NovelToon NovelToon
Berawal Dari Perjodohan

Berawal Dari Perjodohan

Status: tamat
Genre:Dosen / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:76.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Fi

Menerima perjodohan dan mencoba menjalani pernikahan dengan baik adalah niat Zia setelah memutuskan setuju menikah dengan Zio. Namun, yang terjadi setelah menikah justru sebaliknya. Zio–suaminya justru mengajak Zia berteman dan berpisah jika suatu hari nanti salah satu dari mereka menemukan cinta yang sesungguhnya. Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Akankah mereka menemukan cinta yang lainnya, atau justru benih cinta tumbuh diantara keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Suara langkah berlari terdengar begitu Zio baru saja hendak turun dari teras. Dilihatnya Zia yang berlari seraya menutupi kepalanya dengan tas dan langsung naik ke teras dan berhenti tepat di depan Zio. 

“Kenapa kamu pulang sangat malam? Apa yang terjadi? Ke mana dulu sebelum ke rumah?” tanya Zio beruntun. 

Napas Zia masih tersengal-sengal. Tasnya ia turunkan dan menatap Zio dengan tatapan tak percaya. Seorang Zio bertanya apa yang terjadi, padahal tahu bahwa hujan begitu deras. “Kamu masih bertanya, padahal aku hampir disambar jika saja tidak hati-hati,” jawab Zia asal.

Sebenarnya Zia sangat kesal dan lelah dengan sandiwara ini. Pikirnya andai pernikahan mereka bukan sandiwara, mungkin Zia bisa meminta pertolongan pada Zio tanpa sungkan. Pernikahan ini tak membantu kehidupannya menjadi lebih baik, bahkan Zia merasa makin bosan dan lelah berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Bayangkan saja, ia telah menjadi istri orang tetapi ia masih merasa sendiri dan itu benar-benar membosankan. Jika tahu seperti ini, bukankah lebih baik ia menolak pernikahan itu saja dan hidup sendiri seperti sebelumnya. 

“Aku mencari kamu karena kamu tidak kunjung pulang, Zia. Aku pergi ke restoran dan bertemu dengan pria pelontos, tapi ia mengatakan padaku bahwa kamu sudah pulang dan tanpa memintaku untuk masuk, ia bahkan menutup pintunya. Aku menunggu di sana, tapi kamu tidak ada, akhirnya aku kembali,” jelas Zio. 

Baru kali ini Zia mendengar Zio berkata panjang lebar demi menjelaskan sesuatu padanya. “Pikir saja, aku tidak mungkin di sana sampai malam tanpa tujuan.” 

Zia mendengkus. Wanita itu menggerakkan kakinya hendak masuk ke rumah untuk segera mandi, tetapi tiba-tiba saja tangan kanan Zio meraih pergelangan tangannya hingga mau tak mau Zia berbalik dan menatap pria itu. “Ada apa?” tanya Zia. 

“Naik apa kamu pulang?” tanyanya. 

“Diantar Mada,” jawabnya jujur. 

Kedua mata Zio membulat sempurna. Pegangannya makin kencang hingga Zia merasa sedikit kesakitan. “Apa yang kamu lakukan?” Zia berusaha keras melepaskan tangannya dari genggaman tangan Zio.  

“Kenapa sama Mada?” tanyanya mendesak. Ia mendekat ke arah Zia hingga jarak di antara keduanya hanya beberapa senti saja. 

“Terus sama siapa? Aku tidak punya siapa-siapa di sini,” balas Zia cepat. 

“Kamu bisa menelponku untuk menjemput kamu. Kenapa harus diantar Mada? Padahal kamu bisa naik taxi jika pun kamu berpikir tidak mau membuatku repot. Di antara banyaknya pilihan, tapi kamu memilih untuk bersama Mada?” sinis Zio seraya melepaskan genggaman tangannya. 

Zia menyipitkan matanya, “Banyak pilihan? Jika saja ada taxi yang berlalu di depanku, aku tak akan pulang dengannya. Tapi hingga pukul sembilan tak ada taxi yang lewat. Kemudian tiba-tiba Mada datang, akhirnya aku ikut dia karena dia mau mengantarku pulang. Kenapa kamu menatap kesal padaku? Apakah kamu takut jika Mada tahu bahwa aku adalah istri kamu? Tenang saja, aku tidak memberitahukannya, aku turun di depan gang sebelum perumahan, jadi rahasiamu masih sangat aman,” jelas Zia dengan penuh penekanan. 

Zio berdecak pelan. “Kenapa tidak menelponku?” tanyanya sekali lagi. 

“Ponselku mati, dan berhentilah mendesakku. Bukannya katamu kita hanya teman baik? Di awal kamu berkata padaku bahwa kamu akan membebaskanku, jadi kenapa sekarang kamu bertingkah layaknya seorang suami yang melarang istrinya?” sinis Zia. “Jangan memperpanjang masalah ini, aku mau tidur.” Zia melangkah pergi. 

“Kenizia,” panggil Zio. 

Zia menghentikan langkahnya tepat di depan pintu. Wanita itu tak menoleh meskipun mendengar langkah Zio di belakangnya. “Aku mau istirahat,” lirihnya. 

Tiba-tiba Zio membalikkan tubuh Zia dan mendorong tubuh istrinya hingga tersudut ke tembok tepat samping pintu. Zia tak bisa pergi karena tangan Zio sudah menguncinya. Pria itu mendekat membuat Zia setengah ketakutan. 

“Apa yang akan kamu lakukan?” lirih Zia. 

“Meskipun begitu bukannya aku sudah bilang padamu bahwa kamu harus menjaga jarak dengan seorang pria? Aku sudah mengatakan alasannya padamu. Aku tidak mau jika suatu saat nanti kamu membuatku repot, tapi kamu melanggar janji kamu, Zia,” bisik Zio. Wajahnya begitu sangat dekat dengan Zia hingga Zio dapat melihat dengan sangat jelas betapa bening dan cantik mata Zia, kedua alisnya tampak sangat rapi dan melengkung cantik. Bibirnya yang berisi semerah leci dan itu benar-benar membuat Zio bisa melihatnya dengan jelas. 

“Terus maksudmu, aku harus menunggu di sana sampai hujan reda bahkan jika itu sampai pagi?” sindir Zia. 

“Bukan itu, tapi kamu bisa menelponku saat ponselmu masih hidup.” 

“Aku tidak berpikir sejauh itu. Sudahlah, aku mohon jangan memperpanjang masalah ini aku ingin—”

Zio langsung mendaratkan bibir merahnya pada bibir merah Zia menghentikan ucapan wanita itu. Tangan kanan Zio meraih tengkuk Zia dan ia mulai menikmati rasa bibir Zia yang manis. Sementara di depannya, Zia masih mematung terkejut. Kedua matanya membulat tak berkedip merasakan sentuhan lembut yang mengenai bibirnya. Sial. Tanpa sadar Zia membuka mulutnya dan keduanya saling membalas ciuman itu. Zia mulai merasakan tangan kekar Zio mulai mengangkat blousnya dan berusaha menerobos batasnya sendiri. Apa yang terjadi? Setelah kesadaran Zia terkumpul karena hampir kehabisan napas, wanita itu langsung mendorong tubuh Zio menjauh. Wajahnya panas, ia juga melihat Zio yang tampak terkejut. 

“Aku ke kamar.” Zia langsung berbalik cepat setengah berlari menuju kamarnya dan masuk ke ruangan itu. Tngannya ia taruh di dada merasakan debarannya yang hebat luar biasa. 

Seraya menyandarkan tubuhnya di balik pintu, perlahan Zia mengusap bibirnya dengan ibu jari, mengingat kembali kejadian tadi. “Apa yang Zio lakukan? Kenapa dia melakukannya? Pria itu benar-benar gila,” lirihnya. Zia terduduk seketika, tubuhnya terasa lemas, ia tak bisa menggerakkan badannya karena kejadian barusan. 

Sementara Zio yang masih berdiri di luar tampak merutuki perbuatannya. Pria itu mengacak-acak rambutnya menyadari betapa bodoh dirinya. “Sialan, kenapa aku sampai terbawa suasana? Aku benar-benar tak bisa menahannya. Apa yang sudah kulakukan? Zio, kamu benar-benar mengecewakan, brengsek,” makinya pada diri sendiri. “Sudahlah, aku hanya perlu melupakannya dan kembali menjalankan kehidupan besok dengan seperti biasa,” tambahnya seraya masuk dan mengunci pintu depan dari dalam. 

“Mada, aku tidak akan membuat kamu mendekati Zia untuk saat ini. Terseralah kalau kamu menyukainya, itu bukan urusanku. Lagi pula aku sudah berjanji pada diriku sendiri kalau aku akan membebaskan Zia suatu saat nanti setelah semuanya telah selesai. Tapi itu nanti, bukan sekarang. Jadi harusnya kamu tak boleh mendekati Zia sampai aku melepaskannya,” batin Zio seraya berjalan menuju kamarnya. 

Ia tak tahu apa yang Zia rasakan sekarang, karena saat ini ia hanya fokus pada perasaannya sendiri yang sangat berantakan. 

1
Adelia Rahma
lelaki mah suka begitu
Adelia Rahma
makanya furguso jgn sok sok an gk ngakuin Zia istri.. akhirnya kamu sendiri kan yg kebakaran jenggot
Adelia Rahma
kau memang bodoh
Adelia Rahma
tetap semangat 💪💪💪💪 Zia buatlah dirimu se enjoy mungkin jgn pikiran apapun krn dr awl sdh di tetap kan kalian cuma teman
Adelia Rahma
nah lo kebakaran jenggot kan.. makanya jadi cowok jgn egois
Adelia Rahma
yeee dia melarang orang membahas nya eh malah dia sendiri yang nanti membuka kedoknya
Adelia Rahma
nah lo Zio deg degan kan
Adelia Rahma
nah kan baru aja sehari dia yg ngomong eh malah dia yg sakit hati.. makanya jadi cowok jgn cepat mengucapkan kata ² yg sgt menyakitkan karena wanita itu paling igt dgn sejarah
Adelia Rahma
syukur deh Zia di terima kerja jd dia gak kepikiran terus tentang pernikahan nya
Adelia Rahma
semangat 💪💪💪 Zia
Adelia Rahma
bagus Zia lama lekas Zio sendiri yg bucin ke kamu
Adelia Rahma
dgn terpaksa mengangguk drpd brhrap byk
Adelia Rahma
awal yg membagongkan bgi Zia
Adelia Rahma
belum bisa komen bnyt
Rosmina Sumang
makax jgn ditutupi
Rosmina Sumang
zio sggu terlalu tdk ada perhatian sm skli. lbh baik berpisah
Rosmina Sumang
zia tdk peka pdhal sdh berumur 36
CupcakeHugs
Thor update crazy dong ...... author baik.. pinter... update crazy ya 😙👍👍
Margaretha Indrayani
happy ending. makasih thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!