
Awalnya dia berpikir jika ini hanya rasa nyaman karena Arjuna begitu perhatian. Namun seiring berjalannya waktu, serta sikap lembut Arjuna membuatnya menyadari jika rasa cinta itu mulai tumbuh dihatinya
"Saya tidak tau" Lirihnya dengan suara nyaris berbisik
"Aluna" Arjuna meraih dagu wanita itu, tatapan keduanya bertemu namun Aluna kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain
"Lupakan perasaan itu!"