NovelToon NovelToon
ADORABLE FRIENDSHIP

ADORABLE FRIENDSHIP

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:544.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: destiara kim

Berawal dari motor yang rusak mendadak, hingga akhirnya bertemu dengan sang pujaan hati. Banyak kenyataan pahit yang harus dialami oleh Devan dan Elina. Terjerat dalam hubungan friendship membuat Elina tak bisa berbuat banyak. Apalagi dengan kedatangan Juna, seseorang dari masa lalu Elina, yang semakin melebarkan jurang perpisahan Elina dan Devan. Serta beberapa kebohongan yang diciptakan Devan semakin mengacaukan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon destiara kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Cinta Begitu Rumit

"Are you ready?" tanya seorang dokter laki-laki berwajah khas London.

Devan menganggukkan kepalanya. Sesosok dokter mulai menggerakkan peralatannya dibantu oleh para perawat. Devan memejamkan matanya. Entah mengapa, tiba-tiba kantuk berat menimpanya.

Pengobatan ini menggunakan lampu laser khusus untuk menghambat merambatnya sel kanker otak yang diderita oleh Devan. Dokter itu sangat terlihat penuh kehati-hatian. Sementara Devan memilih untuk memejamkan matanya. Operasi laser ini ternyata tak semenakutkan yang Devan kira. Devan bahkan tak merasakan apapun saat operasi laser terjadi.

***

Pelajaran paling melelahkan fisik itu akhirnya selesai. Elina terduduk lesu. Masih setia di tepi lapangan. Tak berniat beranjak.

Gadis itu menerawang jauh ke arah langit. Biru. Rupanya sang langit sedang asyik menebarkan kedamaian. Namun sayangnya, rasa damai itu tak sampai kepada Elina. Di saat semua orang bahagia menatap megahnya langit biru dengan minimnya awan, Elina justru murung melihatnya.

Ada sebuah gejolak yang melesak dalam hatinya. Membuatnya sesak. Membuatnya lemah. Membuatnya tak mengerti bagaimana cara menikmati kebahagiaan seperti hari-hari yang telah ia lalui.

"Terkadang berpisah itu memang menyakitkan, El."

Seseorang duduk di sampingnya begitu saja. Elina menolehkan kepalanya ke arah samping. Sosok itu rupanya ikut menyelami keindahan langit. Matanya tak lepas dari lautan biru yang terbentang luas bersama awan-awan kecil itu.

"Tapi dengan berpisah, kita jadi tahu satu hal. Kita jadi tahu apakah kita benar-benar mencintai dia atau enggak," ucap Juna.

Ya, sosok di samping Elina rupanya Juna. Juna membetulkan poni miringnya yang tak beraturan karena tiupan angin.

"Dan dengan berpisah, sebenarnya kita lagi disuruh Tuhan buat mikir, kalau setiap detik itu berharga. Kita disuruh buat jadi lebih baik dari sebelumnya. Kita disuruh buat gak nyia-nyiain setiap waktu yang diberikan Tuhan, barang sedetik pun."

Elina menghela napasnya. Ia memilih menundukkan kepalanya. Memejamkan mata dan menghirup napas dalam-dalam.

"Itu sebabnya ya kamu dulu tega ninggalin aku?" cibir Elina. Kini gantian Juna yang menghela napasnya.

"Aku…."

"Emang ya, cinta itu omong kosong doang. Bodohnya, aku percaya kalau cinta itu beneran ada," ucap Elina sembari tersenyum getir, "kalau emang cinta, dia gak akan mungkin ninggalin orang yang dicintainya dan bikin tercintanya sedih."

Juna membalikkan tubuh Elina, sehingga kedua insan itu saling berhadapan. Tangan Juna bergerak menggenggam tangan Elina. Kemudian telapak tangan kanan Elina itu ia tempelkan di dadanya. Elina hanya diam.

"Aku selalu ngelakuin ini kan pas kita sama-sama dulu?" ujar Juna. Elina mengangguk.

"Supaya aku tahu kalau jantung kamu masih berdetak, tandanya kamu masih hidup kan?" sahut Elina. Juna mengembangkan senyumnya.

"Ternyata masih ingat." Juna terkekeh.

"Kamu ngerasa gak kalau debarannya jadi lebih cepat?" tanya Juna.

DEG!

Elina langsung menarik tangannya kembali. Iya, degupan itu menjadi semakin cepat setiap detiknya. Elina baru menyadarinya. Gadis itu segera berdiri, berniat meninggalkan Juna sendirian. Namun sayangnya, saat hampir berdiri, Juna menarik tangan Elina kuat hingga Elina kembali duduk.

"Jangan pergi, semakin kamu menjauh semakin aku semangat mengejar kamu," ucap Juna.

"Udah deh, Jun! Kamu pernah ninggalin aku, kamu pernah nelantarin aku gitu aja. Sekarang kamu masih pengen aku jatuh ke pelukanmu? BASI tahu gak! Perasaanku buat kamu itu udah basi! bahkan mungkin udah busuk di makan ulat!" pekik Elina.

"Kalau kamu pengen aku kembali, maaf, buatku kamu udah gak ada," ujar Elina.

Elina berniat berdiri. Namun saat hampir berdiri, lagi-lagi Juna menariknya. Bukan hanya untuk duduk kembali, kali ini Juna menarik tubuh ke dalam pelukannya.

"Tapi buatku, kamu selalu ada, kamu berharga, sampai kapan pun," bisik Juna.

DEG!

DEG!

DEG!!

Kali ini degup keduanya semakin keras. Bahkan keduanya bisa saling mendengarnya. Juna mengulas senyumnya. Sementara Elina hanya diam mematung.

Diam tapi pasti, seseorang yang kebetulan lewat di tepi lapangan itu sigap mengeluarkan ponselnya. Ia segera mengarahkan kamera ke arah kedua insan yang sedang berpelukan itu.

CEKRIT!

"Rasain lo, El! Ganjen sih!" gumam seseorang itu dengan penuh kebencian.

Seseorang itu lantas bergegas pergi tepat saat Juna dan Elina melepas pelukannya.

Di sisi lain, Juna melepas pelukannya dengan Elina. Ia segera pergi meninggalkan gadis yang sempat ia peluk tadi tanpa basa-basi.

"Kamu kebiasaan ya, bikin baper terus ninggalin aku gitu aja," pekik Elina.

Namun Juna malah semakin cepat beranjak dari lapangan. Elina menyentuh dadanya sembari memejamkan mata. Debaran yang menyakitkan ini lagi-lagi muncul menghantam dadanya.

****

"WOY! BERHENTI!"

Juna berlari mengejar sosok perempuan yang sedang berjalan itu. Sosok itu malah semakin cepat melajukan langkahnya, berpantangan dengan yang diinstruksikan Juna. Juna pun tak habis akal. Ia pun melayangkan bola basket yang dibawanya dari lapangan tadi ke punggung wanita itu.

"AWWW! SAKIT BEGO!" jerit wanita itu.

TEPAT SASARAN!

Wanita itu bersimpuh sembari memegangi punggungnya yang sakit. Juna segera berlari menghampiri wanita itu dengan seringaian.

"Gue tahu lo ada niat jahat," ucap Juna, berjongkok dan menyentuh dagu wanita itu.

"Niat jahat apaan?" tanya wanita itu.

"Jangan sok tahu!" timpalnya.

"Kalau emang gak ada niat, lo ngapain motret-motret gue segala?" selidik Juna.

"Sok kegantengan lo! Ngapain juga gue motret lo segala!" pekik wanita itu.

Juna dengan cepat mengambil ponsel di saku kemeja wanita itu. Sementara si wanita malah asyik membelalakkan matanya. Terkejut karena Juna berhasil menguasai ponselnya saat ini.

"Kurang ajar lo, Jun! Lo sentuh dada gue!" pekik wanita itu.

"B aja tuh, gue gak minat sama punya lo," ucap Juna tenang.

"Lagian gue lebih suka yang kek papan triplek, kan malah gak pernah diicipi alias masih segelan." Juna menyeringai.

"Cih!" decih wanita itu.

"Sekarang gue tanya sama lo, lo punya niat apa?" tanya Juna.

"Balikin gak hape gue!" pekik wanita itu.

"Gue dah tanya baik-baik tapi lo masih main rahasia-rahasiaan. Ya udah, terpaksa hape lo gue sita hahaha."

Juna menegakkan tubuhnya. Melangkah meninggalkan perempuan yang saat ini sibuk bersumpah-serapah.

"JUNA! GUE BENCI LO!" teriak wanita itu.

"SANTUY! BUKANNYA DARI DULU YA?"

Wanita itu berdecak kesal. Ia segera bangkit dengan tangan masih memegangi punggungnya yang sakit. Wanita itu pun pergi dengan mengambil arah berlawanan dengan Juna.

***

Elina melangkahkan kakinya meninggalkan lapangan karena semakin lama semakin terik pula pancaran mentari. Elina mengelap peluh di dahinya. Tepat saat ia berasa di luar area lapangan, ia berpapasan dengan sosok Delana.

Keduanya saling diam, menatap satu sama lain, lalu mengulas senyum. Begitu terus, sampai akhirnya Delana berdehem.

"El, lo udah selesai?" tanya Delana. Elina menganggukkan kepalanya.

"Ada hal yang harus gue obrolin," ucap Delana.

Delana lantas menarik lengan Elina. Lembut dan pelan. Kali ini, Elina semakin yakin bahwa Delana tipikal cowok yang sangat baik. Tidak kasar. Sosok cowok idaman. Namun, Elina segera menggeleng pelan. Bagaimanapun, Delana sahabatnya. Sahabat Devan. Sahabat kita semua wkwkwkwk.

Rupa-rupanya, Delana mengajak Elina untuk berdiam diri di balkon sekolah. Di sini sepi. Angin-angin mengalun tenang. Membelai anakan anak rambut dengan lembut.

DEG!

"Ada apa ini?" gumam Elina lirih.

Elina dan Delana berada di dalam bunga yang dibentuk hati berukuran besar. Keduanya berada di tengah-tengah. Delana mengeluarkan sebuah cokelat yang ditaruh di sebuah tempat berbentuk hati juga. Kemudian cokelat itu ia ulurkan ke arah Elina. Delana berjongkok. Membiarkan Elina berdiri sendiri di hadapannya.

"Hari ini hari yang spesial," ucap Delana. Elina mengernyitkan dahinya.

DEG!

DEG!

DEG!

Elina tidak tahu. Semuanya menjadi sangat aneh. Dengan takut-takut, Elina menatap sorot mata Delana. Terlihat keseriusan di sana. Semakin menambah pacu detak jantung Elina.

"Kak Del, maaf, aku belum siap buka hati dulu," ucap Elina takut-takut sebelum Delana sempat menyuarakan tujuannya.

Delana tertawa lebar. Semakin membuat Elina kebingungan.

"Kok Kak Del malah ketawa sih?" tanya Elina bingung.

"Lo kira gue bakal nembak lo gitu? Sorry ya, gini-gini standart gue tinggi," cetus Delana. Elina meninju lengan Delana.

"Ih Kak Del mah gitu! Terus ini maksudnya apa?" tanya Elina.

Delana mengulas senyum tipisnya. Ia mengeluarkan sebuah flashdisk dari saku celana. Delana lantas menggenggam tangan Elina sembari menyerahkan flashdisk itu ke tangan Elina. Elina mengernyit bingung.

"Di sini, ada sebuah rahasia yang bakal lo ketahui, El!" ucap Delana lembut.

"Dan tujuan gue bawa lo ke sini, atas permintaan seseorang. Ini hari spesialnya dia, makanya dia pengen lo ikut merasakan ke-spesial-an hari ini.

"Kak Del," tatapan Elina menyendu.

"Makasih, Kak Del memang kakak terbaik Elina," ucap Elina lembut.

Di sebuah bagian paling sudut di hati Delana, tiba-tiba saja seperti ditusuk menggunakan belati tajam. Rasa pedih. Rasa sakit. Bercampur menjadi satu. Delana membalas pelukan Elina. Diam tapi pasti, ia merasa nyaman di pelukan gadis itu.

"El, gue gak bakal pernah ngijinin lo kesusahan karena perasaan gue ini, gue janji," pikir Delana.

Elina melepas pelukannya. Ia tersenyum. Menampilkan deretan giginya yang putih bersih. Ditatapnya Delana dengan tatapan kagum.

"Makasih, Kak Del. Aku balik ke kelas dulu ya," ucap Elina.

"Iya, sana-sana. Gue mau cari angin dulu di sini," ujar Delana.

"Oke deh, Kak!"

Elina lantas bergegas pergi meninggalkan balkon. Digenggamnya flashdisk itu erat-erat.

Delana menghela napasnya. Berat. Berat sekali. Secara tersirat, Elina tadi bahkan sudah menolaknya. Yah, walaupun gak sengaja sih nolaknya. Tetapi cukup membuat hati Delana ngilu.

Delana akui, ia memang sudah ada rasa kepada Elina. Bahkan sejak lama, mungkin Elina tak akan mengingatnya. Namun, Delana masih ingat secara pasti.

1
AnggieYuniar
aku mampir yaaa
gang jasad
gjbnbj
Halimah Nst
like 100😉
Halimah Nst
bbbbbbbb
Halimah Nst
lanjut
febry jo
bosen, alur cerita n kata2nya diulang2 terus
Natania Liu
ceritanya bagus, penyampaiannya enak. tapi kok gada yg vote? aku vote duluan dh, btw aku juga selalu tinggalin like 👍
Febriyanita N Sunai
males baca novel kayak gini perempuan nya kayak ngak ad harga diri banget udah di ijek" masih ad ngemis" untuk di cintai cih😏
Febriyanita N Sunai
kesel sama devan bego banget jdi cwo poloss bngett 😏 si el juga sama begoknya greget banget 😒
Febriyanita N Sunai
kesel sama si raya egois banget jdi cwe mentibgan diri sindri katimbang sbntr cihhh 😒
Febriyanita N Sunai
kasian banget delana 😭
Febriyanita N Sunai
agak bingung aku bcnya
Nothing
Semangat up nya kakak 🥳
Like dariku sudah melayang tuh hehe 😁

Jangan lupa feedback ceritaku yah, judulnya "Asisten Husband".

Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏🏻☺️
Ezrahi
Hadir.. like mendarat.
mampir ya
kcandra
secara tidak langsung Devan sudah mengkhianati Eliana karna sudah Baper malah suka sama disa,,, kasihan Eliana mending cerei aja ,,,,
Ezrahi
hadir.. aku mampir kembali ☺
semangat Thor
mampir ya
kcandra
mendingan cerei aja Dr PD makan ati,,, kaya GK ada cowo lain aja
Febriyanita N Sunai: iya ihh pke mohon " lgi ih jijik 😏
total 1 replies
kcandra
akhhhh padahal pengennya selama sama eliana
Ezrahi
aku mampir untuk yang kesekian kalinya

membawa like dan komen..


semangat Thor...

mampir ya
SecretW
halooo... baca novelku yuk judulnya don't come back dengan genre comedy romantic, thankyouuu😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!