NovelToon NovelToon
Sutra Naga Pembelah Surga

Sutra Naga Pembelah Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Pecahan Benua Kuno dan Pertemuan Tiga Sekte

​Selama tiga hari menjelang pembukaan Alam Rahasia Kuno, Ye Xuan mengurung diri di dalam Paviliun Angin Musim Gugur. Ia tidak merayakan kemenangannya, tidak pula menerima tamu yang mencoba menjilatnya.

​Di dalam ruang kultivasi bawah tanahnya, ia duduk bersila, mengkonsolidasikan energi dari pertarungannya melawan Zhao Feng. Meskipun Zhao Feng menggunakan pil terlarang untuk mencapai Inti Emas Palsu, esensi energinya telah hancur dan tidak bisa Ye Xuan serap secara maksimal. Namun, pemahaman tempur dan kendali atas Api Naga Gagak yang Ye Xuan dapatkan jauh lebih berharga.

​"Bocah, jangan anggap remeh Alam Rahasia Kuno ini," suara Master Naga tiba-tiba memecah keheningan meditasi Ye Xuan. "Berdasarkan deskripsi fluktuasi ruang dari token giokmu itu, ini bukanlah sekadar taman herbal buatan. Ini adalah pecahan dari Benua Purba yang terlepas akibat perang besar ribuan tahun lalu."

​Ye Xuan membuka matanya, kilatan ketertarikan melintas di pupilnya. "Pecahan Benua Purba? Maksudmu, tempat itu masih menyimpan hukum alam dan makhluk dari zaman kuno?"

​"Tepat. Ular Sisik Api yang kau bunuh sebelumnya hanyalah cacing tanah dibandingkan dengan Binatang Iblis garis keturunan purba yang mungkin tertidur di dalam sana. Namun, di mana ada bahaya ekstrem, di situ ada harta karun yang bisa mengubah takdir. Kau membutuhkan energi murni berskala masif untuk menembus Pembentukan Fondasi Menengah, dan tempat itu adalah ladang perburuan sempurnamu."

​Ye Xuan tersenyum iblis. Ia mengepalkan tangannya, merasakan kekuatan seratus ribu kati mengalir deras di balik kulitnya. "Ladang perburuan... Aku menyukainya."

​Tiga hari kemudian.

​Di pelataran Puncak Utama, sebuah kapal terbang raksasa yang terbuat dari kayu spiritual melayang megah di udara. Kapal itu dihiasi panji-panji awan biru, memancarkan wibawa Sekte Awan Azure.

​Sepuluh murid elit yang berhasil mengamankan kuota telah berkumpul. Di antara mereka, terdapat Su Yan yang berdiri menunduk di barisan belakang. Ia berhasil masuk ke peringkat sepuluh besar dengan susah payah, namun aura dinginnya yang dulu angkuh kini sepenuhnya lenyap saat Ye Xuan melangkah naik ke pelataran.

​"Salam, Kakak Pertama!"

​Kesembilan murid elit itu, termasuk Su Yan, secara serempak menangkupkan tangan dan membungkuk hormat saat Ye Xuan tiba. Di dunia kultivasi, kekuatan adalah segalanya. Ye Xuan telah membuktikan dirinya sebagai eksistensi terkuat di generasi mereka.

​Ye Xuan hanya mengangguk acuh tak acuh dan berjalan lurus menaiki geladak kapal.

​Penatua Kepala, yang memimpin ekspedisi kali ini, mengelus jenggotnya sambil tersenyum puas. "Karena semua sudah berkumpul, kita berangkat!"

​Kapal terbang itu melesat membelah awan dengan kecepatan kilat. Perjalanan menuju pintu masuk Alam Rahasia memakan waktu setengah hari.

​Selama perjalanan, Penatua Kepala mengumpulkan kesepuluh murid di geladak untuk memberikan pengarahan singkat.

​"Kalian harus ingat, Alam Rahasia Kuno bukan hanya milik Sekte Awan Azure," ucap Penatua Kepala dengan nada serius. "Ada dua kekuatan raksasa lain yang juga memiliki akses ke sana. Kalian akan bersaing—dan mungkin bertarung mempertaruhkan nyawa—dengan para jenius dari faksi lain."

​Penatua Kepala mengangkat dua jarinya, merincikan musuh yang akan mereka hadapi:

​Sekte Pedang Surgawi: Sekte berhaluan lurus yang sangat agresif. Murid-murid mereka mempraktikkan seni pedang pembunuh dan sering kali memandang rendah kultivator yang menggunakan senjata lain.

​Lembah Iblis Berdarah: Fraksi aliran sesat yang kejam. Mereka mahir menggunakan racun, mayat hidup, dan teknik pengorbanan darah. Jika kalian bertemu dengan mereka, jangan beri ampun atau kalian yang akan menjadi bahan eksperimen mereka.

​"Selain ancaman dari murid sekte lain, hukum ruang di dalam Alam Rahasia sangat kacau. Saat kalian melewati portal, kalian akan diteleportasi secara acak ke berbagai lokasi. Kalian harus bertahan hidup sendiri sampai berhasil menemukan satu sama lain," tambah Penatua Kepala, menatap Ye Xuan secara khusus. "Ye Xuan, sebagai Kakak Pertama, jika kau bertemu dengan murid sekte kita, aku harap kau bisa melindungi mereka."

​"Jika mereka tidak menjadi beban dan tidak mengkhianatiku, aku tidak keberatan," jawab Ye Xuan datar, sebuah sindiran halus yang membuat Su Yan memalingkan wajahnya karena malu.

​Beberapa jam kemudian, kapal terbang itu perlahan turun ke sebuah lembah tandus yang diselimuti kabut abu-abu tebal. Di tengah lembah tersebut, sebuah pusaran ruang raksasa berputar lambat, memancarkan cahaya ungu kuno yang misterius.

​Di sekitar pusaran itu, dua kelompok besar telah tiba lebih dulu.

​Di sisi kiri, puluhan pemuda berjubah putih dengan pedang panjang di punggung mereka berdiri dengan aura tajam yang menusuk awan. Di depan mereka berdiri seorang Tetua yang memancarkan Qi pedang setajam silet. Itu adalah rombongan Sekte Pedang Surgawi.

​Di sisi kanan, sekelompok kultivator berjubah merah darah dan hitam berdiri dalam formasi yang berantakan. Hawa kematian dan bau anyir darah menguar dari tubuh mereka. Ini adalah Lembah Iblis Berdarah.

​Saat kapal Sekte Awan Azure mendarat, tatapan permusuhan langsung diarahkan pada mereka.

​"Heh, Awan Azure datang terlambat seperti biasa," cibir seorang pemuda dari Lembah Iblis Berdarah. Wajahnya sangat pucat, dan seekor kelabang merah merayap di sekitar lehernya. "Kudengar jenius nomor satu kalian, Zhao Feng, baru saja dilumpuhkan. Apakah kalian membawa sekelompok domba untuk kami sembelih hari ini?"

​Murid-murid Awan Azure menggertakkan gigi, namun tidak berani membalas. Pemuda pucat itu memancarkan aura Pembentukan Fondasi Menengah Puncak yang sangat beracun.

​Di pihak Sekte Pedang Surgawi, seorang pemuda berwajah dingin dengan bekas luka pedang di alisnya menyilangkan tangan. Ia melirik Ye Xuan yang berdiri di depan barisan.

​"Kaukah Kakak Pertama yang baru itu?" tanyanya angkuh, matanya menyapu Ye Xuan yang hanya berada di Pembentukan Fondasi Awal Puncak. "Hanya Pembentukan Fondasi Awal? Awan Azure benar-benar telah jatuh. Jika kita bertemu di dalam, serahkan semua cincin penyimpananmu, dan aku mungkin akan membiarkanmu mati dengan mayat utuh."

​Ye Xuan menatap pemuda berpedang dan pemuda pucat beracun itu secara bergantian. Bukannya marah, senyum iblis yang sangat familiar perlahan mengembang di bibirnya.

​"Bagus," ucap Ye Xuan pelan, namun suaranya terbawa oleh Qi hingga terdengar oleh semua orang di lembah itu. "Sebelum datang, aku khawatir Alam Rahasia ini akan membosankan. Tapi melihat begitu banyak 'pupuk' berkualitas berkumpul di sini... sepertinya aku tidak akan kelaparan."

​Kata-kata Ye Xuan yang luar biasa arogan membuat kedua sekte saingan itu terbelalak. Bahkan Penatua Kepala hanya bisa menghela napas pasrah melihat kelakuan murid nomor satunya itu.

​BZZZTTT!

​Tiba-tiba, pusaran ungu raksasa di tengah lembah bergetar hebat. Hembusan angin spiritual kuno menyapu ke segala arah, menandakan bahwa batas ruang telah melemah sepenuhnya.

​"Portal telah terbuka! Semuanya, masuk sekarang!" teriak Tetua dari ketiga sekte secara bersamaan.

​Tanpa ragu sedikit pun, Ye Xuan melesat maju paling depan. Ia membiarkan pusaran ungu itu menelannya bulat-bulat, meninggalkan para jenius sekte lain yang menatap punggungnya dengan niat membunuh yang mendidih.

​Pemandangan di depan mata Ye Xuan berputar gila-gilaan, dan ketika cahaya ungu mereda, ia mendapati dirinya jatuh bebas dari ketinggian puluhan meter. Bau karat dan aura pembunuhan kuno langsung menyerbu indranya.

​Ia telah tiba di Alam Rahasia Kuno.

1
Divka
bgus
Divka
bgus...smg ye xuan nnt mampu melindungi temen dan rekannya...berbuat baiklah sedikit🤣
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
keren cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!