"Dia hanya orang asing di zebra cross."
Kataku dulu.
Sampai 3 hari kemudian aku melihat wajahnya di TikTok.
Dengan caption: "Duke termuda Spanyol. CEO. Milyader."
Gila. Yang nolongin aku nyebrang itu... orang sekaya itu?!
Aku Bintang. 17 tahun. Ketua kelas. Calon dokter.
Dia Mateo. 25 tahun. Duke. Orang yang bahkan tidak seharusnya aku temui.
Pertemuan kami singkat. 10 detik.
Tapi kenapa rasanya seperti sudah mengenal selama 10 tahun?
Cinta tidak akan kemana-mana pertemuan singkat itu membawa cinta pada diriku hingga suatu hari kami bertemu dan menikah tetapi perang terjadi dan negara itu merdeka dan kami gugur setelah nya
kami di akui dan di kenang oleh warga warga sebagai pahlawan dan cinta kita melukiskan sejarah manapun.
pencipta, penulis, penerbit, pengarang: bintang_nrl28 star.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 13: Bertumbuh fokus kembali.
𝗗𝗶 𝗵𝗮𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗻𝗶𝗻 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝘀𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵
Selesai upacara aku langsung masuk ke dalam dan berjalan ke arah kelas, tiba-tiba ada Arziro di belakang ku, aku hanya diam tidak menatap lagi, saat aku mau masuk ke kelas, ia memanggil ku lalu berkata "gimana makanan yang aku kasih? Dimakan tidak? " ucapnya, lalu aku mengangguk dan masuk ke dalam kelas.
Saat di dalam kelas teman-teman ku sedang sibuk mengerjakan tugas, mengapa aku tidak ikutan? Karena aku sudah mengerjakan nya hari jumat kemarin.
Saat itu keadaan kelas ramai, ada yang main kartu, ada yang main kejar-kejaran, dance, dan banyak lagi, tetapi aku hanya duduk dan diam karena baru sembuh dari sakit.
Saat aku bosan aku langsung membaca buku ipa ku dan memahami semua materi, ketika bel pelajaran berbunyi aku bergegas mengeluarkan buku pelajaran sekarang.
----
Saat bel istirahat berbunyi, aku di ajak teman-teman untuk pergi ke kantin, tetapi aku tidak ingin, jadi aku menitipkan makanan kepada mereka nanti mereka yang beli, ketika mereka pergi aku melihat pemandangan dari jendela kelas, pemandangan yang indah, daun berjatuhan dan banyak sekali orang-orang yang ceria, sedangkan aku tidak.
Tiba-tiba ada arziro datang, dia berdiri di depan pintu kelas dan menatap ku, lalu berkata "kamu sendirian saja? " ucapnya, lalu aku menjawab dengan singkat tanpa menoleh "iya kenapa? " ucap ku, lalu ia masuk ke kelas ku tanpa izin dan berdiri di depan meja ku dan berkata "sakit kah? ", aku hanya menatap tidak menjawab.
Dan arziro pun menaruh surat lalu pergi, surat itu tidak aku baca, hanya aku simpan saja di kolong meja.
Aku tidak mood untuk membaca surat.
Saat teman-teman ku kembali, mereka membawa makanan mereka dan makanan yang aku pesan untuk diriku, lalu kami makan bersama, saat makan tasya berkata " eh kalian tahu tidak? Duke mateo mau tunangan besok! " ucapnya, lalu aku langsung terdiam, teman satu ku bernama purple berkata "iya bener, tunangan nya elegan cuman gak bisa apa-apa tau, katanya ya orangnya bodoh" jawab purple, lalu aku melirik mereka dengan terkejut, tasya yang melihat ekspresi ku langsung berkata "mengapa? " tanya nya, aku menggeleng lalu lanjut makan.
"𝓣𝓮𝓻𝓷𝔂𝓪𝓽𝓪 𝓫𝓮𝓷𝓪𝓻 𝓴𝓪𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓹𝓪𝓽𝓪𝓱 𝓳𝓲𝓴𝓪 𝓭𝓲𝓪 𝓫𝓾𝓴𝓪𝓷 𝓳𝓸𝓭𝓸𝓱 𝓴𝓲𝓽𝓪 𝓶𝓪𝓴𝓪 𝓭𝓲𝓪 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓷𝓳𝓪𝓾𝓱" tetapi... Mengapa mateo saat aku kenal dia ingin mengenal ku lebih dekat?.
Saat makanan kami sudah habis, aku langsung minum, saat aku minum navy memulai pembicaraan "tapi perempuan itu katanya keturunan dari kebangsawanan negara beda" ucap navy, lalu tasya berkata "iya sih tapi kayanya dia agak gimana ya... Kayak bodoh, tapi cantik" ucap tasya.
lalu aku ketika selesai minum dan menjawab "mungkin meskipun begitu kalau soal kecantikan pasti menang! " ucapku dengan singkat.
Lalu teman-teman ku menatap ku dengan kebingungan dan berkata "bukan kah kamu cinta pada nya? " ucap mereka, lalu aku menjawab "itu kan dulu, bukan sekarang" ucapku menatap sinis.
Saat bel pelajaran masuk kembali, teman-teman ku langsung memisah.
Aku yang semangat soal pelajaran sangat senang sekali.
-----
Saat aku pulang sekolah aku bertemu dengan arziro lalu ia berjalan kaki juga, kami berjalan kaki bareng sambil tertawa-tertawa dan saking aku tertawa terus aku sampai memukul arziro, lalu arziro hanya bilang "aduh".
Ketika di jalan aku melihat mobil hitam mewah berhenti di supermarket, aku hanya melihat lalu menatap arziro kembali, kami melewati supermarket itu
----
𝘔𝘢𝘵𝘦𝘰 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭
𝘔𝘢𝘵𝘦𝘰: "..... S-sayang... " bisik mateo, bodyguard nya yang melihat mateo menatap ke arah kami langsung kebingungan, aku yang berjalan dengan arziro tidak merasakan tatapan itu.
𝘔𝘢𝘵𝘦𝘰 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘥𝘢𝘳 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘳𝘶𝘯𝘨.
𝘉𝘰𝘥𝘺𝘨𝘶𝘢𝘳𝘥 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵
"𝘈𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘢𝘬? " 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘰𝘥𝘺𝘨𝘶𝘢𝘳𝘥.
𝘔𝘢𝘵𝘦𝘰 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘵𝘶𝘱 𝘮𝘶𝘬𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 1 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘦𝘮𝘰𝘴𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘴𝘢𝘭.
Saat aku sampai rumah aku langsung melihat berita mateo yang sah atas tunangannya, dan ada foto mateo bersama wanita cantik disana, aku hanya tersenyum ikhlas.
"𝓙𝓲𝓴𝓪 𝓹𝓮𝓷𝔂𝓮𝓼𝓪𝓵𝓪𝓷 𝓼𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓭𝓪𝓽𝓪𝓷𝓰 𝓭𝓲 𝓪𝓴𝓱𝓲𝓻 𝓶𝓪𝓴𝓪 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓪𝓹𝓪 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝓶𝓮𝓵𝓪𝓴𝓾𝓴𝓪𝓷 𝓷𝔂𝓪 𝓶𝓪𝓽𝓮𝓸? 𝓙𝓲𝓴𝓪 𝓳𝓪𝓷𝓳𝓲 𝓽𝓲𝓭𝓪𝓴 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓭𝓲 𝓽𝓮𝓹𝓪𝓽𝓲 𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓪𝓹𝓪 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝓶𝓮𝓷𝓳𝓪𝓷𝓳𝓲𝓴𝓪𝓷 𝓲𝓽𝓾 𝓴𝓮𝓹𝓪𝓭𝓪 𝓭𝓲𝓻𝓲𝓴𝓾? "
Lalu setelah mendengar berita tersebut aku langsung ke kamar dan langsung buka buku untuk belajar kembali, karna aku ingin menggapai cita-cita ku sendiri.